Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

Necrotizing Enterocolitis, Gangguan Pencernaan Pada Bayi

Necrotizing enterocolitis adalah infeksi dan pembengkakan pada perut. Sering ditemui pada bayi yang terlahir prematur. Banyak bayi yang selamat kemudian dapat hidup sehat. Namun jika infeksi menjadi parah, dapat menyebabkan kerusakan parah pada usus, yang dapat menyebabkan kematian.
img
Beberapa anak yang selamat mungkin memiliki masalah dengan pencernaan, pertumbuhan atau perkembangannya. Kondisi ini biasanya terjadi selama dua minggu pertama setelah kelahiran. Namun dapat juga terjadi setelah tiga bulan kelahiran.

Gejala

Bayi yang baru lahir biasanya sehat sebelum mulai menunjukkan gejala. Gejalanya tergantung pada seberapa parah masalahnya, seperti:
1. Perut bengkak lembut, merah atau mengkilap.
2. Sembelit.
3. Tinja gelap, hitam atau berdarah.
4. Suhu tubuh tidak stabil atau rendah.
5. Demam dan menggigil.
6. Detak jantung dan pernapasan cepat..
7. Tidak ingin makan.
8. Muntah.
9. Menjadi kurang aktif atau sedikit energi.

Diagnosis
Diagnosis dapat menggunakan
1. Sinar-X pada perut bayi yang baru lahir
2. Tes darah pada kotoran bayi (fecal occult blood test).
3. Tes untuk mengecek bakteri dalam kotoran, darah, urin, atau cairan tulang belakang.

Penyebab

Para dokter masih belum yakin apa penyebabnya. Mungkin disebabkan oleh sistem imun dan pencernaan yang tidak terbentuk dengan baik. Hal ini dapat terjadi jika bayi lahir prematur atau terdapat masalah selama kehamilan atau kelahiran.

Para ahli tidak tahu apakah memberikan makanan formula kepada bayi dapat memicu necrotizing enterocolitis. Hanya diketahui bahwa penyakit ini lebih jarang terjadi pada bayi yang diberi minum ASI.

Pengobatan

Bayi akan dirawat dalam Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Pengobatan biasanya berlangsung selama 3 sampai 10 hari. Mungkin dapat lebih lama jika kondisi memburuk. Pengobatannya termasuk diberi infus, antibiotik, dan pipa yang mengalir dari hidung ke perut untuk membuang cairan dan gas yang berlebihan dalam perut.

Jika bayi tidak membaik dengan pengobatan, ia mungkin memerlukan pembedahan. Lebih dari setengah bayi yang mengalami necrotizing enterocolitis memerlukan pembedahan. Pembedahan biasanya memiliki dua prosedur yang terpisah berminggu-mingu atau berbulan-bulan.

Operasi pertama menghilangkan bagian yang rusak dari usus dan menciptakan kolostomi atau ileostomy (lubang di perut) sehingga usus dapat disembuhkan. Dengan demikan, tinja meninggalkan tubuh melalui sebuah lubang di perut dan dikumpulkan dalam kantong.

Operasi kedua akan dilakukan untuk menutup ostomy sehingga tinja yang dapat melewati tubuh normal lagi. Setelah pengobatan, bayi akan siap untuk meninggalkan rumah sakit jika dapat makan dengan baik dan tidak kehilangan berat badan.

Sumber: WebMD
detikhealth
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails