Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya

HUBUNGAN NYERI DADA DAN SERANGAN JANTUNG


NYERI dada merupakan keluhan yang sering dijumpai pada praktek klinik. Di Amerika Serikat, kasus nyeri dada diper-kirakan sekitar satu persen dari 8,9 juta kunjungan ke tenaga medis dan rumah sakit.

Sebanyak 5,4 persen dari 5,8 juta kunjungan ke instaiasi gawat darurat (IGD) di Amerika Serikat disebabkan adanya keluhan nyeri dada. Di Inggris, kasus dengan nyeri dada mencapai 2-4 per-sendari setiap kasus baru kun-jungan ke IGD.

Di Indonesia, data tentang keluhan nyeri dada belum men-dapatkan angka yang jetas kare-na fasilitas kesehatan di Indonesia belum dapat menjangkau seluruh rakyat Indonesia. Namun demikian, ada perkiraan keluhan nyeri dada juga banyak dialami rakyat Indonesia karena pola hidup sehat masih sulh diterapkan oleh banyak rakyat Indonesia, bertambahnya umur harapan hidup, dan meningkatnya kasus penyakit Jantung dan masalah metabolisme di Indonesia.

Di dada, terdapat banyak organ yaitu Jantung, pembuluh darah besar, paru-paru, kero-ngkongan, tulang, otot, payudara, dan kulit Tiap organ tersebut memiliki persarafan. Persarafan ini dapat berupa reseptor nyeri yang berperan dalam mem-beritakan keadaan organ tersebut ke otak. Pada titik tertentu, persarafan dari beberapa organ akan berkumpul dalam satu berkassaraf.

Nyeri dada biasanya terlo-kalisasi pada dinding dada. Nyeri dada dapat berupa nyeri yang berlalu singkat dan tajam, rasa terjepit yang terputus oleh tarikan napas, atau beberapa bentuk nyeri lainnya. Selain masalah jantung, penyebab nyeri dada berasal dari kelainan/penyakit pada paru-paru, saluran cema, kulit, otot, dan atau tulang. Kelainan jantung, paru-paru, pembuluh darah besar, dan kerongkongan menghasilkan kualitas dan lokasi nyeri yang sama. Kualitas nyeri disebabkan kelainan otot dan tulang (25 per sen) disusul oleh kelainan jantung (19 persen), saluran penceraaan (11persen), dan paru-paru ( 9 per-sen).

Faktor Risiko

Orang-orang yang dapat men-derita/memiliki keluhan nyeri dada adalah mereka yang me-miliki masalah saluran ccma (rasa panas di ulu hati, asam lambung yang bcrlcbihan, aiau nyeri saat menelan) dan memiliki masalah kejiwaan (misal: mudah sedih atau mudah cemas).

Perempuan didapati lebih sering menderita keluhan nyeri dada dibandingkan laki-Iaki. Wanita yang telah mengalami menopause (mati haid) juga sering didapati lebih mudah mengeluhkan nyeri dada Hal ini terkait dengan penurunan kadar hormon estrogen.

Faktor risiko lainnya ber-sumber pada pola hidup. Kala-ngan perokok akan lebih mudah mengalami nyeri dada jika diban-ding dengan bukan perokok. Penderita sakit gula (diabetes mellitus) juga berada pada posisi yang sama.

Icnis Kt-pribadian Penderita Nyeri Dada Psikosomatik. Orang yang dapat menderita nyeri dada karena masalah kepribadian (psikosomatik) adalah mereka yang memiliki kepribadian tidak penyabar, cenderung lebih aktif, dan sering marah saat frustrasi atau menghadapi masalah berat. Jika darahnya diperiksakan di laboratorium klinis, mereka ini juga cenderung memiliki pening-katan kadar kolesterol Hpo-protein densitas rendah (low density lipoprotein,LDL) dan trigliserida.

Gajala Umum Penyakit Jantung

Gejala umum penyakit jan-tung adalah sesak napas, nyeri dada atau tidak enak di dada bagian kiri. kulit menjadi biru, pingsan, jantung berdebar-debar, dan terjadi pembengkakan pada bagian tubuh seperti kaki.

Sering, gejala/tanda ini tidak muncul bersama-sama. Terka-dang, pe-nyakit jantung sulit dibedakan dari masalah gang-guan pencernaan atau pernafasan sehingga dokter sangat perlu memeriksa riwayat kesehatan anda dengan rinci dan berhati-hati.

Bila Anda Menderita Nyeri Dada. Beberapa hal hams anda lakukan bila anda mengalami nyeri dada.

1. Janganpanik

Panik akan memperberat keluhan nyeri dada anda. Namun, tidak panik bukan berarti anda boleh membiarkan keluhan itu dengan alasan nyeri dada anda akan hilang dengan sendirinya. Anda tetap hams mengunjungi dokter keluarga anda alas masa-lah ini.

2. Cermati dan kenali bebe-rapa sifat nyeri dada yang anda alami.

Sebaiknya, anda mampu me-lukiskan sifat nyeri dada yang dirasakan apakah berupa rasa tidak nyaman, rasa diperas, remuk, ditekan; rasa penuh, rasa mual, rasa terbakar; rasa ditusuk atau ditikam; atau nyeri dengan rasa dirobek yang berpindah dari dada bagian depan ke punggung atau sebaliknya.

Aktivitas anda saat terjadinya nyeri dada akan membantu menentukan jenis penyakit. Hubungan nyeri dada dan akti-vitas anda bisa cukup beragam. Nyeri dada dapat timbul saat anda beraktivitas hingga beberapa menit saat istirahat. Ada pula, nyeri dada yang diperberat de-ngan aktivitas dan membaik saat istirahat. Atau, nyeri dada yang timbul mendadak. Selain itu, ada nyeri dada yang diperberat de-ngan tarikan napas. Atau, nyeri dada yang berhubungan dengan makan, atau nyeri dada yang berlangsung lama.

Lokasi dan penjataran nyeri: lokasi nyeri yang teriokalisir atau terbatas, nyeri di rongga dada bagian pinggir kin atau kanan. Nyeri dada bagian bawah/di sekitar ulu hati. Penjalaran nyeri dada dapat mengarah ke pung-gung, lengan, leher, atau rahang.

Gejala penyerta/tanda penya-kit lain seperti batuk, batuk berdarah, mual/muntah, sesak napas, demam, atau yang lainnya dapat pula membedakan pe-nyebab nyeri dada. 3. Segera menghubungi dokter keluarga anda/mengunjungi 1GD.

Pemeriksaan fisik dan labo-ratorium akan diperlukan untuk menetapkan penyakit alas masa-lah nyeri dada yang anda alami. Hal ini diperlukan karena sulit mencari penyebab nyeri dada. Riwayat penyakit yang didapat dan wawancara akan sangat membantu dokter untuk mencari penyebab nyeri dada anda.

Dokter juga akan mengum-pulkan riwayat kesehatan anda dan keluarga (misal: kebiasaan merokok dan sakit gula). Bebe-rapa pemeriksaan seperti pe-meriksaan darah, foto rontgen dada, computed tomography scanning (CT-scan), elektro-kardiografi (EKG), uji treadmill, dan beberapa pemeriksaan lain-nya mungkin akan diperlukan. Diagnosis yang cepat dan tepat sering dapat menyelamatkan jiwa dan terkadang harus dilakukan tanpa pemeriksaan darah atau foto rontgen.

Jangan menunda kunjungan anda ke dokter karena kekha-watiran bahwa anda menderita penyakit yang berat. Jika anda mengetahui masalah nyeri dada anda lebih dini tentu anda akan mengetahui lebih banyak cara mengatasinya. Lakukan komu-nikasi yang baik dengan dokter anda untuk mengetahui kondisi kesehatan dan upaya yang dapat anda lakukan.

Jika anda enggan mengun-jungi dokter lalu menunda kun-jungan anda, bisa jadi penyakit anda bertambah berat sehingga beban yang ditanggung akan semakin berat pula. Jika anda pernah mengalami nyeri dada, sebaiknya anda melakukan pe-meriksaan medis secara rutin. Bukankah mencegah penyakit lebih baik daripada mengo-batinya?.


Oleh: dr. Zulham, M.Biomed -ANALISA

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails