Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya

Pinggang Lebar Berisiko Pikun

PEREMPUAN yang memiliki tubuh berbentuk apel (menyimpan lemak di area perut) tidak hanya berisiko lebih besar meninggal akibat serangan jantung atau stroke, tetapi juga berisiko lebih besar menderita demensia atau pikun. Kabar kurang menyenangkan bagi perempuan yang membawa lemak di sekitar pinggang ini diungkapkan oleh para peneliti dari Sahlgrenska Academy at Gothenburg University di Swedia.

Studi yang mempelajari kesehatan 1.500 perempuan ini menemukan, mereka dengan ukuran pinggang yang lebih lebar dari pinggul berisiko 2 kali lipat lebih besar mengalami kepikunan saat mereka beranjak tua.

"Setiap orang dengan kelebihan lemak di perut berisiko lebih besar mengalami kematian dini akibat serangan jantung dan stroke," tutur peneliti Deborah Gustafson, seperti dikutip situs dailymail."Akan tetapi, jika mereka tetap hidup hingga usia di atas 70, mereka berisiko besar mengalami kepikunan."

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neurology ini didasarkan pada studi populasi yang dilakukan terhadap perempuan di Gothenburg. Studi ini diawali pada 1960-an dengan melibatkan partisipan berusia antara 38 dan 60. Di awal studi, mereka diminta menjalani pemeriksaan dan menjawab pertanyaan seputar kesehatan dan gaya hidup mereka.

Survei follow-up yang dilakukan sekitar 32 tahun kemudian menemukan, 161perempuan telah mengalami kepikunan, dengan usia rata-rata 75 saat terdiagnosis. Studi juga mengungkap bahwa partisipan dengan ukuran pinggang lebih lebar dibandingkan pinggul saat usia pertengahan berisiko 2 kali lipat lebih besar mengalami demensia saat mereka memasuki usia tua.

Studi sebelumnya juga telah menemukan bahwa kelebihan lemak di area perut meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 70% dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 80%
READ MORE - Selengkapnya

Berbagai Gangguan Tidur dan Cara Mengatasinya

ADA beberapa hal yang mengganggu jalannya aktivitas seseorang. Salah satu di antaranya adalah gangguan tidur. Kurangnya waktu tidur akan mengakibatkan terjadinya rasa mengantuk.

Kantuk yang berlebih dapat menyebabkan tubuh tidak fit dalam menjalankan kegiatan. Ada beberapa hal yang mengganggu ketika hendak atau dalam keadaan tidur. Di antaranya adalah mendengkur.


Ada beberapa penyebab terjadinya dengkuran. Di antaranya, lemahnya otot langit-langit, bentuk anatomi tulang hidung yang bengkok, serta penyumbatan di daerah belakang tenggorokan akibat radang, infeksi, tumor, serta benturan pada daerah seputar hidung dan rahang.

Posisi kepala menengadah saat tidur juga dapat memicu dengkuran, karena rongga pernapasan menyempit.
Untuk mengatasinya, memiringkan tubuh atau menundukkan kepala saat tidur. Jika disebabkan oleh infeksi tentu saja sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar diberi obat antiinfeksi. Olahraga juga perlu dapat membantu meredakan gangguan tidur seperti mendengkur.

Insomnia atau susah tidur kebanyakan disebabkan karena efek psikologis terutama stress. Pada perempuan, konsumsi zat besi kurang dari 1 mg sehari juga dapat menyebabkan susah tidur.

Jadi, sebaiknya hindari faktor yang memicu timbulnya stres. Selain itu, kebiasan merokok juga dapat menyebabkan insomnia karena nikotin merupakan salah satu zat yang dapat menstimulasi otak sehingga susah untuk tidur. Jadi, hindari merokok.

Sementara itu, hipersomnia adalah kebalikan dari insomnia. Hipersomnia adalah rasa mrngantuk yang melebihi batas normal.

PENYAKIT

Penyebabnya adalah gangguan pernapasan saat tidur, selain itu sejumlah ahli juga menyatakan bahwa tidur berlebihan juga dapat mengindikasikan adanya penyakit tertentu seperti diabetes, jantung, dan lainnya.

Mungkin juga akibat konsumsi obat-obatan, karena ada beberapa jenis obat-obatan yang dapat memberikan efek samping berupa rasa mengantuk.

Jadi, hindari mengonsumsi obat-obatan, dan bila perlu lakukanlan pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit yang mungkin diderita.

Selain itu, ada juga yang disebut dengan narcolepsy. Keadaan ini lebih parah dari hipersomnia, dimana penderita amat sulit untuk sadar dan nyaris dalam setiap waktu berada dalam kondisi mengantuk.

Namun, penyebabnya sampai saat ini belum diketahui secara jelas. Untuk itu berkonsultasilah ke dokter.

Somniloqui atau sleep talking (mengigau). Ini adalah mengucapkan kata-kata saat tidur baik dengan jelas maupun sekadar bergumam. Dan mereka yang mengigau biasanya tidak mengingat apa yang telah diucapkan saat tidur ketika telah bangun.

Keadaan ini dapat dipicu akibat keadaan emosional-psikologis, demam atau tidur yang terganggu akibat mimpi buruk.

Untuk itu, hindari masalah psikologis dan lakukan olahraga yang teratur sehingga tidur bisa nyenyak juga orang yang tidur di samping Anda.

Somnabulisme atau sleep walking. Dalam keadaan tidur seseorang biasanya melakukan kegiatan seperti berjalan atau kegiatan lainnya.

Gangguan tidur seperti ini disebabkan oleh stress, kurang tidur, alkohol, dan bahkan sejumlah peneliti juga menyebutkan dapat disebabkan oleh penyimpangan genetik.

Oleh karena itu sebaikanya istirahatlah yang cukup dan menjaga kesehatan. Jika perlu berkonsultasi dengan dokter.
READ MORE - Selengkapnya

Cara Mengoptimalkan Pertumbuhan Otak Pada Anak

Kasih sayang dan stimulasi dini adalah bekal pembentukan otak anak yang cerdas. Lengkapi dengan pola tidur berkualitas sejak bayi supaya otak buah hati Anda tumbuh optimal.

Bayi baru lahir, dengan segala keterbatasannya hanya mampu mengomunikasikan apa yang diinginkan dan rasakan melalui tangisan. Untuk mampu mengerti arti tangisan si kecil, seorang ibu haruslah "dekat" dengan bayinya. Kedekatan ini tak sebatas kontak fisik, tetapi juga kasih sayang sejati yang mengikat ibu-bayi dalam ikatan emosional yang kuat.

"Bayi saya baru berumur lima bulan, sering terbangun dari tidurnya saat tengah malam, lalu menangis keras sekali. Kenapa ya?" keluh Nur, seorang ibu muda yang juga bekerja kantoran.

Menanggapi permasalahan tersebut, dokter spesialis anak dr Soedjatmiko SpA(K) Msi mengungkapkan, kemungkinannya adalah karena sang bayi merasa kangen dengan bundanya yang setiap hari harus meninggalkannya untuk bekerja. "Saat tidur, terutama fase REM (Rapid Eye Movement) atau tidur aktif, terjadi konsolidasi atau pengaturan kembali pengalaman yang didapat si bayi dalam sehari. Begitu pun kesedihan dan kegembiraan yang dirasakan bayi akan tergambar pada fase ini," ujar Soedjatmiko dalam acara "Pampers Sleep Symposium" yang diselenggarakan di Hottel Gran Melia Jakarta, belum lama ini.

Di sisi lain, bayi yang tidurnya gelisah atau sering terbangun pada malam hari juga harus dicek kemungkinan dia terganggu oleh nyamuk, mengompol atau gangguan kulit seperti biang keringat, gatal, dan iritasi akibat baju atau popok yang tidak nyaman. Hal ini penting karena dapat berakibat bayi merasa tidak nyaman, tidak bebas bergerak, siklus tidur terganggu, dan tidak optimal menerima stimulasi yang diberikan. Jika sudah demikian, bayi berisiko terganggu tumbuh-kembangnya.

Perlu diingat bahwasanya perkembangan anak tidak hanya saat dia bergerak, tapi juga saat tidur. Tidur yang berkualitas bagi bayi dan anak adalah momen pertumbuhan otak dan tubuh. Setelah seharian mendapatkan stimulasi bersama ibu dan asupan nutrisi pada malam hari, tubuh bayi mulai mencerna dan berkembang. "Sekitar 175 persen perkembangan otak bayi terjadi pada usia 36 bulan pertama.

Pada saat ini dibutuhkan stimulasi optimal dan nutrisi seimbang," tutur anggota UKK Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu. Ya, tidur berkualitas dan stimulasi. Selain faktor nutrisi, itulah dua faktor penting bagi tumbuh kembang bayi.

Saat tidur, pertumbuhan sel-sel otak berlangsung lebih cepat terutama berpengaruh pada restorasi emosi dan kognitif. Tidur mencakup dua fase, yaitu REM dan Non-REM secara bergantian. Saat REM atau tidur aktif, aliran darah ke otak meningkat dan terjadi autostimulasi fungsi otak sehingga pertumbuhan sel-sel otak lebih cepat. Pada fase ini juga terjadi penataan ulang atau konsolidasi pengalaman yang akan mendukung perkembangan emosi dan kognitif anak. Sedangkan saat non-REM atau tidurtenang, terjadi konservasi energi dan perbaikan sel-sel tubuh, serta pengeluaran hormon yang dibutuhkan untuk pertumbuhan fisik. Semakin tua usia anak, fase tidur tenangnya makin lama. "Selain tidur malam, bayi sampai umur tiga tahun masih memerlukan tidur siang. Mulai umur 3-4 tahun, anak sudah tidak harus tidur siang," paparnya.

Tak sedikit juga orangtua yang kerepotan mengajak buah hatinya untuk cepat terlelap. Jika ini terjadi, orangtua diharapkan mengoreksi diri, apakah ini karena kebiasaan orangtua itu sendiri sehingga anak meniru atau ikut terbiasa? Oleh karena itu, cobalah mendisiplinkan diri dan anak Anda. Contohnya dalam hal persiapan menjelang tidur malam, redupkanlah lampu-lampu di rumah (terutama di kamar) dan matikan televisi atau apa pun yang bising. Selanjutnya, ajak bayi masuk kamar dan baringkan di tempat tidur (bisa sambil dipeluk) agar lekas terlelap.

"Untuk mencegah bayi terbangun tengah malam dan merengek ingin bermain sampai pagi, sebaiknya hindari ada banyak mainan di kamar anak. Cukup sediakan satu mainan saja di kamar, mungkin yang kecil, lunak dan harus dipastikan aman," saran dia.

Presenter Dona Agnesia yang memiliki dua putra, Diego (2 tahun) dan Lionel (6 bulan), menyatakan tidak bermasalah dengan pola tidur dua jagoan kecilnya itu.

"Diego kalaupun terbangun dari tidur, biasanya disebabkan ingin menyusu," tutur Dona yang penasaran manakala anaknya mengigau dalam tidur.

"Mengigau tidak masalah, asalkan jangan sampai anak tidur sambil berjalan (sleepwalker). Untuk menenangkan, orangtua bisa menenangkan dengan menepuk-nepuk lembut pantat bayi untuk menimbulkan rasa aman dan nyaman," papar Soedjatmiko.

Stimulasi Sesuai Usia

Kasih sayang dan stimulasi perlu dilakukan sejak janin berusia enam bulan di dalam kandungan. Saat dalam kandungan, umumnya ibu memberi stimulasi dengan memutarkan musik klasik. Namun, kata Soedjatmiko, jika ibu menyukai musik jenis lain, juga tidak masalah. "Musik jenis apa pun boleh, yang penting si ibu hamil senang," tandasnya.

Setelah bayi lahir, stimulasi tetap harus dilanjutkan. Caranya dengan bermain aktif setiap hari, penuh kasih sayang, dan dilakukan dengan gembira. Selain itu, penanaman stimulasi harus berulang dan bervariasi dengan disertai pemberian contoh. Ingatlah bahwa anak belajar dari mendengar, melihat, lantas meniru dan mencobanya. Jika dia berhasil melakukannya, berilah penghargaan yang dapat memotivasinya lagi.

Bentuk stimulasi bisa berbeda dalam setiap tahapan usia. Pada umur 0-3 bulan, ciptakan rasa nyaman, aman, senang dengan memeluk, mencium, atau mengayunnya. Dengan hati-hati, gulingkan bayi ke kanan-kiri, atau tengkurap-telentang (bila perlu belajarlah gerakan senam bayi). Selain itu, tersenyumlah seraya menatap mata bayi dan mengajaknya bicara. Tirukan ocehan, mimik bayi, atau berbagai bunyi, suara, dan musik. Rangsanglah otaknya dengan menggantung mainan berwarna dan berbunyi yang memancing si bayi untuk mengangkat kepala, atau meraih, meraba, dan memegang mainan tersebut.

Beranjak usia 3-6 bulan, stimulasi berlanjut dengan memancing anak mencari sumber suara, bermain "cilukba" dan melihat wajah di cermin. Melihat, meraih, dan menendang mainan juga bagus untuk melatih motoriknya. Ajak juga anak mengamati benda kecil atau benda bergerak. Latih ia mengambil benda kecil dan memegang dengan dua tangan. Pada usia ini, bayi juga biasanya mulai belajar duduk dan makan sendiri.
[okezone]
READ MORE - Selengkapnya

Telinga Berdenging Mungkin Anda Menderita Otitis

Radang telinga dapat disebabkan oleh bakteri dan virus yang mengendap pada rongga telinga bagian luar, tengah, dan dalam. Bisa juga karena Infeksi Saluran Pernafasan Bagian Atas (ISPA). Kalau tiba-tiba telinga Anda berdenging, bisa jadi Anda menderita radang telinga.

Menurut Dr Agus Subagio SpTHT, dari RS. Puri Indah, Jakarta Barat, radang telinga adalah peradangan yang terjadi pada bagian telinga luar (otitis external), telinga bagian tengah (otitis media), dan telinga bagian dalam. "Nyeri, rasa penuh di telinga, berdenging atau kehilangan pendengaran, hati-hati, bisa jadi Anda mengalami otitis (radang telinga). Jenis radang telinga yang umum adalah otitis media, yaitu infeksi pada telinga tengah serta otitis eksterna atau radang telinga luar," terangnya.

Otitis media adalah peradangan dari telinga tengah. Peradangan ini sering kali dimulai dengan infeksi-infeksi yang menyebabkan sakit tenggorokan dan selesma-selesma atau persoalan-persoalan pernapasan lainnya yang menyebar ke telinga tengah. Ini dapat disebabkan oleh virus-virus atau bakteri-bakteri yang menjadi akut atau kronis. Otitis Media akut biasanya timbul dengan cepat dan berdurasi pendek. "Otitis media akut biasanya berhubungan dengan akumulasi cairan di telinga tengah," imbuhnya.

Otitis Media Kronik (OMK) yaitu peradangan telinga tengah yang gigih, secara khas bisa diderita selama sebulan. Ini berbeda dengan infeksi telinga akut (otitis media akut) yang biasanya berlangsung beberapa minggu. "Setelah infeksi akut, cairan mungkin tertinggal di belakang gendang telinga (tympanic membrane) yang mengendap sampai tiga bulan sebelum menghilang," jelasnya.

Otitis media kronis mungkin berkembang setelah periode waktu yang berkepanjangan dengan cairan atau tekanan negatif di belakang gendang telinga. Otitis media kronis dapat menyebabkan kerusakan yang terus menerus pada telinga tengah dan gendang telinga. Dan mungkin ada aliran yang terus menerus melalui lubang pada gendang telinga. Otitis media kronis seringkali dimulai tanpa nyeri dan demam. Tekanan telinga atau telinga yang meletus dapat menjadi gigih untuk berbulan-bulan. "Adakalanya kehilangan pendengaran yang tidak kentara disebabkan oleh otitis media kronik," katanya.

Gejala dan Penyebab

Radang telinga tengah atau Otitis Media Akut (OMA) biasanya disertai demam dan telinga terasa penuh. Jika berlangsung dalam waktu yang lama, hingga menahun, akan berubah menjadi Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK), yaitu radang kronis telinga tengah dengan adanya lubang (perforasi) pada gendang telilnga (membran timpani). "Dan riwayat keluarnya cairan (sekret) dari telinga (otorea) lebih dari dua bulan, baik terus-menerus atau hilang-timbul," jelasnya.

Adanya tekanan dari cairan yang terkumpul di dalam telinga tengah, tepatnya pada gendang telinga, akan menimbulkan demam tinggi, mual-mual, muntah, sakit kepala dan selera makan menurun atau hilang. Keluarnya cairan kental dari lubang telinga menandai robeknya gendang telinga akibat tekanan cairan yang sudah demikian kuat. Namun bila peradangan tersebut tidak disertai infeksi, bisa saja gangguan telinga ini hampir tanpa gejala. Atau gejalanya bisa berupa perasaan telinga seperti dipenuhi sesuatu. "Bila ada infeksi, yang biasanya berasal dari infeksi saluran napas bagian atas, gejala yang muncul mirip flu biasa," terangnya.

Sedangkan radang telinga bagian luar disebabkan oleh infeksi. Misalnya karena bakteri dan jamur. Bisa juga non infeksi. Misalnya karena iritasi, exim di telinga, kecelakaan, dan trauma. Radang bagian tengah karena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Dan telinga bagian dalam karena penjalaran atau komplikasi dari radang telinga tengah. Infeksi di telinga bagian tengah ini bisa menyebabkan rusaknya struktur-struktur di bagian tengah telinga dan lama-kelamaan akan terjadi komplikasi dari radang telinga, si penderita bisa mengalami pusing berputar dan infeksinya akan menyebar hingga ke otak. "Radang telinga ini lebih banyak diderita oleh anak-anak, sekitar umur 5-10 tahun," katanya.

Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK), yaitu komposisi kronik telinga yang disertai perforasi membrane timpani dan keluar sekret secara terus-menerus atau hilang-timbul, biasanya disertai gangguan pendengaran. Sebagian besar OMSK merupakan kelanjutan dari OMA dan sebagian kecil disebabkan oleh perforasi membran timpani akibat trauma telinga. Gambaran klinis OMSK adalah keluar sekret dari telinga tengah. Gangguan pendengaran terjadi secara perlahan-lahan. Rasa sakit timbul bila sudah timbul komplikasi atau OMSK disertai OE. "Pada pemeriksaan fisik tampak membran timpani sudah perforasi," katanya.

Untuk mendeteksi radang telinga dapat dilakukan dengan cara anemnesa, yaitu melihat gendang telinga dengan otoskop. "Selain itu, tes menggunakan garputala dan audiometri juga bisa digunakan. Alat tersebut berfungsi untuk mengetes ketajaman pendengarannya, OAE (oto akustik emation), dan BERA (brea respons audiometri)," jelasnya.

Pengobatan

Sesuai dengan jenis OMSK, pada tipe beningnya bila sekretnya progresif sebaiknya diberikan obat pencuci telinga H2O2 3 persen selama 2-3 hari disertai pemberian antibiotik atau penisilin. Bila sekret sudah berkurang tetapi belum kering, berikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik dan kortikosteroid, antara 10-14 hari lamanya. Penderita OMSK tidak dianjurkan berenang. Bila dengan pengobatan secara konservatif sekret tidak kering, kemungkinan sudah terjadi mastoiditis kronis, sehingga dianjurkan untuk dioperasi. "Pada tipe maligna, pengobatan yang tepat dengan operasi," katanya.

Pencegahannya

Radang telinga bisa dihindari dengan cara menjaga pola hidup sehat dan rajin berolahraga. Usahakan supaya jangan sampai terjadi Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Karena itu diajurkan rajin rajin mencuci tangan karena ISPA mudah menyebar melalui tangan. Jangan membersihkan telinga dengan benda yang ujungnya keras. "Di samping itu, kurangi tingkat polusi udara terutama di dalam rumah dengan tidak merokok, perbaiki sarana sanitasi, gunakan air bersih, serta kecukupan ventilasi ruangan, memperbaiki daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, meningkatkan kebersihan diri dan jangan terlalu lama berada dalam air ketika berenang kalau tidak menggunakan pelindung telinga," jelasnya.
[okezone
READ MORE - Selengkapnya

10 Hal Yang Tidak Perlu Dilakukan Sebelum Usia 30

Pada usia antara 20 hingga 30 tahun, menurut dr. Eddy Karta, Sp.KK, kulit berada dalam kondisi paling prima. Terlalu banyak dirawat justru akan berakibat kurang baik untuk kulit. Jika ada perawatan yang boleh dilakukan, biasanya lebih pada kulit yang bermasalah atau untuk menjaga agar kulit tetap pada kondisi prima. Apa saja, sih, hal-hal yang belum perlu dilakukan sebelum usia 30?

1. Hindari peeling yang berat seperti mikrodermabrasi atau chemical peeling berlebihan. Dilakukan jika wajah bermasalah dengan jerawat/muncul freckles. Sebaiknya lakukan di akhir usia 20-an.
Solusi: Lakukan scrubbing secara berkala dengan produk aman dan ringan, maksimal 3 kali seminggu

2. Belum perlu botox.
Botox yang diperbolehkan hanya untuk memperbaiki gangguan otot, seperti kedutan berulang. Anda belum perlu botox untuk mengatasi kerut wajah, karena sel kulit masih aktif dan bisa ditingkatkan kekenyalannya.
Solusi: Untuk mempercantik wajah, lakukan perawatan rutin, jaga makanan, tidur cukup, serta olahraga. Jangan lupa merawat kekenyalan kulit dengan pelembap di pagi hari dan krim malam sebelum tidur.

3. Hindari produk anti penuaan yang agresif seperti filler atau suntik hormon. Kulit Anda masih dalam kondisi prima, sehingga belum perlu filler atau suntikan hormon. Hormon yang berlebihan justru memberi dampak negatif, seperti munculnya bercak dan vlek pada kulit.
Solusi: Pakai produk antipenuaan yang aman dan ringan, seperti krim antikerut atau vitamin antioksidan

4. Jangan mencoba sembarang pemutih kulit
Tak sedikit produk pemutih yang mengandung merkuri. Pemutih ini memang memberikan hasil instan dalam waktu singkat. Jika digunakan dalam jangka panjang, akan terjadi endapan logam merkuri pada kulit. Jika Anda berhenti, kulit tampak lebih hitam dari semula. Sama halnya dengan kandungan hidroquinone pada pemutih. Penggunaan hidroquinone dalam waktu lama membuat warna kulit tidak rata.
Solusi: Gunakan produk pemutih yang terdaftar resmi. Sebaiknya selalu konsultasikan dengan dokter agar kesehatan kulit terus terpantau. Apabila Anda telanjur mengalami salah satu masalah kulit tersebut di atas, segera lakukan perawatan intensif pada dokter kulit. Kulit dapat kembali pada kondisi semula, dengan syarat Anda melakukan perawatan teratur dalam jangka panjang.

5. Jangan mudah tergiur kosmetik berkolagen.
Kolagen memang membuat kulit kenyal & awet muda. Tapi, tak dapat diserap hanya dengan dioleskan. Suntik kolagen sebaiknya ditunda, karena di usia 20-an kondisi jaringan otot dan kulit masih sangat sehat.
Solusi: Untuk merangsang kolagen, Anda dapat mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung protein dan asam amino. Selain itu, Anda dapat menggunakan produk oles yang mengandung tretinoin dalam kadar ringan, dengan pengawasan dokter.

6. Belum perlu suntik vitamin C.
Vitamin C adalah antioksidan terbaik bagi kulit, yang mampu mencegah penuaan dini. Pada usia di bawah 30 tahun, kebutuhan vitamin C masih dapat diatasi secara efektif dengan konsumsi secara oral.
Solusi: Sertakan buah dan sayuran berkandungan vitamin C tinggi dalam menu makan sehari-hari.

7. Jangan sembarangan mengonsumsi suplemen.
Suplemen yang baik untuk kulit adalah yang mengandung antioksidan, antara lain vitamin C dan E. Jangan berlebihan mengonsumsi suplemen. Pada dasarnya isi suplemen satu dengan yang lainnya hampir sama.
Solusi: Cermati kandungan suplemen yang Anda konsumsi. Untuk umur di bawah 30, yang diperlukan adalah suplemen antioksidan seperti tablet vitamin C dan E. Gunakan sesuai dosis harian yang dianjurkan.

8. Sedot lemak (liposuction) belum perlu dilakukan.
Lemak tubuh mulai terdeposit pada usia 30 tahun. Sebelum usia tersebut, sistem kerja tubuh kita masih baik, sehingga tak perlu dilakukan sedot lemak.
Solusi: Olahraga teratur, pengaturan pola makan kaya serat dapat menghindarkan penumpukan lemak.

9. Tunda operasi tarik wajah (facelift).
Pada saat umur masih 20-30 tahun, kekenyalan dan elastisitas kulit masih sangat baik. Sehingga, belum perlu dilakukan facelift.
Solusi: Oleskan krim antikerut yang mengandung tretinoin (turunan dari vitamin A untuk menahan proses penuaan, menghambat efek buruk matahari, dan penipisan kolagen).

10. Tunda dulu tummy tuck atau operasi membuang lemak dan kulit di area perut. Perut menggelambir akibat melahirkan membuat banyak wanita merasa perlu melakukan tummy tuck. Tapi, sebaiknya Anda tak melakukannya. Sebelum usia 30, biasanya sistem metabolisme tubuh masih sangat bagus, sehingga kulit daerah tersebut bisa kembali normal dengan bantuan olahraga dan krim oles.
Solusi: Hindari makanan berlemak dan lakukan olahraga pembentukan otot secara teratur.
READ MORE - Selengkapnya

Pengelihatan Jernih dengan Saring Darah

DIKETEMUKAN sistem pengobatan baru yang bekerja lebih baik dalam memperbaiki penglihatan pasien dibandingkan penggunaan placebo. Menyaring darah dinyatakan sebagai cara baru dalam menangani gangguan mata terkait usia (macular degeneration/AMD). Proses menyaring darah ini bekerja dengan cara mengangkat kotoran, seperti kolesterol, yang bisa mengganggu aliran darah ke bagian belakang mata.

AMD merupakan penyebab utama hilangnya penglihatan yang tidak bisa dipulihkan pada laki-laki dan perempuan berusia di atas usia 50. Gangguan ini diyakini diderita oleh lebih dari setengah juta orang, meskipun beberapa kasus tidak terdiagnosis.

AMD dibedakan menjadi 2 tipe, kering dan basah. AMD kering, yang diderita oleh 90% pasien, merupakan hasil dari kerusakan macular (bagian tengah retina, area sensitif cahaya yang berada di belakang bola mata) yang berlangsung secara bertahap. Perburukan tersebut mengganggu kemampuan retina dalam membuang produk-produk sampah atau menyerap nutrisi. Sebagai akibatnya, pandangan mata semakin kabur.

AMD basah, yang diderita oleh 1 dari 10 pasein, potensial menimbulkan gangguan yang lebih serius dan bisa berkembang dengan sangat cepat. Gejala awalnya seringkali sama dengan AMD kering, tapi selanjutnya pembuluh-pembuluh darah kecil di bawah retina membesar dan mengeluarkan darah dan cairan. Hal ini bisa memicu munculnya luka goresan pada retina dan gangguan penglihatan permanen.

Apa penyebabnya? Penyebab pasti AMD belum diketahui Tapi merokok dinyatakan meningkatkan risiko hingga 3 kali lipat. Selain itu, kolesterol tinggi juga dikaitkan dengan penambahan risiko. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa pada pasien AMD, protein dan kolesterol jahat bisa tertimbun di pembuluh darah yang berfungsi memberi makan retina. Penyumbatan ini mengganggu proses sirkulasi serta suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan.

Rheopheresis

Belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan kedua jenis AMD ini secara total. Pasien dengan AMD basah biasanya menjalani berbagai pengobatan yang bisa mencegah perkembangan AMD. Akan tetapi, pasien penderita AMD kering biasanya tetap harus menggunakan alat bantu, seperti kaca pembesar. Namun sisitem pengobatan baru yang dikenal dengan rheopheresis ini diharapkan bisa membantu pasien AMD kering

Bagaimana prosesnya?

Prosesnya hampir sama dengan dialisis (cuci darah). Pasien dihubungkan dengan pompa darah melalui pipa streril. Darah akan dialirkan melalui penyaring dalam pompa untuk mengumpulkan produk-produk sampah. Darah bersih yang sudah disaring selanjutnya akan dipompa kembali ke tubuh pasien. Keseluruhan proses memerlukan waktu 2-3 jam.

Sekitar 3 liter darah akan disaring setiap sesinya, dan pasien biasanya menjalani total 8 sesi. Akan tetapi, belum dipastikan kalau proses ini cukup dilakukan sekali saja atau harus dilakukan kembali ke depannya.

Sebuah studi dari Jerman yang melibatkan 72 pasien menemukan, 43% pasien mengalami perlambatan perkembangan penyakit. Dua puluh delapan persen bisa mebaca 1 atau 2 baris ekstra ke bawah dari daftar penglihatan mata standar; 29% bahkan bisa membaca 3 bari ekstra ke bawah.

"Ini merupakan perkembangan yang menarik untuk pasien dengan penyakit yang belum mempunyai pengobatan ril. Setiap perkembangan penting dan bisa membuka pemahaman yang lebih luas mengenai kondisi tersebut," terang David Craig, direktur operasional asosiasi dokter mata, seperti dikutip situs dailymail.
READ MORE - Selengkapnya

Waspada Kandungan Kalori Popcorn

Apakah Anda penggemar film yang senantiasa ditemani dengan seporsi popcorn dan minuman bersoda? Jika ya, sebaiknya Anda mulai mengurangi konsumsi kedua hidangan favorit itu. Berdasarkan riset yang dilakukan lembaga nirlaba di AS menyebutkan mengkonsumsi popcorn berukuran medium sama saja dengan menghabiskan 3/4 burger.

Lembaga itu juga mencatat Popcorn berukuran combo mengandung 1.160 kalori dan menyimpan lemak seberat 60 gram dalam tiga hari. Untuk ukuran kecil mengandung 670 kalori atau sama saja menghabiskan satu pizza ukuran personal.

"Terlalu sulit bagi warga AS untuk menjaga berat badan sekalipun berusaha keras mengurangsi porsi sarapan, makan siang dan malam," tukas Jayne Hurley, Nutrisionis asal Center for Science in the Public Interest (Semacam Puskesmas di AS) seperti yang dikutip dari Healthday, baru-baru ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah AS dikejutkan dengan persoalan obesitas yang kian mengkhawatirkan. Kalangan medis ataupun lembaga kesehatan di AS menuntut pemerintahan Obama untuk mengatur regulasi khusus terkait masalah restoran yang menyajikan makanan ala junk food. Mereka berpendapat, hanya dengan regulasi yang ketat masalah obesitas di AS dapat ditekan
READ MORE - Selengkapnya

CARA MEMELIHARA KESEHATAN MATA


Berikut ini berbagai bahan alami yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai keluhan pada mata. Beberapa di antaranya bersumber pada buku Perawatan Tubuh dan Pengobatan Tradisional karya R. Sartono.

Mata Lelah
Gunakan alpukat untuk mendinginkan dan menyegarkan mata yang lelah atau sembab. Alpukat bermanfaat karena banyak mengandung vitamin A, C, E, zat besi, potasium, niasin, asam pantatenik, dan protein.

Caranya : Kupas sebuah alpukat lalu dipotong tipis-tipis menyerupai lempengan. Tempelkan pada mata yang lelah atau sembab, lalu diamkan selama 20 menit. Bersihkan sisa alpukat dengan air dingin.

Mata yang letih juga bisa diatasi dengan mengusapkan es batu di sekeliling mata selama beberapa menit. Tindakan ini akan mengembalikan kelancaran peredaran darah dan menyegarkan mata.

Lingkaran Hitam
Masalah lingkaran hitam yang sering muncul di bawah mata, bisa ditangani dengan mentimun yang murah dan mudah didapat. Dalam sayuran ini terkandung banyak mineral dan air.

Caranya : Ambil mentimun dan diiris tipis. Gunakan irisan mentimun untuk mengompres mata selama 15 menit.


Mata Merah
Mata yang memerah dan lelah bisa diatasi dengan merambang dengan air rebusan daun sirih.

Caranya : Segenggam daun sirih beserta batangnya yang muda dan tangkai daunnya direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin, gunakan air rebusannya untuk merambang bola mata. Boleh juga dengan cara meneteskan air tersebut pada mata.

Untuk mengatasi mata merah akibat kurang tidur, lakukan kompres mata dengan air teh hitam yang sudah diendapkan satu malam.


Mata Bengkak
Untuk menghilangkan bengkak di mata, sekaligus menyejukkan bisa dicoba masker yang mengandung hazelnut, bunga mawar atau bunga jagung. Pencuci Mata Untuk membersihkan mata yang keruh, ambil segenggam bunga melati, lalu dibersihkan. Rendam bunga melati dengan segelas penuh air matang yang sudah dingin dan biarkan semalam. Esoknya air tersebut disaring, lalu digunakan untuk merambang atau merendam biji mata.


Membuat Bola Mata Bening
1 sendok teh diseduh dengan segelas air. Biarkan semalam dan esok paginya baru disaring. Gunakan air ini untuk mencuci mata dengan merambang mata selama 3-5 menit. Semula akan terasa perih, namun perlahan akan terasa dingin dan mata pun terasa nyaman.


by: Endang Saptorini
READ MORE - Selengkapnya

Mengurangi Efek Parkinson Dengan Terapi Fisik

GEJALA-gejala penyakit parkinson mungkin membuat pergerakan Anda semakin lambat. Anda mungkin juga merasa kaku, sakit, dan lemah, khususnya di area otot dan persendian. Untuk membantu Anda meredakan gejala ini, cobalah mengikuti terapi fisik/physical therapy dan occupational therapy.

Manfaat terapi fisik

Terapi fisik tidak bisa menyembuhkan penyakit parkinson secara total, karena kerusakan saraf belum bisa dipulihkan seperti semula. Akan tetapi, terapi ini bisa membantu Anda mengimbangi perubahan yang diakibatkan oleh penyakit tersebut. Terapi penyeimbangan ini meliputi proses pembelajaran teknik gerakan baru, langkah-langkah dan perlengkapan yang diperlukan.

Terapis akan mengajarkan Anda cara menguatkan dan melemaskan otot-otot. Sebagian besar latihan yang diajarkan bisa dilakukan di rumah. Dengan kata lain, terapi ini bertujuan meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup pasien dengan cara memperbaiki kemampuan dan fungsi gerak serta meredakan rasa sakit.

Terapi ini bisa membantu kondisi seperti:


Gangguan keseimbangan
Kurang koordinasi
Kelelahan
Rasa sakit
Gangguan berjalan
Kelumpuhan
Lemah

Di mana bisa melakukan terapi fisik? Pelayanan terapi ini biasanya tersedia di rumah sakit. Sehingga berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai terapi. Karena itu, jika Anda merasa bisa mendapatkan manfaat dari terapi ini, jangan ragu meminta rekomendasi terapis dari dokter.

Apa itu occupational therapy?

Terapi ini bisa membantu penderita parkinson tetap aktif dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sesi terapi ini, terapis akan meningkatkan keahlian Anda dengan menunjukkan cara yang berbeda dalam mengerjakan tugas-tugas, memperkenalkan Anda pada perlengkapan yang mudah digunakan, dan membantu Anda mengerjakan aktivitas sehari-hari dengan cara yang jauh lebih mudah dan memuaskan. Selain itu, terapis juga bisa menganjurkan untuk melakukan perubahan di rumah dan tempat kerja Anda untuk meningkatkan kemandirian Anda.

Di mana bisa melakukan occupational tehrapy? Sama seperti terapi fisik, umumnya rumah sakit menyediakan jasa pelayanan occupational therapy
READ MORE - Selengkapnya

TERAPI PANAS DINGIN UNTUK MENGHILANGKAN RADANG SENDI

Ajaib Panas dan Dingin untuk Radang Sendi

ANDA ingin rasa ngilu, sakit dan kaku di persendian segera hilang? Kini Anda bisa mencoba melakukan terapi panas dan dingin (hot and cold therapy). Terapi ini menggunakan tenaga panas sekaligus dingin untuk meredakan gejala sakit akibat radang sendi. Bagaimana caranya? Menurut pakar kesehatan, panas dan dingin bekerja dengan cara menstimulasi kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri.

Cara kerja. Menurut para dokter, panas yang digunakan berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah, menstimulasi sirkulasi darah, dan mengurangi kekakuan. Selain itu, panas juga berfungsi menghilangkan sensasi sakit. Dari mana sumber panasnya? Anda bisa menggunakan berbagai peralatan seperti lapik pemanas (heating pad), lampu pemanas atau menggunakan uap panas dengan cara mandi air hangat atau kompres dengan kain yang telah direndam dalam air panas.

Berbeda dengan panas, kompres dingin mengurangi peradangan dengan cara mengerutkan atau mengecilkan pembuluh darah. Meskipun sensasi dari kompres air es atau kompres kantung es akan menimbulkan rasa tidak nyaman di awal, tetapi cara ini bisa meredam rasa sakit.

Berapa suhu yang tepat? Saat menggunakan terapi panas dari uap, pastikan suhunya tidak terlau panas untuk menghindari kemungkinan kulit terbakar. Pilihlah suhu yang bisa Anda toleransi, baik dengan mandi air hangat, menggunakan botol yang diisi air panas, atau spa panas.

Kapan waktu yang tepat? Anda bisa melakukan terapi panas paling tidak 15 menit sebelum melakukan latihan fisik. Kemudian sebaiknya langsung gunakan lagi setelah olahraga. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan uap panas setiap kali Anda memerlukan penanganan tambahan untuk meredakan rasa sakit.

Efektivitas terapi panas. Banyak penderita radang sendi melaporkan mengalami pengurangan rasa sakit dan kaku setelah mandi air panas atau melakukan spa panas. Uap panas dinyatakan efektif merilekskan otot-otot, meningkatkan suplai darah ke area yang sakit dan meredakan kekakuan otot. Tetapi, hindari terapi panas jika Anda menderita diabetes, hipertensi, penyakit kardiovaskular, atau jika Anda sedang hamil.

Bagimana dengan terapi dingin, efektifkah redakan sakit? Menurut dokter dan laporan pasien, terapi ini juga efektif meredakan sakit akibat radang sendi. Kantung es yang digunakan sebagai kompres di area yang meradang akan bekerja mengurangi peradangan dan pembengkakan. Kantung es ini khususnya sangat baik untuk meredakan sakit pada persendian akibat panas yang ditimbulkan radang sendi. Selain es, Anda juga bisa mencoba semprot lokal seperti fluoromethane (nonflammable) di punggung atau area yang sakit sebelum dan setelah melakukan aktivitas fisik. Pendingin ini berfungsi untuk meredakan kekakuan otot dan meningkatkan kemampuan Anda dalam menahan sakit. Atau untuk mempermudah, Anda bisa membuat kompres es dengan membungkus sayuran yang telah didinginkan atau dibekukan.

Manakah yang lebih baik, panas atau dingin? Beberapa pasien lebih menyukai terapi dingin dibandingkan uap. Sedang beberapa pasien yang lain mengaku mendapatkan hasil terbaik dengan memadukan keduanya. Untuk mendapatkan pilihan yang tepat, Anda bisa melakukan percobaan.

Seberapa sering harus dilakukan? Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, cobalah menggunakan terapi uap panas atau kantung es paling tidak dua kali sehari. Menurut American College of Rheumatology, kompres atau memijat area yang sakit dengan es selama 5-10 menit, dalam waktu 48 jam pertama kambuh, bisa membantu meredakan sakit. Sedang panas sebaiknya digunakan untuk rasa sakit yang bertahan lebih dari 48 jam.
READ MORE - Selengkapnya

MEMBUAT OBAT PERANGSANG UNTUK MEMUDAHKAN WANITA MENCAPAI ORGASME

Wanita dalam hubungan seksual waktu yang dibutuhkan untuk mencapai orgasme biasanya lebih lama dari pasangan prianya.Mencapai orgasme bersama - sama sering diinginkan banyak pasangan. Kuncinya bagaimana meningkatkan sensitif vagina. Nenek moyang banyak memberi resep, diantaranya sebagai berikut :

Bahan - Bahan :
- Adas 15 gram.
- Pulosari 10 gram.
- Daun pepaya 15 gram
- Mrica hitam 2 gram
- Kuning telur ayam kampung 2 butir
- Madu murni 2 sendok makan
- Kunyit 5 gram

Cara membuat :
Dau pepaya ditumbuk halus, demikian juga ada,pulosari dan mrica hitam dilumatkan. Tambahkan daun pepaya. Ramuan di masukan gelas, tambahkan air mendidih 1/2 gelas. Setelah dingin tambahkan kuning telur dan madu.

Cara mengkonsumsi :
Minum ramuan tadi 1/2 gelas pagi dan 1/2 gelas sore hari. Ramuan yang belum diminum hendaknya disimpan di lemari es.

READ MORE - Selengkapnya

PENYEBAB PENYAKIT TIFUS

PENYEBAB PENYAKIT TIFUS
Penyakit yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi, terutama di antara mereka yang supersibuk. Tak heran bila tipus sering kali dikaitkan dengan kecapaian? Apakah benar kecapaian menjadi penyebab tipus?
Prof Dr Djoko Widodo, SpPD-KPTI dari bagian Tropik Infeksi Ilmu Penyakit Dalam FKUI menjelaskan, tipus adalah penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh kuman.
Tipus atau disebut juga demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan penyakit ini banyak terdapat di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, karena makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri ini.
Jadi, apa benar kalau kecapaian bisa menyebabkan tipus? Djoko menegaskan bahwa infeksi yang dialami seseorang tergantung beberapa hal, seperti daya tahan tubuh, banyaknya kuman yang masuk, dan keganasan kuman.
"Prinsip yang benar adalah saat daya tahan tubuh kita menurun akibat capai, tubuh bisa terkena infeksi. Namun, perlu diingat, infeksi terjadi bukan hanya karena capai, melainkan juga harus ada kuman yang masuk, itu pun masih tergantung jumlah dan keganasan kuman itu sendiri," ujarnya.
"Oleh sebab itu, jagalah daya tahan tubuh sebaik-baiknya karena infeksi apa pun bisa terjadi bila daya tahan tubuh menurun," kata Djoko yang ditemui Kompas.com di ruang praktiknya di Mitra International Hospital Jatinegara, Jakarta.Bisa berbahayaDjoko juga mengingatkan, jangan pernah meremehkan tipus. Menurutnya, walau penyakit ini sering terjadi di masyarakat sehingga kadang dianggap biasa, ternyata tipus bisa berbahaya.
Hal ini disebabkan infeksi bisa menimbulkan kerusakan di tempat kuman berkembang di usus halus, terutama bagian yang bernama plague peyeri. "Kuman tipus menyerang daerah tersebut dan dapat menjadi berbahaya jika sampai terjadi perforasi usus atau perdarahan usus serta infeksi berat karena kuman tersebut menyebabkan gangguan organ sehingga mengancam nyawa Anda," tuturnya.
dr Intan Airlina Febiliawanti
READ MORE - Selengkapnya

CACING MINI DAN KAKI GAJAH

CACING MINI DAN KAKI GAJAH

Ukurannya boleh jadi supermini, tetapi begitu cacing filarial bersarang di tubuh manusia, berbagai perubahan mengerikan bakal terjadi. Kegiatan cacing mini dalam tubuh itu mampu membuat kaki, tangan, payudara, bahkan, buah zakar penderitanya berubah menjadi berukuran ”raksasa”. Ini sering disebut dengan penyakit kaki gajah.

Melihat betapa mengerikannya penyakit itu, masih banyak orang di pedesaan meyakini, penyakit itu adalah penyakit keturunan, bahkan dianggap sebagai gangguan setan atau roh halus. Walau sangat jarang menyebabkan kematian, penyakit itu membuat penderita cacat dan tak produktif.

Penyakit kaki gajah alias filariasis belakangan kembali menjadi perhatian pascapengobatan massal filariasis di Kabupaten Bandung yang memakan korban jiwa. Sejumlah warga meninggal bertepatan dengan masa pengobatan di kabupaten tersebut. Bagi sebagian orang, filariasis dipandang sebagai penyakit yang aneh.

Cacing penyebab filariasis berwujud mirip benang. Filarial dari genus wuchereria dan brugia. Di Indonesia cacing yang dikenal menjadi penyebab adalah wuchereria bancrofti, brugia malayi, dan brugia timori.

Cacing dewasa berbentuk silindris, halus seperti benang putih serta berukuran panjang 55-100 mm dan tebal 0,16 mm. Cacing jantan lebih kecil, 55 mm x 0,09 mm. Larva mikrofilaria sekali keluar jumlahnya bisa puluhan ribu larva bersarung berukuran 200-600 mikron x 8 mikron.

Ahli parasitologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Saleha Sungkar menjelaskan, mikrofilaria masuk ke dalam tubuh manusia lewat nyamuk. Lebih dari 20 spesies nyamuk menjadi vektor filariasis. Nyamuk Culex quinquefasciatus sebagai vektor untuk wuchereria bancrofti di daerah perkotaan. Di pedesaan vektor umumnya Anopheles, Culez, Aedes, dan Mansonia. Spesies nyamuk vektor bisa berbeda dari daerah satu dengan daerah lain.

Cacing yang diisap nyamuk tidak begitu saja dipindahkan, tetapi sebelumnya tumbuh di dalam tubuh nyamuk. Makhluk mini itu berkembang dalam otot nyamuk. Sekitar tiga minggu, pada stadium tiga, larva mulai bergerak aktif dan berpindah ke alat tusuk nyamuk. Nyamuk pembawa mikrofilaria itu lalu gentayangan menggigit manusia dan ”memindahkan” larva infektif tersebut.

Bersama aliran darah, larva keluar dari pembuluh kapiler dan masuk ke pembuluh limfe. Uniknya, cacing terdeteksi dalam darah tepi pada malam hari, selebihnya bersembunyi di organ dalam tubuh. Pemeriksaan darah ada-tidaknya cacing biasa dilakukan malam hari. Selain manusia, untuk brugia malayi, sumber penularan penyakit juga bisa binatang liar, seperti kera dan kucing (hospes reservoir).

Setelah dewasa, cacing menyumbat pembuluh limfe dan menghalangi cairan limfe sehingga terjadi pembengkakan. Selain di kaki, pembengkakan bisa terjadi di tangan, payudara, atau buah zakar. ”Di tubuh manusia cacing itu menumpang makan dan hidup,” ujar Saleha.

Ketika menyumbat pembuluh limfe di selangkangan, misalnya, cairan limfe dari bawah tubuh tidak bisa mengalir sehingga kaki membesar. Dapat terjadi penyumbatan di ketiak, mengakibatkan pembesaran tangan.
Diagnosis dini orang yang mengandung mikrofilaria baru dapat ditegakkan jika ditemukan gejala dan tanda akut filariasis. Gejalanya, antara lain, demam berulang dan pembengkakan kelenjar getah bening. Dapat terjadi ketiak tampak kemerahan, panas, dan sakit, selain juga pembesaran organ tubuh.

Gejala klinik kronis berupa pembesaran menetap pada tungkai, lengan, payudara, atau buah zakar. Namun, umumnya, diagnosis baru ditegakkan setelah penyakit berkembang 5-6 bulan setelah dapat ditemukan mikrofilaria dalam darah tepi. Ada kalanya, tidak muncul gejala klinis, baik akut maupun kronis, sehingga orang itu tidak merasakan terserang filariasis.

Pakar filariasis lainnya, dr Agnes Kurniawan Phd dari Fakultas Kedokteran UI, mengatakan, jika tak diobati, pembesaran terus terjadi sehingga membentuk jaringan ikat dan kulit menebal. Akibatnya, timbul cacat menetap.

Diagnosis filariasis sedini mungkin membantu penyembuhan penderita. Deteksi dilakukan dengan mengenali gejala akut dan kronis yang dipastikan lewat pemeriksaan darah pada jari penderita pada malam hari.

Dr Agnes mengatakan, penanganan kasus berat filariasis dapat melalui operasi. Limfe yang tersumbat alirannya dialihkan ke pembuluh vena sehingga penderita sembuh. Namun, jika kulit sudah telanjur menebal, cacat akan menetap. ”Operasi yang dilakukan berupa operasi estetika dan sulit bisa kembali seperti semula,” ujar dr Agnes.

Prof Soleha mengatakan, penderita dengan pembesaran menetap justru tubuhnya sudah tidak mengandung cacing lagi sehingga tidak menularkan. Cacing filarial dalam tubuh orang itu sudah mati.

Penanggulangan filariasis dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu pengurangan reservoir penular, penanggulangan vektor (nyamuk), dan pengurangan kontak vektor dan manusia.

Khusus pengobatan massal, prosedur sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pengobatan massal sejak lama menggunakan diethylcarbamazine citrate (DEC) yang sudah dipraktikkan di 50 negara mencakup 496 juta orang.

Di Indonesia sebanyak 11.699 kasus kronis filariasis ditemukan di 378 kabupaten/kota. Berdasarkan pemetaan didapatkan, prevalensi mikrofilaria di Indonesia sebesar 19 persen, yang berarti 40 juta orang yang tubuhnya membawa mikrofilaria.


Indonesia pun berusaha memberantas penyakit tersebut dengan belakangan mengguyur DEC, albendazole, dan paracetamol ke jutaan warga, berharap si cacing mini tak lolos dari kepungan pembasmian.

(Indira Permanasari)
kompas com
READ MORE - Selengkapnya

7 MAKANAN UNTUK MENUNDA PENUAAN

7 MAKANAN UNTUK MENUNDA PENUAAN

Hidup sehat adalah salah satu kunci dari panjang umur. Untuk hidup sehat, kita tentu memerlukan nutrisi yang baik dan sehat pula. Inilah beberapa jenis makanan yang diklaim berkhasiat membuat awet muda dan tetap sehat.

1. Minyak Zaitun

Empat dekade lalu, para peneliti dari Seven Coutries Study menyimpulkan bahwa lemak tak jenuh dengan rantai tunggal (monounsaturated) dalam minyak zaitun secara luas bermanfaat untuk menekan risiko penyakit jantung dan kanker di Kepulauan Crete di Yunani. Kini masyarakat juga sudah banyak yahu bahwa minyak zaitun mengandung folifenol, antioksidan kuat yang bisa mencegah jenis penyakit akibat penuaan.

2. Yogurt

Pada era 1970an, wilayah Georgia dikabarkan memiliki jumlah penduduk yang berusia rata-rata di atas 100 tahun yang lebih banyak ketimbang negara lain. Laporan pada saat itu mengklaim bahwa rahasia dari umur yang panjang tersebut adalah yogurt.

Meskipun kekuatan yogurt dalam memperpanjang usia belum pernah terbukti secara langsung, yogurt adalah makanan yang kaya kalsium yang dapat mencegah osteoporosis. Selain itu, yogurt juga mengandung bakter baik yang mempertahankan kesehatan pencernaan serta mengurangi risiko mengidap penyakit usus yang berkaitan dengan usia

3. Ikan

Tiga puluh tahun lalu, para ahli mulai meneliti mengapa penduduk asli Alaska (inuit) bisa terbebas dari penyakit jantung. Alasannya, menurut perkiraan para ahli, adalah tingkat konsumsi ikan yang luar biasa. Ikan memang mengandung banyak lemak omega-3, yang bisa membantu menurunkan kolesterol dan penyumbatan dalam pembuluh darah serta mencegah ritme jantung abnormal.

4. Cokelat kokoa

Masyarakat Kuna di Kepulauan San Blas, Panama, tercatat memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah hingga sembilan kali lipat di banding penduduk lainnya yang tinggal di Panama. Alasannya? Warga Kuna rajin sekali meminum kokoa yang kaya flavanols, antioksidan yang dapat membantu memperlancar peredaran darah. Menjaga kesehatan pembuluh darah berarti menekan risiko tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit ginjal dan demensia.

5. Kacang

Riset yang dilakukan kelompok Seventh-Day Adventists (aliran Kristiani yang menerapkan hidup sehat dan diet vegetarian) menunjukkan bahwa seseorang yang makan kacang rata-rata memiliki umur panjang dua setengah tahun. Kacang dikenal kaya akan lemak tidak jenuh, sehingga makanan ini menawarkan manfaat serupa dengan minyak zaitun. Kacang juga mengandung beragam vitamin, mineral dan zat phytochemical termasuk antioksidan.

6. Anggur

Minum alkohol dalam jumlah moderat diklaim dapat melindungi dari penyakit jantung, diabetes dan kepikunan. Banyak jenis minuman beralkohol yang bisa mendatangkan manfaat tersebut, tetapi banyak penelitian yang memfokuskanya pada anggur merah. Anggur merah mengandung resveratrol, zat yang diperkirakan mendatangkan berbagai manfaat tersebut.

7. Blueberry

Dalam sebuah riset yang dipublikasikan pada 1999, peneliti dari Jean Mayer Human Nutrition Research Center memberikan ekstrak blueberry pada tikus. Pemberian ekstrak ini diberikan selama periode kehidupan tikus yang setara dengan 10 tahun kehidupan manusia.

Tikus yang diberi ekstrak ini menunjukkan keunggulannya ketimbang tikus biasa saat uji keseimbangan dan koordinasi ketika mereka mencapai usia lanjut. Kandungan dalam blueberry (dan berry lainnya) diduga dapat mengurangi peradangan (inflamasi) dan kerusahan bersifat oksidatif, yang mana ini berhubungan dengan penurunan daya ingat dan kemampuan motorik saat lanjut usia.

READ MORE - Selengkapnya

Hadang Radang Gusi Selama Hamil

Efek negatif terhadap janin sebagai akibat dari munculnya Pregnancy Gingivitis atau radang gusi selama hamil tidak akan terjadi bila ibu menjaga kebersihan mulutnya dengan baik.

Perlu diperhatikan, jangan jadikan mitos kehamilan sebagai penghambat melakukan perawatan gigi dan gusi saat hamil.Bila anda termasuk pribadi yang takut akan mitos, bisa diskusikan bersama dokter untuk menemukan solusi terbaik.

Intinya, perawatan gigi dan gusi mutlak diperlukan. Pasalnya,bahaya atau tidaknya efek radang gusi selama hamil tergantung dari pola perawatan mulut dan gigi yang dilakukan ibu.

Berikut saran yang diberikan Yulia Rachma, Ahli Gigi asal Rumah Sakit Universitas Moestope Beragama dam Klinik Matra Medika terkait perawatan gigi dan gusi saat hamil, antara lain:

Pertama, lakukan perawatan gusi dengan menyikat gigi secara perlahan dan menggunakan bulu sikat yang halus. "Kalau trauma, gusi pada ibu hamil mudah berdarah," terang Yulia. Pilih sikat gigi yang memiliki ujung kecil. Dengan bentuk sikat seperti itu, Anda bisa menjangkau bagian dalam dan sela gigi. Gunakan pasta gigi yang mengandung bahan-bahan yang fokus merawat gigi dan gusi. Hindari makanan yang manis-manis, panas dan dingin. Jika Anda mengalami radang gusi selama hamil, segeralah berkonsultasi dengan dokter gigi anda, dan jangan mengkonsumsi obat sembarangan. Pasalnya, beberapa obat mempunyai efek samping yang merugikan bagi ibu dan bayinya.
READ MORE - Selengkapnya

CARA MENDETEKSI BUTA WARNA

CARA MENDETEKSI BUTA WARNA

Alangkah baiknya jika orangtua dapat mendeteksi kelainan buta warna pada anak sejak dini. Dengan mengetahui sejak dini, orangtua bisa menuntun arah masa depan anak.

Buta warna dibagi dalam dua kategori, yaitu buta warna total dan buta warna parsial. Pada buta warna total, penyandangnya tidak bisa mengenali warna lain, kecuali hitam dan putih. Untungnya, kasus yang disebabkan ketiadaan pigmen warna pada sel retina ini sangat jarang terjadi.

Sementara itu, pada buta warna parsial, penyandang mengalami defisiensi (kekurangan) pigmen dalam sel retina sehingga tidak bisa melihat warna tertentu saja. Gabungan defisiensi merah dan hijau adalah gangguan yang paling sering terjadi, sedangkan defisiensi biru jarang sekali.

Yang perlu diluruskan, penderita buta warna bukan tidak bisa mengenali satu warna tertentu, tetapi ia tak bisa mengenali kombinasi atau campuran warna. Ia bisa saja tahu warna-warna dasar, seperti kuning, merah, dan biru, serta warna-warna sekunder, seperti hijau, jingga, dan ungu. Namun, ketika warna-warna itu dikombinasikan lagi dengan warna lainnya, ia tidak mampu mengenali atau bingung menentukan, apakah itu hijau tua atau biru, dan sebagainya.

Ada beberapa penyebab buta warna. Pertama adalah keturunan, yang kedua karena didapat. Buta warna bawaan disebabkan adanya mutasi dalam kromosom X yang diturunkan ayah atau ibu. Kasus buta warna lebih banyak terjadi pada laki-laki. Mengapa? Karena laki-laki yang terbentuk dari kromosom XY hanya mempunyai satu kromosom X. Dengan demikian, jika kromosom X-nya terganggu atau rusak, maka dia berpotensi lebih besar mengalami buta warna.

Sementara itu, perempuan yang terbentuk dari kromosom XX, jika salah satu kromosom X-nya mengalami gangguan, masih ada satu kromosom X lagi sehingga ia hanya menjadi pembawa sifat (carrier) buta warna.

Penyebab lain buta warna adalah karena didapat. Hal ini biasanya terjadi ketika anak mengalami kerusakan retina atau cedera (trauma) pada otak yang menyebabkan pembengkakan di lobus occipital. Kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet karena tidak menggunakan pelindung mata secara benar juga bisa menyebabkan buta warna.

Menurut dr Amyta Miranty, Sp M, Presiden Direktur RS Mata Aini, Jakarta, orangtua perlu waspada dan segera memeriksakan anaknya bila tidak bisa membedakan warna atau salah menyebutkan warna meski sudah sering diajarkan. Perhatikan juga riwayat keluarga, apakah ada anggota keluarga yang mengalami buta warna.

Orangtua bisa melakukan pemeriksaan buta warna sendiri di rumah. Caranya, campurkan benang wol beraneka warna. Kemudian, minta anak mengambil benang warna tertentu. Jika ia tampak bingung, maka sekecil apa pun kecurigaan, tak ada salahnya untuk dikonsultasikan pada dokter mata.

Untuk memastikan kasus buta warna, dokter mata umumnya akan melakukan tes hara dengan buku berisi kombinasi berbagai warna. Biasanya juga akan dilakukan tes penunjang, seperti pemeriksaan organ mata, dan sebagainya. Kerusakan itu secara umum tak hanya terkait dengan keluhan buta warna, tetapi juga pada hal lain, semisal ketajaman penglihatan, luas pandang, dan sebagainya.

Yang perlu disadari, anak penderita buta warna tidak mengalami hambatan secara fisik dan kesehatan. Anak tetap dapat hidup, beraktivitas, bersekolah, berkarier, dan sebagainya. Orangtua bisa mengarahkan anak pada bidang-bidang profesi yang tidak membutuhkan keahlian warna secara dominan.


(Nakita/Dedeh) - kompas.com


READ MORE - Selengkapnya

MENDETEKSI BENIH KANKER DENGAN BIOMARKER C-12

MENDETEKSI BENIH KANKER DENGAN BIOMARKER C-12

Kanker, rasanya hati kita langsung ngeri mendengar momok yang satu ini. Diperkirakan pada tahun 2010 penyakit ini akan menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi penyakit akibat pertumbuhan sel yang tak terkendali ini.
Meski belum ada obat yang mampu mengatasi kanker, namun angka kematian karena kanker sebenarnya bisa dicegah lewat deteksi dini. Menurut dr.Agus Kosasih, Sp.PK, penanggung jawab laboratorium patologi RS Kanker Dharmais Jakarta, bila kanker ditemukan masih pada stadium satu maka tujuan terapinya adalah penyembuhan, sedangkan penanganan kanker stadium lanjut bertujuan untuk memperpanjang usia pasien.
"Makin dini diketahui, makin besar peluang sembuhnya," katanya.
Perkembangan terkini dalam teknologi deteksi kanker, terutama di bidang proteomic dan protein chip atau micro array telah mendorong terciptanya biomarker C-12 protein chip, yang merupakan suatu analisis pararel dari 12 tipe penanda tumor (tumor marker) yang berbeda dalam satu pemeriksaan.
Tumor marker merupakan substansi atau zat yang dikeluarkan oleh sel tumor atau bagian tubuh lainnya sebagai respon terhadap adanya pertumbuhan sel tumor. Sistem ini memungkinkan eksplorasi tumor untuk skrining kanker. Pemeriksaan ini akan menganalisis 12 macam tumor marker, yaitu CA-19-9, NSE, CEA, CA242, Ferritin, HCG, AFP, f-PSA, PSA, CA-125, HGH, CA15-3.
Beberapa jenis kanker yang bisa dideteksi lewat sistem baru ini antara lain kanker hati, paru, lambung, kolorektal, payudara, ovarium, pankreas, rahim, testis, kandung kemih, prostat, tiroid, esofagus, serta endometrium. "Dibanding dengan pemeriksaan tunggal atau single marker, sistem biomarker C-12 ini lebih akurat dan biayanya lebih murah," kata Ampi Retnowardani, Marketing Communication Manager laboratorium klinik Prodia.
Meski demikian, penggunaan tumor marker ini hanya bertujuan untuk skrining dan memantau efektivitas terapi pada pasien kanker. "Pemeriksaan ini tidak bisa dipakai untuk diagnosis karena sifat kanker yang unik dan rumit. Diagnosis kanker harus melewati beberapa pemeriksaan, mulai dari periksa darah, CT-Scan, anamnesis, dan banyak lagi sebelum sampai pada kesimpulan kanker," papar Agus.
Skrining kanker, tambah Agus, boleh dilakukan untuk orang sehat yang ingin melakukan deteksi dini. Karena itu hasil dari skrining ini dipakai sebagai alarm terhadap kesehatan. "Bila hasil tesnya positif, maka harus difollow-up lewat pemeriksaan lainnya untuk merujuk kelainan yang mencurigakan ke arah kanker. Namun bila hasilnya negatif, belum tentu juga pasien bebas kanker," katanya.
Pemeriksaan biomarker C-12 ini merupakan layanan terbaru yang ditawarkan oleh Prodia yang bekerja sama dengan HSC Medical Center, Malaysia. "Di Malaysia, pemeriksaan biomarker ini sudah menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin (check up) karyawan di sana," kata Ampi.
Selain untuk pemeriksaan kesehatan, menurut Agus, teknologi biomarker ini sebenarnya lebih tepat untuk pasien kanker yang sudah menjalankan operasi, kemoterapi, atau radiasi. "Bila hasil pemeriksaan nilainya cenderung naik, dokter akan waspada mungkin sel tumornya tumbuh lagi," katanya.
READ MORE - Selengkapnya

MENGOBATI PROSTAT DENGAN CARA LASER HIJAU

MENGOBATI PROSTAT DENGAN CARA LASER HIJAU

Lima puluh persen pembesaran prostat terjadi pada pria berusia di atas usia 50 tahun. Semakin tua, perubahan prostat akan bertambah dan ini tidak dapat dicegah. Seperti halnya dengan perubahan warna rambut dari hitam menjadi putih.

Pembesaran prostat ini merupakan bagian dari proses penuaan seorang pria, sehingga menurut urulog Profesor dr Djoko Rahardjo SpB SpU(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), pembesaran prostat tak perlu dirisaukan. Pasalnya, penyakit ini bisa diobati dan bukan merupakan kanker.

Pembesaran prostat menjadi masalah, kata urolog dr Ali Suyono Purwita dari Rumah Sakit (RS) Pluit Jakarta, ketika sudah sangat mengganggu, sehingga harus diatasi. Disebut mengganggu, karena pembesaran prostat membuat seorang pria tak cukup tidur dan bisa mengakibatkan komplikasi.

Ada beberapa cara mengatasi pembesaran prostat, mulai dari yang konvensional hingga metode terbaru, seperti pemakaian obat berupa alfa blocker, androgen suppression, hingga fioterapi (jamu), namun belum didukung penelitian ilmiah secara acak.

Menurut Djoko, obat yang dipakai bisa berbentuk tunggal ataupun kombinasi (dua hingga tiga obat). Selain obat, pembesaran prostat juga dapat diatasi dengan pembedahan, yang terdiri atas minimal invasif seperti pemakaian sinar laser. Namun, ada juga yang nonminimal invasif, yaitu transurethral resection of the prostate (TURP), dan open prostatectom.

“Sebelum melakukan tindakan medis, lihat risiko pasien, seberapa efektif tindakan yang akan dilakukan. Harus jelas hasilnya dan sesuai dengan kondisi penyakit pasien. Sebelum tindakan dilakukan, dokter harus menginformasikan pilihan pengobatan ke pasien,” jelas Ali.

Dari sekian banyak metode pengobatan pembesaran prostat, menurut Ali, yang terbaik dan menjadi standar emas pengobatan adalah TURP. Pada metode ini, prostat yang membesar dikerok hingga bersih, sehingga aliran air seni kembali lancar. Metode ini sudah teruji dan menjadi panutan.

Hasil metode TURP bisa bertahan hingga 15 tahun, biaya relatif murah dibanding laser dan dari sisi investasi RS, alat TURP bisa digunakan berkali-kali. Selain itu, hasil kerokan pun bisa diperiksa untuk mengetahui ganas (kanker) atau tidak.

Namun, TURP bisa menimbulkan komplikasi karena bisa terjadi penyerapan cairan (larutan mengandung garam untuk dapat melihat prostat) oleh tubuh pasien saat pengerokan berlangsung. Ini bisa menimbulkan gangguan jantung.
Di samping itu, metode TURP bersifat individual dan sangat bergantung pada pengalaman (kemampuan) dokter.

Semakin berpengalaman seorang dokter, maka pengerokan akan lebih cepat selesai. Tindakan ini juga memerlukan transfusi darah karena terjadi perdarahan dan perawatan di RS lebih lama dibanding metode laser.

“Sulit menguasai teknik TURP. Walau sudah ribuan kali dilaksanakan, seorang dokter tidak menguasai, karena sangat individual. Pengerokan harus hati-hati karena terjadi perdarahan dan penyerapan cairan,” papar Ali.
Laser Hijau
Dengan kemajuan teknologi di bidang kesehatan, metode pembedahan prostat pun berkembang menjadi minimal invasif dengan menggunakan laser. Metode laser ini pun bermacam-macam, sesuai dengan panjang gelombang dan daya penetrasi. Misalnya, diode (panjang gelombang 830 nano meter/nm), HoIEP/thulium dengan panjang gelombang 2.100 nm, Biolitec dengan panjang gelombang 980 nm, dan green light laser yang memiliki panjang gelombang 532 nm dengan penetrasi 0,8 mili meter.

Ali menjelaskan, metode pengobatan sinar laser berwarna hijau atau green light laser yang diterapkan sejak tiga tahun lalu untuk mengatasi pembesaran prostat memiliki keunggulan dibanding TURP. Keunggulan itu adalah tidak terjadi perdarahan, bisa dilaksanakan pada semua penderita prostat (baik yang mengalami penyakit lain seperti hipertensi), rawat inap di RS satu hari, tidak terjadi penyerapan cairan oleh tubuh karena pembuluh darah dipatri dan penyerapan sinar oleh prostat lebih banyak. Artinya, sinar laser sepenuhnya tertuju pada target (prostat).

“Sinar diserap hemoglobin, sehingga sel-se yang terbuka terpatri, tidak ada perdarahan, dan sinar ini tak diserap cairan. Cukup aman, hanya saja yang menjadi kendala adalah harga,” kata Ali.

Lebih lanjut dikatakan, metode sinar laser hijau ini memerlukan fibre yang dimasukkan lewat saluran kemih menuju prostat, dan harganya Rp 10 juta. Alat ini bisa rusak saat pengerjaan, misalnya jika ukuran prostat terlalu besar. Tetapi, kerusakan alat tidak ditanggung pasien.
READ MORE - Selengkapnya

AGAR ANAK TIDAK MENGOMPOL

AGAR ANAK TIDAK MENGOMPOL

Ngompol merupakan salah satu hal yang sering terajadi pada anak-anak. Alangkah baiknya jika kita mengetahui apa yang harus dihindari agar mereka terhindar dari mengompol pada malam hari saat tidur. Semoga pemaparan berikut ini dapat membantu Anda.

Pernah dengar bahwa makanan pedas bisa menyebabkan anak Anda mengompol? Sayang sekali itu hanyalah mitos. Penelitian para ahli tidak menemukan adanya kaitan antara makanan pedas dan anak yang mengompol pada saat tidur

Salah satu mitos yang paling populer juga adalah makan jeruk, lemon, dan keluarganya bisa menyebabkan anak Anda mengompol saat tidur. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan kedua makanan di atas. Yang justru harus dihindari supaya anak Anda tidak mengompol adalah makanan yang berupa susu, mentega, dan produk lainnya yang berasal dari susu. Makanan yang mengandung bahan pewarna buatan juga sering kali menyebabkan anak mengompol nantinya.

Bagaimana dengan makanan dan minuman yang mengandung kafein? Kafein pun akan menyebabkan anak Anda ingin buang air kecil. Kenapa? Karena kafein bersifat diuretik, yang bisa merangsang kandung kemih untuk memproduksi lebih banyak urin.

Tahukah Anda bahwa kandungan kafein bukan hanya pada kopi, tapi juga teh, cola, minuman penambah energi, dan cokelat! Jadi, jangan berikan kepada anak Anda cokelat pada malam hari. Ini berlaku untuk minuman cokelat hangat, kue cokelat, brownies, dan bentuk cokelat lainnya. Hal ini bukan berarti mereka tidak boleh memakan cokelat, tentu boleh, hanya sebaiknya konsumsi pada siang hari dan jangan sebelum tidur.

Dan tentu saja Anda sering mendengar bahwa meminum banyak air akan menyebabkan anak menjadi mengompol, ini benar. Sebaiknya batasi konsumsi air sebelum tidur, selain menjaga supaya mereka tidak terbangun untuk buang air kecil pada malam hari dan juga menambah waktu pengisian kandung kemih sehingga saat mereka bangun mereka akan terbiasa berkemih. Konsumsi air ini bukan hanya air minum, tapi juga buah, sayur, yogurt, sup, dan makanan lain yang mengandung banyak air.


dr Intan Airlina Febiliawanti-kompas.com

READ MORE - Selengkapnya

HUBUNGAN KECEPATAN JALAN KAKI DENGAN RISIKO KEMATIAN

Berjalan lambat bukan hanya membuat orang tiba di tujuan lebih lama, tapi itu juga mengindikasikan risiko seseorang meninggal akibat gangguan pada jantungnya, demikian hasil studi terbaru di Prancis.
Para ilmuwan dari lembaga penelitian di Paris, Inserm, mendapati bahwa orang lanjut usia (lansia) yang berjalan lambat memiliki risiko tiga kali lebih besar meninggal akibat sakit jantung atau penyakit kardiovaskular lainnya dibandingkan lansia yang berjalan lebih cepat.
Alexis Elbaz, Direktur Penelitian Inserm, seperti dikutip Reuters Health mengatakan, studi yang dipublikasikan jurnal BMJ iru juga menunjukkan bahwa pemeriksaan kecepatan orang berjalan mungkin dapat digunakan untuk memeriksa kesehatan para pasien lansia.
"Pesannya bagi masyarakat adalah mempertahankan kebugaran pada usia lanjut memiliki konsekuensi penting dan membantu memelihara hidup serta fungsi otot," kata Elbaz.
Beberapa riset sebelumnya memang telah mengaitkan kecepatan berjalan dengan peningkatan risiko kesehatan termasuk kematian. Akan tetapi riset tersebut tidak menjelaskan apakah penyebab kematian tersebut secara spesifik.
Guna memperdalam kaitan tersebut, para ahli menggelar studi selama lima tahun. Riset yang merupakan bagian dari Studi Tiga Kota ini melibatkan lebih dari 3.200 laki-laki dan perempuan yang relatif sehat dan berusia 65 sampai 85 tahun. Mereka tinggal di tiga kota di Prancis.
Di awal studi, para ilmuwan menilai kesehatan para lansia dan menghitung kecepatan mereka saat berjalan di koridor secepat mungkin. Selama lima tahun berikutnya, tercatat 209 peserta meninggal --99 persen akibat kanker, 59 akibat sakit jantung, dan 53 akibat penyakit menular dan penyebab lain- dan angka kematian secara keseluruhan hampir tujuh persen.
READ MORE - Selengkapnya

Bakteri Pun Bisa Sebabkan Stroke

Meski tekanan darah tinggi dan merokok merupakan faktor yang berisiko menyebabkan stroke, tak sedikit penyebab stroke yang belum bisa ditemukan. Para ahli kini mengarahkan kecurigaan pada infeksi bakteri berbahaya atau patogen.
Studi teranyar menemukan kaitan di antara lima jenis patogen dengan meningkatnya risiko penyakit yang menempati urutan ketiga sebagai penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia. Stroke berada di bawah penyakit jantung koroner dan semua jenis kanker.
Infeksi patogen tersebut antara lain Chlamydia pneumoniae, Helicobacter pylori, Cytomegalovirus, dan virus herpes simplex 1 dan 2.
"Masing-masing bakteri ini mungkin bersembunyi setelah infeksi akut dan terus bertahan di tubuh dalam kadar infeksi kronik skala rendah," kata ketua peneliti dr Mitchell SV Elkind, profesor Neurology dari Columbia University Medical Center.
Ia menambahkan, infeksi dalam kadar rendah serta inflamasi pada dinding pembuluh darah bisa menimbulkan stroke. Dalam risetnya, Elkind dan timnya mengamati 1.625 penduduk yang tinggal di Manhattan. Rata-rata responden itu berusia 68 tahun dan bebas stroke pada awal studi. Pada delapan tahun kemudian, sebanyak 67 responden dilaporkan mengalami serangan stroke.
dr Elkind mengingatkan bahwa studi ini memang tidak membuktikan hubungan sebab akibat antara infeksi dan stroke, tetapi hanya hubungan tidak langsung.
READ MORE - Selengkapnya

Fakta Seputar Jantung

Jantung sering disebut sebagai pusat kehidupan. Maka, sudah sepatutnya kita selalu berusaha menjaga kesehatan organ penting dalam tubuh kita ini. Salah satu caranya, dengan memahami fakta penting mengenai jantung berikut.

1. Saat tubuh kedinginan, jantung tetap hangat
Ketika berada di daerah dingin, tubuh kita otomatis akan mengalirkan darah dari kaki dan tangan menuju organ-organ vital - termasuk jantung- untuk menjaga suhunya supaya tetap normal. Itu sebabnya, kaki dan tangan kita kemudian terasa dingin. Ini mematahkan teori yang mengatakan bahwa orang-orang yang mempunyai jari tangan dan kaki dingin, berarti memiliki sirkulasi darah buruk serta jantungnya bermasalah.

2. Jarang bersosialisasi picu serangan jantung
Pasien serangan jantung yang jarang bersosialisasi memang lebih rentan mengalami depresi. Padahal, aliran hormon pemicu stres dapat membuat jantung bekerja lebih berat, hingga akhirnya berhenti berdetak. Arthur Agatston, MD, profesor dari University of Miami Miller School of Medicine, menyarankan para penderita jantung agar lebih mendekatkan diri lagi dengan teman atau keluarganya. Dukungan dari orang-orang terkasih ternyata sangat berarti, dan bisa membantu mereka untuk lebih tenang dan kuat menjalani hidupnya.

3. Perasaan terkejut bisa bikin jantung mau "copot"
Tak hanya karena kaget, kejadian yang membuat syok juga turut andil. Ini berkaitan dengan keberadaan aorta, saluran utama tempat darah mengalir ke lengan, leher, dan otak, yang terletak di bagian atas jantung. Saat terkejut, takut, atau gugup, kita merasa jantung berdenyut sangat kencang dan seolah hendak terlontar dari dada.

4. Bentuk jantung setiap orang berbeda-beda
Bentuk jantung orang berbadan tinggi dan kurus cenderung lebih panjang dan ramping. Sementara pada orang berbadan gemuk, bentuknya bisa beragam. Letak jantung pun bukan di sebelah kanan atau kiri dada kita, seperti yang dipahami banyak orang selama ini. Jantung kita sesungguhnya terletak di bagian tengah dada.

Bila selama ini dokter selalu memeriksa dengan meletakkan stetoskopnya di bagian kiri dada kita, itu karena ventrikel jantung sebelah kiri lebih besar dan terasa denyutnya, ketimbang yang di sebelah kanan.
READ MORE - Selengkapnya

Singkirkan Flu Dengan Terapi Aroma

Singkirkan Flu Dengan Terapi Aroma

Perubahan cuaca bisa melemahkan daya tahan tubuh kita, sehingga flu mudah menyerang. Cobalah menyingkirkannya dengan terapi aroma. Mau bikin sendiri?
Sejak dulu kala nenek moyang kita sebetulnya telah menggunakan wewangian untuk upacara adat dan pengobatan. Sebut saja mandi air kembang bagi calon pengantin, serta pemakaian minyak gosok untuk penyembuhan. Namun karena cara tradisional sulit diukur kadar kemurniannya, maka pemakaian minyak kayu putih, minyak lawang, minyak tawon, minyak telon dan sejenisnya itu sulit untuk digolongkan terapi aroma menurut konsep yang berkembang di Barat.
Dalam ilmu kedokteran terapi aroma merupakan cabang ilmu naturopatik, yang merupakan penatalaksanaan perawatan dan pengobatan menggunakan minyak esensial. Sedang minyak esensial adalah minyak yang berasal dari saripati tumbuhan aromatis yang biasa disebut minyak asiri.
"Minyak asiri ini merupakan hormon atau life force tumbuhan, yang bisa didapatkan dengan cara ekstraksi," kata Dr. Rachmi Primadiati, MNMed, DArom, DHerbMed, CIDESCO, CIBTAC, BABTAC, konsultan kecantikan kulit dan kosmetik serta aromatologist.
Minyak esensial mudah sekali menguap serta mempunyai titik didih tertentu. Maka penyimpanannya dianjurkan menggunakan botol berwarna coklat atau tidak tembus cahaya. Efek pengobatan minyak esensial akan hilang bila terkena sinar matahari atau cahaya lampu, lantaran minyak ini mudah rusak atau terurai.
Pemilihan minyak esensial pun harus berdasarkan pada karakter penggunanya. Orang yang mempunyai sifat introver dan ekstrover harus menggunakan minyak esensial yang berbeda.
Bisa Tidur Nyenyak
Perubahan cuaca pada musim panas ke musim penghujan atau sebaliknya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Inilah yang akhirnya menimbulkan flu dan pilek. Flu adalah infeksi virus yang mengenai hidung dan tenggorokan.
Terdapat beberapa minyak esensial yang bisa digunakan untuk mencegah maupun mengobati flu. Efek dan manfaat minyak esensial tidak hanya mengurangi gejala tetapi juga mengurangi resiko untuk terjadinya infeksi lebih lanjut.
“Minyak esensial itu berefek sebagai anti bakteri dan anti virus. Di samping itu juga merangsang kekebalan tubuh untuk melawan infeksi tersebut,” jelas Dr. Rachmi. Sebut saja antara lain minyak lavender, eucalyptus (sejenis kayu putih), peppermint, rosemary, tea tree, thyme (thymus bulgaris).
Mandi dengan marjoram juga bisa mengurangi demam, rasa sakit, menggigil, dan sakit kepala yang biasanya menyertai flu. Cara yang terbaik untuk pengobatan flu adalah menggunakan metode inhalasi, yaitu minyak esensial yang dihirup. Atau, bisa juga dicampur dengan air hangat untuk mandi berendam.
“Berendam dengan air hangat bersuhu sekitar 36 - 41 derajat Celcius yang telah ditetesi minyak tea tree sangat baik ketika terjadi gejala flu. Insya Allah bisa menghentikan perkembangan flu," ujar Dr. Rachmi yang menempuh pendidikan keahliannya di Inggris ini.
Bisa Dikombinasi
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, sangat bagus bila metode berendam itu dikombinasikan dengan penggunaan minyak esensial secara steaminhalasi (menghirup uap air) yang mempunyai efek antibakteri. Tapi temperatur pada steam tidak boleh terlalu panas, karena akan membakar selaput lendir di daerah hidung dan tenggorokan.
Minyak ekaliptus dan tea tree mempunyai efek sebagai antivirus, sehingga sangat baik digunakan pada steam. Dapat juga digunakan secara selang seling minyak rosemary atau peppermint sebagai pengganti ekaliptus dan tea tree.
Namun Dr. Rachmi mengingatkan, “Walaupun keduanya berefek sebagai stimulan, penggunaannya akan mengganggu tidur Anda. Makanya pada malam hari gunakan inhalasi dengan lavender. Karena lavender juga berefek menenangkan, sehingga akan mempermudahkakn Anda mengalami tidur yang nyenyak.”
Tidur nyenyak setelah menggunakan minyak lavender dengan kombinasi minyak marjoram, ternyata juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta menyembuhkan flu.
Minyak lavender juga baik disemprotkan di ruang tidur, terutama bagi yang terserang flu disertai batuk. “Jangan lupa meningkatkan mutu makanan yang cukup protein, vitamin C, serta banyak minum air putih,” tambah Dr. Rachmi. @ Hendra Priantono
READ MORE - Selengkapnya

BUNGA PACAR AIR UNTUK ATASI NYERI HAID

BUNGA PACAR AIR UNTUK ATASI NYERI HAID

Tanaman ini sangat mudah berbunga. Meski banyak khasiatnya tapi wanita hamil harus menjauhinya. Pemakaian yang tidak terukur malah bisa pula menimbulkan gangguan.

Beberapa tahun lalu, ketika cat kuku belum sepopuler sekarang, para gadis dusun memanfaatkan tumbuhan ini untuk mewarnai kukunya. Tapi beda dengan cat kuku yang hanya melapisi bagian luar, warna yang dihasilkan pacar air bisa meresap ke dalam kuku dan lebih alami. Cuma, warna-warna yang dihasilkannya memang tidak sesemarak cat kuku modern. Di Bali, bunga pacar air selalu terselip di antara banten (sesaji) yang digunakan untuk sembahyang.

Padahal, selain sebagai pemoles kuku dan syarat ritual, pacar air juga memiliki banyak khasiat untuk mengobati penyakit. Misalnya saja sebagai penghilang rasa nyeri ketika haid atau mengurangi rasa sakit pada bagian-bagian tertentu tubuh, seperti leher dan pinggang. Ia juga diyakini sangat bermanfaat untuk meringankan rematik dan merontokkan bisul-bisul.

Si Lizzie Yang Sibuk

Herba yang mudah ditanam dan sangat rajin berbunga ini ditengarai berasal dari India. Entah siapa yang membawa dan untuk apa ia dibawa ke Indonesia, yang pasti herba berbatang basah (herbaceus) ini banyak ditanam untuk menghiasi halaman depan rumah. Tingginya berkisar antara 30-80 cm. Daunnya tunggal, berbentuk memanjang dengan pinggir bergerigi dan berujung runcing. Bunganya terdiri dari 5 helai kelopak bunga dan warnanya pun beragam. Ada putih, ungu, jingga, merah, magenta atau pink.

Karena termasuk golongan tanaman annual, ia rajin berbunga selama 1-2 bulan. Bisa jadi itu sebabnya di belahan Barat bunga ini dikenal dengan nama busy lizzie (si lizzie yang sibuk). Buah pacar air berupa buah kendaga, dan bila telah masak buah yang seukuran seruas jari kelingking dengan biji-bijian di dalamnya ini akan pecah dengan sendirinya. Anak-anak desa suka memencet buah berwarna ini dan merasakan sensasi pecahnya buah di ujung jemari mereka.

Bagian yang biasa dimanfaatkan untuk obat adalah bunga, akar, daun, dan bijinya. Herba ini berasa pahit dan hangat. Karena itu, herba yang termasuk familia balsaminaceae ini mempunyai khasiat untuk melancarkan peredaran darah dan melunakkan benjolan-benjolan. Bunganya mengandung zat anthocyanin, cyanidin, delphinidin, pelargonidin, malvidun, kaempherol, dan quercetin. Dan pada akarnya ditemukan cyanidin, mono glycosine.

Hati-hati!

Meski memiliki banyak khasiat, ternyata pacar air juga mengandung racun. Karena itu penggunaannya pun musti sangat hati-hati. Dalam salah satu bukunya, Profesor Hembing Wijayakusuma mengingatkan bahwa wanita hamil dilarang memanfaatkan tumbuhan ini. Dan pada pemakaian yang terlalu lama (lebih dari seminggu), mulut kemungkinan akan terasa kering (xerostomia), mual (nausea), atau bahkan hilangnya nafsu makan (anorexia). Tapi, gejala-gejala itu akan hilang setelah dosis diturunkan atau malah dihentikan selama 2-3 hari.

Senada dengan Prof. Hembing yang menyarankan agar penggunaan untuk penyakit berat dikonsultasikan dulu ke dokter, Dr. Amarullah H. Siregar, MSc, PhD, juga mengingatkan bahwa tiap manusia memiliki dosis pengobatan masing-masing. Dan untuk gejala yang sama sekalipun, tidak bisa diberlakukan pengobatan yang sama. Makanya, ahli naturopati dan homeopati itu mengatakan bahwa penggunaan tanaman obat tradisional akan lebih maksimal jika diikuti dengan konsultasi dan pemeriksaan medis atau laboratorium.

Memanfaatkan Khasiat Pacar Air

Menurut Profesor Hembing Wijayakusuma dalam bukunya Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia, bunga pacar air dapat dimanfaatkan dengan resep-resep berikut :


Pemakaian Luar
  1. Rematik, radang kulit (dermatitis), dan bengkak. Bunga pacar air segar yang telah dihaluskan ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Tulang patah atau retak dan antiradang (antiinflamasi). Daun pacar air segar dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  3. Bisul (furunculus) dan radang kulit (dermatitis). 15 gram daun pacar air segar, 5 lembar daun cocor bebek segar, dihaluskan lalu ditempelkan pada bisul.
  4. Radang kuku. Seluruh herba pacar air secukupnya dihaluskan lalu ditempelkan pada kuku dan dibungkus dengan kain kasa. Lakukan 7-14 hari secara rutin.

Pemakaian Dalam

  1. Peluruh haid/melancarkan haid (emenagog) :- 4-5 bonggol akar pacar air, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu diminum airnya setelah disaring. Lakukan 3-4 kali sehari.- 6 gram biji pacar air dan 15 gr temu hitam, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.- 3-10 gram biji pacar air, 30 gr daun dewa segar, 10 gr temulawak, direbus dengan air secukupnya. Setelah disaring lalu airnya diminum.
  2. Nyeri haid (dysmenorrhea) : 10 gr daun pacar air, 15 gr umbi rumput teki, 15 gr temu hitam, direbus dengan air secukupnya lalu disaring dan diminum airnya.
  3. Keputihan (leucorrhea) :- 30 gr daun segar tanaman pacar air, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu idsaring dan diminum airnya.- 30 gr daun pacar air segar, 15 gr daun sambilotokering, direbus dengan air secukupnya, lalu disaring dan diminum airnya.
  4. Bisul (furunculus), radang kulit (dermatitis). 3-6 gr bunga pacar air, 5 lembar daun cocor bebek, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  5. Radang usus buntu kronis. 30 gr heba pacar air, 30 gr sambiloto, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  6. Tekanan darah tinggi (hipertensi). 10 gr bunga pacar 100 gr seledri kecil, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu diminum airnya.
  7. Sakit pinggang (lumbago), kaku leher, kaku pinggang, rematik. 15 gr akar pacar air, 30 gr akar sawi langit, 15 gr jahe merah, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, lalu diminum airnya. Lakukan 2-3 kali sehari secara teratur.

Masrur Jamaluddin-kompas.com







READ MORE - Selengkapnya

MENGAPA WANITA MENGANDUNG BISA KEGUGURAN BERULANG

MENGAPA WANITA MENGANDUNG BISA KEGUGURAN BERULANG

Investigasi keguguran

Gugurnya kandungan sering kali terkesan misterius, tidak terjelaskan. Bahkan, kerap dianggap hanya kebetulan. Padahal tidak selalu demikian. Menurut dr Kanadi Sumapraja, SpOG, MSc dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI RSCM, angka kejadian keguguran spontan di populasi berkisar 15-20 persen untuk seluruh kehamilan.
Keguguran berulang dapat menimbulkan tekanan mental dan trauma bagi pasangan yang mendambakan anak. Bagi perempuan, keguguran berulang memicu timbulnya rasa bersalah lantaran menganggap dirinya tidak mampu mempertahankan kehamilannya.
Kanadi mengatakan, seorang perempuan dapat disebut mengalami keguguran berulang jika mengalami keguguran sebanyak tiga kali atau lebih secara berturut-turut pada usia kehamilan kurang dari 24 minggu.
Namun, bagi Kanadi, investigasi penyebab keguguran sebetulnya dapat saja dilakukan setelah perempuan itu mengalami satu kali keguguran. Apalagi kalau pasangan itu mendambakan segera hadirnya keturunan.
”Kesannya baru setelah tiga kali mengalami baru boleh diinvestigasi. Padahal bisa sewaktu-waktu timbul masalah karena yang dipersalahkan kemudian perempuan,” ujarnya.
Jika dilihat dari usia kehamilan saat kejadian keguguran, keguguran dapat digolongkan menjadi keguguran preembrionik (terjadi di bawah usia kehamilan 6 minggu), keguguran embrionik (usia kehamilan 6-8 minggu), keguguran janin (usia kehamilan 8-12 minggu), keguguran janin lanjut (usia kehamilan 12-24 minggu).
Keguguran preembrionik dan embrionik banyak dihubungkan dengan kejadian kelainan kromosom, kelainan hormonal, gangguan endometrium, dan faktor imunologi. Adapun keguguran janin awal dan lanjut banyak dikaitkan dengan kelainan sindrom antifosfolipid dan trombofilia.
”Oleh karena itu, sangat penting mengetahui usia kehamilan saat keguguran terjadi, hasil USG sebelumnya, hingga struktur janin, misalnya, sudah kelihatan detak jantungnya atau belum,” ujarnya. Berbekal pengetahuan awal tersebut dapat diketahui kategori keguguran dan bisa membantu arah investigasi atau pemeriksaan dokter.
Pengentalan darah
Terdapat berbagai kemungkinan penyebab keguguran. Bahkan, terdapat keguguran yang tidak dapat dijelaskan. Untuk mengetahui secara pasti diperlukan pemeriksaan intensif.
Sejauh ini dr Karnadi mengatakan, hasil studi sejumlah peneliti memperlihatkan bahwa kelainan genetik, anatomi pada rahim, sindrom antifosfolipid, serta trombofilia memiliki hubungan yang kuat dengan keguguran.
Diperkirakan 7 persen-25 persen penderita keguguran berulang memiliki asosiasi dengan sindrom antifosfolipid. Antibodi antifosfolipid mempercepat pembekuan darah dan memicu bekuan darah.
Keguguran karena sindrom fosfolipid diakibatkan oleh adanya trombosis atau pembentukan bekuan darah yang akan menyumbat aliran darah plasenta. Akibatnya, bayi tidak mendapatkan nutrisi dari darah, kurang bertumbuh atau kecil, dan kemudian meninggal.
Pada kasus keguguran berulang yang demikian penggunaan heparin, senyawa untuk mencegah terjadinya bekuan darah, telah lama dikenal.
Efek terapeutik heparin pada kasus keguguran berulang yang diakibatkan sindrom antifosfolipid tidak hanya disebabkan efek antikoagulan atau pengenceran darah. Namun, juga karena adanya efek lain. Ternyata, heparin juga memiliki efek menghambat pengikatan antibodi fosfolipid, memicu terjadinya efek antiradang, dan memfasilitasi proses implantasi plasenta.
Pengalaman traumatik keguguran tak perlu terulang,” ujar Kanadi. Jika diinvestigasi dan diketahui penyebabnya lalu diberikan terapi yang tepat, perempuan yang kerap mengalami keguguran dapat melahirkan bayi dengan selamat dan sehat. (Indira Permanasari)
READ MORE - Selengkapnya

Obat Antibiotika dan Pengaruhnya

Antibiotika didefinisikan sebagai suatu substansi yang dihasilkan dari berbagai jenis mikroorganisme seperti jamur dan bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan dari mikroorganisme lain. Belakangan ini istilah antibiotika mencakup juga zat antimikroba sintetis seperti yang disebut dengan sulfonamide dan kuinolon. (Cunha BA.2002. Antibiotic essentials. Physycians press. Royal Oak Michigan 2002 ).

Dalam dunia kedokteran untuk pemberian antibiotika, maka perlu diperhatikan beberapa faktor dari penderita, antara lain:
  • Faktor derajat infeksi, misalnya pada infeksi ringan tidak perlu langsung diberikan antibiotika karena dengan penundaan pemberian antibiotika bisa mem-berikan kesempatan kepada tubuh untuk merangsang timbulnya meka-nisme kekebalan tubuh. Tapi pada infeksi berat atau infeksi yang telah berlangsung lama, pengobatan de-ngan antibiotika yang tepat boleh segera dimulai.
  • Faktor di mana tempat infeksi terjadi, misalnya apakah di tulang (organ yang kurang memiliki pembuluh darah), ataukah di jaringan susunan saraf pusat di mana antibiotika yang diberikan harus jenis yang sanggup menembus lapisan tersebut supaya obat dapat bekerja dengan efektif. Selain itu apakah adanya abses, jaringan mati, lendir yang banyak, benda asing dan lain lain yang bisa juga mengurangi efektivitas kerja antibiotika sehingga diperlukan untuk terlebih dahulu dilakukan tindakan seperti pembersihan luka atau insisi sebelum memberikan antibiotika.
  • Faktor usia, apakah bayi, anak-anak, orang dewasa atau usia lanjut perlu pertimbangan khusus dalam pemberian antibiotika
  • Faktor adanya penyakit komorbid misalnya adanya kelainan hati atau ginjal perlu sekali diperhatikan karena dapat menurunkan efektifitas obat dan memperberat efek keracunan obat. Selain itu kelainan genetik seperti kekurangan enzim G6PD bisa menimbulkan anemia hemolitik bila diberikan antibiotika tertentu.
  • Faktor status kekebalan tubuh, misalnya pada penderita dengan penurunan status kekebalan tubuh pemberian antibiotika akan berbeda dengan yang memiliki status kekebalan tubuh cukup baik walaupun dengan tingkat infeksi yang sama.
  • Faktor hamil atau menyusui, ada beberapa antibiotika yang sama sekali tidak boleh diberikan kepada orang hamil karena bisa menimbulkan efek-efek yang membahayakan seperti kecacatan pada janin yang di kandung, atau pada yang menyusui karena ada beberapa antibiotika yang bisa ditemukan dalam air susu ibu yang bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan pada bayi.
  • Faktor sosial dan ekonomi, artinya selain harga obat juga perlu diperhatikan lama dan interval pemberian obat, sehubungan dengan banyaknya obat yang dibutuhkan.

Untuk menentukan dosis harus didasarkan pada diagnosis penyakit, berat infeksi, efek dan kerja antibiotika, serta efek samping obat itu sendiri karena sangat berhubungan dengan keadaan pasien misalnya bila ada kelainan ginjal, bagaimana keadaan fungsi hati, usia, berat badan dan lain-lain. Antibiotika dapat diberi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi (sesuai farmakodinamik dan farmakokinetiknya obat tersebut).

Untuk masa terapi antibiotika dilakukan secara individual yaitu dengan mempertimbangkan respons klinik pasien. Umumnya lama pemberian antibiotika 5-7 hari, bergantung pada berat ringan penyakitnya, dan dapat dihentikan 3-5 hari setelah klinis membaik. Tapi pada beberapa penyakit lain seperti tuberkulosis (TB) perlu diberikan antibiotik selama berbulan-bulan.

Kegagalan dalam pemberian terapi dengan antibiotik bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
• kuman yang sudah kebal/resisten terhadap antibiotik yang diberikan.
• dosis yang terlalu rendah.
• masa pengobatan terlalu singkat.
• adanya faktor mekanik seperti abses,benda asing, batu, banyaknya lendir.
• kesalahan dalam menetapkan penyebabnya.
• tidak semua bagian tubuh dapat ditembus dengan mudah oleh antibiotika.
• keadaan umum pasien yang buruk.
• jeleknya sistem kekebalan tubuh pasien.

Sumber : dr. Stephanie Pangau, MPH

READ MORE - Selengkapnya

Arsip

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails