Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya

RAMUAN TRADISIONAL OBAT SAKIT JANTUNG


Jantung adalah organ tubuh yang paling vital. Jantung sama dengan nyawa seseorang. Maka jangan anggap sepele bila anda menderita penyakit jantung. Tapi anda tidak perlu merasa terlalu panik. Berikut ini ramuan yang dapat anda buat untuk mengobati penyakit jantung.

Bahan utama

  • Ambilah 3 lembar daun sirih yang bertemu ruasnya (dalam bahasa jawa barat disebut: Temu Rose).
  • 3 bungkul sedang bawang merah.
  • 4 buah biji kemukus.
  • 1 sendok kecil jintan putih.

Caranya:

Daun sirih, bawang merah dan kemukus dicuci bersih. Sedang jintan putih tidak perlu dicuci. Tumbuklah keempat bahan itu sampai halus. Lalu bubuhi dengan air 4 sendok makan. Setelah disaring maka minumlah air ramun tadi dua kali dalam sehari, pagi dan sore. Insya Allah penyakit jantung anda sembuh seperti sedia kala. Lakukn hal ini berulang-ulang.
READ MORE - Selengkapnya

TIPS AGAR BAYI LAHAP MAKAN

Di usia 6 bulan, si kecil mulai mendapatkan makanan pendamping ASI pertamanya. Tapi prosesnya belum tentu mudah, apalagi membuatnya lahap makan. Perlu usaha ekstra agar makanan yang ada di piring mungilnya bisa habis. Karena itu, perlu cara yang tepat agar dia menikmati acara makannya. 

1. KENALKAN DI USIA TEPAT

Kesulitan makan erat kaitannya dengan adaptasi makan. Nah, keterlambatan memberikan makanan padat bisa menjadi biang keladi. Itulah mengapa, kenalkan makanan tambahan di usia 6 bulan. Sebab, di usia itu indra pengecap bayi sudah bisa distimulasi. Dengan adanya makanan tambahan, si kecil akan mengenal makanan selain ASI. Makanan itu sudah bisa dikenal lidahnya dengan baik. Jika pengenalan makanan padat terlambat, sangat mungkin bayi akan merasa asing dan menolaknya. Ingat, pengalaman adalah proses belajar. Bayi yang dikenalkan makanan padat di usia 6 bulan, hasilnya tentu berbeda jika dia baru dikenalkan di usia 9 bulan.

Selain itu, usia 6 bulan dinilai tepat karena bayi sudah mampu menegakkan punggung. Ia sudah mampu menelan dengan baik dan risiko tersedak bisa diminimalkan. Si kecil juga sudah siap mengunyah dan menelan makanan padat. Selain itu, di usia ini asupan ASI saja tidak cukup. Bayi memerlukan makanan pendamping ASI agar tumbuh kembangnya optimal. Dengan pengenalan seperti itu, bayi menjadi terbiasa dan tidak susah lagi menyantap makanan padat.

2. KENALKAN SECARA BERTAHAP

Berikan makanan secara bertahap, baik dari jumlah maupun frekuensi. Mulailah sedikit demi sedikit, dari satu takar sendok makan, ditingkatkan menjadi dua, hingga akhirnya lima sendok takar. Demikian juga dengan pengenceran buburnya, encerkan secara bertahap. Sedapat mungkin encerkan bubur dengan ASI. Frekuensinya pun setali tiga uang. Mulanya bayi hanya diberi makan satu kali sehari lalu menjadi dua kali, hingga diharapkan di usia 7-8 bulan bisa tiga kali makan. Inilah yang disebut dengan proses belajar makan. Jika proses belajar makan secara bertahap diabaikan, boleh jadi akan membuat bayi mogok makan. Ini karena si kecil tiba-tiba harus berkenalan dengan makanan dalam jumlah banyak dan frekuensi yang kerap. Tapi, dampak ini sangatlah individual, karena ada beberapa bayi yang langsung bisa menerima ma- kanan, meski jumlahnya banyak juga frekuensinya langsung tiga kali. Hanya saja, jumlah bayi dengan tipe ini cukup sedikit.

3. BUATLAH JADWAL MAKAN

Miliki jadwal memberikan makanan padat yang tepat. Keteraturan akan membuat ritme biologis si kecil terpola. Jika bayi dibiasakan makan makanan padat pukul 8 pagi, maka setiap jarum jam menunjukkan angka 8 pas, perut si bayi akan keroncongan meminta makan. Ini berbeda jika bayi tidak memiliki jadwal yang rutin. Jadwalnya sesuka hati, disesuaikan dengan kesempatan yang dimiliki orangtua. Akibatnya, ritme biologis bayi menjadi tidak terpola. Sulit makan pun mendera.

4. ATUR JADWAL MAKANAN SELINGAN DAN ASI

Atur pula waktu memberikan makanan selingan dan ASI. Jangan salahkan bayi tak mau makan karena sebelumnya sudah minum ASI/susu. Pasalnya, ASI/susu memberikan efek kenyang lama, sekitar 3 jam. Jadi, setelah diberi ASI/susu, bayi baru lapar lagi 3 jam kemudian. Kalau mau, dibalik saja, si kecil diberi makan dulu baru susu/ASI kemudian. Hal yang sama berlaku untuk pemberian snack seperti biskuit bayi. Usahakan diberikan tidak berdekatan dengan pemberian makanan padat.

5. VARIASIKAN MAKANANNYA

Seperti halnya orang dewasa, bayi juga memiliki selera, lo. Si kecil sudah pandai pilih-pilih makanan. Dia bosan jika diberikan makanan yang sama setiap harinya. Siapa sih yang enggak bosan jika makanan yang disantap daging ayam dan nasi melulu? Itulah mengapa, variasikan menu makanan bayi. Khususnya untuk bayi usia 7 bulan ke atas, saat dia diberikan tim saring. Variasi meliputi lauk pauk. Jika hari ini daging ayam, maka esoknya bisa diberikan daging sapi. Begitu pun sayur mayurnya. Bayam bisa divariasikan dengan wortel, dan lain-lain. Intinya, orangtua mesti pandai meracik menu agar bisa membuat selera makan si kecil meninggi. Si kecil pun tidak sulit makan lagi.

6. HINDARI MAKANAN PENUH BUMBU

Secara alami, bayi tidak menyukai rasa yang terlalu tajam. Itulah mengapa, jangan terlalu banyak memberikan bumbu pada makanan bayi. Pemberian garam, pemanis, penyedap, bahkan pedas sebaiknya dihindari. Mungkin saja bayi tidak menolaknya, namun akan menimbulkan permasalahan lain. Bayi terbiasa mengonsumsi makanan berasa tajam. Akibatnya, dia justru menolak makanan tanpa banyak penyedap atau garam. Bisa dibayangkan juga reaksinya saat ditawari sayur-sayuran.

7. BUAT SITUASI MENYENANGKAN

Situasi sangat berpengaruh kepada mood makan. Jadi, buatlah situasi menyenangkan. Suasana rumah tenang, bayi tidak diburu-buru untuk menghabiskan makanan. Pun menyempatkan bermain saat bayi mengunyah makanan. Selain itu, jangan sepelekan mood si pemberi makan. Orangtua atau pengasuh yang stres turut mengganggu mood bayi. Akibatnya, bayi ikut-ikutan cemas dan tak mau makan.

8. MAKAN BERSAMA

Makan bersama umumnya mampu membangkitkan nafsu makan. Selain makan bersama ayah-ibu dan kakaknya, jika memungkinkan, bayi diberi kesempatan makan bersama teman sebaya. Dengan demikian, dia bisa melihat bagaimana bayi lain menikmati makanannya. Acara makan pun jadi menyenangkan. Jika tidak, makan bersama keluarga lain pun sangat bermanfaat. Apalagi jika saat itu bayi menjadi pusat perhatian. Dia bisa makan lebih lahap lagi. Hal lain yang perlu diperhatikan, temani dan buat interaksi saat makan. Dengan begitu, bayi menganggap acara makan merupakan aktivitas menyenangkan.

9. DISIPLIN

Di negara maju, orangtua sangat disiplin saat memberikan makan kepada bayinya. Si kecil didudukkan di kursi makan untuk kemudian disuapi. Setengah jam kemudian acara makan harus selesai. Mengingat bayi menikmati makan hanya pada setengah jam pertama. Selebihnya, bayi tidak berselera menyantap makanan. Hindari memberi makan kepada bayi selama berjam-jam. Cara pemberian makannya pun jangan sambil jalan-jalan. Itu membuat acara makan jadi merepotkan, karena bayi tak mau makan jika tidak jalan-jalan. Tirulah cara makan bayi di negara maju yang tak memakai jasa babysitter atau si mbak.

10. SEDIAKAN PERLENGKAPAN MAKAN YANG MENARIK

Agar selera makannya bertambah, sediakan perlengkapan makan yang menarik seperti piring, gelas, atau sendok berbentuk/bergambar lucu dengan warna-warna cerah. Bayi yang sudah bisa duduk sendiri dapat memiliki kursi makan khusus. Dia pun akan bersemangat saat acara makan tiba.
Dr. Tinuk Agung Meilany, Sp.A., dari Bagian Nutrisi Anak RSAB Harapan Kita Jakarta
READ MORE - Selengkapnya

AKTIVITAS MENDUKUNG PERKEMBANGAN BAYI


Sebenarnya perkembangan bayi akan sangat dipengaruhi rangsangan atau stimulasi yang kita berikan. Stimulasi itu dapat berupa aktivitas yang dilakukan bersama Anda dan itu dapat berbeda untuk setiap bulannya. Berikut ini aktivitas-aktivitas yang dapat Anda lakukan bersama bayi Anda dalam rangka mendukung perkembangannya. Pada usia 6 bulan anak seharusnya sudah bisa melakukan hal-hal berikut:

1. Berguling.

Gerakan mainan diatas kepala sejajar dengan matanya dan tempatkan diluar jangkauannya. Anak akan mengikuti mainan dan mencoba untuk meraih dan berguling untuk mendapatkannya.

Aktivitas rangsangan yang dapat Anda lakukan bersama bayi.

Baringkan anak terlentang dan pegang mainan di depan wajah anak sehingga dia dapat melihatnya. Letakan mainan tadi disamping di luar jangkauan anak. Rangsanglah anak berguling untuk meraih mainan. Lakukan untuk berguling ke kiri dan ke kanan.

Bila anak mengalami kesulitan . bengkokan satu lutut ke atas depan dada dan perlahan-lahan tarik kaki dan pahanya ke samping sehingga tubuh anak mengikutinya. Lakukan pada sesi yang lain.

2. Menyangga tubuh pada lengan , menjangkau mainan.

Tempatkan mainan di depan anak dalam jangkauannya. Anak akan mengangkat lengannya. Jika tidak, naikkan anak dengan mendukung bahunya sehingga mengistirahatkan lengannya. Anak akan dapat menangkap mainan dan bermain dengan mainannya. Anak sering memasukan mainannya ke mulut, jadi periksalah mainan dari segi keamanan untuk anak seusianya.

Aktivitas rangsangan yang dapat Anda lakukan bersama bayi.

Pada saat anak tengkurap, gerakan sebuah mainan berisik di depannya. Biarkan anak menyentuh mainan tersebut. Kemudian gerakan mainan menjauh, mintalah anak untuk datang dan mengambil mainan itu.

3. Bermain pada posisi duduk dengan bantuan.

Bantulah anak ke pangkuan. Pegang mainan atau giring-giring dimana anak dapat menjangkaunya, anak akan menjangkaunya dan bermain dengan mainan tersebut.

Aktivitas rangsangan yang dapat Anda lakukan bersama bayi.

Duduklah dengan kaki selonjor, tempatkan anak pada posisi duduk, diantara kaki Anda. Topanglah anak di depan/bersandar pada tubuh Anda. Tempatkan mainan langsung di depan anak. Buatlah agar anak bermain, pada akhirnya kurangi bantuan Anda sehingga dia dapat duduk tanpa bantuan antara kaki Anda lalu bermain tanpa bantuan dan sandaran.

Cara lain untuk membantu anak duduk. Anda dapat menggunakan bantal atau sebuah kotak untuk menopang anak.

4. Senang diayun-ayunkan ke atas.

Pegang anak di bawah lengan dan mengayunkan keatas da kebawah perlahan-lahan. Anak akan senang dan tersenyum-tertawa.

Aktivitas rangsangan yang dapat Anda lakukan bersama bayi.

Tataplah mata anak atau angkat anak di depan Anda, atau menggerakan lengannya ke muka Anda. Bawalah tangan anak dan sentuhlah ke muka dan mulut Anda supaya anak bisa melakukannya.
READ MORE - Selengkapnya

KANDUNGAN GIZI PADA IKAN YANG BAIK UNTUK KESEHATAN

KANDUNGAN GIZI PADA IKAN
YANG BAIK UNTUK KESEHATAN
Menjaga kesehatan dimulai dengan perilaku hidup sehat seperti mengatur pola makan sehat, yaitu dengan makanan yang sehat dan bergizi. Salah satunya ikan, ikan merupakan salah satu makanan yang memiliki banyak kandungan gizi yang sangat baik untuk kesehatan.

  • Ikan merupakan mahluk air yang berdarah dingin dan bernapas dengan insang, harus diketahui ikan memiliki kandungan gizi yang kaya dan bermanfaat bagi kesehatan. Menurut beberapa sumber ada beberapa kandungan gizi yang dimiliki ikan, diantaranya:
  • Memiliki kandungan omega 3, omega 3 berfungsi sangat baik dalam proses perkembangan otak, fungsi syaraf dan penglihatan.
  • Mengandung serat protein
  • Vitamin A dalam minyak hati ikan, vitamin ini membantu mencegah kebutaan
  • Vitamin D pada daging ikan dan miyak hati ikan untuk membantu pertumbuhan tulang
  • Vitamin B6 untuk membantu metabolisme asam amino dan mencegah anemia dan kerusakan syaraf.
  • Vitamin B12 untuk membantu pembentukan sel darah merah, membantu metabolisme lemak, dan melindungi jantung juga kerusakan syaraf
  • Zat Besi
  • Yodium untuk mencegah penyakit gondok dan hambatan pertumbuhan anak
  • Selenium membantu tubuh untuk melindungi dari radikal bebas
  • Seng membantu kerja enzim dan hormon
  • Fluor sangat baik untuk menguatkan gigi

Setelah mengetahui kandungan gizi pada ikan, dibawah ini ada beberapa manfaat mengonsumsi ikan lainnya, diantaranya:
  • Menyuburkan ASI
    • Ikan memiliki kandungan vitamin B yang dikenal dengan nama riboflavin, B12, B1, B6 dan D. Vitamin tersebut sangat baik untuk ibu menyusui.
  • Mengurangi Risiko Kebutaan
    • Ikan mengandung omega 3, omega 3 berfungsi untuk menekan risiko seseorang yang mengalami gangguan penglihatan. Terutama bagi lansia, sangat baik sekali mengonsumsi ikan
  • Mengurangi Risiko Kanker payudara
    • Ikan mengandung asam lemak omega 3 tinggi yang dipercaya meningkatkan prognosis kanker payudara. Saya tekankan konsumsilah ikan salmon, cod, dan sarden.
  • Meningkatkan Daya Ingat
    • Ikan mengandung asam lemak omega 3 yang didalamnya memiliki kandungan DHA, yang dipercaya berperan dalam pembentukan neuron baru di otak. Asam lemak omega 3 juga menurunkan produksi zat penghambat daya ingat didalam otak.
  • Solusi Sehat Untuk Diet
    • Bagi temen-temen yang lagi melakukan diet, cobalah mengonsumsi ikan karena menurut penelitian yang dilakukan di University of Georgia, ikan yang memiliki kandungan DHA dapat mengurangi penumpukan lemak didalam tubuh. Saya sarankan ikan yang dikonsumsi bukan ikan goreng.
READ MORE - Selengkapnya

Arsip

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails