Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

KURANGI MAKANAN BERLEMAK

MAKANAN berlemak dapat mengakibatkan perut buncit. Penderita mag dianjurkan tidak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak, apalagi lemak tinggi. Saat penderita mag melakukan ibadah puasa, sebaiknya menghindari makan-makanan berlemak. Jika anjuran itu diabaikan, dipastikan penyakit mag tersebut akan kambuh saat puasa.
Dari sisi medis, kata dr Dadang Makmun SPPD-KGEH, sebenarnya penderita mag tidak sepenuhnya boleh menjalankan ibadah puasa. Namun, lanjutnya, jika penderita tetap memaksa dan bertekat melaksanakan puasa, maka boleh-boleh saja.

“Asalkan, terlebih dahulu berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui seberapa parah mag yang dideritanya,” ungkap Dadang beberapa waktu lalu. Dadang menambahkan, istilah mag sebenarnya adalah istilah umum. Istilah kedokteran untuk mag, menurutnya, adalah dyspeptia. Dijelaskannya, dalam dunia kedokteran ada dua jenis penyakit dyspeptia, yakni dyspeptia jenis organik dan fungsional. Inti dari penyakit itu adanya keluhan, rasa mual di ulu hati, kembung, dan rasa lain yang disebabkan oleh kelainan saluran pencernaan.

“Bila penyakit ini sudah kambuh tentu saja tidak kuat menjalankan ibadah puasa, karena perut rasanya melilit-melilit,” ujar Dadang. Dokter yang mendiagnosis penderita maag, biasanya diperiksa tingkat keseriusan yang ada di peradangan lambung dan usus pasien. Ciri dalam dyspeptia organik adalah terdapat peradangan di sekitar lambung atau lecet-lecet yang disebabkan karena tumor atau penyakit-penyakit lain yang menyebabkan luka.

“Penderita mag jenis inilah yang kami sarankan tidak boleh berpuasa dulu. Bila ingin berpuasa, maka yang diobati dulu adalah lukanya. Sebab setiap kali perutnya akan nyeri karena bertambahnya produksi pada asam lambung,” lanjut dia. Meski begitu, puasa ternyata justru membuat tubuh seseorang bertambah baik. Terutama pada penderita mag jenis dyspeptia fungsional. Biasanya penderita untuk jenis dyspeptia fungsional tidak diketemukan tanda-tanda tertentu di saat lambungnya diteropong.

Penderita seperti itu hanya merasakan perutnya kembung, tanpa ada penyebab yang pasti. “Biasanya, penderita seperti itu lebih karena disebabkan stress, yang seolah-olah perutnya mengalami keluhan tertentu,” tambah Dadang.(net/jpnn)
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails