Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

PAPARAN SINAR MATAHARI SIANG PEMICU PENUAAN DINI

PAPARAN SINAR MATAHARI SIANG PEMICU PENUAAN DINI

Sinar matahari yang dimaksud di sini adalah sinar matahari di siang hari, karena sinar matahari di waktu pagi memiliki sifat positif bagi kulit. Kebanyakan orang sering beraktivitas di luar ruangan sehingga mengurangi paparan dari sinar matahari bagi perempuan sesering mungkin dapat menjaga kecantikan kulit Anda.

Hal ini didasarkan pada penelitian yang dipublikasiakn di vivanews, paparan sinar matahari berlebihan merupakan salah satu penyebab terbesar yang membuat kesegaran kulit memudar. Menurut Dermatolog New York, dr Diane Berson, ini merupakan efek kumulatif yang singkat di mana kulit sering tidak dilindungi saat kita menghabiskan waktu di bawah sinar matahari sehingga memicu terjadinya penuaan dini pada kulit.

Pengaruh paparan sinar matahari terhadap kulit akan bertambah parah apabila dipengaruhi faktor genetika dan penurunan kadar hormon. Namun, ada perbedaan mendasar antara penuaan dini akibat sinar matahari dan faktor genetika serta hormon. Dr Berson menggambarkan perbedaan itu dengan dua area tubuh yang intim. Ia menyuruh kita untuk mebandingkan kulit dada dengan kulit di bagian payudara pada wanita. Dada terlihat kasar, berbintik-bintik dan bertekstur seperti kulit orang yang sudah berusia lanjut.

Namun, kata Berson, akibat paparan matahari, payudara yang biasanya lembut dan lentur akan kehilangan elastisitas. Penuaan juga bisa dilihat antara punggung atas dan daerah bokong. Matahari, lingkungan, polusi, ini semua dapat menyebabkan fungsi hormon terhambat dan bahkan dapat memiliki efek yang signifikan. Sehingga paparan radiasi matahari yang berlebih pada jam 9 pagi sampai jam 4 sore merupakan waktu yang buruk bagi kulit. Kalau ingin sehat dan berpangaruh positif maka sebaiknya nikmatilah sinar matahari pada jam sebelum 9 pagi dan sesudah jam 4 sore.

Sebagaimana kita ketahui, sinar matahari dibagi menjadi 2 yaitu sinar UV-A dan sinar UV-B. Sinar UV-A merupakan sinar matahari yang mempunyai panjang gelombang 315-400 nm dimana paling banyak mencapai bumi dengan perbandingan 100 kali UV-B. Segmen sinar ini masuk ke dalam dermis, menyebabkan kerusakan jaringan dermis sehingga proses penuaan menjadi dipercepat. Hal ini menyebabkan reaksi fotosensitivitas dan bersama UV-B berperan dalam proses keganasan kulit.

Sedangkan sinar UV-B merupakan sinar matahari yang mempunyai panjang gelombang antara 290-315 nm. Sinar ini merupakan sinar terkuat yang mencapai bumi. Kerusakan kulit yang ditimbulkan berada di bagian bawah epidermis berupa luka bakar (sunburn), kelainan pra-kanker dan keganasan. Jadi baik sinar UV-A maupun UV-B sama-sama memiliki dampak negatif bagi kulit manusia jika terpapar dalam waktu yang relatif lama. Apalagi jika sudah menjadi kebiasaan tanpa ditangkal dengan makanan-makanan antioksidan. Sebab dengan makanan-makanan anti oksidan, semua itu bisa ditangkal atau dilawan.
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails