Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya

Mengenal Posisi Janin Sungsang Pada Kehamilan


Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal, pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Kehamilan sungsang dapatdidiagnosis melalui bantuan ultrasonografi(USG).

Sebenarnya, seorang ibu hamil dapat mendeteksi sendiri kelainan letak janinnya. Jika posisi janinnya normal, setelah usia kehamilan 28-32 minggu, akan merasakan gerakan janin lebih banyak di atas pusar. Sedangkan jika janinnya sungsang, akan dirasakan tendanganjanin yang lebih banyak ke arah bawah. Hal ini juga berarti kepala dan tangan janin berada di atas. Ciri lainnya adalah rahim terasa tertekan atau sesak karena bagian yang keras (kepala janin) mendesak tulang iga.

Kelainan letak janin tersebut juga bisa diketahui bidan atau dokter dengan cara meraba perut pada ibu hamil. Jika perlu, pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan dokter untuk mencari penyebabnya, antara lain dengan menggunakan alat ultrasonografi (USG).

Penyebab sungsang 

Faktor janin. Misalnya, ukurannya lebih kecil ketimbang ruangan dalam rahim. Atau sebaliknya, ukuran janin terlalu besar sehingga kepalanya tak bisa masuk ke rongga panggul. Selain itu bisa juga karena janin kembar, atau ada kelainan pada janin seperti kepalanya besar (hidrosefalus) atau tidak ada batok kepala (anencephaly).

Faktor bunda. Misalnya, bentuk rahim tidak normal atau adanya kelainan pada rahim, rongga panggul bunda sempit, cairan ketuban (amniotik) terlalu banyak, atau ada tumor di rahim yang menghalangi jalan lahir. Selain itu, bisa juga karena plasenta berada di bagian bawah rongga rahim, ari-ari yang pendek, ada lilitan tali pusat, atau Anda telah melahirkan banyak anak sehingga rahim sudah sangat elastis.

Jika dikaitkan dengan posisi kaki janin, maka ada 3 jenis sungsang :

Letak bokong (frank breech): letak bokong di bawah dengan kedua kaki ke atas, kadang kaki sampai menyentuh telinga.

Letak sungsang sempurna (complete breech): letak bokong di bawah dengan kedua kaki ada di samping bokong (seakan posisi janin “jongkok” dengan bokong di atas mulut rahim dan lutut terangkat ke perut.

Letak sungsang tidak sempurna (incomplete breech atau single footling breech): selain bokong, ada bagian tubuh lain, seperti kaki atau lutut, yang berada di bawah. Biasanya, satu kaki menjulur ke bawah hingga ke jalan lahir. Jenis sungsang ini jarang ditemukan.

Pada usia kehamilan 38 minggu, umumnya posisi janin sudah tidak berubah lagi.Yang paling penting adalah mengetahui mengapa terjadipresentasi bokong (kepala di atas, bokong di bawah); apakah ada penyulit yang menyertai, misalnya bayinya besar, letak plasenta menutupi jalan lahir, ada lilitan tali pusat dsbnya. Jika tidak ditemukan penyulit, boleh dicoba melakukan versi luar (memutar janin); cara ini mungkin berhasil, bisa juga tidak. Jika tidak berhasil, sebaiknya persalinan dilakukan denganoperasi sesar karena risiko kematian dan kesakitan (mortalitas danmorbiditas) bayi pada persalinan sungsang dibandingkan dengan persalinan normal, 3 kali lebih tinggi. Janin dengan posisi sungsang bisa saja lahir lewat jalan lahir, hanya saja, banyak komplikasi pada bayi akibat persalinan sungsang tersebut, antara lain after coming head (kepala macet di pintu panggul sementara bokong, perut, dan bahu sudah lahir).

Tip agar bayi tidak sungsang.

Yang harus diketahui oleh ibu muda yang baru mengalami masa kehamilan tetapi hamil sungsang, tidak perli khawatir karena memikirkan kehamilannya. Dimana usia kehamilan sangat berpengaruh terhadap posisijanin. Usia kehamilan 36 pekan bagi ibu yang baru pertama melahirkan, posisi janin masih bisa berubah-ubah, dari posisi sungsang ke posisi normal. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan apabila posisi janindalam kehamilan Anda mengalami sungsang. 

Melakukan gerakan seperti orang sujud, teknik ini bisa digunakan dan paling mudah untuk dilakukan yaitu dengan posisi seperti orang sujud selama 5-10 menit, apalagi jika melaksanakan shalat lima waktu, tentu akan lebih baik lagi dan mudah-mudahan dapat merubah posisi sungsang menjadi normal

Usahakan badan minimal gerak, misalnya jalan-jalan dalam batas wajar, sedikit bersih-bersih rumah atau yang lainnya.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails