Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

FAKTOR PENINGKAT TERKENA KANKER PAYUDARA

http://mypotik.blogspot.com/2015/04/faktor-peningkat-terkena-kanker-payudara.html
Sebelum terlanjur, sebaiknya Anda mengetahui tentang apa saja yang menjadi risiko wanita terkena kanker payudara. Yang jelas, pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. 

Menurut beberapa sumber seperti dari ABC News,Daily Mail, Okezone bahwa risiko wanita terkena kanker payudara adalah sebagai berikut 


1. Usia
Risiko kanker payudara meningkat bergantung pada usia seorang wanita. Di AS, 1 dari 227 wanita berusia sekitar 30 tahun didiagnosis dengan kanker payudara, sementara untuk wanita berusia di atas 70 tahun jumlahnya meningkat menjadi 1 dari 26 wanita.

2. Riwayat kanker payudara
Seorang wanita lebih mungkin didiagnosis kanker payudara jika ia sudah pernah terkena penyakit tersebut sebelumnya. Sebab jika seorang wanita pernah terkena kanker di salah satu payudaranya, maka tinggi kemungkinannya kanker tersebut juga bisa menyebar ke payudaranya yang lain.

3. Riwayat keluarga
Risiko kanker payudara akan meningkat jika seorang wanita memiliki ibu, saudara wanita atau anak yang sebelumnya telah didiagnosis dengan penyakit ini. Risiko ini juga akan semakin meningkat jika jumlah anggota keluarga yang didiagnosis lebih dari 1 orang.

4. Mutasi genetik
Wanita dengan mutasi pada gen BRCA1 atau BRCA2 sekitar 5 kali lebih mungkin didiagnosis dengan kanker payudara. Namun meskipun demikian, kurang dari 1 persen dari wanita memiliki mutasi ini.

5. Memiliki jaringan payudara padat
Risiko kanker payudara pada seorang wanita akan meningkat jika ia memiliki jaringan payudara yang lebih padat.

6. Adanya perubahan payudara non-kanker
Perubahan payudara non-kanker seperti hiperplasia atipikal (peningkatan jaringan payudara abnormal), karsinoma duktal in situ (sel-sel abnormal pada lapidan payudara) dan lobular karsinoma in situ (sel-sel abnormal dalam kelenjar penghasil susu), diketahui meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.

7. Periode haid lebih awal
Wanita yang memiliki periode haid pertama kali pada usia di bawah 12 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

8. Usia kehamilan
Risiko kanker payudara seorang wanita meningkat jika ia hamil pada usia di atas 30 tahun atau tidak memiliki anak sama sekali. Sebaliknya, risiko ini akan berkurang jika ia hamil dan memiliki anak pada usia sekitar 20 tahun.

9. Usia menopause
Wanita yang mengalami menopause setelah berusia 55 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

10. Terapi hormon
Terapi hormon seperti mengonsumsi asupan estrogen dan progestin suplemen selama lebih dari 5 tahun dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada seorang wanita.

11. Paparan radiasi di dada
Risiko kanker payudara seorang wanita akan meningkat jika ia sering terapi radiasi ke dada, terutama selama masa pubertas.

12. Kurang aktivitas fisik
Wanita yang tidak aktif secara fisik dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita, apa lagi jika wanita tersebut mempunyai berat badan berlebihan. Oleh sebab itu, biasakan untuk berolahraga teratur untuk membantu menurunkan risikonya.

13. Konsumsi alkohol
Mengkonsumsi minuman beralkohol lebih dari 1 gelas per hari akan meningkatkan risiko kanker payudara seorang wanita.

14. Konsumsi obat DES
Seorang wanita yang mengkonsumsi obat DES (diethylstilbestrol) selama kehamilan untuk mencegah keguguran dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

15. Aktivitas menyusui
Menyusui sangat bermanfaat tak hanya bagi bayi, tetapi juga bagi para ibu. Diketahui menyusui dapat menurunkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker payudara.

16. Ras
Di Amerika Serikat, wanita berkulit putih memiliki jumlah penyandang kanker payudara tertinggi. Meskipun demikian, ras Afrika-Amerika justru lebih berisiko meninggal akibat kanker payudara karena lebih lama didiagnosis, sehingga pengobatannya pun terlambat.

17. Kerja shif malam
Sumber dari Daily Mail menyebutkan bahwa wanita yang bekerja shift malam selama 30 tahun dua kali lebih mungkin untuk risiko kanker payudara, menurut penelitian. Cahaya buatan di malam hari dapat menghambat produksi melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal di otak antara pukul 08.00 dan 09.00. Melatonin ialah hormon yang menentukan siklus pengatur pola tidur dan membantu menekan tumor. Melatonin yang rendah pada orang terkena cahaya di malam hari menyebabkan over produksi hormon esterogen, sehingga memicu kanker.

18. Wanita obesitas
Sumber dari Okezone menyebutkan bahwa kadar lemak tubuh wanita dapat meningkatkan kadar estrogen dan risiko kanker payudara. Selain itu, wanita yang sudah menopause dan obesitas sangat berisiko untuk perkembangan sel-sel tumor pada payudara.

19. Penggunaan pil KB 
Sumber dari Livestrong menyebut The Mayo Clinic dan American Cancer Society menjelaskan bahwa penggunaan pil KB dapat meningkatkan wanita terkena risiko kanker payudara. Sementara itu, risiko ini akan menurun secara otomatis bila penggunaan pil KB berhenti.

20. Aborsi
Sumber dari Bold Sky menyebutkan bahwa aborsi meningkatkan risiko kanker payudara. Saat wanita hamil, produksi estrogen akan meningkat. Peningkatan estrogen ini akan memicu pertumbuhan payudara. Kemudian akan terjadi proses laktasi dan pembentukan susu. Jika wanita hamil melakukan aborsi saat perkembangan janin sudah dimulai, maka peningkatan risiko kanker akan makin tinggi
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails