Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

Untuk Para Lelaki, Coba Cek Ukuran Pinggang Anda!

Coba Cek Ukuran Pinggang Anda!
Penelitian ini peringatan bagi pria obesitas. Sebuah penelitian mengungkapkan ukuran pinggang pria berhubungan dengan disfungsi ereksi dan frekuensi buang air kecil. 


Penelitian itu menunjukkan bahwa pria obesitas tak hanya berpengaruh bagi kesehatan jantung maupun metabolisme, tetapi juga kehidupan seks dan kesehatan saluran kencing.

Hal itu berdasarkan hasil penelitian dari New York-Presbyterian Hospital / Weill Cornell Medical Center. Penelitian itu diterbitkan dalam Journal of Urology International (BJUI) dalam edisi Agustus.

"Temuan itu menunjukkan bahwa obesitas pada pria merupakan bagian dari pertumbuhan epidemi global, yang mempengaruhi kesejahteraan mereka," jelas peneliti senior pada studi tersebut, Dr. Steven A. Kaplan, the E. Darracott Vaughan Jr., Professor of Urology di Weill Cornell Medical College.

Peneliti mengungkapkan apa yang kita makan bisa memberikan konsekuensi yang menghancurkan lebih dari sekadar jantung. "Masalah kualitas kehidupan seperti kesehatan seksual dan kandung kemih yang bisa berpengaruh dengan cara drastis," jelas Kaplan.

Namun jangan takut, penelitian itu juga menunjukkan bahwa menurunkan lingkar perut hingga 2,5 inci atau 6,4 sentimeter (cm) juga bisa membantu pria mengatasi masalah disfungsi seksual dan sering buang air kecil, 

Pada penelitian itu, tim mempelajari 409 pria yang didiagnosis dengan gejala saluran kemih bawah (Lower Urinary Tract Symptoms/LUTS) di Institut kandung kemih dan Kesehatan Prostat di New York-Presbyterian/Weill Cornell. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah obesitas dikaitkan dengan LUTS, masalah umum yang mempengaruhi pria yang lebih tua. 

LUTS adalah gabungan antara gejala pada fase pengisian dan fase pengosongan kandung kemih, ttermasuk gejala kesulitan buang air kecil, seperti meningkatnya frekuensi selama siang dan malam.

Studi lebih kecil sebelumnya telah menyarankan berat badan dapat dikaitkan dengan LUTS, "tetapi studi baru ini dirancang agar lebih definitif dan komprehensif," kata Dr Kaplan.

Peserta yang terdaftar dalam studi itu berkisar 40-91 tahun. Hasilnya, sebanyak 37,5 persen memiliki lingkar pinggang kurang dari 36 inci (91,4 cm), 33,5 persen laki-laki memiliki pinggang yang antara 36-40 inci, dan 29 persen laki-laki memiliki pinggang yang lebih besar dari 40 inci (101,6 cm).

Para peneliti menemukan bahwa ukuran pinggang yang lebih besar dikaitkan dengan seringnya buang air kecil: 39 persen pria dengan lingkar pinggang terbesar kencing lebih dari delapan kali dalam 24 jam, dibandingkan dengan 27 persen pria di kisaran menengah dan 16 persen pria dengan pinggang terkecil. 

Pola yang sama terlihat untuk buang air kecil malam hari, 44 persen pria dengan pinggang terbesar harus buang air kecil lebih dari dua kali pada malam hari, dibandingkan dengan 29 persen pria dalam kelompok menengah, dan 15 persen laki-laki yang lebih ramping. 

Para peneliti juga mengamati peserta tentang kesehatan seksual mereka dan menemukan bahwa 74,5 persen pria dengan pinggang terbesar dilaporkan disfungsi ereksi, dibandingkan dengan 50 persen pria dalam kelompok menengah dan 32 persen pria dengan pinggang yang lebih kecil. 

Masalah ejakulasi mengikuti pola yang sama, masing-masing 65 persen, 40 persen, dan 21 persen.

Untuk memberikan pandangan yang komprehensif tentang masalah kesehatan yang berhubungan dengan lingkar pinggang, tim peneliti juga menilai variabel lain terkait dengan obesitas. Dalam studi tersebut, tekanan darah tinggi, kolesterol, penyakit arteri koroner dan diabetes tipe 2 lebih umum pada laki-laki dengan ukuran pinggang yang lebih besar.

Dr Kaplan mengatakan dia tidak tahu mengapa obesitas menyebabkan disfungsi seksual dan saluran kencing, tapi ia berhipotesa bahwa perubahan vaskular atau aliran darah ke panggul, bersama dengan perubahan kadar hormon akibat obesitas, yang mungkin menjadi penyebab utama.

"Kami sekarang memiliki pemahaman yang diperluas tentang bagaimana obesitas dapat mempengaruhi kesehatan manusia, dan dengan cara sederhana bisa mengenali orang-orang yang mungkin akan terpengaruh dengan cara ini," kata Dr Kaplan. 

"Ini menjadi rekomendasi bahwa pria harus menjaga berat badan yang sehat demi keseluruhan kesejahteraan mereka". (golocalworcester/MEL)
http://kesehatan.liputan6.com
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails