Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

GEJALA DAN PENYEBAB PENYAKIT VASKULITIS

http://mypotik.blogspot.com/2017/07/gejala-dan-penyebab-penyakit-vaskulitis.html


Pengertian Vaskulitis

Vaskulitis adalah suatu kondisi dimana terjadi perubahan pada dinding pembuluh darah seperti penebalan, pelemahan, penyempitan, dan munculnya bekas luka yang diakibatkan karena adanya peradangan pada pembuluh darah.

Vaskulitis terjadi karena sistem kekebalan tubuh melakukan kesalahan dan menyerang pembuluh darah. Sel yang rusak akan menghasilkan zat kimia yang menyebabkan pembuluh darah membocorkan cairan ke jaringan dan serta menimbulkan pembengkakan.

Vaskulitis memiliki gejala yang cukup beragam dan biasanya dihubungkan dengan berkurangnya aliran darah ke tubuh. Beberapa gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita vaskulitis diantaranya yaitu, Berkeringat dimalam hari, Pegal-Pegal, Kelelahan, Demam, Munculnya ruam, Mengalami gangguan saraf seperti lemas atau kebas, Denyut nadi pada tungkai tubuh menghilang, Sakit kepala, serta Mengalami penurunanan berat badan.

Belum dapat diketahui secara pasti apa hal mendasar yang menjadi penyebab penyakit ini. Akan tetapi terdapat beberapa tipe vaskulitis yang berhubungan dengan faktor keturunan. Sedangkan vaskulitis jenis lain merupakan akibat kesalahan sistem kekebalan tubuh sehingga menyerang sel pembuluh darah.

Baca juga artikel lain tentang kesehatan PENYAKIT ALERGI KULIT TAK KUNJUNG SEMBUH

Beberapa faktor yang dapat memicu reaksi salah dari sistem kekebalan tubuh adalah 

* Reaksi tubuh terhadap obat-obatan tertentu.
* Infeksi, seperti hepatitis B dan hipatitis C.
* Penyakit autoimun.
* Kanker darah.

Pembuluh darah yang terkena vaskulitis akan melemah sehingga mudah berdarah atau meradang yang mana akan menyebabkan dindingnya dapat menebal sehingga rongga pembuluh darah akan menyempit. Akhirnya, kondisi ini akan mengurangi jumlah darah yang mencapai jaringan serta organ tubuh.
READ MORE - Selengkapnya

KONDISI SARCOPENIA PADA USIA TUA



Seiring dengan pertambahan usia, banyak terjadi perubahan pada tubuh Anda. Hal ini terjadi karena faktor penuaan. Menjadi tua membuat bagian-bagian di tubuh Anda mengalami penurunan fungsi, termasuk otot. Itu mengapa para lansia kehilangan massa ototnya dan membuat dirinya tidak sekuat dulu. Kehilangan massa otot ini disebut dengan sarcopenia. Apakah ada cara untuk mencegah sarcopenia?

Apa itu sarcopenia?

Kehilangan massa otot dan kekuatan otot terkait dengan penuaan disebut dengan sarcopenia. Penurunan massa otot terutama terjadi pada orang yang tidak aktif secara fisik. Orang yang tidak aktif bergerak dapat kehilangan massa otot sebanyak 3-5% setiap 10 tahun setelah usia di atas 30 tahun. Karena disebabkan oleh faktor penuaan, maka umumnya yang menderita sarcopenia adalah usia lanjut.

Setiap kehilangan massa otot, artinya kekuatan otot dan kemampuan bergerak Anda menjadi menurun. Sehingga, sarcopenia kemudian dapat membatasi aktivitas Anda sehari-hari dan membuat kualitas hidup Anda menurun. Sarcopenia bisa terjadi pada berbagai usia. sekitar 13-24% terjadi pada usia 65-70 tahun dan lebih dari 50% terjadi di usia 80 tahun ke atas

Baca juga artikel lain tentang kesehatan KONDISI SARCOPENIA PADA USIA TUA

Orang yang mempunyai otot besar mungkin dipandang “keren” oleh banyak orang sehingga tak heran jika banyak orang berlomba-lomba untuk membesarkan ototnya terutama kaum pria. Namun, perlu Anda ketahui bahwa sampai Anda berusia sekitar 30 tahun otot di tubuh bisa bertambah besar dan lebih kuat. Tetapi, setelah usia 30 tahun, massa otot dan kekuatan otot bisa mulai menurun. Jadi jika Anda ingin membesarkan otot, lakukanlah latihan sebelum usia Anda menginjak usia 30 tahun.

Bagaimana cara mencegah sarcopenia?

Tentunya Anda tidak ingin mengalami sarcopenia atau kehilangan massa otot di usia yang lebih awal, bukan? Tenang, beberapa cara bisa Anda lakukan untuk mencegah sarcopenia. 

Berikut ini caranya.

1. Olahraga ketahanan otot

Semakin sering otot digunakan, semakin bertambah juga massa dan kekuatan otot. Pada saat otot digunakan, otot akan meningkatkan sintesis protein dan menurunkan pemecahan protein. Dengan begitu, massa otot ikut meningkat. Jadi, orang yang jarang berolahraga akan lebih berisiko kehilangan massa ototnya di usia yang lebih awal, karena ia jarang melatih kekuatan ototnya.

Olahraga, terutama latihan ketahanan yang bertujuan untuk menguatkan otot sangat efektif untuk mencegah sarcopenia. Hal ini karena latihan ketahanan dapat memengaruhi sistem neuromuskular, sintesis protein, dan hormon, yang ketiganya memengaruhi massa dan kekuatan otot.

Latihan aerobik tampaknya juga dapat membantu mencegah sarkopenia. Hal ini karena latihan aerobik dapat meningkatkan sintesis protein, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menurunkan stres oksidatif, yang juga berpengaruh pada massa dan kekuatan otot. Para lansia yang melakukan latihan ketahanan atau aerobik mungkin dapat membangun kembali kekuatan ototnya.
2. Penuhi nutrisi berikut ini

Makanan dan nutrisi memainkan peran penting dalam menjaga massa dan kekuatan otot, terutama protein.

Protein dibutuhkan untuk membangun dan memelihara massa otot. Asam amino yang ada pada protein merupakan senyawa yang dibutuhkan untuk merangsang sintesis protein dalam otot sehingga asupan protein yang cukup sangat dibutuhkan oleh para lansia untuk mempertahankan massa ototnya.

Penelitian pun telah menunjukkan bahwa lansia membutuhkan asupan protein yang lebih banyak dibandingkan orang yang lebih muda. Asupan protein sebesar 1-1,2 gram per kg berat badan per hari merupakan asupan optimal untuk lansia.

Makanan yang mengandung protein berkualitas tinggi sangat berpengaruh pada peningkatan massa otot. Makanan berprotein tinggi, seperti susu dan produk susu, dapat meningkatkan sintesis protein di otot lebih lama. Protein whey dalam susu dapat meningkatkan sintesis protein di otot dengan cepat. Sedangkan, kasein dalam susu dapat mempertahankan peningkatan sintesis protein lebih lama dan mengurangi pemecahan protein otot.

Selain protein, pemenuhan kebutuhan energi serta vitamin dan mineral dari sayuran dan buah-buahan juga penting dilakukan oleh orang dewasa dan lansia untuk mencegah sarcopenia.
READ MORE - Selengkapnya

5 GEJALA DAN TANDA PENYAKIT KANKER



Pengertian Kanker

Kanker merupakan suatu kondisi dimana terjadinya pertumbuhan sel tubuh yang tidak normal. Kanker terbagi menjadi dua kategori. Pertama termasuk ke dalam kelompok tumor ganas, yaitu pertumbuhan sel yang tidak wajar hingga menyebar dan bahkan menyerang ke bagian tubuh lainnya. Yang satu lagi dimasukkan ke dalam kelompok tumor jinak, yaitu sel kanker yang tidak menyerang bagian tubuh lain.


Berikut 5 Gejala Penyakit Kanker :

1. Pendarahan atau pembuangan yang tidak biasa
Setiap pendarahan yang tidak biasa dari lubang pada tubuh mungkin merupakan tanda dan gejala kanker. Darah dalam flegma bisa jadi merupakan tanda kanker paru-paru. Darah dalam tinja (atau tinja berwarna kehitaman atau kecoklatan) bisa jadi merupakan tanda kanker kolorektal. Pendarahan vagina yang tidak normal dapat mengindikasikan kanker rahim, ovarium, atau serviks. Keluarnya darah dari puting mungkin merupakan tanda kanker payudara.

Baca juga artikel lain tentang kesehatan CARA PENGOBATAN KULIT YANG BERNANAH

2. Penurunan berat badan atau demam yang tidak dapat dijelaskan 
Kehilangan berat badan sekitar 5 kg yang tidak dapat dijelaskan dapat menjadi tanda pertama kanker, khususnya kanker pankreas, perut, esofagus. atau paru-paru.Demam umumnya terlihat pada tahap lanjutan dari penyakit. Jika kanker telah menyebar dari titik asalnya ke bagian lain pada tubuh, hampir semua pasien dengan kanker akan mengalami demam pada beberapa tahap, khususnya jika kanker atau pengobatannya memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan mengurangi ketahahan terhadap infeksi.

3. Penebalan benjolan pada payudara atau bagian lain pada tubuh
Banyak kanker yang dapat dirasakan melalui kulit, khususnya pada payudara, testikel, getah bening, dan jaringan lunak pada tubuh. Benjolan atau penebalan dapat menjadi tanda awal atau akhir kanker dan harus dilaporkan ke dokter, terutama jika Anda baru menyadari bahwa benjolan semakin membesar

Anda mungkin merasakan bejolan yang masih pada tahap awal kanker yang dapat disembuhkan. Setiap benjolan atau penebalan pada bagian tubuh harus dilaporkan ke dokter Anda karena bisa saja ini merupakan tanda awal atau akhir kanker.

4. Perubahan pada bintil atau tahi lalat
Setiap perubahan pada warna, bentuk, ukuran, atau hilangnya batas yang jelas pada bintil atau tahi lalat harus segera dilaporkan ke dokter Anda. Ini bisa saja merupakan tanda melanoma yang, jika dapat didiagnosis lebih awal, dapat disembuhkan.

5. Perubahan kebiasaan buang air besar atau fungsi kandung kemih
Konstipasi kronis, diare, atau perubahan ukuran tinja dapat mengindikasikan kanker usus besar. Rasa sakit saat berkemih, darah dalam urin, atau perubahan fungsi kandung kemih (seperti lebih sering atau jarang berkemih) dapat berkaitan dengan kanker kandung kemih atau prostat. Setiap perubahan dalam fungsi kandung kemih atau buang air besar harus dilaporkan ke dokter Anda.
READ MORE - Selengkapnya

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails