Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

Fakta Tentang Mimpi Berjalan (Sleepwalking)



Mimpi adalah fenomena aneh yang hanya bisa dirasakan oleh manusia, namun mimpi berjalan (sleepwalking) lebih aneh lagi. Terkadang mimpi kita bisa terasa sangat nyata. Tapi yang satu ini memang menjadi nyata.

Sleepwalking yang dikenal juga dengan istilah somnambulism, bisa saja dialami di semua usia tetapi biasanya terjadi pada usia muda. Faktor paling besar yang menyebabkan sleepwalking ini adalah pikiran (beban, frustasi, gembira, stres, dll). Pernahkah anda mengalaminya??

Tanda dan gejala
Seseorang yang mengalami tidur berjalan dapat melakukan hal-hal berikut :
Berdiri dari tidurnya dan membuka mata layaknya orang yang terbangun dari tidur

Matanya tidak memiliki “sinar” dan ekspresi layaknya orang yang terjaga.
Berjalan berkeliling rumah, mungkin membuka dan menutup pintu dan menghidupkan atau mematikan lampu. Melakukan aktifitas rutin seperti berpakaian atau memasak bahkan yang lebih berbahaya adalah mengemudikan kendaraan. Terkadang bahkan berbicara atau beraktifitas lain dengan gaya yang canggung.

Tidur berjalan ini biasanya terjadi selama tidur dalam/tidur nyenyak pada awal tidur sekitar satu sampai dua jam awal tidur. Beberapa kasus tidur berjalan ini hanya berlangsung selama beberapa menit saja, tetapi beberapa kasus dapat terjadi sampai 30 menit. Pelaku tidur berjalan sendiri tidak akan sadar apa yang dilakukannya saat bangun pagi.

Penyebab
Diperkirakan 15 persen anak-anak sehat pernah mengalami tidur berjalan, tetapi tidak sedikit juga orang dewasa yang mengalaminya. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tidur berjalan antara lain :
  • Kelelahan
  • Stres
  • Gelisah
  • Sakit
Kasus tidur berjalan terkadang berhubungan dengan pengobatan atau kondisi kesehatan mental seperti :

  • Detak jantung tidak normal (arrhythmias)
  • Aliran balik asam lambung ke dalam esophagus atau saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan perut.
  • Berhentinya napas saat tidur (obstructive sleep apnea)
  • kelainan akibat trauma
  • kepanikan
  • Di beberapa kasus lain, konsumsi alkohol dan obat-obat tertentu seperti antibiotic, antihistamin, sedative dan pil tidur dapat memicu sleepwalking (hayoo jangan ngobat makanya).
Faktor resiko
Biasanya kebiasaan ini akan menurun dari orang tua atau saudara kandung. Pada ibu hamil atau wanita menstruasi, kemungkinannya akan lebih tinggi mengalami tidur berjalan.

Pemeriksaan
Pemeriksaan fisik dan psikologi akan dilakukan untuk mengetahui hal-hal atau unsur yang menyebabkan tidur berjalan ini, seperti detak jantung yang tidak normal atau kepanikan yang tiba-tiba melanda. Jika diperlukan maka akan dilakukan tes tidur di laboratorium agar pemantauan lebih sempurna.

Bahaya
Sleepwalking sebenarnya tidak membahayakan, kecuali bila penderita melakukan aktifitas yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, seperti aktifitas di luar rumah atau memasak dengan menggunakan api.

Bila kejadian tidur berjalan ini terjadi hampir tiap hari atau dengan frekuensi yang sering, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar segera diketahui penyebab pastinya.

Pencegahan dan pengobatan
Tidak ada pengobatan dan cara pencegahan yang pasti. Jika anda memergoki anak anda tidur berjalan maka hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah dengan menuntunnya kembali ke tempat tidur. Sebaiknya tidak membangunkan anak saat tidur berjalan, karena hal ini akan menggangu proses tidurnya, walalupun membangunkannya pun tidak menimbulkan bahaya apapun. Hanya saja jika dibangunkan saat tidur berjalan, maka anak akan merasa kebingungan.

Jika tidur berjalan tersebut terjadi pada keluarga anda, maka sebaiknya anda memperbaiki kebiasaan tidurnya.

Jika anda tidak dapat memantau tidurnya, usahakan lingkungan tidurnya aman, sehingga saat tidur berjalan tanpa sepengatuhan anda dia tidak akan melakukan aktivitas yang membahayakan dirinya

Tidur lebih lama. Kelelahan menjadi salah satu penyebab. Untuk itu usahakan tidur lebih cepat dan biasakanlah tidur dengan jadwal yang tetap.

Buat dirinya merasa lebih rileks sesaat sebelum tidur.

Hindari mengalami tekanan berlebihan. 

Perhatikan pola dan kebiasaannya. Jika ia sering mengalami tidur berjalan, biarkan dia tetap tertidur. Yang perlu anda lakukan adalah amati kapan kebiasaan tidur berjalannya timbul. Jika sudah diperoleh kebiasaan tersebut, maka anda dapat membangunkannya 15 menit sebelum tidur berjalan tersebut terjadi padanya. Jangan khawatir, biasanya semakin bertambah umur semakin kecil kemungkinan untuk sleepwalking, tetapi tetap saja ada beberapa orang yang sudah terbiasa mengalami tidur berjalan ini.

Mulai sekarang perhatikanlah pola tidur anda. Siapa tau suatu saat ketika anda terbangun dari tidur anda berada ditempat yang tidak anda kenal. Itu tandanya anda telah mengalami "sleepwalking".

sumber: kaskus.us
READ MORE - Selengkapnya

8 kasus kematian karena tertawa


1. Zeuxis, pelukis Yunani, menertawai lukisan wanita yang baru saja ia selesaikan. Kemudian karena tertawa terlalu berlebihan, akhirnya ia sesak napas dan mati pada akhirnya.


2. Konon, komedian Yunani, Philemon, mati karena menertawakan leluconnya sendiri.

3. Chrisyppus, seorang filsuf Yunani, mati karena tertawa pada saat melihat keledai sedang makan buah ara.

4. Mendengar cerita jorok dari saudara perempuannya, penulis dari Italia, Pietro Aretino, tertawa hingga terjungkal dari kursinya kemudian ia kejang-kejang lalu mati.


5. Pengarang eksentrik asal Skotlandia, Thomas Urquhart, mati ketika menertawakan perbaikan singgasana raja Charles II.

6. Malam bulan April 1872. Nyonya Fitzherbert, bersama teman-temannya yang berasal dari Northamptonshire pergi ke Drury Lane Theatre untuk menonton Beggar’s Opera. Ketika seorang karakter bernama Polly melakukan adegan konyol, Nyonya Fitzherbert tertawa begitu keras hingga tidak bisa berhenti dan terpaksa dikeluarkan dari ruang theatre. Satu minggu setelah malam itu, Nyonya Fitzherebert dikabarkan mati karena terserang histeria berkelanjutan.


7. 24 Maret 1975. Alex Mitchell mati tertawa saat menonton tayangan TV komedi The Goodies. Pada episode itu, muncul karakter yang berdandan khas orang Skotlandia dan bermain kungfu. Setelah 25 menit tertawa, Alex berhenti tertawa, kemudian merosot di sofa terkena serangan jantung. Istrinya yang mengetahui hal tersebut, mengirimkan surat pada Goodies karena telah membuat suaminya mati dalam kebahagiaan.


8. Ole Bentzen, audiolog asal Denmark mati tertawa karena menertawakan film "A Fish Called Wanda". Saat tertawa, detak jantungnya meningkat hingga 300 degupan per menit.

sumber: kaskus.us
READ MORE - Selengkapnya

Inilah Makanan Antistres


Cara positif tentu lebih baik dalam menghadapi stres ketimbang mara-marah atau menghabiskan uang untuk berbelanja yang tidak perlu. Bersantai minimal 30 menit, menulis, meditasi, yoga, atau pijat, bisa menjadi kiat untuk meredakan stres. Pilihan makanan sehat juga bisa masuk dalam daftar pilihan. Misalnya berbagai makanan ini.
1. Pisang. Kaya akan vitamin B yang penting untuk mengendalikan hormon stres.

2. Asparagus. Kandungan folatnya akan membantu menyeimbangkan mood dan menghambat produksi hormon stres.

3. Susu. Kaya akan antioksidan, vitamin B12 dan B2, yang dapat menghambat aktivitas radikal bebas yang terkait stres.

4. Cokelat hitam. Sumber flavonoid yang mengandung properti relaksasi dan memperbaiki mood. Rutin mengonsumsi cokelat yang agak pahit ini, sedikit saja, membuat kadar hormon stres kortisol selalu rendah.

5. Almon. Konsumsi almon secara rutin juga membantu mencegah stres berkat kandungan magnesium, zinc, dan vitamin lainnya.

6. Ikan. Asam lemak omega-3 yang dijumpai dalam ikan salmon, tuna, kembung, dan lain-lain sangat baik untuk menurunkan produksi hormon adrenalin dan kortisol sehingga efektif mencegah stres. Sebaliknya, konsumsi ikan meningkatkan hormon serotonin sehingga kita merasa lebih bahagia.
READ MORE - Selengkapnya

Pentingnya Olahraga untuk Cegah Diabetes



Penelitian menunjukkan, salah satu cara terbaik untuk menghindari risiko terkena diabetes adalah dengan selalu mengendalikan berat badan. Hal ini dapat dicapai dengan cara melakukan aktivitas fisik secara teratur serta menjalani pola diet sehat yang terfokus pada buah-buahan dan sayuran.
Banyak orang malas berolahraga dengan alasan kesibukan dan tak ada waktu luang. Padahal, aktivitas fisik ini sangat penting artinya untuk mencegah berbagai penyakit serius dan gangguan kondisi kesehatan.

Beberapa penelitian telah membuktikan betapa pentingnya berolahraga secara teratur, walaupun para ahli masih memperdebatkan berapa lama waktu olahraga yang ideal untuk mencegah penyakit. Alhasil, rekomendasi pun beragam, mulai dari 1 jam, 30 menit, dan 15 menit. 

Bahkan penelitian terbaru mengklaim, melakukan aktivitas fisik selama 1 menit setiap hari (misalnya jogging) secara substansial dapat menurunkan risiko seseorang menderita penyakit serius seperti diabetes tipe 2. 

Lebih dari itu, peneliti berpendapat bahwa melakukan aktivitas fisik dengan rentang waktu yang pendek juga dapat membantu, bahkan membantu mengobati diabetes, meski diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hal ini.

Dalam riset terbaru, misalnya, para ahli dari Department of Health, University of Bath, melibatkan beberapa peserta yang diminta untuk melakukan sprint bersepeda dua kali (20 detik) selama tiga kali seminggu. Percobaan tersebut berlangsung selama enam minggu. Setelah itu, para ilmuwan melakukan sejumlah pengukuran fisik dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan fungsi insulin peserta rata-rata 28 persen.

Peneliti mengatakan, temuan ini bukanlah yang pertama yang menunjukkan efek positif dari kegiatan fisik jangka pendek terhadap peningkatan fungsi insulin dan kadar gula dalam darah. Pada dasarnya, latihan fisik secara teratur dengan jumlah yang tepat terbukti menjadi cara terbaik untuk mencegah diabetes tipe 2 dan menjaga kadar gula darah tetap rendah. 

Namun, faktor-faktor seperti gaya hidup, kebiasaan-kebiasaan buruk, minimnya motivasi, dan alasan kesibukan kerap menjadi hambatan dan memberi kontribusi besar terhadap kurangnya aktivitas fisik sebagian besar dari kita.
http://health.kompas.com

READ MORE - Selengkapnya

Tes Alergi Tak Selalu Akurat


Pemeriksaan kadar antibodi imunoglobulin E (Ig E) melalui tes alergi selama ini dipercaya untuk memastikan apakah seseorang menderita alergi tertentu. Namun rekomendasi terbaru menyatakan diagnosa alergi seharusnya tidak cuma melalui pemeriksaan tes alergi saja.
Tes alergi melalui pemeriksaan sampel darah atau tes tusuk kulit dilakukan untuk mengukur antibodi yang terbentuk di darah atau sekitar area kulit yang ditusuk saat seseorang terpapar alergen. Namun tes semacan ini tidak dapat mengukur jenis reaksi alergi yang bisa dialami seseorang.

Studi sebelumnya menyatakan sekitar 8 persen anak-anak akan mendapatkan hasil positif jika dilakukan tes alergi. Padahal hanya sekitar 1 persen saja yang mengalami gejala fisik alergi. Karena itu tes alergi konvensional seperti tes darah atau tusuk kulit itu sebaiknya dilakukan juga tes tambahan yakni tes makanan.

Tes tantangan makanan (food challenge) merupakan tes alergi dengan cara meminta pasien mengasup makanan yang diduga memicu alergi, di bawah supervisi medis. Tes ini merupakan standar baku untuk mendiagnosa alergi makanan. Tes ini juga bisa mengukur apakah seseorang akan mengalami reaksi alergi.

"Tes alergi memang membantu dokter membuat diagnosa, namun tes itu sendiri bukan peluru ajaib untuk membuat diagnosis atau prediksi penyakit," kata Dr.Robert Wood, ahli alergi dari Johns Hopkins Children's Center. 

Gejala alergi bisa muncul kapan saja setelah terjadi interaksi antara tubuh dengan alergen (pencetus alergi). Hal ini terjadi karena sistem imun kita memandang alergen sebagai benda asing yang harus dilawan, akibatnya muncul reaksi baik berupa ruam pada kulit, diare, bersin, dan lain sebagainya.
READ MORE - Selengkapnya

Kandungan dan Mitos dalam Es Krim



Di balik kelembutan dan rasa manisnya, es krim terbukti memiliki beberapa fakta gizi yang tak terduga. Keunggulan es krim didukung oleh bahan baku utamanya: susu tanpa lemak dan lemak susu. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizi yang lengkap.

Para peneliti menemukan lebih dari 100.000 jenis molekul yang terkandung di dalam susu. Selain air dan lemak, molekul-molekul tersebut mencakup protein, karbohidrat, mineral, enzim-enzim, gas, serta vitamin A, C, dan D. Terdapat beberapa peneliti yang menyatakan bahwa susu termasuk dalam golongan pangan fungsional.

Menurut Prof Dr Made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi, susu mengandung beberapa komponen bioaktif yang memiliki efek kesehatan yang signifikan. Komponen bioaktif susu di antaranya adalah protein susu, laktosa, asam-asam lemak dan mineral, terutama kalsium. Hal ini menyebabkan produk-produk turunan susu juga masih memiliki efek fungsional, termasuk es krim.

Sebagian besar komponen dalam susu telah diketahui fungsinya secara biologis bagi tubuh. Komponen yang telah diketahui fungsinya adalah protein, terutama dari bagian whey, termasuk di dalamnya alfa-laktalbumin, beta-laktoglobulin, imunogobulin, laktoferin, dan glikomakropeptida.

Laktoferin adalah glikoprotein pengikat zat besi, memiliki peran sebagai zat pertahanan tubuh nonspesifik terhadap patogen.

Salah satu komponen dari golongan karbohidrat yang telah diteliti fungsinya adalah laktosa. Laktosa akan menambah cita rasa dan mempertahankan rasa enak es krim.

Bahan lain yang turut menyusun es krim adalah gula, pengemulsi, dan penstabil. Jenis gula yang sering dipakai adalah sukrosa, berfungsi memperbaiki tekstur, meningkatkan kekentalan, dan memberi rasa manis.

Mitos Es Krim

Mitos
: Es krim biang keladi kegemukan.

Fakta: Kegemukan disebabkan oleh energi dan lemak yang berlebihan serta kurang aktivitas fisik karena kebiasaan makan yang kurang baik dan faktor keturunan. Sementara itu, kontribusi energi dan lemak dalam es krim per takaran saji sangat kecil, yaitu sekitar 10 persen dari total kebutuhan energi per hari dan 15 persen dari total kebutuhan lemak per hari.

Mitos
: Es krim menyebabkan batuk pilek.

Fakta: Es krim cepat meleleh saat masuk ke dalam rongga mulut karena pengaruh suhu tubuh, jadi saat es krim es krim masuk ke kerongkongan, suhunya sudah tidak sedingin air es. Penyebab batuk pilek adalah terutama virus dan alergen pada anak-anak yang mempunyai sifat alergi bawaan

Mitos: Es krim menyebabkan gigi berlubang.

Fakta: Gigi berlubang disebabkan fermentasi sisa karbohidrat dan gula yang tertinggal pada gigi. Dianjurkan untuk minum air putih, berkumur, atau menggosok gigi setelah mengonsumsi makanan manis seperti es krim.

Mitos: Memakan es krim terlalu cepat membuat sakit kepala.

Fakta: Ada teori yang mengatakan bahwa sakit kepala karena es krim (atau yang lebih umum disebut brain freeze) disebabkan karena pendinginan yang cepat pada sinus frontalis, yang memicu saraf nyeri lokal. Teori yang lain mengatakan, penyebabnya adalah penyempitan pembuluh darah di langit-langit dan belakang mulut menyebabkan aktifnya saraf nyeri dan rasa nyeri menyebar ke kepala. Di bagian belakang mulut terdapat pusat saraf yang disebut sphenopalatine ganglion, dan sangat mungkin inilah penyebab dari brain freeze. (dam/berbagai sumber)
READ MORE - Selengkapnya

Semua Berpotensi Kena Epilepsi


Apa yang terbayang ketika mendengar penyakit epilepsi atau istilah awamnya ayan? Sebagian besar akan menjawab tubuh kejang tersentak-sentak dan keluar air liur. Padahal, tidak semua epilepsi bermanifestasi dalam bentuk kejang. 



Manifestasi epilepsi ternyata ada yang berbentuk ekspresi bengong, bibir bergerak-gerak tanpa disadari, serta kesulitan bicara sesaat. Bahkan, emosi tinggi pada wanita haid bisa jadi gejala epilepsi catamenial.
Lyna Soertidewi dari Departemen Ilmu Penyakit Saraf, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan, epilepsi adalah gangguan pada kelistrikan otak yang menyebabkan bangkitan atau kejang lebih dari satu kali dalam enam bulan.
Kelistrikan pada otak dan sistem saraf makhluk hidup, termasuk manusia, berperan dalam mengantarkan pesan atau perintah bagi tubuh. Saat neurotransmiter (saraf pengantar) terganggu, aliran listrik menjadi berloncatan. Respons tubuh adalah kejang-kejang.
Gangguan ini bisa mengenai siapa saja dan kapan saja. Tidak hanya bawaan lahir, epilepsi juga bisa terjadi akibat benturan, stroke, dan infeksi pada otak.
Trauma pada kepala membuat otak berusaha memperbaiki. Namun, kadang-kadang yang terjadi koneksi saraf menjadi abnormal dan kerja sel-sel saraf terganggu.
Organ otak yang memiliki sekitar 100 miliar sel-sel saraf berfungsi sebagai pemimpin, memberikan perintah terkait segala aktivitas tubuh, seperti aktivitas ingatan, gerakan, indera, dan suasana hati. Jika otak terganggu, hal-hal itu pasti terpengaruh. Bahkan, bangkitan berupa kejang-kejang selama 15-30 menit bisa berakibat fatal karena tubuh bekerja ekstra keras dengan kondisi minim oksigen.
Selain epilepsi yang bermanifestasi dalam bentuk kejang-kejang (tonik klonik), ada bentuk manifestasi lain, seperti bengong (beberapa detik), atonik (reaksi terjatuh karena otot melemas), dan mioklonik (kontraksi otot tiba-tiba). Bengong epilepsi dengan bengong biasa bisa dibedakan dengan memanggil penderita.
”Kalau ditepuk atau dipanggil tidak merespons, berarti bukan bengong biasa. Bisa jadi itu childhood absence (bengong epilepsi pada anak),” kata pengajar pada Departemen Ilmu Penyakit Anak Universitas Indonesia, Hardiono D Pusponegoro.
Jika ragu, bisa menguji secara sederhana, yaitu minta orang yang kita curigai meniup selembar kertas sebanyak 30 kali. Penderita epilepsi pasti langsung bengong tanpa sadar selama beberapa waktu.
”Potensi untuk mengidap epilepsi dapat terjadi sejak masa kehamilan. Gangguan yang dialami ibu pada masa kehamilan, seperti infeksi, demam tinggi, dan kekurangan nutrisi berpengaruh pada kerentanan bayi terhadap kejang. Selain itu, proses persalinan yang sulit, kurang, atau telat bulan menyebabkan otak janin kekurangan oksigen,” kata Hardiono.
Ada pula bentuk epilepsi parsial. Penderita merasa mual atau tidak enak di ulu hati, atau merasa ketakutan/cemas. Epilepsi jenis ini relatif tak terlalu tampak, tetapi jika tidak dirawat bisa berkembang menjadi epilepsi umum.
Untuk menegakkan diagnosis epilepsi, dilakukan tes neurologi dan tingkah laku, tes darah, serta mengecek kondisi otak dengan CT-scan, MRI, atau elektroensefalogram (EEG). Melalui EEG, bisa diketahui konsistensi kelistrikan tubuh.
Pusat Data dan Informasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia menyebutkan, pada 2006, penderita epilepsi berjumlah 1 juta hingga 1,5 juta orang. Dari jumlah itu, 70 persen dapat disembuhkan dengan pengobatan teratur.
Mengendalikan bangkitan
Pemberian obat bertujuan mengendalikan bangkitan, serangan, atau korsleting listrik di otak. Terapi obat ini bisa berlangsung bertahun-tahun. Jika tak lagi muncul bangkitan, dengan pengawasan dokter, selama dua atau tiga tahun kemudian pemberian obat bisa dikurangi. Untuk menghentikan pemberian obat, dokter membutuhkan data dan dasar yang kuat bahwa kelistrikan otak telah normal. Hal ini bisa didapatkan melalui tes EEG.
Prosedur berlapis ini dilakukan mengingat pengurangan obat atau penghentian obat yang tidak tepat bisa memperburuk kondisi pasien. ”Pemberian obat tidak boleh berhenti mendadak, harus pelan-pelan dikurangi agar tidak berakibat serius,” kata Hardiono.
Perempuan penderita epilepsi yang sedang hamil sering kali menghentikan obat epilepsi. Karena asupan obat berhenti mendadak, ibu bisa kejang-kejang dan berdampak fatal bagi nyawa dan bayinya.
Meski penyakit ini telah dikenal lama dan merupakan penyakit akibat gangguan sistem saraf otak, masih banyak stigma negatif dan diskriminasi kepada penderitanya. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Yayasan Epilepsi Indonesia Irawati Hawari.
Di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, masih ada stigma negatif mengenai penyakit itu sehingga status penyakit sering disembunyikan. Padahal, dampaknya malah bisa memperburuk kondisi penderita.
Jika ditemukan lebih dini dan ditangani lebih cepat, potensi penderita epilepsi untuk sembuh lebih besar.
READ MORE - Selengkapnya

7 Penyebab Anda Sulit Konsentrasi




Setiap orang pasti pernah mengalami situasi di mana sulit untuk berkonsentrasi. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang status usia.

Untuk mengetahui apa saja pemicunya, berikut ini adalah 7 (tujuh) alasan kenapa pikiran Anda mudah mengambang yang disertai anjuran para ahli: 

1.  Kadar hormon rendah 

Pikiran mudah buyar adalah sinyal bahwa Anda mungkin kekurangan vitamin atau hormon, terutama jika dibarengi dengan rasa lelah luar biasa. "Jika ada kekurangan pada hormon tiroid, metabolisme jadi melambat sehingga mengurangi aliran darah dan fungsi sel di berbagai bagian otak," kata Dr Orford, Staf Ahli dari Mayo Clinic, Preventive Medicine Division, di Scottsdale. 

Lakukan ini: Buatlah janji dengan dokter Anda untuk sekadar berkonsultasi. Setelah itu, buat daftar setiap kali ada perubahan gangguan kesehatan untuk membantu mendeteksi sumber masalah terkait gangguan konsentrasi. 

"Anda juga dapat melakukan pemeriksaan medis lebih komprehensif, termasuk tes darah," kata Dr Orford. Di samping itu, Anda juga dapat meminta dokter untuk menguji faktor risiko kardiovaskular, seperti hipertensi, kolesterol, sindrom metabolik atau pradiabetes. Pasalnya, jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan penurunan kognitif.

2. Hormon sudah rusak

Sulit untuk berkonsentrasi adalah keluhan paling umum dari perempuan yang mengalami perimenopause, kata Kimberly Pearson, MD, seorang psikiater di Massachusetts General Hospital Center, Women Mental Health. 

Lakukan ini: Jika tanda-tanda lain menunjuk ke perimenopause (hot flashes, berkeringat di malam hari, kekeringan vagina), untuk jangka pendek pertimbangkan untuk menjalani terapi hormon pengganti. 

"Kebanyakan perempuan yang sudah melakukannya merasa seperti mendapatkan kembali ingatannya," katanya. 

3. Pengaruh obat 

Beberapa obat-obatan tertentu seperti anti-depresan dapat memengaruhi suasana hati (mood) dan konsentrasi ketika Anda memutuskan untuk berhenti mengonsumsinya. Antihistamin, misalnya, obat penenang ini dapat memicu rasa kantuk yang cukup lama. 

Coba ini: Catat semua obat-obatan yang Anda konsumsi dan tanyakan kepada dokter Anda, apakah ada dari obat-obatan tersebut yang dapat menyebabkan gangguan konsentrasi. 

4. Rokok

Selain merusak kesehatan secara umum, efek rokok juga dapat memengaruhi daya konsentrasi Anda. Semakin banyak dan lebih lama Anda merokok, materi abu-abu pada otak lebih cepat hilang. Bahkan, ketika mencoba berhenti merokok, Anda akan mengalami kesulitan berkonsentrasi, kata Christopher Kahler, PhD, dari Brown University. 

"Ini adalah keluhan umum para perokok. Tetapi, Anda akan lebih mendapatkan lebih banyak keuntungan secara psikologis jika berhenti merokok," katanya.

Lakukan ini: Semakin senang perasaan Anda ketika mencoba untuk berhenti, maka semakin besar kemungkinan Anda untuk berhasil, kata Kahler. Intinya adalah bagaimana Anda bisa untuk meningkatkan suasana hati (mood).

5. Makan tidak sehat

Apa yang Anda makan berdampak besar pada kejernihan mental, kata Laura Middleton, PhD, asisten profesor kinesiologi di University of Waterloo di Ontario. Kebiasaan makan yang buruk meningkatkan risiko penyakit, seperti obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit lainnya yang dapat mengganggu fungsi kognitif dan memicu obesitas—membuat lebih sulit untuk tetap aktif, yang penting untuk kesehatan otak.

Lakukan ini: "Jika itu baik bagi jantung dan sistem kardiovaskular, maka itu baik pula bagi otak," ungkap Middleton, yang menyarankan untuk berpegang pada prinsip-prinsip Diet Mediterania (diet tinggi ikan, sayuran, dan rendah makanan lemak jenuh dan diproses). 

6. Sibuk 

Pekerjaan yang menetap sepanjang hari di balik meja atau di belakang kemudi mobil jangan dianggap baik. Pekerjaan yang cenderung menetap dan tidak melibatkan aktivitas fisik dapat memengaruhi pikiran Anda. Agar pikiran tetap tajam, Anda harus tetap bergerak. Olahraga dapat meningkatkan produksi zat yang memperlambat pembentukan plak pemicu penyakit Alzheimer.  

"Butuhkan waktu beberapa minggu untuk dapat merasakan manfaatnya. Tetapi, setelah itu Anda akan mengalami perubahan positif dengan cepat," kata Middleton.

Lakukan ini: Lakukan aktivitas kardiovaskular selama 30 menit dengan periode 3-5 kali dalam seminggu. "Jika Anda dapat melakukannya selama satu jam, itu bagus," kata Middleton, yang juga mengimbau untuk menyertakan latihan beban. Middleton dan rekan menemukan bukti bahwa dengan menjadi aktif sepanjang hari dapat membantu menjaga pikiran tetap tajam.

7. Cemas berlebihan

Perasaan cemas yang berlebihan bisa menjadi penyebab Anda sulit berkonsentrasi. Sebab, dengan suasana hati yang gelisah, seseorang biasanya menjadi hiper-waspada dengan lingkungan sekitarnya. 

Lakukan ini: Jika Anda tidak bisa berkonsentrasi karena terlalu khawatir, berhenti melakukan pekerjaan dan lakukan sesuatu yang menyenangkan untuk menghapus ketegangan di kepala Anda, kata Susan Nolen-Hoeksema, PhD, profesor departemen psikologi di Yale. Cobalah untuk pergi jalan-jalan, mencoba resep baru, atau bermain dengan teman.
kompas.com


READ MORE - Selengkapnya

Suntikan Darah Muda Bisa Meremajakan Otak Tua

Dalam mitos-mitos horor, banyak dijumpai kisah penyihir yang meminum darah perawan atau perjaka untuk mempertahankan awet muda. Meskipun terdengar tidak masuk akal, hal itu agaknya benar adanya. Mengalirkan darah muda ke otak yang tua ternyata bisa memicu pertumbuhan sel-sel otak baru.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature ini terinspirasi dari pengamatan bahwa ketika tikus tua diberi darah tikus muda, maka sistem kekebalan tubuh dan fungsi ototnya meningkat. Jadi peneliti bertanya-tanya apakah hal yang sama juga akan bekerja pada otaknya.

Para peneliti mengetahui bahwa sel induk di otak yang melahirkan neuron baru terletak lebih dekat dengan pembuluh darah daripada sel-sel lain. Artinya, ada kemungkinan terjadinya interaksi dengan sel-sel darah.

Peneliti menemukan ketika darah tikus yang berumur muda disuntikkan ke tikus yang lebih tua terjadi perkembangan sel-sel otak baru pada tikus yang lebih tua, yaitu dari tidak sampai 400 sel baru menjadi hampir 1.000 sel baru di satu wilayah hippocampus, daerah otak yang penting untuk fungsi memori.

Tapi ketika peneliti menyuntik tikus muda dengan darah tikus tua, mereka menemukan bahwa pembentukan sel-sel otak baru (neurogenesis), kemampuan belajar, dan mengingatnya menurun. Begitu juga dengan suntikan darah pada tikus yang usianya sama tidak berpengaruh pada perkembangan otaknya.

Nampaknya ada sesuatu yang berbeda dari darah muda ini. Para peneliti mencari faktor yang penting. Mereka mengamati 66 protein plasma, tapi tidak bisa menemukan senyawa yang relevan dalam darah tikus muda.

Di dalam darah, terdapat zat yang disebut CCL11 atau kemokin, protein sistem kekebalan. Penelitian sebelumnya telah menghubungkan CCL11 dengan peradangan pada asma dan alergi, namun tidak ada hubungannya dengan fungsi otak. Anehnya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sel-sel imun tersebut terlibat dalam fungsi belajar dan memori.

Seperti dilansir Time Healthland, Selasa (27/12/2011), ketika para peneliti menyuntikkan CCL11 saja ke hewan muda, protein ini mengurangi neurogenesis. Sebaliknya, memblokir CCL11 dengan antibodi akan mencegah penurunan ini.

Para peneliti yang dipimpin oleh Tony Wyss-Coray dari Stanford University juga sedang mencari senyawa dalam darah muda yang dapat merangsang neurogenesis.

Fakta bahwa sel-sel tua merespons darah muda dengan baik adalah tanda yang menggembirakan bahwa senyawa itu ada dan menunjukkan bahwa sel-sel yang tua mungkin masih bisa diperbaiki.
READ MORE - Selengkapnya

Posisi Tidur yang Baik untuk Pencernaan

Setiap orang disarankan untuk tidak makan setidaknya 2 jam sebelum tidur. Tapi jika seseorang terpaksa harus makan dalam periode itu, maka ketahui posisi tidur seperti apa yang baik untuk pencernaan.

Makanan yang dikonsumsi menjelang waktu tidur sebaiknya bukanlah makan berat, tapi cukup cemilan atau makanan ringan saja. Hal ini karena makan sebelum tidur bisa menyebabkan masalah selama tidur dan membuat orang tidak beristirahat dengan nyaman.

Meski begitu beberapa posisi tidur tertentu bisa membantu mencegah sakit maag dan gangguan tidur lain pada orang yang terpaksa makan mendekati waktu tidur, seperti dikutip dari Mayo Clinic,  yaitu:

1. Meninggikan posisi kepala
Mayo Clinic merekomendasikan untuk mengangkat posisi kepala lebih tinggi sekitar 6-9 inchi (15-22 cm). Kondisi ini bisa dilakukan dengan menyisipkan bantal tambahan untuk membantu menopang kepala.

Posisi ini menggunakan gravitasi untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan yang berhubungan dengan heartburn (rasa tidak nyaman di perut), serta mencegah asam lambung kembali mengalir ke kerongkongan.

2. Miring menghadap kiri
Studi yang dilakukan oleh Graduate Hospital di Philadelphia menemukan tidur posisi miring bisa mencegah rasa tak nyaman di perut saat malam hari. Jika tidak bisa mempertahankan posisi tidur miring ke kiri sepanjang malam, maka cobalah meletakkan bantal tambahan di belakang tubuh untuk mencegah tubuh bolak balik.

Selain itu bagi penderita gangguan lambung, tidur dengan posisi menghadap kiri akan membuat sambungan antara perut dan kerongkongan tidak terbuka meskipun kadar asam lambung tinggi. Hasil studi ini dilaporkan dalam The Journal of Clinical Gastroenterology.
READ MORE - Selengkapnya

Trik Para Pria Agar Awet Muda Lebih Lama

 
Seperti halnya wanita, pria juga seringkali mencemaskan proses penuaan. Namun, seringkali pria lebih jarang melakukan upaya untuk menjaga agar terlihat lebih muda. Berikut trik yang bisa dilakukan agar pria awet muda lebih lama.

Karena ingin punya wajar yang selalu terlihat segar, kini pria sudah menyadari bahwa merawat diri bukan hanya untuk menunda penuaan, namun juga bermanfaat untuk kesehatan. Produk perawatan kulit dan wajah untuk pria juga sudah banyak sehingga bukan lagi hal yang tabu jika pria rajin merawat diri.

Berikut 10 cara yang bisa dilakukan pria agar awet muda lebih lama seperti dikutip dari AskMen,

1. Miliki peralatan olahraga angkat beban
Ketika melakukan latihan angkat beban, hindari melakukan hal tersebut setiap hari berturut-turut. Hal tersebut bertujuan memberikan waktu untuk memperbaiki dan membentuk otot-otot disela-sela latihan angkat beban.

Olahraga secara teratur dapat meningkatkan sistem pertahanan antioksidan tubuh untuk melawan radikal bebas akibat penuaan.

2. Tabir surya dan kacamata hitam
Salah satu cara untuk memperlambat proses penuaan atau mengurangi dampaknya adalah dengan menggunakan tabir surya dan kacamata hitam setiap kali keluar rumah. Kombinasi tabir surya dan kacamata hitam tidak akan secara ajaib menyingkirkan semua keriput yang telah dimiliki. Namun tabir surya dan kacamata hitam dapat mencegah kerusakan kulit yang dapat terjadi oleh karena paparan sinar matahari.

Gunakan kembali tabir surya secara berkala sepanjang hari jika sedang menghabiskan banyak waktu di luar rumah. Orang yang memiliki warna kulit yang pucat akan membutuhkan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih. Sedangkan orang yang memiliki kulit yang sangat gelap dapat menggunakan produk dengan SPF 15 atau SPF 20.

3. Tempat tidur yang memadai
Tidur adalah saat perbaikan tubuh, yang berarti bahwa hanya dibutuhkan beberapa malam kurang tidur untuk mendapatkan lingkaran hitam, mata merah, dan penampilan yang lusuh. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, memang diperlukan tempat tidur yang memadai. Kebanyakan orang membutuhkan waktu tidur antara 7-9 jam.

4. Sediakan botol air yang dapat digunakan kembali
Dehidrasi dapat menyebabkan kulit kering dan keriput. Bahkan, jika pernah melihat garis-garis halus di sekitar mata yang dapat muncul dan menghilang. Hal tersebut merupakan tanda bahwa tidak mendapatkan cukup H2O. Asupan minum yang cukup dapat menjaga sel-sel kulit tetap muda.

Mengonsumsi air putuh sebanyak 8 gelas sehari diperlukan untuk fungsi sel optimal. Pria aktif harus minum lebih dari jumlah tersebut. Untuk memastikan mendapatkan asupan minum yang dibutuhkan tubuh, maka dapat dengan membeli botol air yang dapat digunakan kembali.

5. Pelembab antioksidan
Semakin bertambahnya usia, maka kulit akan semakin kering. Pelembab yang kaya antioksidan tidak hanya melembabkan lapisan atas epidermis dengan tonik hydrating tetapi juga akan memompa bahan-bahan bergizi ke dalam sel kulit. Sehingga antioksida dapat membantu kulit mempertahankan elastisitasnya.

Carilah pelembab dengan dosis tinggi, seperti resveratrol, vitamin A, C, dan E. Menggunakan pelembab antioksidan dua kali sehari, sekali di pagi hari dan sekali lagi sebelum tidur dapat membantu kulit mempertahankan elastisitasnya.

6. Krim mata
Krim mata dirancang untuk melembabkan dan memberikan nutrisi pada kulit yang sensitif dan tipis di sekitar mata. Kerutan pertama kali muncul, seringkali pada kulit disekitar mata.

Produk krim mata dapat untuk meminimalkan munculnya garis-garis halus atau pergantian sel untuk memperlambat pembentukan keriput pada kulit sekitar mata. Gunakan krim mata dua kali sehari, sekali saat pagi hari dan sekali lagi sebelum tidur.

7. Pisau cukur dan krim cukur yang berkualitas tinggi
Jenggot atau kumis yang telah berwarna putih atau abu-abu, dapat membuat seseorang tampak lebih tua. Dengan mencukur jenggot dan kumis yang berwarna putih dan abu-abu, dapat membuat seseorang tampak lebih muda.

8. Scrub wajah
Sebuah produk scrub wajah dapat untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dan membantu membersihkan pori-pori. Menghilangkan sel-sel kulit mati dan membersihkan pori-pori, dapat membantu tumbuhnya lapisan sel baru. Hal tersebut memungkinkan lapisan epidermis akan terlihat lebih cerah dan lebih muda.

Sel kulit memerlukan waktu sekitar perputaran siklus 28 hari. Jadi jangan melakukan scrubing lebih dari sekitar dua kali sebulan. Ketika memilih produk scrub wajah, carilah produk dengan butiran halus karena akan lebih lembut dan tidak akan terlalu menggores kulit.

9. Multivitamin
Vitamin adalah mikronutrien tubuh yang tidak mampu diproduksi sendiri. Sehingga harus diperoleh dari sumber luar. Mikronutrien bekerja dari dalam ke luar dengan memberi makan sel-sel, sehingga kulit dapat sehat bila mengkonsumsi dalam jumlah yang memadai.

Selain itu, beberapa vitamin dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan sel dengan menetralisir radikal bebas yang berbahaya, sehingga memperlambat penuaan. Cara terbaik untuk mendapatkan vitamin, tentu saja adalah dengan mengonsumsi banyak buah-buahan dan sayuran segar.

10. Revitalizer rambut atau produk yang mencegah kebotakan
Rambut yang hitam, tebal, dan berkilau dapat menandakan vitalitas. Produk yang dirancang untuk memerangi rambut menipis dapat merangsang kulit kepala untuk mendorong pertumbuhan rambut atau dengan meningkatkan kualitas rambut, sehingga rambut dapat muncul lebih banyak.

Frekuensi perawatan kebotakan akan bervariasi dari produk ke produk. Hampir pasti akan membutuhkan lebih dari satu kali penggunaan. Penggunaan produk untuk mencegah dan merawat kebotakan memang harus secara teratur untuk mempertahankan hasilnya.
READ MORE - Selengkapnya

Meredakan Sakit Punggung dengan 6 Cara Ini

Sakit punggung kadang dianggap sepele tapi ketika terkena ini efeknya bisa sangat mengganggu. Sakit punggung memang mempunyai beberapa penyebab yang dapat berbeda-beda pada masing-masing orang. Setidaknya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala sakit punggung.

Berikut 6 cara yang dapat dilakukan untuk meredakan sakit punggung seperti dikutip dari FoxNewsHealth,  antara lain:

1. Kompres dingin
Kompres dingin dapat dicoba ketika sakit punggung pertama kali muncul.

"Ketika otot punggung sakit, nyeri biasanya disebabkan oleh jaringan yang meradang. Kompres dingin dapat mengurangi pembengkakan dan ketidaknyamanan," kata Dr Jason Highsmith, seorang ahli bedah saraf di Charleston, SC.

Begitu merasa sakit, mengompres dingin beberapa kali sehari, selama 10 menit selama sekitar 3 hari dapat meredakan sakit punggung.

"Kompres panas dapat membantu setelah 3 hari. Namun, menggunakan kompres panas terlalu cepat dapat memperburuk peradangan. Mengompres panas beberapa kali sehari, selama 15 menit selama 3 hari dpat meredakan sakit punggung," kata Dr Jeffrey Katz, seorang profesor kedokteran di Brigham and Women’s Hospital, Boston.

2. Obat pereda nyeri yang tersedia di pasaran
Ketika kompres dingin atau panas tidak cukup, maka dapat mencoba mengonsumsi obat pereda nyeri yang tersedia di pasaran. Kedua jenis obat anti inflamasi (NSAID), seperti Advil dan acetaminophen (Tylenol) dapat menghambat jalur kimia dalam tubuh yang dapat menghasilkan rasa sakit.

Sebaiknya mengonsumsi obat-obat NSAID bersama dengan makanan, karena obat tersebut dapat menyebabkan mual.

3. Krim topikal
Krim topikal dapat digunakan ketika ingin mencari alternatif dari pil. Ketika dioleskan pada kulit, krim tersebut dapat menyebabkan ujung saraf untuk merasa baik panas atau dingin, sehingga menumpulkan rasa sakit.

"Beberapa krim topikal dapat mengiritasi kulit atau menyebabkan kemerahan. Cuci tangan setelah mengoleskan krim tersebut, dan jangan sampai krim tersebut mengenai daerah mata," kata Katz.

4. Latihan fisik ringan
Ketika punggung terasa agak kaku, sebaiknya melakukan latihan fisik ringan.

"Kegiatan seperti berjalan, bersepeda, dan olahraga air dapat memperbaiki hampir semua otot yang berhubungan dengan masalah dalam tubuh. Olahraga juga dapat merangsang endorfin, sehingga seseorang dapat merasa lebih baik. Hal tersebut dapat membantu mengurangi rasa sakit," kata Katz.

Untuk mencegah kekakuan paling efektif adalah dengan melakukan latihan fisik ringan selama 30 menit selama 3 kali seminggu. Hasil sebuah studi menunjukkan bahwa, orang yang mengangkat beban selama 4 kali seminggu dapat mengalami penurunan sebanyak 42 persen pada nyeri punggung.

5. Kasur baru
Ketika terbangun dengan sakit punggung, mungkin dapat merupakan tanda bahwa harus mengganti dengan kasur yang baru. Setelah 8 atau 9 tahun, kasur dapat mulai memberikan dukungan kurang, sehingga biasanya dapat menyebabkan nyeri punggung.

"Orang yang menderita sakit punggung secara konstan, kondisinya sering membaik ketika telah mengganti dengan kasur yang baru," kata Todd Sinett.

Berlawanan dengan kepercayaan populer, bahwa kasur yang lebih kaku tidak selalu lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kasur dengan kekakuan sedang adalah yang terbaik.

Waspadalah terhadap kasur yang diiklankan sebagai rekomendasi dari ahli ortopedi atau dokter, karena hal tersebut belum tentu benar.

6. Perawatan chiropractic
Perawatan chiropractic dapat dicoba ketika upaya lain untuk meredakan sakit punggung tidak bekerja. "Seorang praktisi kesehatan profesional dapat memberikan bantuan dari otot-otot yang mengalami peradangan kronis," kata Sinett.

Tulang belakang yang sejajar dapat menyebabkan ketegangan otot. Terapi fisik dan terapi chiropractic dapat meningkatkan keselarasan tulang belakang. Perawatan tersebut dapat memanipulasi tulang belakang untuk meredakan ketegangan daerah pada otot. Berkonsultasilah dengan dokter mengena perawatan tersebut.

"Setelah melakukan perawatan tersebut, seharusnya kondisi sakit punggung dapat mereda dalam waktu 6 minggu. Jika tidak, mungkin perlu dilakukan MRI, yang dapat menentukan apakah nyeri berasal dari sesuatu yang lebih serius, seperti herniated disk," kata Sinett.
detikhealth
READ MORE - Selengkapnya

6 Pemeriksaan Medis Rutin yang Penting Dilakukan

Melakukan kunjungan dokter secara teratur dapat untuk menjaga kesehatan dan meminimalkan biaya yang lebih besar dalam jangka panjang. Setidaknya ada 6 pemeriksaan rutin yang perlu dilakukan dengan jadwal yang berbeda-beda. 

Memang berbagai pemeriksaan fisik tentunya menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Mungkin akan lebih meringankan biaya jika mengikuti asuransi kesehatan tertentu. Kira-kira pemeriksaan medis apa saja yang sebaiknya dilakukan secara rutin? 

Berikut 6 pemeriksaan medis yang sebaiknya dilakukan secara rutin seperti dikutip dari RealSimple,  antara lain: 

1. Periksa gigi 
Meskipun mungkin tidak terdapat keluhan apapun dari rongga mulut, tetapi pemeriksaan gigi sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali. Hal tersebut berguna untuk mencegah perkembangan penyakit gigi dan gusi lebih lanjut. 

Pemeriksaan gigi yang dilakukan 6 bulan sekali setidaknya sekaligus untuk dilakukan pembersihan karang gigi atau yang biasa disebut dengan scaling oleh dokter gigi. 

Mengunjungi dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan tidak hanya bermanfaat untuk mengetahui jika ada kelainan yang berkembang di rongga mulut. Namun juga dapat untuk mengetahui jika ada perkembangan penyakit sistemik yang bermanifestasi di rongga mulut. 

Jika dokter gigi mendapati kondisi demikian, biasanya akan merujuk pada dokter yang berkompeten. 

2. Periksa mata 
Periksa mata secara rutin tidak kalah pentingnya karena seiring bertambahnya usia penglihatan kita dapat mengalami kemunduran. Periksa mata sebaiknya dilakukan setiap 3-5 tahun sekali ketika berusia di bawah 40 tahun, dan setiap 2 tahun sekali ketika berusia diatas 40 tahun. 

3. Periksa ke dokter kandungan 
Bagi wanita sebaiknya secara rutin juga memeriksakan diri ke dokter kandungan meskipun tidak sedang hamil. Pemeriksaan ke dokter kandungan yang biasa dilakukan adalah pap smear. 

Deteksi kanker dini virus HPV sangat penting untuk mencegah kanker serviks. Bahkan sekarang telah tersedia vaksin HPV. Pap smear sebaiknya dilakukan setahun sekali. 

4. Pemeriksan fisik rutin 
Pemeriksaan fisik rutin sebaiknya dilakukan setaun sekali. Hal tersebut bertujuan untuk deteksi dini jika ada perkembangan yang mengarah pada suatu bentuk suatu kelainan atau penyakit. Pemeriksaan fisik kadang juga disertai tes darah. 

5. Cek tekanan darah 
Memeriksakan tekanan darah secara rutin juga tidak kalah pentingnya. Tekanan darah yang terkontrol dapat mencegah perkembangan kearah penyakit jantung dan pembuluh darah. Jika tidak ada keluhan, memeriksakan tekanan darah secara rutin sebaiknya dilakukan setahun sekali. 

6. Cek kolestero
Memeriksa kadar kolesterol sangat berguna untuk memantau perkembangan penyakit jantung dan pembuluh darah. Jika kadar kolesterol diatas normal, namun belum disertai keluhan setidaknya dapat sebagai dasar pertimbangan untuk mengatur pola makan. 

Mengatur pola makan dilakukan agar dapat menurunkan kadar kolesterol, sehingga dapat mencegah perkembangan penyakit lebih lanjut.
READ MORE - Selengkapnya

Rahasia Panjang Umur, Perbanyak Makan Sayur dan Ikan

Menjalani hidup dengan pola makan sehat dan diimbangi dengan olahraga dapat memperpanjang usia harapan hidup seseorang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa makan banyak sayur dan ikan dapat memperpanjang usia hingga 3 tahun.

Orang dengan menu diet sehat dengan mengurangi produk daging dan memperbanyak makan sayur dan ikan, memiliki kesempatan 20 persen hidup dengan usia lebih banyak, dengan perkiraan 2 hingga 3 tahun.

Manfaat kesehatan menu diet yang sering disebut dengan diet Mediterania sebenarnya telah lama diketahui, tetapi baru-baru ini ilmuwan telah mempelajari efek pada orang tua dengan menggunakan studi unik untuk membandingkan pola makan dan kesehatan ribuan orang usia 70 tahun.

Studi yang dikenal dengan H70 ini dilakukan selama 40 tahun. Hasilnya, praktik diet Mediterania yang memperbanyak makan sayur dan ikan dapat menjadi rahasia untuk panjang umur.

"Orang tua yang menjalani diet Mediterania diperkirakan berumur 2-3 tahun lebih lama daripada mereka yang tidak menjalaninya," ujar Gianluca Tognon, ilmuwan di University of othenburg, Swedia, seperti dilansir Indiavision,

Menurut Tognon, dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan tidak ada keraguan bahwa diet Mediterania dikaitkan dengan manfaat kesehatan yang lebih baik, tidak hanya untuk orang tua, tetapi juga untuk dewasa muda, remaja dan anak-anak.
READ MORE - Selengkapnya

9 Makanan Untuk Melawan Lelah

Setelah bekerja dan melakukan aktivitas seharian tubuh membutuhkan kompensasi untuk menukar semua energi yang keluar dan kelelahan yang didapatkan. Tidur memang cukup efektif untuk mengembalikan energi yang telah dikeluarkan tapi beberapa makanan juga bisa jadi amunisi untuk melawan lelah.

Menjaga asupan makanan tetap harus diperhatikan meskipun rutinitas sehari-hari sudah cukup padat. Beberapa makanan dapat memberikan energi yang dapat dikonsumsi dengan tujuan untuk melawan kelelahan.

Berikut 9 makanan yang dapat dikonsumsi dengan tujuan untuk melawan kelelahan seperti dikutip dari Fitbie, Minggu (25/12/2011):

1. Kuaci dari biji labu
Biji labu mengandung magnesium yang dapat berfungsi untuk melawan kelelahan. Jika ketika melakukan latihan fisik selama 30 menit sudah dapat membuat kita merasa kepayahan, mungkin kekurangan magnesium. 

Magnesium diperlukan untuk pengambilan oksigen lebih selama aktivitas fisik. Maka orang yang kekurangan magnesium akan lebih mudah merasa lelah.

2. Yoghurt
Yoghurt mengandung probiotik, yang dapat berguna untuk melawan kelelahan. hasil penelitian menunjukkan bahwa, ketidakseimbangan dalam mikroorganisme dalam saluran pencernaan dapat menyebabkan chronic fatigue syndrome (CFS). 

Peneliti Swedia menguji efek mengonsumsi yoghurt probiotik yang kaya dengan bakteri baik yang dapat membantu kesehatan pencernaan pada 15 pasien CFS. Setelah mengonsumsi sekitar 6,8 ons yogurt dua kali sehari selama 4 minggu, 14 dari 15 peserta penelitian melaporkan penurunan kelelahan, peningkatan kesehatan fisik dan kesehatan mental.

3. Sereal gandum
Sereal gandum banyak mengandung serat, sehingga dapat dikosumsi untuk mengurangi kelelahan. Serat dapat digunakan untuk melawan lemak, dan ternyata folat juga dapat membantu agar merasa lebih terjaga. 

Para peneliti dari University of Cardiff di Wales menemukan bahwa, orang yang makan sereal gandum tinggi serat mengalami penurunan gangguan emosional, penurunan masalah kognitif, dan lebih tahan terhadap lelah dibandingkan dengan orang-orang yang tidak makan banyak serat. 

Peserta studi melaporkan peningkatan 10 persen dalam tingkat energi dan mengurangi kelelahan setelah meningkatkan asupan serat mereka selama 2 minggu.

4. Biji-bijian
Biji-bijian mengandung karbohidrat kompleks, sehingga dapat membantu melawan kelelahan. Biji-bijian merupakan karbohidrat yang penting untuk meningkatkan energi. Untuk melawan kelelahan dapat dengan memilih karbohidrat kompleks seperti biskuit gandum atau semangkuk oatmeal. 

Tubuh mencerna karbohidrat kompleks dan melepaskan dengan perlahan-lahan, menjaga gula darah dan suasana hati tetap stabil. Gula sederhana, seperti yang ditemukan di permen dan makanan olahan, dapat memberikan ledakan energi yang cepat, tetapi menyebabkan gula darah dapat turun dengan cepat.

5. Kenari
Kenari mengandung asam lemak omega 3 yang dapat membantu melawan kelelahan. Peneliti Belgia menemukan bahwa, pasien dengan CFS memiliki tingkat rendah dari asam lemak omega 3. 

Studi lain yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa, asam alfa linolenat, asam lemak omega 3 yang ditemukan dalam kenari dapat membantu meredakan gejala depresi, yang sering berkontribusi untuk CFS. 

Meningkatkan asupan omega 3 dengan seperempat cangkir kenari dapat memberikan 190 kalori.

6. Dark Chocolate
Dark Chocolate mengandung polifenol, yang dapat membantu mengurangi kelelahan. Para peneliti dari Hull York Medical School di Inggris melakukan penelitian pada 10 pasien CFS yang mengonsumsi 45 gram coklat setiap hari selama 2 bulan. 

Peserta penelitian menerima baik dark chocolate atau white chocolate. Mereka yang mengonsumsi dark chocolate dilaporkan jauh lebih sedikit mengalami kelelahan. 

Para ilmuwan mengatakan polifenol dalam dark chocolate dapat meningkatkan serotonin. Sehingga dapat meningkatkan perasaan senang dan dengan demikian dapat mengurangi perasaan kelelahan.

7. Teh
Teh mengandung kafein dan l-theanine, yang dapat membantu mengurangi kelelahan. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Biological Psychology, ketika dipasangkan dengan kafein, asam amino yang ditemukan secara alami dalam teh meningkatkan kognisi lebih efektif daripada kafein sendiri. 

Ketika peserta penelitian mengonsumsi kombinasi kafein 150 mg dan l-theanine 250 mg, mereka melaporkan berbagai manfaat kognitif, termasuk peningkatan kewaspadaan, memori, dan reaksi, serta penurunan kelelahan mental.

8. Semangka
Semangka banyak mengandung air, yang dapat menyegarkan dan mengurangi kelelahan. Jika merasa lelah di hari yang panas atau setelah latihan fisik dan banyak berkeringat, penyebabnya mungkin sederhana yaitu dehidrasi. 

Dalam sebuah penelitian baru, sekitar 92 persen atlet melaporkan merasa lelah ketika mereka mendapatkan asupan makanan kaya air dan cairan yang terbatas. Kurangnya cairan juga bisa memicu penyimpangan memori dan kesulitan berkonsentrasi.

9. Paprika merah
Paprika merah mengandung vitamin C, sehingga dapat membantu melawan kelelahan. Vitamin C mengandung antioksidan yang juga membantu mengurangi stres oksidatif, akibat radikal bebas yang terlalu banyak dalam tubuh. Radikal bebas yang terlalu banyak juga berkontribusi menyebabkan CFS. 

Dalam sebuah penelitian kecil dari 44 orang dewasa yang diterbitkan dalam Journal of Medicine Orthomolecular meneliti orang yang mengonsumsi vitamin C sehari-hari. Mereka yang menerima 6 g vitamin C setiap hari selama 2 minggu akan lebih tahan terhadap lelah. 

Peserta penelitian juga memiliki tingkat lebih rendah dari hormon stres kortisol. Untuk mendapatkan vitamin C, dapat dengan menikmati 1 cangkir irisan paprika merah yang dapat memberikan 29 kalori.
detikhealth
READ MORE - Selengkapnya

Ayunan Lengan Tak Simetris Pertanda Dini Penyakit Parkinson


img

Jakarta, Penderita penyakit Parkinson mengayunkan lengannya secara tak simetris saat berjalan, yaitu salah satu lengannya kurang terayun dibandingkan lengan lainnya. Gerakan yang tidak biasa ini mudah dideteksi sejak dini ketika obat-obatan dan terapi lainnya masih dapat membantu memperlambat penyakit. 

"Para ilmuwan telah mengetahui bahwa penderita penyakit Parkinson menunjukkan jarak ayunan lengan yang makin berkurang selama tahap akhir penyakit, tapi tak seorang pun dapat dengan mudah mengukurnya. Kami menemukan bahwa penderita Parkinson tidak hanya berkurang ayunan lengannya, tapi lengan ayunnya juga tak simetris. Ayunan lengan yang tak simetris ini dapat dengan mudah dideteksi pada awal perkembangan penyakit," kata Piazza Stephen, profesor kinesiologi seperti dilansir Sciencedaily, Selasa (27/12/2011). 

Tidak ada obat untuk penyakit Parkinson, tetapi jika ditangani sejak dini, obat-obatan tertentu dapat mengurangi beberapa gejala dan bahkan mengurangi kemungkinan kematian. Beberapa orang juga percaya bahwa perubahan nutrisi dan faktor gaya hidup dapat mengubah perkembangan penyakit. 

Dalam laporan penelitian yang dimuat jurnal Gait & Posture, para peneliti melekatkan accelerometers murah pada lengan kedelapan pasien penyakit Parkinson yang berada pada tahap awal penyakit, yaitu dalam waktu tiga tahun setelah diagnosis klinis. 

Peneliti juga melekatkan accelerometers ke lengan delapan orang yang tidak memiliki penyakit Parkinson dengan usia dan jenis kelamin yang sama dengan pasien. 

Tim meminta kesemua peserta penelitian berjalan terus menerus selama sekitar delapan menit pada kecepatan yang dirasa nyaman. Para peneliti mengunduh data percepatan lewat software yang telah dikembangkan untuk menganalisis jarak ayunan lengan. 

Menurut Joseph Cusumano, profesor ilmu teknik dan mekanik, semakin rendah korelasi silang dan berkurangnya sinkronisasi kedua lengan menunjukkan koordinasi gerakan-gerakan tangan yang buruk. 

"Dengan kata lain, jika saya mengukur lokasi lengan kanan, sulit untuk memprediksi lokasi lengan kiri. Penyakit Parkinson berdampak pada cara gerak. Para ahli saraf telah menggunakan fakta ini sebagai dasar pemeriksaan klinis untuk waktu yang sangat lama. Tetapi kami untuk pertama kalinya, kami dapat dengan tepat mengukur bagaimana pengaruh penyakit ini tidak hanya terhadap jumlah gerakan, tetapi juga koordinasi gerakan," kata Prof. Cusumano. 

Untuk mendiagnosa pasien penyakit Parkinson sejak dini, beberapa dokter dan ilmuwan telah mengusulkan penggunaan tes penciuman karena penderita penyakit ini kehilangan kemampuannya untuk membedakan bau. 

"Tapi kondisi selain penyakit Parkinson juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengendus bau," kata Huang Xuemei, dokter gangguan gerakan di Penn State Milton S. Hershey Medical Center. 

Metode evaluasi lengan ayun ini dapat diterapkan dengan cepat dan murah oleh dokter di kantornya ketika tes bau tidak cukup meyakinkan dan sebelum menjalani scan otak yang mahal. 

"Mengukur lengan ayun yang tak simetri dengan metode kami mungkin cara yang termurah dan paling efektif untuk mendeteksi penyakit Parkinson sejak dini, saat pasien masih mungkin diobati gejala penyakitnya," kata Piazza. 

Para ilmuwan berencana untuk menyelidiki lebih lanjut apakah mengevaluasi tes ayunan lengan yang dikombinasi dengan tes penciuman dapat lebih meningkatkan diagnosis dini. 

Ilmuwan juga berencana mengembangkan tekniknya sehingga akselerometer dapat memberikan pembacaan langsung, sehingga akan memangkas langkah mengunduh data ke komputer dan menganalisisnya, dan membuat tes ayunan lengan penyakit Parkinson lebih mudah.
READ MORE - Selengkapnya

Membedakan Pilek Dengan Flu



Quote:
Jakarta, Orang awam kebanyakan sulit membedakan antara flu dan pilek (cold), padahal keduanya memiliki konsekuensi yang berbeda. Asal tahu saja, flu lebih berbahaya dari pada pilek. Lalu bagaimana membedakannya?

Belajar mengenali pilek atau flu sangat penting, karena flu dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru-paru (pneumonia) hingga kematian. Segera mengobati flu dalam waktu 48 jam setelah munculnya gejala adalah langkah yang terbaik.

Cara mengenali pilek dan flu seperti dilansir dari WebMD, Kamis (27/10/2011) adalah:

1. Flu Datang dengan Cepat dan Tiba-tiba
Gejala flu seperti sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, nyeri otot, hidung mampet dan batuk cenderung datang tiba-tiba dan lebih intens dari gejala pilek. Pilek biasanya hanya menyebabkan hidung meler atau tersumbat.

Gejala flu biasanya membaik setelah dua sampai lima hari, tapi kemudian merasa lemah selama seminggu atau lebih. Pilek datang secara bertahap dan berakhir setelah sekitar satu minggu.

2. Demam Biasanya Pertanda Flu
Beberapa orang mungkin sedikit mengalami demam ketika pilek, namun kebanyakan tidak. Sedangkan pada flu, penderitanya akan mengalami demam 37-38 derajat Celcius atau lebih tinggi. Demam flu pada anak-anak cenderung lebih tinggi suhunya dan anak-anak lebih mungkin terserang demam karena flu biasa.

3. Kelelahan Karena Flu Bisa Berlangsung Berminggu-minggu
Ketika sudah terserang flu, penderitanya akan mulai merasa sangat lelah dan pegal di seluruh tubuh. Kelelahan dan kelemahan tersebut dapat berlangsung sampai 3 minggu atau bahkan lebih lama pada orang tua dan penderita penyakit kronis atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

Sedangkan pada pilek, gejalanya hanya berlangsung beberapa hari.

4. Pilek dan Flu Dapat Menyebabkan Sakit Kepala
Sakit kepala bukan merupakan indikator flu yang dapat diandalkan, karena pilek juga dapat menyebabkan sakit kepala. Tapi sakit kepala yang disebabkan oleh pilek cenderung lebih ringan daripada yang disebabkan oleh flu.

5. Batuk Pertanda Pilek Maupun Flu
Karena pilek dan flu adalah penyakit pernapasan yang mempengaruhi saluran udara, kedua-duanya dapat menyebabkan batuk.

6. Pneumonia atau radang paru-paru adalah infeksi paru-paru yang dapat menjadi komplikasi dari flu.
Hubungi dokter jika mengalami batuk terus-menerus, demam lebih tinggi dari 38 derajat Celcius, meriang, kesulitan bernapas, sesak napas, atau nyeri dada akibat batuk, atau batuk berdahak kuning kehijauan atau berdarah.

7. Sakit telinga Bisa Disebabkan Karena Pilek atau Flu
Pilek dan flu dapat menyebabkan sakit telinga karena mengiritasi saluran eustachius yang menghubungkan tenggorokan dengan telinga tengah. Iritasi dapat menyebabkan nyeri atau rasa terbakar. Sakit telinga karena pilek dan flu biasanya hilang dengan sendirinya.

Jika rasa sakit berlangsung lebih lama dari penyakitnya atau tiba-tiba merasakan sakit yang sangat, temuilah dokter. Mungkin telah terjadi infeksi telinga dan perlu perawatan.

8. Pilek Dimulai Dengan Sakit Tenggorokan
Kebanyakan pilek dimulai dengan sakit tenggorokan selama satu sampai dua hari. Hidung meler dan tersumbat juga umum dijumpai. Sakit tenggorokan juga dapat merupakan gejala flu. Tapi pada flu, sakit tenggorokan disertai dengan kelelahan dan gejala lainnya yang sering terjadi secara bersamaan.

9. Hidung Tersumbat Rata-Rata Disebabkan Pilek
Kecuali jika disertai demam yang sangat sakit dan menguras energi, hidung tersumbat umumnya disebabkan oleh pilek, meskipun banyak orang dengan flu juga melaporkan hidung tersumbat dan bersin.

10. Baik pilek maupun flu dapat menyebabkan infeksi sinus.
Gejalanya ditandai dengan rasa sakit yang dalam dan konstan di tulang pipi, dahi, atau hidung. Rasa sakit biasanya makin memburuk jika menggerakkan kepala tiba-tiba.

11. Tes Flu Dapat Mengenali Flu dengan Cepat
Cara tercepat dan paling efektif untuk mengetahui apakah terserang flu atau pilek adalah dengan menjalani tes di kantor dokter. Dengan memeriksa hidung atau tenggorokan, dokter dapat mengetahui apakah itu pilek atu flu hanya dalam waktu kurang dari 30 menit.

Jika ternyata positif mengidap flu dan gejalanya telah dimulai sejak 48 jam terakhir, dokter akan menyarankan pengobatan antivirus untuk mempercepat penyembuhan.

12. Segera Mulai Pengobatan Anti Flu
Flu bisa menjadi berbahaya, tapi obat-obatan antivirus dapat membuat pasien merasa baikan dan mempersingkat waktu sakit satu atau dua hari jika dimulai dengan segera.

13. Obat Pilek Bisa Kurangi Gejala
Obat-obatan yang biasa dibeli di apotek seperti dekongestan, obat batuk, dan antihistamin dapat meringankan gejala hidung mampet, batuk, dan hidung meler. Acetaminophen, ibuprofen, atau naproxen dapat mengobati nyeri atau sakit kepala.

14. Bacalah bahan aktif dan peringatan pada semua label produk.
Kebanyakan obat batuk dan flu mengandung bahan yang sama, sehingga bisa menyebabkan overdosis secara tidak sengaja.

Pencegahan Pilek dan Flu: Cuci Tangan
Mencuci tangan dengan benar dapat membantu mencegah penyebaran flu. Gosoklah kedua tangan dengan sabun dan air hangat selama 20 detik. Jangan lupa gosok juga sela-sela jari dan sekitar kuku. Bilas dan keringkan secara menyeluruh. Pembersih tangan berbahan dasar alkohol juga terbukti ampuh.

Seringlah mencuci tangan selama musim pilek dan flu, terutama setelah batuk, bersin, atau meniup hidung. Jika tidak dapat menemukan tisu, bersin atau batuklah ke siku, jangan ke tangan.

Pencegahan Flu: Vaksin
Vaksin flu terbuat dari virus flu dalam versi yang tidak berbahaya untuk membantu tubuh mengenali dan melawan flu sebenarnya. Vaksin ini sangat penting untuk anak-anak berusia 6 bulan ke atas, ibu hamil, orang dewasa berusia 50 tahun ke atas, dan pasien penyakit kronis atau penyakit sistem kekebalan tubuh. Anak sehat yang berusia 2 tahun ke atas dan orang dewasa sehat berusia di bawah 50 tahun yang tidak hamil dapat memilih vaksin semprot hidung.

Apakah Flu Babi (H1N1) Masih Mengancam?
Flu babi pernah mengguncang dunia pada tahun 2009, namun wabah ini resmi berakhir pada tahun 2010. Vaksin flu yang ada saat ini mampu melindungi dari flu babi dan flu musiman.

Flu babi dan gejala-gejala flu musiman biasanya berupa batuk, sakit tenggorokan, demam (meskipun tidak semua penderita flu mengalami demam) dan nyeri badan. Banyak pasien flu babi juga mengalami gangguan perut seperti muntah dan diare. 
READ MORE - Selengkapnya

Operasi Kaki Radikal Akibat Kanker Agar Bisa Tetap Aktif


Ohio, AS, Dugan Smith dikenal sebagai bocah yang aktif berolahraga. Ketika ia didiagnosis memiliki kanker di tulang dan harus operasi, maka dokter menawarkan pilihan yang cukup radikal untuk kakinya agar ia bisa tetap aktif.

Ketika berusia 10 tahun, Dugan diberitahu akan menjalani amputasi pada setengah kakinya. Saat itu ia tidak takut akan rasa sakit, tapi ketakutan yang terlintas di pikirannya adalah ia tidak bisa bermain olahraga lagi.

Dugan sangat menyukai baseball, tapi ia didiagnosis memiliki kanker di kakinya. Kondisi ini membuatnya harus menjalani kemoterapi selama 10 minggu dan dokter tidak punya pilihan lain selain mengamputasi kakinya.

Setelah 3 tahun, kini Dugan (13 tahun) bisa kembali ke lapangan berkat prosedur bedah yang unik yaitu memutar 180 derajat bagian bawah kakinya. Dengan bantuan prostethetic limb ia bisa bermain baseball, berjalan di lapangan basket dan bermain sepak bola.

"Olahraga adalah kehidupan Dugan, sehingga yang dilakukan oleh dokter untuknya adalah suatu hal yang sangat menakjubkan," ujar sang ibu, Amy MIller, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Senin (17/12/2011).

Kondisi yang dialami oleh Dugan bermula pada Juni 2008 ketika ia mengalami cedera di lutut kanan saat berlatih baseball. Rasa sakit masih dialaminya hingga keesokan hari yang membuatnya harus di bawa ke rumah sakit di daerah Fostoria, Ohio, AS.

Awalnya dokter mengira kakinya patah, tapi tes menunjukkan ada sesuatu yang jauh lebih mengkhawatirkan sehingga merujuk Dugan ke Arthur James *Cancer Hospital di Columbus.

Dr Joel Mayerson, kepala musculoskeletal oncology mengatakan pada Amy bahwa 99 persen yakin Dugan memiliki osteosarkoma, yaitu adanya kanker yang tumbuh di dalam tulang yang bisa menghancurkan tulang seperti kaca dan termasuk jarang ditemui.

"Sangat sulit dipercaya bocah kuat ini bisa menderita penyakit yang mengerikan. Tapi kami tahu Dugan pasti bisa menghadapi tantangan terberat ini," ujar sang ayah, Dustin (41 tahun).

Setelah melakukan kemoterapi selama 10 minggu, tumornya pun menyusut. Tapi dokter harus mengamputasi kakinya untuk memastikan tubuhnya benar-benar bebas dari sel kanker. Hal ini berarti Dugan harus kehilangan sebagian besar pahanya yang sudah terinfeksi.

"Saya benar-benar takut, saya pikir saya tidak akan pernah bisa bermain olahraga atau berlari lagi dan itu yang membuat saya tertekan," ujar Dugan.

Akhirnya dokter menawarkan pilihan yang cukup radikal dan tidak biasa dilakukan pada anak-anak. Dokter akan memotong bagian kaki yang terkena kanker, lalu memutar bagian bawah kakinya sebesar 180 derajat. Pergelangan kakinya ini pada akhirnya akan bertindak sebagai sendi lutut.

"Kebanyakan orangtua berpikir Anda dari planet lain atau gila. Tapi prosedur ini memungkinkan kita untuk membuang semua kanker dan meninggalkan saraf yang mengontrol kaki secara utuh serta mengurangi kemungkinan tumor muncul lagi," ujar Dr Mayerson

Akhirnya pada Agustus, Dustin menjalani operasi yang cukup radikal tersebut. Semula operasi ini dijadwalkan berlangsung 8 jam, tapi ternyata harus menghabiskan waktu selama 21 jam. Dustin pun keluar ruang operasi dan ia pun bisa menggerakkan jari-jari kakinya.

Dokter tetap melakukan monitoring selama 1 bulan untuk melihat apakah Dugan bisa menyesuaikan diri dengan situasi barunya serta memastikan kanker di tubuhnya sudah terbuang.

Ia pun butuh beberapa bulan sesi fisioterapi dan setelah 6 bulan ia dilengkapi dengan kaki palsu. Ia pun secara bertahap belajar berjalan kembali dan kini sudah kembali ke sekolah serta bisa tetap aktif.

"Saya tidak peduli jika ada orang yang menatap saya aneh, saya tetap bisa memakai celana pendek seperti tidak ada yang perlu ditutupi dan saya kira telah membuat keputusan yang tepat," ujar Dugan. 
READ MORE - Selengkapnya

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails