Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

Radang Telinga Pada Anak

Sebagai indra pendengar, telinga adalah salah satu indra yang mempunyai peranan penting dalam tubuh. Indra ini terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian luar yang terletak di sisi kepala, telinga bagian tengah, dan telinga bagian dalam. Telinga luar berupa kulit seperti kulit kita dan areanya meliputi dari liang telinga sampai gendang telinga. Area telinga tengah meliputi gendang telinga sampai hampir masuk ke rumah siput. Sedangkan telinga bagian dalam meliputi rumah siput sampai ke dalam. Lubang pada telinga ditumbuhi bulu-bulu halus yang berfungsi untuk mencegah masuknya benda asing. Tetapi acapkali kita jumpai bayi atau anak kecil mengalami peradangan pada telinga, yang biasanya terjadi pada telinga bagian tengah. Mengapa hal ini sering terjadi?

Umumnya anak yang menderita radang telinga cendrung untuk mengalami radang pada seluruh alat pernafasan bagian atas yaitu hidung dan tenggorokan. Selaput lendir pada telinga merupakan lanjutan dari selaput lendir yang terdapat dalam hidung dan tenggorokan.

Salah satu sebab mengapa anak kecil mudah terkena radang telinga ialah karena hidung anak umur satu tahun ukurannya lebih kecil dan tidak mengembang. Selain itu tuba eustachius-saluran yang langsung menghubungkan telinga dan tenggorokan pada anak kecil pendek jaraknya dan letaknya pun mendatar.Kelemahan anatomis inilah yang membuat sulitnya pengeluaran cairan dan menyebabkan anak mudah terkena infeksi. Bila anak kecil terkena radang di daerah tenggorokan, maka radang ini dengan cepat akan menjalar ke telinga tengah melalui tuba eustachius.

Pada saat pilek terus menerus, lendir yang ditimbulkan juga bisa menumpuk di telinga tengah. Inilah yang disebut Otis Media Efusi (OME), dalam hal ini, terjadi penumpukan efusi (lendir) yang menyebabkan gangguan pergerakan dari tulang-tulang pendengaran, yaitu tidak bisa bergetar dengan baik. Efusi juga bisa terjadi karena penyembuhan pada telinga tengah yang tidak sempurna. Kadang, infeksi sudah hilang tetapi lendir masih ada dan mengendap di ruang telinga tengah. Jika tidak ditangani dengan baik bisa berkembang menjadi glue ears, seperti lem yang mengental di telinga tengah. Efeknya, pendengaran menurun. Gendang telinga tampak utuh tetapi tidak mendengar saat di panggil. Hal ini sering terjadi pada anak-anak usia sekolah, sehingga prestasi mereka cendrung menurun.

Infeksi yang terus menerus pada telinga tengah, bisa saja mengakibatkan gendang telinga sobek. Infeksi ini ditandai dengan keluarnya cairan dari telinga karena gendang telinga sudah pecah. Pecahnya gendang telinga bisa disebabkan adanya infeksi di telinga maupun penyebaran dari infeksi di sekitarnya.

Pengobatannya.....

Anak yang mengalami radang telinga sebaiknya langsung dibawa ke dokter, untuk mengetahui sampai sejauh mana peradangan terjadi. Terapi pengobatan yang sering dilakukan ialah memberikan obat-obat antibiotik. Pada waktu pemeriksaan, dokter mengambil sebagian dari cairan yang terkena radang, kemudian menelitinya dengan pemeriksaan bakteriologis. Dengan pemeriksaan jenis ini bakteri dapat diketahui dengan jelas, sehingga mudah untuk mengobatinya. Jika ternyata setelah diberikan pengobatan yang benar, infeklsi masih terus berlangsung , biasanya dokter akan menyarankan pergi ke dokter spesialis THT untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Pencegahan.....

Sebagai tindakan pencegahan agar anak Anda tidak terkena radang telinga, berikut ini beberapa tip yang perlu ditindaklanjuti:

1. Segera berobat jika anak Anda mengalami batuk dan pilek yang tak kunjung sembuh, atau batuk dan pilek dengan rasa tak enak di telinga.

2. Minumlah obat dari dokter sampai habis jika anak Anda mengalami batuk dan pilek.

3. Laranglah anak untuk mengorek telinga, apalagi dengan benda yang tajam.

4. Hindari bepergian ke pegunungan atau naik pesawat terbang selama batuk dan pilek. Jika Anda tetap memaksa untuk pergi, kunyahlah permen karet, untuk bayi biarkan menyedot susu atau air dan sebaiknya lebih sering menelan ludah.
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails