Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

MENGENAL GEJALA STRES PADA ANAK

STRES tidak hanya monopoli orang dewasa, tapi bisa terjadi di semua usia. Bahkan sejak usia dini, sejak dalam kandungan. Bila ibu yang mengandung mengalami stres, janin yang ada dalam kandungan juga akan merasakannya. Detak jantung janin menjadi tidak teratur, sehingga persediaan oksigen dan sari makanan berkurang.

Pada balita ada beberapa penyebab munculnya stres, misalnya pertengkaran orangtua atau perceraian dapat menyebabkan ketakutan pada anak. Hal itu wajar karena seorang anak mendambakan kasih sayang orang di sekelilingnya, terutama orangtuanya, untuk membuatnya merasa aman dan terlindung.

Bisa juga karena pola asuh orangtua. Secara umum, pola asuh orangtua terdiri atas tiga macam. Pertama, authoritarian, yakni orangtua bersikap otoriter, tidak memberi anak kebebasan, dan memaksa anak agar memenuhi tuntutan orangtua bahkan menganiaya anaknya.

Kedua, permissive, yaitu orangtua membebaskan anaknya walaupun seorang anak belum dapat membuat keputusan dengan tepat dan membiarkan kesalahan anak. Ketiga, authoritative, yaitu orangtua menentukan dengan jelas konsekuensi dari setiap tindakan yang diambil. Mereka tidak mengekang anak secara berlebihan juga tidak membebaskannya, tetapi terus memberi perhatian pada anak dan berusaha membentuk anak yang mandiri.

Pola authoritative yang paling baik untuk membentu kepribadian anak. “Stres dapat terjadi pada anak apabila dia merasa tidak dapat memenuhi tuntutan orangtuanya atau karena dia harus mengalami konsekuensi buruk akibat kesalahan keputusan yang diambil.

Penyebab lain bisa dari tekanan teman. Dalam pergaulan, seorang anak tidak ingin berbeda dari anak-anak lain dari kelompoknya. Perbedaan seorang anak mungkin karena fisik atau sifatnya dapat memancing ejekan dari teman-temannya. Itu pula yang dapat menyebabkan seorang anak merasa stres karena merasa tidak dapat diterima teman-temannya.

Dari penyebab itu ada yang memang langsung menyebabkan anak stres. Tapi ada yang muncul karena akumulasi dari peristiwa yang dialami secara berulang. “Yang ringan saja jika terus-terusan bisa berat.

Gejalanya pun bisa bermacam-macam, seperti sering menangis, senang menyendiri, rewel, tidak mau berangkat ke sekolah atau suatu tempat, membuat kenakalan di sekolah atau di lingkungan tempat bermain, dan penurunan nilai sekolah. Bahkan stres juga dapat menyebabkan penyakit fisik pada anak, misalnya merasa pusing, mual, diare, kelumpuhan akibat depresi, atau penyakit lainnya.

Reaksi-reaksi psikosomatik termasuk problem pencernaan, sakit kepala, kelelahan, gangguan tidur, dan masalah sewaktu buang air, mungkin merupakan tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Karena itu, apabila seorang anak mengalami sakit dalam waktu lama dan setelah dikonsultasikan ke dokter tidak ditemukan penyebab pasti, tidak ada salahnya bila Anda meminta bantuan seorang psikolog, karena penyakit tersebut bisa saja bukan disebabkan virus, bakteri, atau kerusakan pada tubuh, melainkan disebabkan pikiran anak yang sedang stres.
int/(*)
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MENGENAL GEJALA STRES PADA ANAK"

Posting Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner