Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

MENGATASI SUSAH BAB PADA BAYI


Bayi bisa mengalami konstipasi atau sulit buang air besar bilamana frekuensi buang air besar kurang dari 3 kali per minggu, dengan kondisi tinja (feses) yang keras sehingga harus lebih me-ngeden dan bayi atau anak sering menangis kesakitan untuk mengeluarkan tinja saat buang air besar (BAB). Biasanya hal ini terjadi pada bayi yang berusia diatas 1 tahun. 

Andaikata pun terjadi pada bayi pada usia kurang dari 1 tahun, lebih disebabkan kurangnya konsumsi air minum, banyak mengkonsumsi susu formula, atau orang tua memaksakan bayi untuk mengkonsumsi makanan dengan tekstur lebih padat sebelum waktunya (usia kurang dari 1 tahun). 

Sembelit merupakan kelainan yang terjadi pada saluran pencernaan dan karena berbagai faktor penyebab, seperti :
  • Kurang konsumsi air minum menyebabkan saluran pencernaan terganggu
  • Pola makan yang tidak sehat yakni kurangnya konsumsi makanan mengandung serat
  • Pemberian susu formula yang kurang tepat dengan kadar keenceran yang tidak pas
  • Pemberian makanan tambahan, dengan tekstur agak kental atau padat padahal usus bayi belum terbiasa mencerna makanan dengan tekstur seperti itu
  • Hirschprung yakni kelainan syaraf pada usus besar bagian bawah, mulai anus hingga usus di atasnya, sehingga usus tidak mampu melakukan gerakan peristaltik (meremas), yang berakibat penyumbatan kotoran pada usus.
  • Menghadapi masalah sulit buang air besar atau sembelit terutama pada bayi, seringkali membuat resah dan panik para orang tua. Namun anda tidak perlu khawatir, mudah-mudahan informasi berikut ini bisa membantu Anda mengatasi kesulitan buang air besar pada bayi dan anak anda. Yuk, simak 11 Tips ampuh mengatasi susah buang air besar pada bayi dan anak berikut ini :
  • Berikan makanan yang mengandung serat yakni dengan memberikan buah-buahan seperti papaya, atau jus buah alami (buah di blender) dan berikan sayuran setiap harinya (misalnya sayuran yang di sup).
  • Jika bayi anda masih mengkonsumsi ASI, pastikan anda sebagai ibunya mengkonsumsi cukup serat seperti sayuran dan buahan setiap hari
  • Berikan kacang merah (dibuat sup kacang merah) sebagai sayuran atau bisa dengan memberikan makanan agar-agar yang mengandung serat
  • Mandikan bayi Anda dengan air hangat agar tubuhnya menjadi rileks sehingga bisa melancarkan buang air besarnya
  • Berikan air minum (air putih) setiap hari minimal 0.5-0.8 liter (pemberian minum dilakukan secara bertahap sedikit-sedikit namun sering), cara mudahnya anda sediakan saja botol air mineral sesuai ukuran setiap air dan usahakan agar bayi atau anak anda menghabiskannya setiap hari
  • Jika bayi atau anak anda mengkonsumsi susu formula, coba diencerkan susunya (jumlah air lebih banyak dibanding susu). Jika ini tidak juga menyelesaikan masalah sulit buang besar pada bayi anda, segera ganti susu formulanya dengan yang lain atau ganti dengan susu soya (susu kedelai)
  • Berikan tepung sagu (nama latinnya Metroxylon Sago Rottb) yang biasa dikonsumsi masyarakat di Indonesia Timur sebagai bahan makanan. Sagu mengandung serat yang bisa menjaga mikroflora usus. Penyajian sagu bisa dibuatkan berupa bubur dari tepung sagu yang dimasak, seperti bubur mutiara yang biasanya terbuat dari sari pati sagu yang berbentuk bola-bola kecil dan lebih nikmat dimakan bersama gula jawa ditambah sedikit santan.
  • Jika anda repot menyediakan sagu dalam bentuk bubur, bisa anda coba melarutkan 3 - 5 sendok makan tepung sagu dalam segelas air hangat, campurkan gula jawa dan garam sebagai penyedap alami dan berikan kepada bayi atau anak anda dengan frekuensi 3 x sehari dan waktu penyajian ½ jam sebelum waktu makan bayi atau anak anda.
  • Selain untuk mengatasi susah buang air besar, sagu juga bermanfaat sebagai obat untuk penyakit lain seperti maag, kanker usus, disentri, dan berbagai penyakit lainnya yang berhubungan dengan saluran pencernaan.
  • Jangan anda coba-coba memberikan bayi Anda obat pencahar tanpa resep dokter, karena salah-salah justru akan menimbulkan iritasi pada anus bayi atau anak anda.
  • Jika tips diatas tidak juga membuahkan hasil, segera bawa bayi atau anak Anda ke dokter untuk berkonsultasi masalah sembelit atau konstipasi ini. Dokter akan mendiagnosa dan mencari tahu penyebab serta akan memberikan penanganan medis yang tepat untuk bayi atau anak anda. Dokter biasanya akan memberikan resep obat-obatan untuk melicinkan jalan kotoran di bagian pencernaan (usus) sehingga bisa membantu memperlancar buang air besar.
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails