Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

Aneka Macam Obat Sedatif

1. Alkaloid Rauwolfia
Diperoleh dari akar tumbuh-tumbuhan Rauwolfia serpentina (pule pandak) dan alkaloidterutama yang digunakan adalah reserpina.

Reserpina sekarang sudah dapat dibuat secara sintetis. Reserpina selain digunakan sebagai obat sedatif, juga digunakan sebagai obat antihipertensi (menurunkan tekanan darah tinggi). Kerja ikutan yang tidak diingini dari reserpina ialah dapat mengakibatkan turunnya tekanan darah sehingga mengakibatkan hipotensi dan gejala-gejala alergi. Penggunaan reserpina sebagai neuroleptik sekarang sudah jarang digunakan, tetapi sebaliknya banyak digunakan untuk pengobatan tekanan darah tinggi.
Dosis biasa: Oral 3 x sehari 0,25 — 5 mg.

2. Turunan dari fenothiazina
Turunan-turunan dari fenothiazina yang masih banyak digunakan ialah:
a) Klorpromazina (sinonim = Largactil).
Obat ini berkhasiat menenangkan gejala-gejala penyakit jiwa, sebagai akibatnya penderita menjadi lambat dalam gerak-geriknya. Dosis: Oral 3 x sehari 100 mg.
b) Promazina.
Daya kerjanya kurang kuat bila dibandingkan dengan Klorpromazina, tetapi kerja ikutannya juga lebih ringan. Digunakan pada orang-orang tua dan lemah dengan dosis yang 2 kali lebih besar daripada Klorpromazina.

3. Meprobamat (Miltown)
Meprobamat bersifat sebagai sedatif dan kerja menidurkannya ringan. Walaupun kegiatan menidurkannya tidak sekuat seperti reserpin dan Klorpromazin, tetapi meprobamat berguna dalam psychoterapi sebagai obat tambahan.

Meprobamat ini banyak disalahgunakan untuk pengobatan menenangkan ketegangan batin atau kecemasan. Kerja ikutannya dapat mengakibatkan otot-otot menjadi lemah, menimbulkan perasaan letih dan pusing. Pemakaian meprobamat yang terlalu sering dapat mengakibatkan kebiasaan. Dosis biasa: Oral 3 — 4 x sehari 400 mg.

4. Diazepam (sinomin Valium)
Diazepam ini terutama digunakan pada keadaan ketegangan jiwa dan mempunyai efek menidurkan. Kerja ikutannya hanya menimbulkan perasaan mengantuk.
Dosis: Oral 3 x sehari 2 mg, dalam keadaan tertentu dapat dipertinggi sampai 60 mg seharinya.

Pustaka Artikel Macam-Macam Obat Sedatif
Obat-obatan, Oleh Dra. V. Nuraini Widjajanti, Apt.
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails