Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

JENIS OBAT JERAWAT DARI DOKTER

http://mypotik.blogspot.com/2015/11/jenis-obat-jerawat-dari-dokter.html


Berikut ini adalah beberapa JENIS OBAT JERAWAT DARI DOKTER tersedia di apotek obat.

Obat Jerawat yang Mengandung Benzoil Peroksida (Benoxyl, Benzac, Clearasil)
Obat ini berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab jerawat, yang dianggap berperan dalam timbulnya jerawat. Bakteri tersebut adalah P. Acne. Selain itu, benzoil peroksida dapat menyebabkan pengeringan dan mengelupas dari kulit. Hal ini tentunya dapat membantu mencegah pori-pori menjadi tersumbat. Sebab sebagaimana kita ketahui, pori-pori tersumbat dapat berkembang menjadi jerawat.


Alpha-hidroxy acid
Obat ini juga dapat berfungsi untuk mengeringkan luka dan dapat membuat lapisan kulit teratas mengelupas. Sehingga dapat membantu mengangkat sel- kulit mati dan membuka pori-pori yang tersumbat. Bentuk obat ini bermacam-macam ada yang berbentuk moisturizer, cleanser, krim mata, dan sunscreens.


Salicylic acid (Clearasil, Propa pH, Stri-Dex)
Obat ini dapat membantu dalam mengeringkan luka di kulit wajah yang terkena jerawat dan menyebabkan lapisan kulit teratas mengelupas. Sehingga dapat membantu dalam pergantian kulit yang mati, membuka pori-pori yang tersumbat penyebab jerawat berlebih. Pengeringan dapat membantu mengurangi peradangan pada jerawat.


Antibiotik dapat mengobati jerawat paling yang tergolong inflamasi, yaitu jerawat papule dan pustule. Obat ini dapat bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi kemerahan serta bengkak jerawat yang sedang meradang. Antibiotik ini dapat dioleskan langsung pada kulit karena dapat berupa gel dan lotion, atau diminum jika berbentuk pil. Kita juga dapat mengombinasikan 2 obat secara bersama-sama karena dinilai sangat efektif dalam mengobati jerawat. Obat yang dapat digabungkan ialah antibiotik dan jenis benzoil peroksida. Hal ini dapat mencegah resistensi bakteri terhadap antibiotik.


Antibiotik biasanya dapat memberi efek samping jika dipakai melalui mulut jika dibanding dalam bentuk gel atau lotion. Hal ini karena obat antibiotik apabila diminum akan dapat berinteraksi dengan obat lain seperti pil KB. Sehingga memberi efek samping pada pengguna. Namun apabila Anda sedang menggunakan obat dalam bentuk gel atau lotion, hindarilah sengatan matahari secara langsung, sebab sengatan matahari dapat membuat kulit seperti terbakar pada beberapa orang. 

Berikut ini beberapa jenis obat antibiotik.


1). Retinoid
Obat-obatan ini terbuat dari vitamin A (retinoid) yang berguna dalam mengobati beberapa jenis lesi jerawat. Retinoid topikal efektif dalam perawatan jerawat yang meradang dapat juga digunakan untuk mengobati jenis jerawat komedo dan whiteheads.


2). Topical retinoid
Dapat dioleskan langsung pada kulit yang sedang terkena jerawat. Hal ini dapat membantu dalam membuka pori-pori yang tersumbat dengan menciptakan efek pengelupasan secara ringan. Pengeringan kulit dapat menjadi sering efek samping yang membantu penyembuhan. Sedangkan, oral retinoid dapat disandingkan untuk perawatan jerawat yang lebih besar seperti tipe nodular jerawat atau peradangan parah pada jerawat, yang tidak dapat ditangani oleh obat lain. Selain itu, jenis obat ini juga dapat membantu mengurangi produksi minyak oleh kelenjar minyak.


Bagi Anda yang ingin mengonsumsi obat ini haruslah berhati-hati karena memiliki efek samping yang serius. Di antaranya, pertama, dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi bagi perempuan yang sedang hamil apabila sang ibu menggunakan obat ini. Kedua, obat ini juga dapat merangsang peningkatan lemak darah (trigliserida) dan kerusakan pada hati. Oleh sebab itu, dokter dapat merekomendasikan beberapa tes darah untuk memeriksa masalah ini misalnya apakah Anda tidak mengalami kehamilan atau efek lainnya.


Bagaimana penggunaannya?.
Obat ini juga dapat dikombinasikan dengan obat yang mengandung retinoid adapalene dan benzoil peroksida. Pada pasien yang lebih tua dan usia 12 tahun dapat digunakan sekali sehari. Rata-rata pada umumnya pengobatan jerawat dilakukan selama 1-3 minggu pertama pengobatan. Bila belum ada perubahan dapat dilakukan selama 1 bulan untuk melihat hasilnya. Hal ini dikarenakan proses pendorongan sumbatan jerawat dari dalam kulit ke permukaan kulit membutuhkan waktu sekitar 28 hari. Untuk kasus tertentu dibutuhkan pengobatan 3-4 bulan.


Injeksi KIL (Kenacourt Intra Lesion)
Seorang dokter dapat menyuntikkan antiradang pada jerawat dengan menggunakan KIL. Dengan suntikan tersebut jerawat yang besar dapat menjadi kempis, memudar dan akan hilang hanya dalam waktu yang biasanya terjadi adalah 1-2 hari. Penyuntikkan ini dapat memberi efek samping jika yang menyuntik belum ahli. Misalnya penyuntikkan terlalu dalam sehingga dapat mengenai pembuluh darah sehingga mengakibatkan menjadi bengkak besar. Lebih-lebih jika alat suntik dan tangan dokter tidak steril maka dapat mengakibatkan timbunan nanah.

Selain itu, obat yang diberikan terlalu kental atau banyak dosisnya, maka kulit akan menjadi amblas ke bawah dan warna kulitnya menjadi pucat. Namun hal ini hanya sementara sifatnya, jadi tidak perlu khawatir. 
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails