Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

Mengenal Mastitis, Infeksi pada Payudara

img
Mastitis adalah infeksi pada jaringan payudara yang menyebabkan nyeri, pembengkakan dan kemerahan pada payudara. Biasanya gejalanya disertai dengan demam dan menggigil. 

Mastitis paling sering menyerang wanita yang sedang menyusui, disebut juga dengan masitits laktasi. Namun, terkadang mastitis juga menyerang perempuan yang sedang tidak menyusui.

Pada kebanyakan kasus, mastitis laktasi menyerang pada tiga bulan pertama setelah melahirkan (postpartum), tetapi dapat juga terjadi selama menyusui. Tapi seorang ibu masih bisa terus menyusui bayinya saat mastitis.

Gejala
1. Payudara terasa lembut atau hangat ketika disentuh
2. Pembengkakan pada payudara
3. Nyeri atau rasa terbakar saat menyusui
4. Kulit kemerahan
5. Demam
6. Mastitis laktasi cenderung mempengaruhi hanya satu payudara

Penyebab

Mastitis diakibatkan oleh yang bakteri memasuki payudara melalui kulit puting susu yang retak atau melalui lubang bukaan saluran susu pada puting susu. Bakteri pada permukaan kulit dan mulut bayi memasuki saluran susu dan berkembang biak, sehingga menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan payudara karena infeksi.

Perawatan dan obat-obatan

1. Antibiotik. Pengobatan dengan antibiotik biasanya membutuhkan waktu 10-14 hari. Selama 24 sampai 48 jam setelah pengobatan antibiotik, gejala mulai berkurang. Namun obat tetap perlu diminum untuk mencegah kekambuhan.

2. Perawatan diri. Istirahat, tetap menyusui dan minum cairan tambahan dapat membantu tubuh mengatasi infeksi payudara.

3. Menyesuaikan teknik menyusui. Pastikan bahwa payudara benar-benar kosong payudara selama menyusui dan bayi berada pada posisi yang benar. Dokter dapat mengajari teknik menyusui yang baik.

Jika mastitis belum juga sembuh setelah minum antibiotik, periksa kembali ke dokter. Kanker inflamasi payudara juga dapat menyebabkan kemerahan dan pembengkakan yang gejala awalnya serupa dengan mastitis.

Sumber: MayoClinic

http://www.detikhealth.com
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails