Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

TEKKNIK PIJAT YANG PAS UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN TUBUH DAN SEKSUALITAS

7 teknik pijat dan khasiatnya manfaat pijat bagi kesehatan teknik pijat kebugaran
Kebanyakan orang yang suka dipijat akan merasakan tubuh yang kembali bugar dan sehat dan bagi yang menjalankan terapi pijat secara teratur akan merasa tidak nyaman seandainya dia absen melakukan terapi pijat. Tubuh akan merasa pegal-pegal dan capek. Bagi yang suka, dipijat setiap minggu di tempat yang bersih dan nyaman benar-benar membuat rileks. Ada yang suka dengan teknik urut menggunakan massage oil, ada pula yang suka pijat “enak” alias tidak terlalu sakit. Di lain pihak, banyak pula yang tidak suka dipijat karena geli atau tidak tahan sakit.

Orang yang rutin melakukan pijatan biasanya menginginkan teknik pijatan harus benar-benar menyentuh otot yang meregang akibat terlalu letih bekerja. Misalnya, berkonsentrasi pada pundak, leher, atau kaki. Rasa sakit yang ditimbulkan rasanya menjadi pertanda bahwa otot-otot yang semula tumpang-tindih menjadi teratur sesuai jalurnya kembali. Ketika keluar dari tempat pijat, tubuh terasa ringan dan rileks.

Pada sebagian orang yang yang melakukan terapi pijat pertama kali akan merasakan efek dari pijatan ekstra keras sehari sebelumnya. Bagian tubuh yang dipijat terasa babak-belur. Batang kayu yang semula seperti dipasang di pundak memang telah hilang, sebagai gantinya Anda merasa seperti baru dipukuli preman.

Mengapa sehabis dipijat tubuh malah terasa sakit?
Ada beberapa alasan mengapa sehabis dipijat tubuh malah merasakan sakit yaitu:
Intensitas. Beberapa jenis pemijatan dapat disamakan dengan berolahraga. Misalnya pemijatan otot dan shiatsu. Pijatan sering melibatkan manipulasi otot secara ekstensif yang lalu diterjemahkan sebagai rasa sakit, karena tubuh tidak terbiasa terhadap manipulasi ini. Thai Massage adalah contoh lain pemijatan yang melibatkan pelenturan dan peregangan otot. Jika Anda mengalami ketegangan otot, maka Anda juga akan merasa sakit usai dipijat.

Detox. Sebagian teknik pijat yang lain bersifat melepaskan racun dari otot. Hal ini pun akan mengakibatkan kesakitan karena tubuh sedang berusaha untuk melepaskan racun ini. Sebaiknya Anda minum banyak air putih sebelum dan sesudah dipijat untuk membersihkan tubuh dari racun dengan lebih cepat.

Ada beberapa jenis pemijatan jika Anda menginginkan teknik pemijatan yang tidak terlalu intens, yaitu dengan mencoba pijatan ala Swedish Massage atau Lomi Lomi. Lomi Lomi adalah teknik pijat dari Hawaii di mana terapis akan meminta Anda untuk berdoa sebelum dipijat untuk memperoleh keseimbangan. Sedangkan pada Swedish Massage, terapi menggunakan sejumlah tekanan (secara superfisial) untuk mencapai otot seperti getaran, tepukan, remasan, usapan, dan gesekan, untuk melemaskan otot dan melancarkan peredaran darah.

Sedangkan untuk mengurangi rasa sakit seusai pemijatan, Anda bisa mandi dengan air panas atau melakukan sauna. Hal ini akan menjaga agar otot tetap rileks, dan mengeluarkan racun melalui keringat yang dihasilkan saat sauna.

Pijat Sesuai Kebutuhan Anda!

Salah satu cara mudah merelaksasi tubuh dan emosi adalah melalui pijatan. Tetapi ternyata setiap teknik pijatan dibuat untuk tujuan tertentu karena fokus relaksasinya berbeda-beda.

Untuk itu penting mengetahui teknik pijatan apa yang sesuai dari agenda relaksasi kita. Sehingga nikmatnya relaksasi dari kepala sampai ujung kaki tidak hanya menjadi slogan. Berikut perkenalan kita dengan teknik-teknik pijatan yang meringankan tubuh secara fisik dan psikis.

Pijatan ala Swedia adalah pijatan yang paling mudah untuk dinikmati, karena hampir seluruh tempat perawatan spa menggunakan metode ini. Terapis akan menggunakan minyak atau losion ke seluruh tubuh untuk memudahkan pijatan yang titik perhatiannya adalah permukaan otot-otot. Dengan tekanan yang halus dan memutar, pijatan ini dapat meregangkan otot-otot. Itu mengapa, pijatan spa sangat cocok untuk kita yang merasa tubuh mulai kaku. Terlebih bagi kita yang belum pernah dipijat, metode ini adalah pintu untuk “jatuh cinta” pada kekuatan tekanan tangan.

Deep tissue adalah pijatan yang tekanannya lebih keras dibanding pijatan spa, karena tujuannya adalah jaringan otot yang lebih dalam. Kekuatan tekanan tangan yang mengenai setiap inci otot masih akan terasa 1 sampai 2 hari setelah kita dipijat. Pijatan ini cocok untuk para atlet yang mengalami ketegangan otot pada areal tubuh yang sama.

Hot stone adalah pijatan yang menggunakan batu panas atau batu vulkanik untuk kemudian diletakkan pada titik-titik meridian tubuh. Batu panas inilah yang meregangkan ototnya yang kemudian disempurnakan dengan pijatan dari terapis. Uniknya terapis menggunakan telapak tangan untuk memijat tubuh kita mulai dari pundak, punggung, tangan, hingga kaki. Metode pijatan ini sangat cocok untuk kita yang tidak hanya ingin meregangkan otot tapi juga merangsang titik-titik reflek kita.

Aromaterapi adalah cara relaksasi tubuh melalui pijatan yang juga dilengkapi dengan aroma esensial yang dapat membantu kita keluar dari keluhan-keluhan seperti pusing, sulit tidur, atau stres. Penggunaan aroma esensial ini sebenarnya adalah berdasarkan ilmu terapi penciuman. Itu mengapa bagi kita yang mengalami kelelahan fisik dan emosi, aroma terapi adalah jalan keluar yang patut dipilih.


Pemijatan Yang Baik Untuk Suami
Dengan memberikan kejutan kepada suami dengan memberikan pijatan untuk melepas lelah sehabis seharian bekerja di luar rumah ada teknik-teknit tertentu yang bisa membangkitkan gairah suami. Karena selain bisa membuat suami lebih ‘hot’ di ranjang lewat rangsangan visual (Anda terlihat seksi) atau bisikan kata-kata seksi, Anda juga bisa merangsangnya dengan sentuhan. Bukan hanya sentuhan menggelitik yang bisa membuatnya terangsang. Sentuhan pijatan di titik-titik tertentu, dengan kekuatan tekanan yang tepat pun bisa mengantarnya ke langit ketujuh.

Berikut 7 langkah pijatan sensual untuk si dia yang dibagi dari The Nest dan Jane Buckingham, pengarang Modern Girls’ Guide to Life. Sebelum mulai, siapkan peralatan di dekat tempat tidur, seperti minyak pijat dan handuk jika Anda tak ingin tempat tidur terkena tetesan minyak. Atau, untuk suasana lebih intim, matikan lampu dan nyalakan lilin aromaterapi.

Langkah 1: Minta suami berbaring telungkup tanpa kaus, duduklah di bagian bokongnya seperti menunggangi kuda. Gosokkan kedua kedua telapak tangan Anda hingga cukup panas, lalu letakkan salah satu telapak tangan di bagian atas punggungnya, dan lainnya di bagian bawah punggung. Ini dilakukan sebagai ‘ijin’ untuk mulai memijatnya. Tindakan ini akan mengantar suami lebih rileks dan mengenal sentuhan Anda.

Langkah 2: Gosokkan sedikit minyak pijat di antar telapak tangan untuk membuatnya hangat. Perlahan-lahan dorong telapak tangan ke arah atas punggung suami dan turun beberapa kali. Pastikan tangan Anda bisa meluncur dengan leluasa di punggungnya. Di tekanan pertama ini, pastikan Anda tak menekan punggung terlalu kuat. Karena otot-otot masih kaku. Apapun yang Anda lakukan, baik itu mengambil minyak atau menggaruk hidung Anda, jangan biarkan punggung kosong, biarkan satu tangan Anda masih menyentuh punggungnya. Lalu mulailah dengan meremas otot punggungnya secara perlahan. Pastikan saat Anda meremas otot atau daging tidak membuatnya kesakitan, tanyakan padanya apakah kekuatan Anda sudah cukup atau berlebih. Remasan yang Anda buat jangan sampai membuat suami kesakitan, pijatan harusnya membuat rileks, bukan untuk mencubit kulit. Mulailah meremas/memijat ototnya di bagian pundak. Di saat ini, karena Anda duduk di bagian belakang, Anda bisa meletakkan 4 jari di pundak, dan jari jempol di bagian belakang. Makin banyak daging yang Anda bisa cengkeram perlahan, makin tak terlalu sakit pijatannya. Jika Anda merasakan ada semacam benjolan yang berarti adalah bagian ototnya yang kaku, jangan langsung menekan di pusatnya. Menekan langsung ke pusatnya adalah hal yang menyakitkan. Akan lebih baik jika Anda mencoba melancarkan aliran darahnya dengan mendorong bagian otot tersebut ke arah luar perlahan tapi berulang-ulang. Rasakan otot yang kaku tersebut mulai berkurang.

Langkah 3: Selesai dengan bagian punggung, putar badan Anda. Mulai memijat bagian punggung bawah dan bokongnya. Ambil lagi minyak pijatan, kali ini fokuskan minyak pada bagian bawah telapak tangan. Dengan jari-jari Anda mengarah ke atas, gunakan bagian tumit atau bola telapak tangan untuk menekan bagian bawah punggungnya. Lakukan beberapa kali, lalu mulailah memijat bagian bokongnya. Masih menggunakan bagian bola telapak tangan, lakukan pijatan dengan gerakan memutar di masing-masing pipi bokong.

Lanjut ke arah kakinya. Putar tubuh Anda, kembali duduk menghadap ke arah kepalanya. Mundurkan badan Anda hingga tangan Anda bisa dengan leluasa memijat paha belakangnya. Oleskan minyak pijat di paha bagian belakangnya. Lalu, buat kepalan tak terlalu kuat, tekan-tekan paha bagian belakangnya beberapa kali di sepanjang paha belakang tersebut. Jangan tekan bagian belakang tumitnya. Di sana banyak saraf yang menyakitkan jika kena tekanan.
Mundur ke arah betisnya, remas-remas bagian ototnya dengan kekuatan sedang sambil menarik ke arah telapak kakinya. Ulangi beberapa kali. Untuk memijat telapak kakinya, minta suami untuk membalikan badannya. Lebih mudah untuk memijatnya dengan posisi telentang. Anda bisa memukul pelan bagian tumitnya, lalu tekan-tekan bagian telapak kakinya dengan ibu jari Anda.

Langkah 4: Beranjak ke arah lengannya. Kembali gunakan cengkeraman antara bola telapak tangan dan ujung jari pada bagian lengan atasnya hingga ke arah telapak tangan dia. Lalu di bagian telapak tangannya, gunakan ibu jari Anda untuk memijat ala refleksi untuk meredakan ketegangan ototnya. Lakukan pada kedua lengannya.

Langkah 5: Setelah pijatan tangan, Anda bisa mulai memijat tubuh bagian depannya, dari dada, hingga ujung kakinya. Di tahap ini, Anda bisa melanjutkan atau melakukan kegiatan sesuka Anda. Jika Anda mau memberikan kejutan padanya, coba pusatkan pijatan di daerah paha bagian dalam atau di bagian bawah perutnya, tempat tubuhnya rambut pubis. Tekanan ringan di sana bisa membuat suami terangsang.

Langkah 6: Setelah pijatan bagian depan tubuhnya, jangan lupa untuk memijat kepalanya. Duduklah bersila, lalu tempatkan bagian belakang lehernya di betis Anda. Minta ia memalingkan kepalanya menghadap ke kiri, gunakan jemari Anda untuk memijat dari arah belakang kepalanya ke arah wajahnya dengan gerakan memutar beberapa kali. Jangan menekan terlalu kencang, karena bagian ini cukup sensitif. Lakukan di bagian kanan kepalanya. Sebagai akhiran, tekan-tekan perlahan di bagian atas kepala dari arah dahi ke bagian belakang kepalanya.

Langkah 7: Berikan segelas air minum untuk pasangan Anda untuk menghilangkan racun dalam tubuh. Jangan biarkan dia tertidur, sekarang giliran Anda untuk dipijat, kan?

Pemijatan Bisa Meningkatkan Libido 
Gairah seks, disadari atau tidak, bisa berkurang atau bahkan melemah. Penyebabnya bisa karena kurang istirahat, perasaan positif atas tubuh dan diri sendiri, atau fluktuasi hormon. Jangan khawatir, karena ini gejala normal dan bisa diatasi dengan lima langkah. Ada beberapa cara untuk meningkatkan libido, yaitu:

Konsumsi tiram
Banyak penelitian menyebutkan tiram mengandung seng yang bisa merangsang libido. Biologist asal Australia George Fisher, mengungkapkan bahwa tiram mengandung asam amino yang langka (D-aspartic acid dan N-methyl-D-aspartate), yang merangsang hormon seks dan meningkatkan libido.

Konsumsi makanan pedas
Molekul pada cabai yang membuatnya pedas meningkatkan kerja jantung dan membantu tubuh melepas endorphin (hormon yang dilepaskan usai olahraga). Secara alamiah, zat ini membuat tubuh siap untuk bercinta.

Olahraga
Kata kunci yang satu ini memang positif untuk banyak hal, termasuk seks. Olahraga bisa menaikkan produksi libido dan menambah endorphin. Olahraga juga mengurangi stres sehingga membuat tubuh dan pikiran lebih santai dan lebih berhasrat.

Suplemen ginkgo biloba
Suplemen herbal ini diproduksi dari daun pohon ginkgo biloba. Discovery Health, dalam website-nya, mengutarakan bahwa ginkgo biloba meningkatkan aliran darah ke otak dan organ-organ seksual.

Pijatan secara bergantian
Bergantian memberikan pijatan kepada pasangan tak sekadar ditujukan untuk relaksasi, tetapi juga untuk menaikkan gairah seksual. Pijatan mampu mengalahkan stres, kekhawatiran, dan kemarahan. Apalagi, jika Anda dan pasangan melakukannya di kamar dengan cahaya redup dan musik favorit yang menenangkan.
(Sumber:kompas)

cara memijat yang benar,cara mengurut yang benar,cara urut yang benar,teknik pijat urut,cara memijit yang benar,cara memijat yang baik,cara mijat yang benar,teknik memijat yang benar,cara mengurut badan,teknik urut badan,Cara mengurut yang baik,cara memijat yg benar,cara pijat yang benar,cara urut badan yang benar,3 mengapa dengan pemijatan rasa capek dan pegal sesudah berolahraga lebih cepat hilang dibandingkan tanpa pemijatan?,urut badan,cara pijat urut,cara memijat kaki yang benar,cara mengurut yg benar,cara memijat yang enak,teknik pijat urut tradisional,cara mengurut badan yang benar,cara pijat urut yang benar,cara urut tubuh,cara memijat yang baik dan benar,cara memijit yang enak,cara mengurut,tehnik pijat urut,cara memijat badan,teknik pijat capek
READ MORE - Selengkapnya

Hindari Makanan Berlemak Agar Tidak Terkena Batu Kantung Empedu


INDONESIA kaya akan kuliner. Dan itu tidak diragukan lagi. Dengan berbagai varian rasa dan penyajian. Namun, sebagian besar kuliner khas Indonesia banyak mengandung santan. Inilah yang harus diwaspadai. 

Sejatinya lemak dibutuhkan oleh tubuh. Tanpa lemak, tubuh tidak berbentuk. Lemak berfungsi untuk menutupi rangka tubuh manusia.

Tubuh juga membutuhkan lemak. Fungsinya buat memberi lapisan pada tulang manusia supaya berbentuk,” 

Namun jika berlebihan, lemak bisa menumpuk dalam tubuh. Banyaknya lemak yang menumpuk dalam tubuh ini kemudian membuat sel-sel hati bekerja lebih ekstra untuk menghasilkan cairan empedu.

Sekadar diketahui, cairan empedu dalam berwarna hijau kecokelatan. Cairan empedu berperan dalam proses penyerapan lemak dan beberapa vitamin A, D, E, dan K.

Cairan empedu penting dalam pencernaan terutama penyerapan lemak,.

Cairan empedu disimpan di kandung atau kantong empedu yang terletak di bawah organ hati. Bentuknya terlihat seperti buah pir. Kantong empedu memiliki kapasitas penampungan sebanyak 50 ml cairan empedu. Panjangnya sekitar 7-10 cm. Organ ini terhubung dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran empedu.

Nah, apa yang terjadi ketika makanan yang kita konsumsi mengandung lemak yang berlebihan? Ya, batu empedu adalah salah satu penyakit yang bisa terjadi.

“Kalau orangnya saja sudah memiliki bakat, sudah punya kolesterol, akan lebih banyak lagi tumpukan kolesterolnya. Dan sangat bisa mencetuskan batu empedu. Tendensinya bisa saja sampai 30 persen,” sambungnya.

Batu empedu bisa terbentuk ketika kadar lemak tinggi dan hati tidak bisa lagi mengeluarkannya dari dalam tubuh. proses terbentuknya batu empedu terjadi secara bertahap. Kolesterol yang tidak bisa diekskresikan akan mengendap terlebih dahulu.

“Pertama, mengendap dulu. Terus biasanya juga terjadi penebalan dinding empedu. Itu kalau di-USG, kelihatan terjadi penebalan,

Hal tersebut yang kemudian memicu terjadinya perubahan kimiawi pada empedu. Perubahan secara kimiawi pada empedu tersebut yang kemudian dikenal dengan istilah batu empedu. Batu empedu juga bisa disebabkan oleh timbunan zat lain seperti tumpukan pigmen bilirubin, dan juga garam kalsium yang membentuk partikel seperti kristal padat. Batu empedu yang terbentuk dari tumpukan kolesterol berwarna kekuningan serta tampak mengkilat seperti minyak. Sedangkan batu empedu yang terbentuk dari tumpukan pigmen bilirubin berwarna hitam tapi keras atau berwarna cokelat tua tapi rapuh.

Timbulnya batu empedu dapat menyebabkan berbagai masalah bila masuk dalam saluran pencernaan, usus halus. Terkadang batu empedu juga sering muncul pada saluran empedu sendiri. Bila batu empedu terdapat pada kandung empedu, dapat mengakibatkan peradangan yang disebut kolestitis akut. Kolestitis akut tersebut disebabkan oleh pecahan batu empedu di dalam saluran empedu yang menimbulkan rasa sakit berlebihan.

Gejala yang ditimbulkan mirip dengan gejala maag. Hal ini terjadi karena letak kandungan empedu yang berdekatan dengan lambung. Bahkan tak jarang orang mengira sakit maag padahal sudah terdapat batu empedu pada saluran empedunya.

Gejalanya memang enggak ada yang khas. Gejala yang ringan suka kembang, mual, muntah. Kalau makan lemak jadi tambah sakit, sendawa jadi lebih sering, dan buang gas,

Lantaran gejalanya yang tidak khas dan sangat mirip dengan maag, biasanya pasien merujuk pada dokter dengan keluhan tersebut.

Biasanya dokter akan kasih obat maag. Tapi kok enggak sembuh-sembuh. Biasanya baru ketahuan setelah di-USG,

Namun, sebenarnya gejala batu empedu berbeda dengan maag. Hal ini bisa dibedakan pada penjalaran dan frejuensi nyeri. Pada penderita maag, rasa sakit atau nyeri biasanya timbul secara perlahan hingga akhirnya rasa sakit itu terasa begitu hebat. Sedangkan pada batu empedu, rasa sakit tersebut bisa muncul secara tiba-tiba dengan rasa sakit yang sangat dan rasa sakit bisa hilang dengan begitu saja.

Bila sudah sakit sekali, gejala colic yang sering terjadi

Gejala-gejala tersebut akan terjadi berulang. Penegakan diagnose untuk batu empedu dilakukan dengan pemeriksaan USG. Peralatan diarahkan pada tubuh dan gelombang yang dipantulkan akan dibaca oleh system computer. Atau bisa juga dilakukan dengan pemeriksaan foto sinar X dan pemeriksaan darah di laboratorium.

Perempuan diketahui sangat rentan mengidap batu empedu. Selain itu, kemungkinan munculnya batu empedu juga meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Disebutkan beberapa orang juga berpotensi lebih gampang terserang batu empedu seperti orang yang sedang menjalani program yang bertujuan untuk menghilangkan berat badan yang cepat dengan cara-cara apa pun, diet-diet kalori atau dengan operasi, menyebabkan batu empedu kolesterol pada 50 persen dari total orang yang menjalankan program tersebut.

Individu yang sering berhubungan dengan pil pengontrol kelahiran dan terapi hormon juga berisiko terserang batu empedu. Individu dengan penyakit Crohn dari terminal ileum (usus halus) sangat memungkinkan membentuk batu empedu. Batu-batu empedu terbentuk karena pasien penyakitCrohn mengalami kekurangan asam-asam empedu yang cukup untuk melarutkan kolesterol dalam empedu.

Bagaimana mengatasinya? Pertama sekali adalah mengistirahatkan kantong atau kandung empedu. Pengobatan atau terapi yang biasanya dilakukan adalah pemberian kombinasi obatChenodeoxycholic Acid (CCDA) dan Ursodeoxycholic Acid (UDCA). Keduanya memiliki fungsi yang berbeda-beda.

“Pengobatan terapi kombinasi CCDA (mengurangi sintesis kolesterol) dan UDCA (mengurangi penyerapan kolesterol). Diharapkan terapi ini bisa menyembuhkan batu empedu tanpa efek samping,” katanya.

Namun berdasarkan penelitian, terapi tersebut hanya bisa mencegah dan tidak bisa menghilangkan batu empedu. Untuk dapat menghilangkan batu empedu, tetap diperlukan tindakan medis. Ada dua pilihan yang bisa dilakukan.

Laparoskopi atau operasi bedah biasa

Beda dari dua tindakan tersebut terdapat pada caranya. Laparoskopi hanya menimbulkan bekas seperti tusukan di perut. Dan prosesnya menggunakan control computer. Sedangkan operasi bedah biasa sudah jelas menimbulkan bekas robekan.

Pada intinya, tindakan medis yang dilakukan bertujuan untuk mengangkat kantong atau kandung empedu. Akibatnya, pasien tak bisa lagi mengonsumsi makanan yang mengandung lemak.

READ MORE - Selengkapnya

Bahaya dan Efek Samping Salep Alergi Kortikosteroid

Pengobatan salep alergi yang palings ering digunakan adalah kortikosteroid. Salep Kortikosteroid masih memegang peran besar dalam inflamasi kulit. Steroid topikal adalah bentuk topikal kortikosteroid. Steroid topikal adalah obat topikal yang paling sering diresepkan untuk pengobatan ruam, eksim dermatitis, dan. Steroid topikal memiliki sifat anti-inflamasi, dan diklasifikasikan berdasarkan kemampuan vasokonstriksi. Ada banyak produk steroid topikal. Semua persiapan di kelas masing-masing memiliki sifat anti-inflamasi yang sama, tetapi dasarnya berbeda dalam dasar dan harga. Namun ada kekhawatiran yang cukup besar, terkait efek samping. Dua yang terbesar adalah penipisan kulit dan efek sisitemik yaitu supresi HPA-axis dan sindrom Cushing.

Mekanisme Kerja
Kortikosteroid bekerja dengan mempengaruhi kecepatan sintesis protein. Molekul hormon memasuki jaringan melalui membran plasma secara difusi pasif di jaringan target, kemudian bereaksi dengan reseptor steroid. Kompleks ini mengalami perubahan bentuk, lalu bergerak menuju nukleus dan berikatan dengan kromatin. Ikatan ini menstimulasi transkripsi RNA dan sintesis protein spesifik. Induksi sintesis protein inimerupakan perantara efek fisiologis steroid.
Efek katabolik dari kortikosteroid bisadilihat pada kulit sebagai gambaran dasar dan sepanjang penyembuhan luka. Konsepnya berguna untuk memisahkan efek ke dalam sel atau struktur-struktur yang bertanggungjawab pada gambaran klinis ; keratinosik (atropi epidermal, re-epitalisasilambat), produksi fibrolast mengurangi kolagen dan bahan dasar (atropi dermal, striae),efek vaskuler kebanyakan berhubungan dengan jaringan konektif vaskuler (telangiektasis, purpura), dan kerusakan angiogenesis (pembentukan jaringan granulasiyang lambat).

Khasiat glukokortikoid adalah sebagai anti radang setempat, anti- proliferatif, dan imunosupresif. Melalui proses penetrasi, glukokortikoid masuk ke dalaminti sel-sel lesi, berikatan dengan kromatin gen tertentu, sehingga aktivitas sel-sel tersebutmengalami perubahan. Sel-sel ini dapat menghasilkan protein baru yang dapatmembentuk atau menggantikan sel-sel yang tidak berfungsi, menghambat mitosis (anti- proliferatif), bergantung pada jenis dan stadium proses radang. Glukokotikoid juga dapatmengadakan stabilisasi membran lisosom, sehingga enzim-enzim yang dapat merusak jaringan tidak dikeluarkan.

Glukokortikoid topikal

Glukokortikoid topikal adalah obat yang paling banyak dan tersering dipakai. Glukokortikoid dapat menekan limfosit-limfosit tertentu yang merangsang proses radang.

Ada beberapa faktor yang menguntungkan pemakaiannya yaitu :
  • Dalam konsentrasi relatif rendah dapat tercapai efek anti radang yang cukupmemadai
  • Bila pilihan glukokortikoid tepat, pemakaiannya dapat dikatakan aman.
  • Jarang terjadi dermatitis kontak alergik maupun toksik.
  • Banyak kemasan yang dapat dipilih : krem, salep, semprot (spray), gel, losion,salep berlemak (fatty ointment).

Kortikosteroid mengurangi akses dari sejumlah limfosit ke daerah inflamasi didaerah yang menghasilkan vasokontriksi. Fagositosis dan stabilisasi membran lisosomyang menurun diakibatkan ketidakmampuan dari sel-sel efektor untuk degranulasi danmelepaskan sejumlah mediator inflamasi dan juga faktor yang berhubungan dengan efek anti-inflamasi kortikosteroid. Meskipun demikian, harus digaris bawahi di sini bahwa khasiat utama anti radang bersifat menghambat : tanda-tanda radang untuk sementaradiredakan. Perlu diingat bahwa penyebabnya tidak diberantas, maka bila pengobatandihentikan, penyakit akan kambuh.Efektifitas kortikosteroid topikal bergantung pada jenis kortikosteroid dan penetrasi.

Potensi kortikosteroid ditentukan berdasarkan kemampuan menyebabkanvasokontriksi pada kulit hewan percobaan dan pada manusia. Jelas ada hubungan denganstruktur kimiawi. Kortison, misalnya, tidak berkhasiat secara topikal, karena kortison didalam tubuh mengalami transformasi menjadi dihidrokortison, sedangkan di kulit tidak menjadi proses itu. Hidrokortison efektif secara topikal mulai konsentrasi 1%.

Penetrasi Ke kulit
  • Sejak tahun 1958, molekul hidrokortison banyak mengalami perubahan. Pada umumnya molekul hidrokortison yang mengandung fluor digolongkan kortikosteroid poten. Penetrasi perkutan lebih baik apabila yang dipakai adalah vehikulum yang bersifattertutup. Di antara jenis kemasan yang tersedia yaitu krem, gel, lotion, salep, fattyointment (paling baik penetrasinya).
  • Kortikosteroid hanya sedikit diabsorpsi setelah pemberian pada kulit normal, misalnya, kira-kira 1% dari dosis larutan hidrokortison yang diberikan pada lengan bawah ventral diabsorpsi.
  • Dibandingkan absorpsi di daerah lengan bawah, hidrokortison diabsorpsi 0,14 kali yang melalui daerah telapak kaki, 0,83kali yang melalui daerah telapak tangan, 3,5 kali yang melalui tengkorak kepala, 6 kali yang melalui dahi, 9 kali melalui vulva, dan 42 kali melalui kulit scrotum.
  • Penetrasi ditingkatkan beberapa kali pada daerah kulit yang terinfeksi dermatitis atopik dan pada penyakit eksfoliatif berat, seperti psoriasis eritodermik, tampaknya sedikit sawar untuk penetrasi.
  • Secara keseluruhan, kortikosteroid topikal berhubungan dengan empat hal yaitu vasokontriksi, efek anti-proliferasi, immunosupresan, dan efek anti-inflamasi.
  • Steroid topikal menyebabkan vasokontriksi pembuluh darah di bagian superfisialdermis, yang akan mengurangi eritema. Kemampuan untuk menyebabkan vasokontriksiini biasanya berhubungan dengan potensi anti-inflamasi, dan biasanya vasokontriksi inidigunakan sebagai suatu tanda untuk mengetahui aktivitas klinik dari suatu agen.
  • Efek anti-proliferatif kortikosteroid topikal diperantarai dengan inhibisi dari sintesis danmitosis DNA. Kontrol dan proliferasi seluler merupakan suatu proses kompleks yangterdiri dari penurunan dari pengaruh stimulasi yang telah dinetralisir oleh berbagai faktor inhibitor. Proses-proses ini mungkin dipengaruhi oleh kortikosteroid. Glukokortikoid jugadapat mengadakan stabilisasi membran lisosom, sehingga enzim-enzim yang dapat merusak jaringan tidak dikeluarkan. Efektivitas kortisteroid bisa akibat dari sifat immunosupresifnya. Mekanisme yang terlibat dalam efek ini kurang diketahui. Beberapa studi menunjukkan bahwakortikosteroid bisa menyebabkan pengurangan sel mast pada kulit. Hal ini bisamenjelaskan penggunaan kortikosteroid topikal pada terapi urtikaria pigmentosa.
  • Mekanisme sebenarnya dari efek anti-inflamasi sangat kompleks dan kurang dimengerti.Dipercayai bahwa kortikosteroid menggunakan efek anti-inflamasinya denganmenghibisi pembentukan prostaglandin dan derivat lain pada jalur asam arakidonik.
  • Mekanisme lain yang turut memberikan efek anti-inflamasi kortikosteroid adalahmenghibisi proses fagositosis dan menstabilisasi membran lisosom dari sel-selfagosit.

Penggunaan Kortikosteroid Topikal
  • Kortikosteroid topikal dengan potensi kuat belum tentu merupakan obat pilihanuntuk suatu penyakit kulit. Perlu diperhatikan bahwa kortikosteroid topikal bersifat paliatif dan supresif terhadap penyakit kulit dan bukan merupakan pengobatankausal.
  • Dermatosis yang responsif dengan kortikosteroid topikal adalah psoriasis,dermatitis atopik, dermatitis kontak, dermatitis seboroik, neurodermatitis sirkumskripta, dermatitis numularis, dermatitis statis, dermatitis venenata, dermatitis intertriginosa, dandermatitis solaris (fotodermatitis).
  • Pada dermatitis atopik yang penyebabnya belum diketahui, kortikosteroid dipakai dengan harapan agar remisi lebih cepat terjadi.
  • Dermatosis yang kurang responsif ialah lupus erimatousus diskoid, psoriasis di telapak tangan dan kaki, nekrobiosislipiodika diabetikorum, vitiligo, granuloma anulare, sarkoidosis, liken planus, pemfigoid,eksantema fikstum.
  • Pada umumnya dipilih kortikosteroid topikal yang sesuai, aman, efek sampingsedikit dan harga murah ; disamping itu ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan,yaitu jenis penyakit kulit, jenis vehikulum, kondisi penyakit, yaitu stadium penyakit, luas tidaknya lesi, dalam dangkalnya lesi, dan lokalisasi lesi.
  • Perlu juga dipertimbangkan umur penderita.
  • Pada umumnya dianjurkan pemakaian salep 2-3 kali per hari sampai penyakittersebut sembuh. Perlu dipertimbangkan adanya gejala takifilaksis. Takifilaksis adalahmenurunnya respons kulit terhadap glukokortikoid karena pemberian obat yang berulang-ulang berupa toleransi akut yang berarti efek vasokontriksinya akan menghilang, setelah diistirahatkan beberapa hari efek vasokontriksi akan timbul kembali dan akan menghilanglagi bila pengolesan obat tetap dilanjutkan.
Ada beberapa cara pemakaian dari kortikosteroid topikal, yakni :
  • Pemakaian kortikosteroid topikal poten tidak dibenarkan pada bayi dan anak.
  • Pemakaian kortikosteroid poten orang dewasa hanya 40 gram per minggu,sebaiknya jangan lebih lama dari 2 minggu. Bila lesi sudah membaik, pilihlahsalah satu dari golongan sedang dan bila perlu diteruskan denganhidrokortison asetat 1%.
  • Jangan menyangka bahwa kortikosteroid topikal adalah obat mujarab untuk semua dermatosis. Apabila diagnosis suatu dermatosis tidak jelas, jangan pakai kortikosteroid poten karena hal ini dapat mengaburkanruam khas suatu dermatosis. Tinea dan scabies incognito adalah tinea danscabies dengan gambaran klinik tidak khas disebabkan pemakaian kortikosteroid.
Efek Samping

Lengan bawah wanita usia 47 tahun yang menunjukkan kerusakan kulit karena penggunaan topical steroid

Secara umum efek samping dari kortikosteroid topikal termasuk atrofi, striaeatrofise, telangiektasis, purpura, dermatosis akneformis, hipertrikosis setempat,hipopigmentasi, dermatitis peroral.

Efek samping dapat terjadi apabila :
Penggunaan kortikosteroid topikal yang lama dan berlebihan.
Penggunaan kortikosteroid topikal dengan potensi kuat atau sangat kuat atau penggunaan sangat oklusif. Efek samping yang tidak diinginkan adalah berhubungan dengan sifat potensiasinya, tetapi belum dibuktikan kemungkinan efek samping yang terpisah dari potensi, kecuali mungkin merujuk kepada supresi dari adrenokortikal sistemik. Denganini efek samping hanya bisa dielakkan sama ada dengan bergantung pada steroid yanglebih lemah atau mengetahui dengan pasti tentang cara penggunaan, kapan, dan dimana harus digunakan jika menggunaka

Efek Samping Kortikosteroid topical
  • Diabetes Melitus
  • osteoporosis
  • Dermatitis kontak alergi
  • steroid atrofi

Efek samping kortikosteroid kepada beberapa tingkat:
Efek Epidermal Penipisan epidermal yang disertai dengan peningkatan aktivitas kinetik dermal,suatu penurunan ketebalan rata-rata lapisan keratosit, dengan pendataran darikonvulsi dermo-epidermal. Efek ini bisa dicegah dengan penggunaan tretino intopikal secara konkomitan. Inhibisi dari melanosit, suatu keadaan seperti vitiligo, telah ditemukan.Komplikasi ini muncul pada keadaan oklusi steroid atau injeksi steroid intrakutan.

Efek Dermal Terjadi penurunan sintesis kolagen dan pengurangan pada substansi dasar. Inimenyebabkan terbentuknya striae dan keadaan vaskulator dermal yang lemah akanmenyebabkan mudah ruptur jika terjadi trauma atau terpotong. Pendarahan intradermalyang terjadi akan menyebar dengan cepat untuk menghasilkan suatu blot hemorrhage. Ininantinya akan terserap dan membentuk jaringan parut stelata, yang terlihat seperti usiakulit prematur.

Efek Vaskular Efek ini termasuk Vasodilatasi yang terfiksasi. Kortikosteroid pada awalnya menyebabkanvasokontriksi pada pembuluh darah yang kecil di superfisial. Fenomena rebound. Vasokontriksi yang lama akan menyebabkan pembuluh darahyang kecil mengalami dilatasi berlebihan, yang bisa mengakibatkan edema,inflamasi lanjut, dan kadang-kadang pustulasi.

Ketergantungan atau Rebound: sindrom penarikan kortikosteroid adalah kejadian sering terlihat, juga disebut “Sindrom Kulit Merah”. Penghentian total steroid adalah wajib dan, sementara reversibel, dapat menjadi proses yang berkepanjangan dan sulit diatasi

Terlalu sering menggunakan steroid topikal dapat menyebabkan dermatitis. Penarikan seluruh penggunaan steroid topikal dapat menghilangkan dermatitis.

Dermatitis perioral: Ini adalah ruam yang terjadi di sekitar mulut dan daerah mata yang telah dikaitkan dengan steroid topikal.

Efek pada mata. Tetes steroid topikal yang sering digunakan setelah operasi mata tetapi juga dapat meningkatkan tekanan intra-okular (TIO) dan meningkatkan risiko glaukoma, katarak, retinopati serta efek samping sistemik

Tachyphylaxis: Perkembangan akut toleransi terhadap aksi dari obat setelah dosis berulang tachyphylaxis signifikan dapat terjadi dari hari ke hari 4 terapi. Pemulihan biasanya terjadi setelah istirahat 3 sampai 4 hari. Hal ini mengakibatkan terapi seperti 3 hari, 4 hari libur, atau satu minggu pada terapi, dan satu minggu off terapi.

Efek samping lokal: Ini termasuk hipertrikosis wajah, folikulitis, miliaria, ulkus kelamin, dan granuloma infantum gluteale.

Penggunaan jangka panjang mengakibatkan Scabies Norwegia, sarkoma Kaposi, dan dermatosis yang tidak biasa lainnya.

Jamkhedkar Preeta dkk tahun 1996 pernah melakukan studi untuk mengevaluasi keamanan dan tolerabilitas fluticasone ini dalam terapi eksim dan psoriasis. Fluticasone propionate 0.05% dibandingkan dengan krim betamethasone valerate 0,12%. Ada 107 pasien yang menyelesaikan studi, 61 menderita psoriasis dan 46 menderita eksim.

Secara efikasi dan afinitas, fluticasone propionate maupun betamethasone valerate menunjukkan hasil yang setara. Penipisan kulit, setelah dilakukan ultrasound atau biopsi tidak signifikan dibandingkan placebo dalam terapi lebih dari 8 minggu, dengan sekali terapi sehari. Fluticasone propionate sama sekali tidak menimbulkan efek samping sistemik berupa supresi HPA-axis.

Studi untuk menilai efek samping penggunaan fluticasone propionate, dalam hal ini supresi HPA-axis, dilakukan oleh Hebert dkk dari University of Texas-Houston Medical School. Studi dilakukan pada anak-anak (3 bulan-6 tahun) penderita dermatitis atopik skala luas, yakni hampir 65% permukaan kulit mendapat terapi. Penilaian studi adalah absennya supresi adrenal dengan pemberian fluticasone propionate 0,05%. Ternyata tidak ada perbedaan signifikan dalam kadar kortisol rata-rata, sebelum dan setelah terapi. Pada pasien usia 3 bulan, fluticasone tidak berimbas pada fungsi HPA axis serta tidak menyebabkan penipisan kulit meskipun diberikan fluticasone secara ekstensif.

Kortikosteroid topikal tidak seharusnya dipakai sewaktu hamil kecuali dinyatakan perlu atau sesuai oleh dokter untuk wanita yang hamil. Percobaan pada hewanmenunjukkan penggunaan kortikosteroid pada kulit hewan hamil akan menyebabkan abnormalitas pada pertumbuhan fetus. Percobaan pada hewan tidak ada kaitan dengan efek pada manusia, tetapi mungkin ada sedikit resiko apabila steroid yang mencukupi diabsorbsi di kulit memasuki aliran darah wanita hamil. Oleh karena itu, penggunaan kortikosteroid topikal pada waktu hamil harus dihindari kecuali mendapat nasehat daridokter untuk menggunakannya. Begitu juga pada waktu menyusui, penggunaankortikosteroid topikal harus dihindari dan diperhatikan. Kortikosteroid juga hati-hati digunakan pada anak-anak
READ MORE - Selengkapnya

Penyebab Nyeri Perut Berdasarkan Lokasi dan Sifat Nyeri

mypotik:Penyebab Nyeri Perut Berdasarkan Lokasi dan Sifat Nyeri
Nyeri perut muncul dengan berbagai cara dan mempunyai banyak penyebab yang berbeda. Kita harus menentukan letaknya, radiasi, keparahan, karakter, frekuensi, durasi, faktor pemicu dan yang mengurangi gejala dan gejala lain yang berhubungan. Nyeri perut dapat dikenali [enyebabnya berdasarkan lokasi dan karakteristik nyeri yang timbul

Perut adalah organ yang berongga, jadi didalamnya terdapat bermacam-macam organ yang terletak pada posisinya masing-masing, pada perut sebelah kanan dibagian atas terdapat organ Hati, Kandung Empedu, Ginjal, Usus kecil dan Usus Besar, sedangkan pada sbelah kanan di bagian bawah terdapat Usus Besar, Usus Buntu / Appendix, Saluran kencing, dan khusus pada wanita terdapat Saluran Indung Telur.

Nyeri perut yang hebat dan mendadak kadang merupakan gejala yang sering membawa pasien datang ke unit gawat darurat dan merupakan keluhan utama yang paling sering ditemukan pada pasien dengan kasus pembedahan pada gangguan perut, Dalam kondisi tertentu dan jarang nyeri perut yang menyebabkan dapat menyebabkan komplikasi yang serius bahkan hingga kematian jika diagnosis dan terapi yang tepat terlambat diberikan.

Nyeri perut dapat berupa nyeri visceral maupun nyeri somatik, dan dapat berasal dari berbagai proses pada berbagai organ di rongga perut atau diluar rongga perut, misalnya dirongga dada. Para klinisi sebaiknya telah memahami patofisiologi dan tanda-tanda khas penyebab akut abdomen. Lokasi, karakteristik, derajat nyeri dan ada atau tidaknya gejala-gejala sistemik dapat membantu dalam membedakan penyebab-penyebab akut abdomen yang membutuhkan pembedahan segera dengan kondisi medis biasa.

Sifat, derajat, dan lamanya nyeri akan sangat membantu dalam mencari penyebab utama akut abdomen. Nyeri superfisial, tajam dan menetap biasanya terjadi pada iritasi peritoneal akibat perporasi ulkus atau ruptur appendiks, ovarian abses atau kehamilan ektopik. Nyeri kolik terjadi akibat adanya kontraksi intermiten otot polos, seperti kolik ureter, dengan ciri khas adanya interval bebas nyeri. Tetapi istilah kolik bilier sebenarnya tidak sesuai dengan pengertian nyeri kolik karena kandung empedu dan ductus biliaris tidak memiliki gerakan peristalsis seperti pada usus atau ureter. Nyeri kolik biasanya dapat reda dengan analgetik biasa. Sedangkan nyeri strangulata akibat nyeri iskemia pada strangulasi usus atau trombosis vena mesenterik biasanya hanya sedikit mereda meskipun dengan analgetik narkotik. Faktor-faktor yang memicu atau meredakan nyeri penting untuk diketahui. Pada nyeri abdomen akibat peritonitis, terutama jika mengenai organ-organ pada abdomen bagian atas, nyeri dapat dipicu akibat gerakan atau nafas yang dalam

Penyebab Nyeri Perut
  • Saluran Cerna: Nyeri abdomen nonspesifik, Appendicitis, Obstruksi usus halus dan kolon, Perforasi pada peptic ulser, Hernia inkarserata, Perforasi usus atau Diverticulitis
  • Hati, Limpa dan empedu: Akut kolesistisis, Akut kholangitis, Abses hepar, Hepatitis akut, Limpa yang trauma atau rusak
  • Pancreas: Akut pancreatitis
  • Saluran Kemih: Kolik ginjal, kut pyelonefritis
  • Ginekologi: Akut salpingitis, Kehamilan ektopik yang ruptur
  • Pembuluh darah: Acute ischemic colitis, Mesenteric thrombosis
  • Peritoneum: Abses intra abdominal, Peritonitis tuberkulosis
  • Retroperitoneum: Perdarahan retroperitoneum
Lokasi nyeri perut dan asal embriologi nya
Epigastrik (Perut Tengah Atas) : Foregut (lambung, duodenum, hati, pancreas, empedu)
Periumbilikal (Perut Kanan Bawah) : Midgut ( usus halus dan usus besar termasuk apendiks)
Suprapubik (Perut Bawah Tengah) : Hindgut ( rectum dan organ urogenital)

Lokasi Nyeri Perut Dan kemungkinan Penyebab
Kanan bagian atas, kemungkinan yang mengalami gangguan adalah organ-organ yang terletak pada bagian kanan atas adalah Gangguan Hati, Radang pada kandung empedu akibat adanya batu, serta kadang-kadang bisa terjadi radang usus kecil. Nyeri kantung empedu sifat nyeri hebat, tetap/konstan, nyeri kuadran kanan atas/ epigastrik dan sering memburuk setelah makan makanan yang berlemak (fatty foods). Tetapi kalau tempat nyeri berada agak ditengah dan rasa nyerinya sampai menembus kebelakang, kemungkinan gangguan Ginjal harus dicurigai. Kolik renal atau gangguan nyeri disebabkan gangguan ginjal: nyeri kolik pada sudut tertentu bagian ginjal, yang nyeri bila ditekan, menjalar ke panggul. Khasnya pasien tidak dapat menemukan posisi yang dapat mengurangi nyeri. Namun pada kolik ginjal dapat juga terjadi di bagian sebelah kiri. Iskemik usus atau usus yang rusak, nyeri bersifat tumpul, hebat, tetap/konstan, nyeri abdomen kuadran kanan atas yang meningkat saat makan.

Kiri bagian atas, Kolik renal atau gangguan nyeri disebabkan gangguan ginjal: nyeri kolik pada sudut tertentu bagian ginjal, yang nyeri bila ditekan, menjalar ke panggul. Khasnya pasien tidak dapat menemukan posisi yang dapat mengurangi nyeri. Namun pada kolik ginjal dapat juga terjadi di bagian sebelah kiri. Nyeri ulkus peptic nyeri bersifat tumpul, nyeri terbakar (burning) di epigastrium. Khasnya episode malam, membangunkan pasien dari tidur. Diperparah oleh makan dan kadang kadanga dikurangi dengan minum susu atau antasida.

Kanan bawah, penyebab yang paling sering adalah radang dari usus buntu atau Appendicitis, kemudian penyebab lain yang cukup sering adalah infeksi saluran kencing, atau pada wanita patut dicurigai adanya radang saluran indung telur, infeksi usus halus atau usus besar. Untuk membedakan antara usus buntu dengan infeksi saluran kencing yaitu : Pada usus buntu gejala yang menyertai adalah demam, bisa juga disertai rasa mual sampai muntah dan kadang bisa juga disertai diare, biasanya nyeri yang timbul kuat sekali sampai si penderita selalu membungkukkan badannya karena menahan nyeri di bagian perut kanan bawah. Sedangkan pada infeksi saluran kencing biasanya adalah sering kencing, rasa nyeri bila kencing, juga rasa perih pada waktu kencing, juga bisa disertai demam tinggi dan rasa mual muntah juga. Nyeri kolon tampilannya kadang kadang nyeri dapat berkurang sementara oleh defekasi atau flatus

Nyeri Perut Bagian Tengah Atas Bila anda mendadak merasakan nyeri didaerah ulu hati disertai rasa mual dan rasa kembung, kemungkinan besar anda menderita Gastritis, dispepsia atau gangguan lain lam,bung. Gastritis adalah sakit pada bagian lambung, jadi kurang lebih artinya sama saja. Arti Gastritis sebenarnya adalah terjadinya proses radang pada lambung. 

Penyebab lain adalah nyeri pancreas, lokasi di sekitar epigastrium atau perut bagian tengah, menjalar ke punggung, membaik saat duduk dan posisi condong kedepan. Obstruksi usus halus biasanaya nyeri kolik sentral yang berhubungan dengan muntah, distensi dan konstipasi

Perut Bawah tengah Nyeri kandung kemih biasanya nyeri difus yang hebat di regio suprapubik. Nyeri prostat tampilannya nyeri tumpul yang dirasakan di lower abdomen, rectum, perineum atau paha anterior. Nyeri uretra sangat bervariasi mulai dari ketidaknyamanan hingga nyeri tajam yang hebat yang dirasakan pada ujung akhir uretra (ujung penis pada pria) dan semakin nyeri saat miksi. Bisa sangat parah sehingga pasien akan berusaha menahan kencingnya yang dapat menimbulkan masalah baru

Karakteristik Nyeri

Sifat, keparahan dan periodisitas sakit memberikan petunjuk berguna untuk penyebab yang mendasari . nyeri utama adalah yang paling umum. 

Nyeri alih Nyeri alih terjadi jika suatu segmen persarafan melayani lebih dari suatu daerah. Misalnya, diafragma yang berasal dari regio leher C3 – C5 pindah ke bawah pada masa embrional sehingga rangsangan pada diafragma oleh perdarahan atau peradangan akan dirasakan di bahu. Demikian juga pada kolesistitis akut, nyeri dirasakan di daerah ujung belikat. Abses dibawah diafragma ata rangsangan karena radang atau trauma pada permukaan atau limpa atau hati juga dapat mengakibatkan nyeri di bahu. Kolik ureter atau kolik pyelum ginjal, biasanya dirasakan sampai ke alat kelamin luar seperti labium mayus atau pada testis pada pria.

Nyeri kontinyu Nyeri akibat rangsangan pada peritoneum parietal akan dirasakan terus-menerus karena berlangsung terus, misalnya pada reaksi radang. Pada saat pemeriksaan penderita peritonitis, ditemukan nyeri tekan setempat. Otot dinding perut menunjukkan defans muskuler secara refleks untuk melindungi bagian yang meradang dan menghindari gerakan atau tekanan setempat.

Nyeri kolik Nyeri kolik merupakan nyeri yang hilang timbul yang menunjukkan suatu obstruksi organ berongga (lumen), organ yang berdinding otot (usus, empedu, duktus biliaris, ureter) Kolik merupakan nyeri viseral akibat spasme otot polos organ berongga dan biasanya disebabkan oleh hambatan pasase dalam organ tersebut (obstruksi usus, batu ureter, batu empedu, peningkatan tekanan intraluminar). Nyeri ini timbul karena hipoksia yang dialami oleh jaringan dinding saluran. Karena kontraksi ini berjeda, kolik dirasakan hilang timbul. Fase awal gangguan perdarahan dinding usus juga berupa kolik. Serangan kolik biasanya disertai perasaan mual, bahkan sampai muntah. Dalam serangan, penderita sangat gelisah, kadang sampai berguling-guling di tempat tidur atau di jalan. Yang khas ialah trias kolik yang terdiri atas serangan nyeri yang kumat-kumatan disertai mual dan muntah dan gerak paksa.

Nyeri iskemik Nyeri perut dapat juga berupa nyeri iskemik yang sangat hebat, menetap, dan tidak menyurut. Nyeri ini merupakan tanda adanya jaringan yang terancam nekrosis. Lebih lanjut akan tampak tanda intoksikasi umum, seperti takikardia, keadaan umum yang memburuk, dan syok karena resorbsi toksin dari jaringan nekrosis.

Nyeri pindah Kadang nyeri berubah sesuai perkembangan patologi. Misalnya pada tahap awal appendisitis, sebelum radang mencapai permukaan peritoneum, nyeri viseral dirasakan sekitar pusat disertai rasa mual karena appendiks termasuk usus tengah. Setelah radang terjadi di seluruh dinding termasuk peritoneum viseral, terjadi nyeri akibat rangsangan peritoneum yang merupakan nyeri somatik. Pada saat ini, nyeri dirasakan tepat pada letak peritoneum yang meradang, yaitu diperut kanan bawah. Jika appendiks kemudian mengalami nekrosis dan gangren, nyeri berubah lagi menjadi nyeri iskemik yang hebat, menetap dan tidak menyurut, kemudian penderita dapat jatuh dalam keadaan toksis. Pada perporasi tukak peptik duodenum, isi duodenum yang terdiri atas cairan asam garam dan empedu masuk rongga abdomen yang sangat merangsang peritoneum setempat. Pasien merasakan sangat nyeri di tempat rangsangan itu, yaitu diperut bagian atas. Setelah beberapa waktu, isi cairan lambung mengalir ke kanan bawah, melalui jalandisebelah lateral kolon asendens sampai ke tempat kedua, yaitu rongga perut kanan bawah, sekitar sekum. Nyeri itu kurang tajam dan kurang hebat dibandingkan nyeri pertama karena terjadi pengenceran. Pasien sering mengeluh bahwa nyeri yang mulai di ulu hati pindah ke kanan bawah. Proses ini berbeda sekali dengan proses nyeri pada appendisitis akut. Akan tetapi kedua keadaan ini, appendisitis akut maupun perporasi lambung atau duodenum, akan mengakibatkan peritonitis purulenta umum jika tidak segera ditanggulangi dengan tindakan bedah

Nyeri disertai rasa panas biasanya mengindikasikan karena pengaruh asam dan berhubungan dengan lambung, duodenum atau bagian esofagus bawah

Nyeri tajam konstan dangkal karena iritasi peritoneal adalah khas ulkus perforasi atau usus buntu yang pecah, kista ovarium, atau kehamilan ektopik.

Rasa sakit, mencengkeram pemasangan obstruksi usus kecil (dan kadang-kadang pankreatitis awal) biasanya terputus-putus, tidak jelas, mendalam, dan puncaknya pada awalnya, tetapi segera menjadi lebih tajam, tak henti-hentinya, dan lebih baik lokal. Tidak seperti sakit menggelisahkan tapi lumayan berhubungan dengan obstruksi usus, nyeri yang disebabkan oleh lesi occluding saluran yang lebih kecil (saluran empedu, tabung rahim, dan ureter) cepat menjadi gangguan yang tidak tertahankan.

Kolik jika ada interval bebas nyeri yang mencerminkan kontraksi intermiten otot polos, seperti pada kolik uretra. Dalam arti sempit, yang kolik istilah “empedu” adalah keliru karena sakit empedu tidak mengampuni. Alasannya adalah bahwa kantong empedu dan saluran empedu, kontras dengan ureter dan usus, tidak memiliki gerakan peristaltik. Kolik biasanya segera diatasi dengan analgesik. nyeri iskemik karena usus terjepit atau trombosis mesenterika hanya sedikit diredakan bahkan oleh narkotika.

Nyeri disebabkan oleh peritonitis lokal, terutama bila mempengaruhi organ-organ perut bagian atas, cenderung diperburuk oleh gerakan atau bernapas dalam-dalam. 

Kondisi Yang berhubungan dengan nyeri abdomen
Anorexia, nausea dan muntah, konstipasi atau diare sering menyertai nyeri abdomen, tetapi bukan merupakan gejala yang spesifik sehingga tidak memiliki nilai diagnostic yang tinggi

Muntah Saat distimulasi oleh serat aferen visceral sekunder, the medullary vomiting centers mengaktivasi serat eferen yang menginduksi reflex muntah. Oleh karena itu, nyeri abdomen akut (acute surgical abdomen) biasanya terdapat muntah yang juga berlaku sebaliknya .

KONSTIPASI Reflex ileus sering diinduksi oleh serat aferen visceral yang merangsang serat eferen saraf simpatis(splanchnic nerves) untuk menurunkan peristaltic usus. Konstipasi merupakan indicator absolute obstruksi usus. Namun obstipasi (tidak adanya pasase feses dan flatus) diperkirakan kuat sebagai obstruksi usus mekanik jika ada distensi abdomen dengan nyeri yang progresif atau muntah yang berulang.

DIARE Watery diare yang banyak merupakan karakterisktik dari gastroenteritis dan penyebab lain akut abdomen. Diare berdarah diperkirakan colitis ulseratif, crohn disease, basilar atau disentri amuba.

Hal Penting yang Berkaitan
Riwayat gynekologis Riwayat menstruasi cukup penting untuk mendukung diagnose kehamilan ektopik, mittelschmer ( rupture folikel ovarium) dan endometriosis. Riwayat vaginal discharge atau dismenorea menunjukkan pelvic inflammatory disease.

Riwayat obat-obatan Antikoagulan terlibat dalam hematoma retroperitoneal dan intramural duodenum dan jejunum, kontrasepsi oral dalam pembentukkan benign hepatic adenoma dan infark vena mesenterium. Kortikosteroid dapat menutupi gejala klinis bahkan peritonitis lanjut.

Riwayat perjalanan Dapat meningkatkan resiko abses hati amoeba atau hydatid cyst, malarial spleen, tuberculosis, salmonella typhi infeksi pada area ileosaecal atau disentri

Riwayat operasi Riwayat operasi sebelumnya pada abdomen, vascular, thorak atau groin mungkin berhubungan dengan penyakitnya sekarang.

Gambaran diatas untuk membantu mengenali apabila ada gangguan disekitar daerah tersebut, untuk memastikannya masih memerlukan pemeriksaan lain yang lebih teliti dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anda.
READ MORE - Selengkapnya

Melancarkan Sumbatan di Pembuluh Darah Arteri dengan Ramuan Alami

Apakah Anda Menderita Penyakit Jantung? Dan apakah Anda telah disarankan untuk menjalani Angiography atau Bypass?

Harap Tunggu dahulu…
Sebuah cerita pengalaman nyata di India, sehari sebelum seseorang menderita nyeri akut di jantungnya dan mengalami ketidaknyamanan yang berlangsung selama beberapa waktu. Dia dianjurkan untutk melakukan Angiography pada dirinya, mereka menyarankan Bypass karena mereka menemukan 3 di arterinya tersumbat oleh kolesterol dan diberi tanggal untuk beroperasi setelah satu bulan. Dia kemudian bertemu Dr. Vaid Sahab, seorang dokter di Auyerveda. Selama periode sebelum operasi, Dr. Vaid meresepkan obat di bawah ini yang ia dikonsumsi persis selama sebulan. Sehari sebelum operasi bypass, ia tiba di Rumah Sakit Kardiologi di Mumbai. Setelah mengambil melihat hasil sebelum dan sesudah 1 bulan proses menunggu itu,ternyata hasilnya sangat memuaskan. Sumbatan-sumbatan di pembuluh arterinya sudah terbuka dan lancar kembali.


Nah, sebelum Anda menjalani pengobatan Angiography atau Bypass, Anda harus mencoba obatalternatif ini. Semua bahan-bahannya adalah sangat mudah ditemukan dalam keseharian di dapur Anda. Berikut Sharing di Sini Bahan – bahan ramuan untuk membuka sumbatan di pembuluh darah Jantung:

1 cangkir air lemon
1 cangkir sari jahe
1 cangkir jus bawang putih
1 cangkir cuka sari apel

Campur semua bahan di atas dan didihkan dalam api kecil selama sekitar 60 menit atau sampai hasil akhir airnya berkurang menjadi 3 cangkir saja. Dinginkan, lalu campurkan 3 cangkir madu murni dan simpan dalam wadah stainless atau botol kaca / toples foodgrade. Minum satu sendok makan setiap hari sebelum sarapan. Penyumbatan pembuluh darah Anda akan terbuka. Sudah terbukti pada banyak kasus di seluruh dunia.

Nikmati minuman menyehatkan ini. Rasanya segar..
Sumber: Jurnal Penelitian Internasioanl Shri Shankriti Ayurveda
READ MORE - Selengkapnya

ADA APA DIBALIK WARNA TINJA?


Tinja normal berwarna kecoklatan, hal ini dikarenakan adanya stercobilin, suatu produk yang dihasilkan oleh kantong empedu yang kemudian dimetabolisme oleh bakteri normal dalam usus sehingga menyebabkan tinja berwarna kecoklatan.

Tanpa stercobilin, tinja akan berwarna putih. DAn apabila dirimua atau orang yg kau kenal (terutama pada bayi yg baru lahir) mengalami hal ini, berarti mereka sedang mengalami masalah pada kantong empedunya. Biasanya berupa penyumbatan oleh batu empedu atau hal yg serius seperti kanker pankreas.

Beberapa variasi warna yg mungkin terjadi :

• Merah, (hematochesia)
Hal ini menandakan adanya perdarahan dalam saluran pencernaan atau bisa juga karna dirimu baru saja makan buah bits.
• Hitam, (melena)
Sama2 merupakan tanda perdarahan di saluran cerna. Yang membedakan adalah darah yang tadinya merah telah bercampur dengan asam lambung sehingga berwarna merah. Biasanya pada penderita sirosis hepatis yg mengalami ruptur vena esophagei inferior Untuk membedakannya dengan mudah : kalo hitam berarti dari saluran cerna atas, kalo merah berarti dari saluran cerna bawah.
Kuning, menandakan banyak terdapat lemak didalamnya.
Hijau, bisa berarti kalau ada infeksi bakteri atau si empunya seorang vegetarian.


Fakta menarik:
• Jika setelah makan jagung dirimu melihat jagung didalam tinja, bukan berarti tubuhmu tidak bisa mencernanya. Bagian terluar dari jagung adalah selulose yang memang tidak bisa dicerna, tetapi bagian dalamnya adalah serat ya mudah dicerna. Jadi hanya bagian luarnnya yg tdk tercerna bagian dalamnya sudah dicerna. 
• Tinja memang normal bila baunya menjijikkan (kalo baunya enak dah jadi parfum, namanya eau de ee') hal ini disebabkan oleh komponen kaya sulfur (indole, skatole, dan mercaptan) yang dihasilkan oleh bakteri normal usus sebagai produk sampingan pembusukan. Produk lainnya adalah hydrogen sulfide (itulah kenapa kentut mudah terbakar.
• Kotoran burung berwarna putih karna ginjal mereka mengeluarkan sampah nitrogen dari peredaran darah dan diekskresikan menjadi asam urat dalam kotoran, sehingga berbentuk seperti pasta putih.
• Di Asia selatan dan tenggara digunakan shower sebagai pembersih.
• Di India, penduduknya tidak menggunakan tisu toilet, mereka hanya menggunakan tangan kiri.
• Pada masyarakat romawi kuno, digunakan sponge basah sebagai pembersih. setelah selesai digunakan sponge dicelupkan kedalam air garam dan kemudian siap dipakai pelanggan berikutnya. (kalo yg pernah liat spartacus pasti tau)
• Sekitar 3/4 bagian dari tinja terdiri dari air. 1/4 sisanya, sekitar 1/3 merupakan bakteri yang mati; 1/3 lainnya adalah material fiber; sisanya campuran aantara lemak, fosfat, bakteri hidup, sel mati, dll.

sumber: indowebster
READ MORE - Selengkapnya

PENCEGAHAN IMPEGTIGO KRUSTOSA



Impetigo krustosa (impetigo kontagiosa, impetigo vulgaris, impetigo Tillbury Fox) merupakan bentuk pioderma yang paling sederhana dan biasanya menyerang epidermis, dimana gambaran yang dominan ialah krusta yang khas, berwarna kuning kecoklatan seperti madu yang berlapis-lapis (honey colored). Di negara berkembang, impetigo krustosa paling sering disebabkan oleh Strerptococcus ß hemolyticus grup A (Streptococcus pyogenes).

Impetigo krustosa merupakan infeksi kulit yang mudah menular dan terutama mengenai anak-anak yang belum sekolah ( antara umur 2-5 tahun). Frekuensi antara laki-laki dan perempuan sama besar, dapat mengenai semua bangsa dan lebih sering pada daerah tropis. Infeksi bisa menular melalui kontak langsung dan tidak langsung dengan faktor predisposisi, yaitu kebersihan yang kurang, higiene yang jelek (anemia dan malnutrisi), tempat tinggal yang padat penduduk, panas dan terdapatnya penyakit kulit (terutama yang disebabkan oleh parasit).

Tempat predileksinya terdapat pada muka (terutama lubang hidung dan mulut), daerah tubuh yang sering terbuka ( tungkai dan lengan, kecuali telapak tangan dan kaki), daerah belakang telinga, leher dan badan (dada bagian atas). Gejala klinisnya berupa gatal dan rasa tidak nyaman, tetapi tidak disertai gejala konstitusi. Dengan bentuk klinis diawali makula eritema atau papul, kemudian terbentuk vesikel atau pustul berdinding tipis yang mudah pecah dan menjadi krusta berwarna kuning madu (honey colored), lembut tetapi tebal dan lengket berukuran < 2 cm.

Pemeriksaan penunjang pada penyakit ini berupa Gram-stain, kultur bakteri, pemeriksaan laboratorium, bakteriologis eksudat besi, biakan sekret dalam media agar darah, tes resistensi, biopsi, tes lainnya ( titer ASO dan streptozyme) dan gambaran histopatologi.Penyakit ini dapat diobati dengan 3 cara yaitu non-medikamentosa, medikamentosa (topikal dan sistemik)

Infeksi kulit ini dapat sembuh tanpa penyulit dalam dua minggu walaupun tidak diobati. Namun, dapat timbul komplikasi sistemik seperti glomerulonefritis, dan lain-lain
IMPEGTIGO KRUSTOSA

PENGOBATAN IMPEGTIGO KRUSTOSA
Tujuan pengobatan impetigo adalah menghilangkan rasa tidak nyaman dan memperbaiki kosmetik dari lesi impetigo, mencegah penyebaran infeksi ke orang lain dan mencegah kekambuhan. Pengobatan harus efektif, tidak mahal dan memilki sedikit efek samping. Antibiotik topikal (lokal) menguntungkan karena hanya diberikan pada kulit yang terinfeksi sehingga meminimalkan efek samping. Kadangkala antibiotik topikal dapat menyebabkan reaksi sensitifitas pada kulit orang-orang tertentu. Maka dari itu, antibiotik oral disimpan untuk kasus dimana pasien sensitif terhadap antibiotik topikal, lesi lebih luas atau dengan penyakit penyerta yang berat. Penggunaan desinfektan topikal tidak direkomendasikan dalam pengobatan impetigo.

1. Terapi non Medika mentosa/perawatan tanpa obat


  • Dapat dilakukan kompres dengan menggunakan larutan Sodium kloride 0,9%.
  • Menghilangkan krusta dengan cara mandikan anak selama 20-30 menit, disertai mengelupaskan krusta dengan handuk basah
  • Jika krusta banyak, dilepas dengan mencuci dengan H2O2 dalam air, lalu diberi salep antibiotik
  • Mencegah anak untuk menggaruk daerah lecet. Dapat dengan menutup daerah yang lecet dengan perban tahan air (kasa) dan memotong kuku anak.
  • Lanjutkan pengobatan sampai semua luka lecet sembuh
  • Tindakan yang bisa dilakukan guna pencegahan impetigo diantaranya
A. Cuci tangan segera dengan menggunakan air mengalir bila habis kontak dengan pasien, terutama apabila terkena luka
B.  Mandi teratur dengan sabun dan air ( sabun antiseptik dapat digunakan, namun dapat mengiritasi pada sebagian kulit orang yang sensitif)
C. Higiene yang baik, mencakup cuci tangan teratur, menjaga kuku jari tetap                     pendek dan bersi
D. Jangan menggunakan pakaian yang sama dengan penderita.
E. Jauhkan diri dari orang dengan impetigo.
F. Orang yang kontak dengan orang yang terkena impetigo segera mencuci                      tangan dengan sabun dan air yang mengalir
G. Cuci pakaian, handuk, dan sprei dari anak dengan impetigo terpisah dari yang lainnya. Cuci dengan air panas dan keringkan di bawah sinar matahari atau pengering yang panas. Mainan yang dipakai dapat dicuci dengan desinfektans
H. Gunakan sarung tangan saat mengoleskan antibiotik topikal di tempat yang              terinfeksi dan cuci tangan setelah itu.
I. Pada orang yang terinfeksi agar lukanya diperban dengan perban yang steril (kasa)
J . Penderita sebaiknya tinggal di dalam rumah/ruangan untuk beberapa hari untuk menghindari masuknya bakteri ke dalam luka.

2. Terapi medikamentosa

Pengobatan yang diberikan pada impetigo krustosa terdiri dari pengobatan topikal dan pengobatan secara sistemik

TERAPI LOKAL
Obat-obat topikal ini mempunyai potensi yang lebih rendah dibandingkan dengan antibiotik sistemik atau obat oral, tapi obat topikal ini hanya digunakan pada kasus dengan lesi yang kecil atau tidak terlalu banyak jumlahnya.

READ MORE - Selengkapnya

Penyakit Kulit Impetigo Krustosa

Impetigo merupakan infeksi kulit yang umum dijumpai pada anak. Penyebab yang utama untuk penyakit ini adalah Staphylococcus Aureus atau Streptococcus ataupun paduan dari keduanya. Ada dua tipe impetigo, yaitu impetigo bullosa dan impetigo non-bullosa. Impetigo non-bullosa disebut juga impetigo krustosa atau impetigo kontagiosa.

Insiden impetigo ini terjadi hampir di seluruh dunia dan pada umumnya menyebar melalui kontak langsung. Paling sering menyerang anak-anak usia 2-5 tahun, namun tidak menutup kemungkinan untuk semua umur dimana frekuensi laki-laki dan wanita sama. Sebuah penelitian di Inggris menyebutkan bahwa insiden tahunan dari impetigo adalah 2.8 % terjadi pada anak-anak usia di bawah 4 tahun dan 1.6 persen pada anak-anak usia 5 sampai 15 tahun. Impetigo nonbullous atau impetigo krustosa meliputi kira kira 70 persen dari semua kasus impetigo.
Organisme penyebab dari impetigo krustosa adalah Streptococcus beta hemolyticus grup A (Group A betahemolytic streptococci (GABHS) yang juga diketahui dengan nama Streptococcus pyogenes).
Pada impetigo krustosa, diketahui adanya keterlibatan sistem imun terhadap perlawanan terhadap infeksi berbeda halnya dengan infeksi pada impetigo bulosa dimana gejala klinis yang muncul adalah karena toksin yang dihasilkan oleh bakteri penyebab.
Penyakit ini biasanya ditandai dengan lesi awal berbentuk makula eritem yang berubah dengan cepat menjadi vesikel berisi cairan bening atau pustul yang cepat memecah, bila mengering akan mengeras membentuk krusta yang melekat di kulit dengan warna menyerupai kuning madu. Biasanay gatal dan jika krusta diangkat diangkat maka tampak erosi dibawahnya.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesa dan gambaran klinis dari lesi. Kultur dilakukan bila terdapat kegagalan pengobatan dengan terapi standar, biopsy jarang dilakukan. Biasanya diagnose dari impetigo dapat dilakukan tanpa adanya tes laboratorium. Namun demikian, apabila diagnosis tersebut masih dipertanyakan, tes mikrobiologi pasti akan sangat menolong.

• Laboratorium rutin
Pada pemeriksaan darah rutin, lekositosis ringan hanya ditemukan pada 50% kasus pasien dengan impetigo. Pemeriksaan urinalisis perlu dilakukan untuk mengetahui apakah telah terjadi glomerulonefritis akut pasca streptococcus (GNAPS), yang ditandai dengan hematuria dan proteinuria.
• Pemeriksaan imunologis
Pada impetigo yang disebabkan oleh streptococcus dapat ditemukan peningkatan kadar anti deoksiribonuklease (anti DNAse) B antibody.
• Pemeriksaan mikrobiologis
Eksudat yang diambil di bagian bawah krusta dan cairan yang berasal dari bulla dapat dikultur dan dilakukan tes sensititas. Hasil kultur bisa memperlihatkan S. pyogenes, S. aureus atau keduanya. Tes sensitivitas antibiotic dilakukan untuk mengisolasi metisilin resisten S. aureus (MRSA) serta membantu dalam pemberian antibiotik yang sesuai. Pewarnaan gram pada eksudat memberikan hasil gram positif.
Diagnosis banding dari jenis impetigo ini adalah :
• Dermatitis atopi
Lesi gatal yang bersifat kronik dan berulang, kering; pada orang dewasa dapat ditemukan likenifikasi pada daerah fleksor ekstremitas. Sedangkan pada anak sering berlokasi pada daerah wajah dan ekstremitas ekstensor.
• Dermatofitosis
Lesi kemerahan dan bersisik dengan bagian tepi yang aktif agak meninggi; dapat berbentuk vesikel, terutama berlokasi di kaki.
• Ektima
Lesi berkrusta yang menutupi ulkus, jarang berupa erosi; lesi menetap berminggu-minggu dan dapat sembuh dengan meyisakan jaringan perut jika infeksi meluas hingga ke dermis.
• Skabies
Lesi terdiri dari terowongan dan vesikel yang kecil; gatal pada daerah lesi saat malam hari merupakan gejala yang khas.
• Varisela
Vesikel berdinding tipis, ukuran kecil, pada daerah dasar yang eritem yang awalnya berlokasi di badan dan menyebar ke wajah dan ekstremitas; vesikel pecah dan membentuk krusta; lesi dengan tingkatan berbeda dapat muncul pada saat yang sama.
Penatalaksanaan impetigo terdiri atas penatalaksanaan umum yaitu
1. Memperbaiki higien dengan membiasakan membersihkan tubuh dengan sabun, memotong kuku dan senantiasa mengganti pakaian, 2. Perawatan luka
3. Tidak saling tukar menukar dalam menggunakan peralatan pribadi (handuk, pakaian, dan alat cukur) dan penatalaksanaan khusus berupa pemberian antibiotik topikal maupun sistemik.
Secara umum prognosis dari penyakit ini adalah baik jika dilakukan pengobatan yang teratur, meskipun dapat pula komplikasi sistemik seperti glomerulonefritis dan lain-lain. Lesi mengalami perbaikan setelah 7-10 hari pengobatan.

Laporan Kasus
Seorang laki-laki bangsa Indonesia, suku Jawa, umur 5 tahun, datang ke Instalasi Rawat Jalan RSUP. H. Adam Malik Medan pada tanggal 7 juni 2011 dengan keluhan adanya koreng-koreng dan lecet disertai rasa gatal pada daerah ketiak kiri, lengan kiri atas bagian dalam, dan sebagian dada kiri sejak 1 minggu yang lalu. 6 hari yang lalu sebelum datang ke rumah sakit, pasien mengeluh adanya gelembung kecil berisi cairan di daerah ketiaknya. 1 hari kemudian (5 hari sebelum datang ke rumah sakit), pasien mengatakan gelembung kecil berisi cairan sudah pecah dan tampak menjadi koreng-koreng yang gatal, tetapi tidak terlalu mengganggu. Pasien tidak tahu kapan gelembung kecil tersebut pecah. Oleh ayahnya, koreng tersebut diberi minyak kelapa, tetapi tidak membaik, malahan menjadi semakin banyak. Karena hal tersebut, ibu pasien memutuskan untuk membawa pasien berobat ke RSUP. H. Adam Malik.
Pada pemeriksaan fisik didapati keadaan umum tampak baik, kesadaran compos mentis, tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi pernafasan, dan suhu tubuh dalam batas normal. Gizi baik, konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, tidak terdapat hepatosplenomegali dan pembesaran kelenjar getah bening.
Pada pemeriksaan status dermatologis, didapati krusta dan erosi di regio aksilaris sinistra dan regio brachii posterior sinistra. Pada regio deltopectoral sinistra dan dextra didapati adanya vesikel (Gambar 1)

Pasien kemudian didiagnosa banding dengan impetigo krustosa, ektima dan skabies.
Pasien selanjutnya diberikan terapi asam fusidat 2 % selama 7 hari sebagai antibitik topikal dan interhistin sirup 3 x 150 mg untuk mengurangi rasa gatal yang dialami.
Prognosis pada pasien ini adalah quo ad vitam dubia ad bonam, quo ad functionam dubia ad bonam, quo ad sanactionam dubia ad bonam.

Diskusi
Impetigo merupakan pioderma superfisialis yang terbatas pada epidermis. Impetigo terbagi atas 2 bentuk yaitu impetigo krustosa dan impetigo bulosa. Impetigo krustosa merupakan bentuk pioderma yang paling sederhana, menyerang epidermis dengan gambaran yang dominan ialah krusta. Organisme penyebab dari penyakit ini adalah Staphylococcus aureus dan Streptococcus beta hemolyticus. Tanda khas dari impetigo krustosa ini adalah lesi awal yang berbentuk macula eritem pada wajah, telinga maupun tangan yang berubah dengan cepat menjadi vesikel berisi cairan bening atau pustule yang cepat memecah dan membentuk krusta berwarna kuning madu dan umumnya terjadi pada anak-anak. Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan gambaran klini dari lesi. Penatalaksanaan dapat dilakukan dengan melakukan perawatan diri, pengobatan sistemik dan topikal.1,2,3,4,5

Pengenalan klinis dari impetigo krustosa tidaklah sulit karena biasanya memberikan gambaran yang khas dan umumnya terjadi pada anak. Pemeriksaan penunjang tidak perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosa, akan tetapi dapat dilakukan pada pasien yang tidak respon setelah mendapat pengobatan, sehingga dapat dilakukan kultur dan tes sensitivitas. Pada pasien ini kami menjumpai adanya vesikel di daerah dada kiri dan kanan, pada daerah aksila juga dijumpai adanya krusta-krusta tebal yang berwarna agak kecoklatan serta erosi. Warna krusta pada pasien ini agak kecoklatan kemungkinan akibat pemberian minyak kelapa. Tempat predileksi dari impetigo umumnya dijumpai pada daeah mulut dan sekitar lubang hidung, akan tetapi pada pasien ini kita dapati daerah yang terkena terutama adalah daerah aksila. Berdasarkan beberapa literatur disebutkan bawha tempat predileksi dari impetigo krustosa adalah di daerah sekitar mulut dan lubang hidung, tetapi tidak menutup kemungkinan dijumpai ditempat lain, karena pada dasarnya penyakit ini bisa ditularkan ke seluruh daerah tubuh yang sering mengalami trauma sehingga fungsi perlindungan kulit terganggu.

Diagnosa ektima pada pasien ini disingkirkan karena pada ektima, krustanya menutupi ulkus dan biasanya dijumpai di tungkai bawah, sedangkan pada pasien ini tidak dijumpai adanya ulkus. Diagnosa scabies disingkirkan karena pada skabies biasanya lesinya berupa burrow, papul, vesikel, pustul, krusta, ataupun urtika. Biasanya lesinya tidak khas, selain itu lesinya gatal, terutama pada malam hari, sewaktu berkeringat ataupun pada udara panas. Pada anamnesa juga dijumpai adanya riwayat tinggal di asrama, atau tinggal di tempat yang padat dengan hygiene buruk dan sering memakai peralatan sehari-hari secara bersama-sama (seperti handuk, pakaian, tempat tidur, dan lainnya).

Pengobatan utama pada impetigo krustosa adalah pemberian antibiotik topikal. Pemberian antibiotik sistemik umumnya tidak dianjurkan kecuali lesi sangat luas. Dari beberapa literatur dikatakan antibiotik topikal yang paling baik diberikan pada impetigo krustosa adalah mupirocin 2% dan asam fusidat 2% selama tiga sampai lima hari. Pemberian basitrasin dan neomisin kurang efektif pada impetigo krustosa. Antibiotik sistemik yang dapat diberikan adalah amoksisilin/clavulanate (augmentin) 3 x 250-500 mg sehari selama 10 hari.




















































Daftar Pustaka


1. Mostwaledi M H. 2011. Impetigo in Children: A Clinical Guide and Treatment Options. S Afr Fam Pract. Volume 53(1): 44-46
2. Cole C, Gazewood J. 2007. Diagnosis and Treatment of Impetigo. American Family Physician. Volume 75(6): 859-864
3. Sladden M J, Johnston G A. 2004. Clinical Riview: Common Skin Infections in Children. BMJ. Volume 329: 95-99
4. Schellack N. 2011. Skin Rashes in Children. S Afr Pharm J. Volume 78(1): 13-22
5. Stulberg D L, Penrod M A, Blatny R A. 2002. Common Bacterial Skin Infections. American Family Physician. Volume 66(1): 119-124
6. Kocinaj A, Kocinaj D, Berisha M. 2009. Skin Diseases Among Preschool Children. J Bacteriol Res. Volume 1(2): 25-29
READ MORE - Selengkapnya

KHASIAT DAUN SENDOK UNTUK OBAT ALTERNATIF

KHASIAT DAUN SENDOK UNTUK OBAT ALTERNATIF

Daun sendok (Plantago Mayor L) adalah termasuk jenis tumbuhan dari keluarga Planfaginaccae dan merupakan gulma diperkebunan teh ataupun keret, biasanya tumbuh dengan liar dihutan, ladang, halaman rumah yang agak lembab. Tanaman daun sendok ini menurut sumber berasal dari dataran Asia dan Eropa dan dapat ditemukan didataran rendah sampai ketinggian 3.300 m dari permukaan laut.

Daun sendok merupakan tanaman herbal yang tersebar luas diseluruh dunia, dan terkenal sebagai tanaman obat dan khasiatnya sudah terkenal sejak zaman dahulu dan tak tanggung-tanggung daun sendok adalah termasuk salah satu dari 9 tumbuhan obat yang dianggap sakral di Anglo Saxon.

Tumbuhan daun sendok memiliki daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun dalam roset akar, memiliki daun bundar telur sampai lanset melebar, bagian tepi daun rata dan bergerigi kasar tidak teratur, permukaan daun licin dan sedikit berbulu dan warnanya hijau.

Khasiat daun sendok dibidak kesehatan bukan hanya bagian daunnya saja melainkan biji, akar dan herbanya dapat kita manfaatkan untuk kesehatan, ini tentu berasalah karena kandungan gizi dan zat kimia yang terdapat didalam daun sendok sangat banyak sekali.

Berikut ini adalah beberapa khasiat daun sendok untuk kesehatan dan cara mengolahnya menjadi obat tradisional, yaitu :

  • Mimisan-Ambil daun sendok segar 15 gram, cuci sampai bersih lalu dipipis, seduh dengan secangkir air panas, setelah dingin peras saring ambil airnya. minum airnya sekaligus
  • Kencing berdarah-Ambil daun sendok segar secukupnya, cuci sampai bersih kemudian tumbuk sampai lumat. Kemudian peras saring ambil airnya sampai terkumpul satu gelas. Minum sekaligus air perasan tersebut sekaligus sebelum makan.
  • Disentri basiler dan diare-Ambil daun sendok 30 gram cuci sampai bersih, kemudian rebus dengan dua gelas air sampai mendidih dan airnya berkurang menjadi satu gelas. Biarkan sampai dingin, setelah dingin saring ambil airnya, minum airnya sehari dua kali masing masing sekali minum ½ gelas.
  • Batuk sesak dan batuk berdarah-Siapkan herbal daun sendok 60 gram, cuci sampai bersih. Tambahkan air bersih sampai terendam dan 30 gram gula batu. Rebus sampai mendidih selama kurang lebih 15 menit. Minum selagi hangat.

Demikianlah pembahasan khasiat daun sirih kali ini tentang beberapa khasiat daun sendok untuk kesehatan, semoga pembahasan kali ini bermanfaat dan menambah pengetahuan kita akan tanaman yang bermanfaat untuk obat tradisional, selamat mencoba dan semoga sakit yang sedang anda derita akan cepat sembuh.

READ MORE - Selengkapnya

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails