Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya

YA BAIKLAH..SAYA KASIH TAU 14 PENYEBAB TUBUH GAMPANG CAPEK


Tubuh merasa lelah diselingi dengan menguap kerap terjadi ketika Anda beraktivitas. Bisa jadi, rasa kantuk yang terjadi karena Anda tidak cukup tidur, kurang energi, atau bahkan mengidap penyakit, seperti anemia. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Berikut ini adalah 14 penyebab rasa lelah dan kiat-kiat dalam mengatasinya:

1. Tidak Cukup Tidur
Umumnya orang dewasa membutuhkan tujuh hingga delapan jam sehari untuk tidur. Apabila Anda mengantuk berat saat beraktivitas, bisa jadi karena kualitas dan kuantitas tidur Anda menurun. Hati-hati, karena kurang tidur bisa berakibat buruk pada kesehatan dan konsentrasi Anda.

Cara mengatasinya: buatlah prioritas waktu tidur dan jadwal teratur untuk tidur. Jauhkan laptop, ponsel, atau PDA ketika Anda tidur karena hal itu akan membantu mengurangi gangguan saat tidur.

2. "Sleep Apnea"
Beberapa orang berpikir bahwa mereka sudah cukup tidur. Namun, tak pernah berpikir kalau mereka mengalami sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitas napas dan terjadi berulang-ulang. Mungkin Anda tidak menyadarinya, tetapi setiap kali muncul gangguan ini kualitas tidur akan menurun. Hal ini menyebabkan Anda tetap merasa kurang tidur meski sudah menghabiskan waktu delapan jam untuk istirahat.

Sleep apnea juga berkaitan dengan berbagai penyakit, seperti hipertensi, gangguan jantung, diabetes, dan stroke. Sleep apnea terjadi akibat penyempitan saluran napas selama tidur. Akibatnya, pasokan oksigen akan berulang kali terhenti sepanjang malam.

Cara mengatasinya: kurangi berat badan bila anda kegemukkan, berhenti merokok, dan cobalah tidur menggunakan alat bantu yang disebut CPAP yang menjaga Anda tetap bernapas sepanjang malam.

3. Kekurangan Energi
Makan yang terlalu sedikit menyebabkan tubuh kelelahan, tetapi menyantap makanan yang salah juga dapat menjadi masalah. Diet seimbang membantu menjaga kadar gula darah Anda dalam rentang normal dan mencegah rasa lelah ketika gula darah Anda menurun.

Cara mengatasinya: selalu sarapan setiap pagi dan mencoba menambahkan protein dan karbohidrat kompleks di setiap makanan. Misalnya, makan telur dengan roti gandum. Anda juga dapat mengonsumsi makanan selingan untuk menjaga energi sepanjang hari.

4. Anemia
Anemia merupakan penyebab utama kelelahan pada wanita. Mengeluarkan darah selama menstruasi dapat menyebabkan kekurangan zat besi. Sel-sel darah merah sangat diperlukan tubuh karena mereka membawa oksigen ke jaringan dan organ.

Cara mengatasinya: anemia biasa disebabkan kurangnya zat besi. Ada baiknya Anda mengakali dengan minum suplemen zat besi dan makan makanan yang kaya zat besi, seperti daging, hati, kerang, kacang-kacangan, dan sereal yang diperkaya zat besi.

5. Depresi
Anda mungkin berpikir depresi hanyalah gangguan emosi. Namun, ternyata hal ini juga berhubungan dengan gejala fisik. Salah satu gejala fisik yang paling umum adalah kelelahan, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Jika Anda tetap merasa lelah dan murung selama lebih dari dua minggu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Cara mengatasinya: depresi dapat diatasi melalui psikoterapi dan pengobatan secara medis.

6. Hypothyroidism
Tiroid adalah kelenjar kecil di pangkal leher Anda. Organ ini berfungsi mengendalikan metabolisme tubuh dan mengatur kecepatan tubuh mengubah makanan menjadi energi. Ketika kelenjar ini tidak berfungsi dengan baik dan fungsi-fungsi metabolisme dalam tubuh berjalan lambat, Anda mungkin merasa lemas dan bertambah gemuk.

Cara mengatasinya: apabila tes darah menunjukkan hormon tiroid Anda sedang rendah, dokter akan meresepkan hormon sintetis untuk mengembalikan kinerja tubuh Anda.

7. Kebanyakan Menenggak kafein
Mengonsumsi kafein dalam dosis wajar dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Namun, terlalu banyak kafein dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan kejang. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi kafein terlalu banyak juga dapat menyebabkan kelelahan pada beberapa orang.

Cara mengatasinya: secara bertahap kurangi konsumsi kopi, teh, cokelat, minuman ringan, dan setiap obat yang mengandung kafein. Menghentikan secara tiba-tiba dapat menyebabkan penarikan kafein dan kelelahan berlebihan.

8. Infeksi Saluran Kemih
Jika pernah mengalami infeksi saluran kemih (ISK), Anda mungkin mengalami rasa sakit seperti terbakar. Namun, infeksi ini tak selalu ditunjukkan dengan gejala tersebut. Dalam beberapa kasus, kelelahan mungkin satu-satunya tanda Anda terkena ISK. Anda dapat melakukan tes urine untuk memastikan ISK.

Cara mengatasinya: periksa ke dokter. Obat-obat jenis antibiotik dapat diresepkan untuk mengatasi ISK dan kelelahan biasanya akan hilang setelah sekitar seminggu.

9. Diabetes
Penderita diabetes umumnya memiliki kadar gula darah tinggi, tetapi gula darah ini tetap berada dalam aliran darah dan tidak masuk ke dalam sel-sel sehingga tidak dapat diubah menjadi energi.

Alhasil, tubuh bisa kehabisan energi meskipun Anda cukup makan. Jika Anda sering mengalami kelelahan tanpa sebab, minta dokter Anda untuk melakukan tes diabetes.

Cara mengatasinya: pengobatan diabetes dengan cara mengubah gaya hidup, seperti diet dan olahraga, terapi insulin dan obat-obatan dapat membantu tubuh dalam memproses gula.

10. Dehidrasi
Kelelahan bisa jadi tanda Anda terkena dehidrasi. Meskipun Anda bekerja di luar atau berkutat di atas meja, tubuh tetap membutuhkan air untuk bekerja dengan baik dan tetap tenang. Tanda-tanda orang dehidrasi ialah Anda mengalami kehausan.

Cara mengatasinya: minumlah air sepanjang hari sehingga urine Anda bewarna terang. Minimal dua gelas air setiap satu jam atau mengonsumsi air lebih banyak sebelum melakukan aktivitas fisik yang sudah direncanakan. Kemudian, lanjutkan latihan Anda lalu minumlah dua gelas lagi.

11. Penyakit Jantung
Ketika Anda merasa kelelahan akibat kegiatan rutin, seperti membersihkan rumah atau menyiangi halaman, bisa jadi itu pertanda jantung tidak bekerja dengan baik. Jika ternyata kegiatan sehari-hari yang mudah pun semakin sulit untuk dilakukan, segeralah berkonsultasi kepada dokter.

Cara mengatasinya: mengubah gaya hidup, menjalani pengobatan, dan ikutilah prosedur dari terapi yang Anda jalankan untuk membuat jantung Anda pada kondisi lebih baik sekaligus mengembalikan energi Anda.

12. Kerja "Shift"
Bekerja malam atau melakukan kerja shift dapat mengganggu jam tidur Anda. Anda mungkin merasa lelah ketika harus terjaga. Dan, Anda mungkin mengalami kesulitan tidur di siang hari.

Cara mengatasinya: batasi aktivitas pada siang hari ketika Anda perlu istirahat. Ciptakanlah suasana kamar tidur menjadi gelap, tenang, dan sejuk.

13. Alergi Makanan
Beberapa dokter percaya ketidaksadaran akan alergi pada jenis makanan tertentu dapat membuat Anda mengantuk. Jika intensitas kelelahan meningkat setelah makan, mungkin anda harus memerhatikan jenis makanan yang mungkin tak menyebabkan Anda gatal-gatal, tetapi cukup membuat Anda mengantuk.

Cara mengatasinya: cobalah untuk berhenti menyantap salah satu jenis makanan untuk melihat apakah itu berkorelasi meningkatkan kelelahan pada diri Anda. Anda juga dapat meminta dokter untuk melakukan tes alergi makanan.

14. Fibromyalgia dan CFS
Jika kelelahan Anda berlangsung lebih dari enam bulan dan sangat parah sehingga Anda tidak dapat mengatur kegiatan sehari-hari, sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome/CFS) atau fibromyalgia adalah suatu kemungkinan. Keduanya dapat memiliki berbagai gejala, salah satu yang utama adalah kelelahan.

Cara mengatasinya: meski tidak ada penyembuhan cepat untuk CFS atau fibromyalgia, penderita justru mendapat keuntungan dari perubahan jadwal harian, yaitu belajar memperbaiki kebiasaan tidur menjadi lebih baik dan memulai program latihan yang ringan.

Kiat Mengurangi Kelelahan

Jika Anda merasa lelah, tetapi tidak ada hubungannya dengan kondisi medis, mungkin salah satu solusinya adalah olahraga. Penelitian menunjukkan, orang dewasa sehat tetapi kerap merasa lelah bisa memperoleh tambahan energi signifikan dari program latihan sederhana.

Dalam sebuah penelitian, peserta mengendarai sepeda statis selama 20 menit dengan kecepatan ringan. Melakukan jenis latihan ini selama tiga kali seminggu sudah cukup untuk mengobati kelelahan.


kompas.com
READ MORE - Selengkapnya

INILAH PENJELASAN KESURUPAN SECARA ILMIAH


Perlu diketahui mungkin saja seorang pasien dengan penyakit epilepsi atau penyakit ayan saat kambuh mengalami halusinasi melihat hantu, mendengar bisikan dan kemudian suaranya jadi berubah dan mirip dengan gejala kesurupan itu. Biasanya gejala tersebut terdapat pada pasien dengan epilepsy lobus temporalis, walaupun penyakit ini jarang. Serangan epilepsi pada anak sekolah akan seperti kesurupan. Gejala ini memancing teman sekelasnya yang lain –terutama perempuan yang mengalami banyak masalah dan kesulitan– untuk ikut tertular gejala itu.

Dalam istilah kedokteran kesurupan disebut possession trans atau suatu kondisi trans pemilikan yaitu terdapatnya perubahan tunggal atau episodic keadaan kesadaran sesorang di mana dapat diketahui adanya pergantian identitas pribadi dengan idenditas baru. Contohnya orang tersebut merasa menjadi orang lain yang hidup ratusan tahun yang lalu atau menyebut dirinya mbah dll. Akibatnya, orang tersebut mempunyai perilaku yang asing dan aneh.


Tentu Anda sudah melihat di media elektronika bagaimana anak sekolah atau buruh perempuan yang kesurupan itu dengan gejala tatapan mata tajam, menakutkan, kosong dan lurus ke depan. Kemudian suaranya berubah, yang tadinya halus menjadi besar dan berat seperti suara laki-laki, padahal yang kesurupan adalah perempuan. Jika kita periksa, tekanan darahnya agak turun kecuali jika dia meronta-ronta. Suhu badannya agak turun dan terasa dingin.


Yang aneh adalah kekuatan fisiknya melebihi kekuatan yang biasa dipunyainya sehari-hari. Kadang-kadang dia bertindak kasar lari-lari dan melempar orang sekitarnya, berteriak dan bicara tidak karuan, ngalantur dan mungkin dapat berbicara bahasa asing yang dia tidak tahu sebelumnya atau disebut juga xenolalia. Beberapa lama kemudian, tanpa perlu dipegang keras atau dihimpit proses kesurupan akan mulai berhenti dan diikuti dengan gejala amnesia atau lupa semua atau sebagian kejadian yang menimpanya.


Pada saat itu akan terjadi rasa kelelahan yang amat sangat dan sakit pada seluruh badannya. Sakit badan itu sebetulnya adalah akibat orang-orang yang menolongnya menekan dan menutup jalan napasnya sebagai upaya mengusir makhluk halus keluar dari tubuhnya. Ini adalah suatu tindakan yang tidak betul.


Ditinjau dari sistem saraf, kesurupan adalah fenomena serangan terhadap sistem limbic yang sebagian besar mengatur emosi, tindakan dan perilaku. Sistem limbic sangat luas dan mencakup berbagai bagian di berbagai lobus otak. Dengan terganggunya emosi dan beratnya tekanan akibat kesulitan hidup, timbullah rangsangan yang akan memengaruhi sistem limbic. Akhirnya, terjadilah kekacauan dari zat pengantar rangsang saraf atau neurotransmitter. Zat penghantar rangsang saraf yang keluar mungkin norepinephrin atau juga serotonin yang menyebabkan perubahan perilaku atau sebaliknya.


Berdasarkan pengalaman saya, untuk mengetahui apakah seseorang kesurupan atau mengalami reaksi histeris, periksa saja kelopak matanya yang selalu ditutup itu. Coba buka kelopak matanya. Pasien yang mengalami reaksi histeris biasanya akan menahannya dengan kuat. Reaksi histeria massal memang gampang terjadi pada siswi-siswi terutama yang bermasalah. Kemungkinan yang kesurupan itu paling hanya satu atau dua orang, kemudian menjalar kepada siswi yang lain.


Histeria ini umumnya menimbulkan reaksi ketakutan. Mereka yang mentalnya tidak kuat dan dia sedang bermasalah, dia akan berteriak-teriak, dan tubuhnya mengalami kejang atau kaku. Hal ini dapat kita lihat jelas pada tangannya. Perempuan memang relatif gampang terkena kesurupan dan histeria, karena selain faktor emosi yang lebih juga kemungkinan juga karena ada perbedaan hormonal dari dengan laki-laki. Begitulah kira kira penjelasan medis ilmiah mengenai kesurupan.

READ MORE - Selengkapnya

Salsa dan Dips Guacamole Dituding Sebagai Makanan Pembawa Penyakit


Dips* salsa yang terkontaminasi dan dips guacamole** sering menyebabkan keracunan makanan di restoran, dan ini memerlukan perhatian yang lebih besar dari para pekerja makanan, demikian kata para peneliti kepada sebuah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, dalam sebuah pertemuan, pada hari Senin kemarin.

Para peneliti itu mengatakan hampir satu dari setiap 25 wabah penyakit bawaan makanan yang terlacak antara 1998 dan 2008 dimulai dari salah satu dips yang semakin populer ini, yang dibuat menggunakan bawang merah, tomat, cabai, alpukat, tumbuh-tumbuhan dan bahan lainnya.

“Kemungkinan alasan mengapa salsa dan guacamole dapat menimbulkan risiko penyakit bawaan makanan adalah karena kedua jenis makanan ini mungkin tidak didinginkan secara tepat, dan karena sering dibuat dalam porsi besar, sehingga sedikit kontaminasi saja dapat mengenai banyak orang,” kata Magdalena Kendall dari US Department of Energy Oak Ridge Institut for Science and Education.

“Kesadaran bahwa salsa dan guacamole dapat menularkan penyakit bawaan makanan, terutama di restoran, merupakan kunci untuk mencegah wabah di masa mendatang,” ujar Kendall, yang bekerja pada penelitian ini, dalam sebuah pernyataan.

“Salsa dan guacamole sering mengandung produk makanan mentah yang dipotong-potong berbentuk dadu, termasuk cabai, tomat dan daun ketumbar, yang mana masing-masing pernah dituding sebagai salah satu penyebab timbulnya wabah penyakit di masa lalu.”

Kendall dan koleganya menganalisis semua wabah penyakit bawaan makanan yang dilaporkan ke CDC. Di antara penyakit-penyakit yang dilaporkan itu, sejauh penemuan mereka, tidak ada yang terkait dengan salsa atau guacamole sebelum tahun 1984, tetapi pada tahun 1998-2008 kedua dips ini menyumbang 3,9 persen dari wabah yang dilacak ke restoran.

“Kami ingin restoran dan orang-orang yang menyediakan salsa yang segar di rumah menyadari bahwa jenis makanan yang mengandung bahan mentah ini harus dipersiapkan dengan lebih hati-hati, dan dimasukkan di dalam kulkas terlebih dahulu untuk mencegah penyakit, kata Kendall.


Pada bulan Maret lalu, sebuah koalisi konsumen dan kelompok kesehatan masyarakat mengatakan bahwa penyakit bawaan makanan telah menyebabkan AS mengeluarkan biaya sebesar $ 152 juta setiap tahunnya untuk pelayanan kesehatan.


Parlemen AS telah meloloskan sebuah RUU tahun lalu untuk menata kembali sistem keamanan makanan AS yang carut marut, tetapi Senat sejauh ini belum bertindak, meskipun ada persetujuan bipartisan mengenai hal itu.

CDC memperkirakan sekitar 76 juta orang di Amerika Serikat mengalami penyakit bawaan makanan setiap tahunnya, dan 5.000 di antaranya tewas. (yahoo.com)
READ MORE - Selengkapnya

OBAT TRADISIONAL PADA MUNTAH DARAH

Kunyit.. anda pasti tau kunyit. Pilihlah kunyit yang tua (induknya) kemudian parutlah 3 buah saja. Setelah itu peras hingga menghasilakan air kunyit. Nah setelah itu embunkan dipagi hari. Dan minumlah air kunyit tadi setiap pagi sebelum anda memakan sesuatu.

Daun Kacang.(bulung Borong), Daun Suawa (daun tai babi), Daun Pijor holing tanoh ( Sebangsa gulma, tapi menjalar bagaikan ubi jalar) nah campurlah ketiga bahan tadi kemudian ditumbuk. Dan minumlah airnya. Kalau yang ini minumlah setelah anda makan malam sebelum anda tidur.

Minumlah secara rutin selama beberapa bulan. Maka anda akan mendapatkan hasilnya.

Semoga Berhasil.


kompasiana
READ MORE - Selengkapnya

MEMAHAMI ARTI SENYUMAN BAYI

Duh... siapa yang tidak gemas melihat si kecil tersenyum, sambil matanya menatap Anda dengan antusias. "Ibu pulang!" begitu mungkin serunya. Rasa lelah setelah sepanjang hari bekerja (plus capek hati) pun sekejap menghilang, digantikan oleh rasa bahagia yang meluap tiada terkira saat melihat senyuman di wajah si kecil.

Namun, bila Anda amati, senyum bayi sebenarnya mengandung makna yang beragam. Senyumnya tidak hanya menandakan ia senang karena bertemu ibu atau ayahnya, tetapi juga lebih dari sekadar makna berkomunikasi. Senyuman bayi juga menunjukkan suatu perkembangan otaknya.

Dua jenis senyuman
Sejak lahir, bayi mampu memperlihatkan seringainya, namun senyuman ini seringkali hanya sekilas dan spontan saja sifatnya. Seringai tersebut dipicu oleh kobaran neuron di dalam batang otak, namun tidak dipengaruhi oleh suasana hati yang baik. Ada kalanya ketika buah hati Anda sedang terlelap, senyum ini akan keluar dengan sendirinya. Beberapa ilmuwan memperkirakan senyum ini disebabkan oleh sel-sel motorik yang berada di dekat otak dimana kondisi REM (rapid eye movement, dimana otak mengolah data dan ingatan sehingga bayi sering bermimpi atau mengigau) berasal.

Kadang-kadang, sudut bibirnya yang melengkung itu menampakkan seulas senyum palsu, tipe senyuman yang akan Anda tampilkan ketika sedang difoto atau ketika menerima pemberian dari orang lain. Senyuman yang tulus karena perasaan senang biasanya datang langsung dari sistem lembik (pusat emosi otak) dan mempengaruhi otot-otot mata yang disebut orbicularis oculi (ketika mata menyipit dan pipi mengembang). Anda tidak dapat memaksa otot-otot ini untuk bekerja, sehingga hanya perasaan yang benar-benar sajalah yang dapat membuat wajah Anda berseri-seri.

Dalam empat hingga 10 minggu kehidupannya, sistem lembik dan jaringan motor bayi telah cukup matang untuk menampilkan senyuman emosionalnya yang pertama kali. Bahkan si kecil bisa memberikan isyarat dari suara dan sentuhannya, lebih dari sekadar ekspresi wajah yang bahagia.

Terjadi bonding
Komunikasi antara orangtua dan anak tidak hanya terjadi dalam satu arah, ketika orangtua merawat bayi, tetapi juga ketika terjadi interaksi dua arah. Itulah yang terjadi ketika si kecil mulai menampilkan senyumnya yang asli. Terjadi suatu perlekatan (bonding) antara Anda dan bayi Anda.

Hanya saja, para ahli psikologi juga memperkirakan, bayi-bayi yang lebih besar pun masih sering menunjukkan senyum palsunya pada orangtua. Orang asing, khususnya, hanya kebagian senyum palsu ini. Jadi bila Anda sedang menggoda bayi teman Anda, dan ia tersenyum, jangan ge-er dulu. Mungkin ia hanya berbasa-basi pada Anda.
READ MORE - Selengkapnya

HINDARI PENGGUNAAN PAMPERS SECARA TERUS MENERUS

Bagi anak kecil dan mungkin jika masih tergolong balita, maka akan banyak hal berlangsung secara spontan di luar kontrol anak tersebut, karena memang belum memiliki nalar dan pemahaman logika yang cukup. Balita secara normal hidup dalam fase pertumbuhan badan dan sedikit peningkatan kecerdasan. Anak balita harus tumbuh dan hidup dalam pengawasan orang tua atau orang dewasa lainnya. Pada saat ini, aktivitas yang dilakukan mungkin berupa tidur, bangun, makan bubur, minum susu, bermain-main, tentu saja semua dengan segala keterbatasannya. Artinya ada balita yang hanya bisa tidur berbaring saja, ada yang sudah bisa bergerak menelungkup, ada yang bisa merangkak atau ada yang sudah bisa berjalan.

Dalam beraktivitas seperti ini, kebutuhan naluriah balita akan selalu dia inginkan. Jika dia merasa haus atau lapar, tentu saja akan mencari ibunya untuk menyusui atau mencari botol minumnya. Selain itu juga kalau merasa ingin buang air, baik buang air kecil maupun buang air besar, baltia akan langsung melakukannya secara spontan. Dia tidak peduli soal waktu, lokasi dan situasi yang saat itu dihadapi. Tentu saja hal ini sesuatu yang normal dan patut diterima bagi orang tua balita tersebut. Kalau balita sudah buang air, maka orang tua atau pengawas balita tersebut harus cepat membersihkan baju atau celana yang dikenakan, kain alas berbaring atau lantai , sehingga balita dapat bersih dan merasa nyaman kembali. Bagi orang tua, tindakan membersihkan dengan cepat dapat menjamin lingkungan yang bersih, nyaman dan sehat, serta tidak bau.

Proses buang air oleh balita dan aktivitas mengganti celana atau kain ini dalam sehari bisa terjadi berulang kali. Hal ini memaksa para orang tua untuk memiliki bahan dalam jumlah yang mencukupi. Segera setelah kotor makan kain dan celana yang kotor ini hendaknya dicuci dan dikeringkan kembali sehingga dapat digunakan seterusnya. Kendala yang mungkin terjadi adalah jika berlangsung saat musim hujan. Kondisi udara yang dingin memungkinkan proses buang air oleh balita menjadi lebih sering terjadi, sementara proses pengeringan baju dan kain yang telah dicuci akan menjadi lebih lama.


Untuk mengatasi hal ini maka banyak orang tua memilih untuk membeli pampers bagi balitanya. Pampers ini dapat berupa lembaran kain dengan bahan spons yang berada di dalamnya. Bahan spons ini mampu menyerap air dan tidak tembus keluar. Pampers dibuat dengan tujuan pemakaian sekali pakai dan setlah itu harus dibuang (disposable). Dengan penggunaan pampers ini maka balita tetap dapat melakukan hajat hidupnya untuk buang air dengan leluasa, sementara kebersihan celana dan kain tetap terjaga kering. Tentu saja karena alasan kapasitas penyerapan spons pada satu pampers yang terbatas, serta alasan kesehatan, penggunaan pampers harus sering diikuti dengan pergantian setiap beberapa waktu tertentu. Jangan sampai pampers yang sudah terkena kotoran tetap dipakai sampai jangka waktu lama, karena akan menyebabkan banyak bakteri dan jamur datang, serta mungkin mengakibatkan terjadinya iritasi pada kulit balita.

Mengingat alasan kepraktisan penggunaan pampers ini maka banyak orang tua sekarang ini memilih untuk menggunakan produk ini. Dari sini jelas kegiatan mencuci celan dan kain balita menjadi berkurang. Kegiatan membersihkan alas tidur dan lantai juga lebih mudah daripada saat balita tidak menggunakan pampers. Hal yang kemudian menjadi tidak disadari adalah penggunaan pampers ini bisa menjadi kebiasaan rutin dan dianggap harus digunakan balita sepanjang waktu selama 24 jam. Kebiasaan ini bila ditinjau dari kesehatan sebenarnya tidak baik, karena gerak balita biasanya menjadi kurang nyaman, serta sirkulasi kontak udara untuk bagian tubuh yang tertutup pampers menjadi kurang. Apalagi jika orang tua lalai untuk menjaga bagian tubuh balita tetap kering dan tidak lembab. Efek yang paling mungkin adalah terjadinya iritasi pada kulit di daerah pinggang atau paha bayi.

Di masyarakat, isu penggunaan pampers banyak menjadi bahan pertanyaan karena banyak dugaan negatif yang memang sangat mungkin. Dari beberapa forum diskusi online dan Yahoo Answer ada ulasan yang terkait hal ini.Contoh isu yang ada adalah :

anak laki2 kalo terlalu sering pake pampers/nappy/diaper akan berpengaruh pada sistem reproduksinya kelak, soalnya testisnya kan panas jadi produksi spermanya (Komentar : bayi apa sudah bisa menghasilkan sperma ya ???)
Bisa bikin anak jalannya ngengkang (Komentar : ini mungkin kalau pakai pampersnya ekstra size, tetapi sebenarnya lebih sering kalau digendong dengan kaki terbuka, CMIIW)
Bisa bikin kaki anak berbentuk O (Komentar : ini relatif mirip yang atas)
Penggunaan pampers untuk balita ini hendaknya menjadi perhatian para orang tua, khususnya untuk memilih waktu-waktu tertentu saja. Jadi pampers bukan untuk digunakan terus menerus selama 24 jam. Mungkin perlu dipilih waktu saat pagi hari dimana balita sehabis mandi untuk diajak beraktivitas pagi, saat ada tamu berkunjung, saat balita diajak keluar untuk bepergian. Di luar masa-masa itu, balita lebih baik untuk menggunakan popok atau celana kain biasa.

Dengan menerapkan kebiasaan ini, selain pertimbangan kesehatan, sebenarnya ada alasan lain yang mungkin dapat menjadi pertimbangan. Penggunaan pampers terus menerus akan menyebabkan pengeluaran semakin banyak. Jika dikurangi maka uang pengeluaran dapat dialihkan untuk pembelian susu atau makanan bayi saja.


Manfaat lain pengurangan penggunaan pampers adalah dari sisi lingkungan. Seperti diketahui, bahwa bahan spons pada pampers terbuat dari polimer yang relatif tidak mudah terdegradasari. Padahal setiap pampers selesai digunakan, akan langsung dibuang begitu saja. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan. Kalau langkah penggunaan pampers dapat diatur seperlunya saja dengan diselingi penggunaan celana maka akan dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

Kalau sudah seperti ini mungkin secara tidak disadari akan memberikan pemahaman lingkungan yang baik bagi para orang tua. Setelah itu bagi balita tersebut mungkin dapat terus ditumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga setelah besar nanti juga memiliki kepedulian yang tinggi juga. Catatan khusus adalah sampai saat ini tidak hasil kajian yang menunjukkan perbedaan fisik dan prestasi balita hanya karena faktor penggunaan pampers.



kompasiana.com
READ MORE - Selengkapnya

MENGKOMSUMSI IKAN SANGAT BAIK UNTUK KESEHATAN


Sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang sangat luas, sebenarnya Indonesia sangat unggul dalam hal produksi ikan dan makanan laut. Sayangnya, konsumsi masyarakat akan produk seafood yang kandungan gizinya mencerdaskan sekaligus menyehatkan itu masih rendah.

Menurut data, konsumsi ikan nasional saat ini baru mencapai 19.14 kg per kapita per tahun. Idealnya, kita mengonsumsi 24,0 kg/ kapita/tahun. Bandingkan dengan konsumsi ikan di Jepang yang mencapai 110 kg/kapita, Amerika 80 kg, Singapura 80 kg, serta Malaysia 45 kg. Sebagai negara bahari, jelas kita sangat ketinggalan.

Sampai saat ini posisi Jepang sebagai negara pengonsumsi ikan terbesar di dunia masih tak tergoyahkan. Tak heran bila Negara Matahari Terbit itu unggul dalam berbagai bidang. Umur harapan hidup rata-rata penduduk Jepang saat ini juga menempati posisi tertinggi di dunia, yaitu 76,3 tahun untuk pria dan 82,5 tahun untuk wanita.

Rasanya sudah tak terhitung penemuan ilmiah dari ahli gizi dan kesehatan dunia yang membuktikan ikan dan jenis seafood lainnya sangat baik untuk kesehatan serta kecerdasan manusia. Hal ini disebabkan ikan mengandung 20 protein yang mudah dicerna. "Daya cerna tubuh terhadap ikan lebih dari 90 persen sehingga baik untuk semua kelompok umur," papar Prof.Made Astawan, ahli teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor.

Ikan juga mengandung asam lemak tak jenuh omega-3 jenis asam lemak dokosa heksaenoat (DHA) dan eikosa pentaenooat (EPA) sehingga dapat mencegah segenap penyakit yang berhubungan dengan kolesterol. "Omega 3 telah terbukti mencegah aterosklerosis yang akan mencegah penyakit jantung juga meningkatkan kecerdasan otak dan memperbaiki penglihatan," kata Made.

Kandungan gizi lain yang penting dari ikan dan produk laut adalah vitamin, terutama vitamin A, serta mineral penting seperti zat besi, kalsium, dan iodium. "Iodium sangat mendukung proses tumbuh kembang anak dan juga mencegah penyakit gondok," urainya.
kompas.com
READ MORE - Selengkapnya

CARA ATASI MASALAH BULU HIDUNG, BUKANNYA DICABUT

Sebenarnya bulu hidung memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting dalam proses pernapasan. Dengan adanya bulu hidung, maka bakteri, jamur, debu ataupun spora yang masuk kedalam hidung akan terhambat dan tersaring.
Tidak hanya itu saja, bulu hidungjuga berfungsi meningkatkan kelembaban udara yang dihirup. Hal ini sangat penting untuk proses respirasi lanjutan.
Jika anda merupakan salah satu pria yang bermasalah dengan bulu hidung, maka ada sebuah cara yang dapat dilakukan untuk merapikannya yaitu dengan menggunting bagian bulu yang menjulur keluar. Tapi, memotongnya jangan terlalu panjang, hal ini dapat merusak fungsi bulu tersebut.
Dan ingat, jangan pernah mencabut bulu hidung kamu, meskipun menggunakan alat pencabut. Karena hal ini akan menimbulkan efek yang sangat membahayakan dan akan membuat kamu terluka, selain itu dapat menimbulakan rasa sakit, perih hingga kamu mengeluarkan air mata.
Dan satu hal lagi, jika pencabutan bulu hidung hingga keakar-akarnya akan menyebabkan infeksi sehingga dapat memicu penyebab terjadinya sinusitis bahkan yang lebih parah lagi terjadinya infeksi pada otak.
READ MORE - Selengkapnya

CARA MUDAH MEMPROGRAM ANAK AGAR TIDAK NGOMPOL


Yanto, 8 tahun, sudah berulang kali diperingatkan orang tuanya agar pipis dulu sebelum tidur. Namun, saran orang tuanya ini tidak cukup ampuh untuk mencegah supaya Yanto tidak pipis celana tengah malam. Bahkan, suatu malam ketika orang tuanya lupa memasangkan pampers. Kebiasaan Yanto ngompol di tempat tidur memakan korban. HP orang tuanya menjadi rusak. Orang tua Yanto tak habis pikir. Mengapa anaknya masih juga mempunyai kebiasaan “ngompol” di tengah malam. Padahal sudah berbagai cara dilakukannya untuk membuang kebiasaan anaknya itu.

Mungkin kasus Yanto ini masih banyak terjadi di kalangan orang tua. Walaupun bukan suatu kasus yang cukup serius tapi sering menjadi masalah yang terus berulang bagi kita sebagai orang tua.

Melihat kasus yang dialami Yanto membuat saya bertanya bagaimana cara memprogram anak supaya dapat “ngompol” sendiri di kamar mandi. Aha, untungnya saya mendapatkan sebuah pembelajaran yang luar biasa dari seorang ibu. Namanya kita sebut saja Ibu Juni. Seorang ibu rumah tangga, yang mempunyai anak perempuan sebanyak tiga orang. Dari cerita ibu ini. Anak-anaknya tidak pernah “ngompol” di celana lagi sejak usia mereka beranjak tujuh bulan. Kabar baiknya, Ibu ini mau berbagai rahasia bagaimana cara mudah memprogram anak “ngompol” sendiri ?

Inilah rahasianya:

Rahasia Pertama : Kenali tanda-tanda anak mau “ngompol”

Sebagai orang tua, khususnya ibu-ibu harus mempunyai keahlian mengenali tanda-tanda anak mau “ngompol” Dengan mengenali tanda-tanda ini kita dapat secara mudah mem buat programnya. Istilah dalam NLP disebut kalibrasi. Tanda-tanda yang sering muncul ketika anak sudah mau “ngompol” antara lain tubuhnya gelisah, bergoyang kesana-kemari. Atau Menangis. Setiap anak mempunyai tanda-tandanya sendiri. Setelah anda tahu dan mengenal dengan baik tanda-tanda ini. Gendonglah anak anda secara cepat. Dan bawalah ke tempat pipis yang telah disediakan atau ke kamar mandi.

Rahasia Kedua : Masukkan program “ngompol”

Sambil mengendong anak, pancinglah dengan kata-kata supaya si anak TAHU bahwa saatnya dia untuk pipis. Mulai dengan kata- kata pancingan seperti Pipisssss…..Pipissss….secara berulang-ulang. Saat anda melakukan pertama kali mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama. Tetapi bila anak sudah teranchor secara audio. Dibutuhkan waktu yang sangat cepat. Tidak sampai lima menit. Dan ulangi juga program ini setiap pagi pada saat anak baru bangun tidur. Kuncinya terus berlatih, berlatih dan berlatih….

Rahasia Ketiga : Lakukan Future Pacing

Masukkan juga program buat si kecil supaya di masa yang akan datang dia dapat melakukan pipis sendiri secara mandiri. Misalnya dimasukkan program, “Lia anak yang manis karena selalu pipis sendiri”, atau ” Lia anak yang pintar karena selalu pipis sendiri setiap bangun tidur dan sebelum tidur, ” dan sebagainya. Lakukan terus program ini secara berulang-ulang. Sampai menjadi unconcious competence bagi si anak.

Pesan dari Ibu Juni, program ini sudah dia jalankan selama tujuh tahun. Dan membuahkan hasil bagi ketiga anaknya. Mungkin program ini bermanfaat bagi keluarga muda yang baru mempunyai anak. Yang penting bagi seorang ibu harus mempunyai niat yang tulus dan mau menahan kantuk pada saat anaknya tengah malam mau “ngompol”. Kuncinya lakukan dengan hati yang gembira.

kompasiana.com
READ MORE - Selengkapnya

MENDETEKSI WARAS TIDAKNYA SESEORANG BISA DENGAN AROMA JERUK

Kita ingin tau seseorang punya bakat gila atau tidak?

Mudah saja, minta dia meminta mencium jeruk. Jika bisa menebak, berarti dia masih “oke”. Namun, kalau tidak, bisa saja ia punya bakat terkena gangguan mental alias gila. Itulah temuan tim dari Colombia University, Amerika Serikat, yang menyebutkan aroma jeruk merupakan satu dari sepuluh aroma yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kemungkinan tidak waras.

Aroma lainnya termasuk lilac, kulit, cengkeh, mentol, nanas, gas alami, sabun, dan stroberi.

Menurut penilitian tersebut, penciuman merupakan indera pertama yang hilang saat seseorang menjadi gila. Tim tersebut melakukan uji coba kepada 150 orang yang minimal memiliki kerusakan tingkat kesadaran. Mereka yang memiliki bakat gila ternyata tidak memiliki kemampuan mengidentifikasi sepuluh aroma tersebut.

Menurut Dr. Revanand, pemimpin penelitian tersebut, uji coba ini akan membantu mendiagnosis awal. ” Ini sangat penting bagi pasien dan keluarga untuk menentukan perawatan,” katanya. Namun, profesor Tim Jacob, ahli penciuman dari Cardiff University, menyarankan agar dilakukan uji coba lain yang sudah lebih dulu direkomendasikan secara medis. Alasannya, Penciuman bisa dipengaruhi banyak hal, misalnya karena flu atau demam.

kompasiana.com
READ MORE - Selengkapnya

MEMBIASAKAN MAKAN BUAH BUAHAN AGAR TAK CEPAT TUA

Cobalah menakar kembali konsumsi buah Anda setiap hari. Sudahkah bervariasi, dari jenis, warna, dan porsinya? Bicara porsi idealnya harus 10 porsi buah setiap hari. Jika belum, saatnya melatih diri, membiasakan makan buah mendekati atau persis dengan porsi ideal. Itu jika ingin kulit selalu muda dan segar, serta menunda penuaan datang terlalu dini.

Dokter spesialis gizi klinis, dr Samuel Oetoro, SpGK, menjelaskan bahwa buah-buahan tak hanya merupakan sumber vitamin, namun juga mengandung antioksidan yang tinggi. Kandungan antioksidan didapat dari zat warna buah. Jadi pastikan Anda mengonsumsi buah sesuai porsi ideal, dengan varian jenis dan warna buah agar manfaat antiaging dari antioksidannya semakin optimal.

"Satu zat warna dari buah mengandung antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas. Manfaat ini bisa mengatasi berbagai penyakit, termasuk juga membuat kulit lebih segar, cerah, dan tidak keriput. Apalagi jika aktivitas sehari-hari lebih banyak bersentuhan dengan sinar matahari," kata dr Samuel di sela-sela peringatan Hari Buah Sedunia "Buavita Fruit Hour" di Grand Indonesia, Jakarta,

Dengan rutin makan buah, baik buah utuh, dihancurkan (diblender), atau dibuat jus buah setiap hari, 10 porsi, 10 jenis, dan 10 warna buah berbeda setiap hari, asupan antioksidan bisa terpenuhi. Usahakan minimal lima porsi sehari, tambah dr Samuel.

"Semakin banyak makan buah, semakin besar efek antioksidannya. Latih makan buah dari tiga porsi, meningkat ke lima, tujuh, sepuluh porsi setiap hari. Upayakan makan buah yang bervariasi karena jenis buah berlimpah dan murah," tegas dr Samuel. Pisang, semangka, dan pepaya, menurutnya, mudah dan murah didapatkan untuk memenuhi kebutuhan asupan buah setiap hari.
READ MORE - Selengkapnya

APA ITU PENYAKIT NEURALGIA TRIGEMINAL


Neuralgia Trigeminal merupakan suatu keluhan serangan nyeri wajah satu sisi yang berulang. Disebut Trigeminal neuralgia, karena nyeri di wajah ini terjadi pada satu atau lebih saraf dari tiga cabang saraf Trigeminal. Saraf yang cukup besar ini terletak di otak dan membawa sensasi dari wajah ke otak. Rasa nyeri disebabkan oleh terganggunya fungsi saraf Trigeminal sesuai dengan daerah distribusi persarafan salah satu cabang saraf Trigeminal yang diakibatkan oleh berbagai penyebab.

Serangan neuralgia Trigeminal dapat berlangsung dalam beberapa detik sampai semenit. Beberapa orang merasakan sakit ringan, kadang terasa seperti ditusuk. Sementara yang lain merasakan nyeri yang cukup kerap, berat, seperti nyeri saat kena setrum listrik.

Prevalensi penyakit ini diperkirakan sekitar 107.5 pada pria dan 200.2 pada wanita per satu juta populasi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada sisi kanan wajah dibandingkan dengan sisi kiri (rasio 3:2), dan merupakan penyakit pada kelompok usia dewasa (dekade enam sampai tujuh). Hanya 10 % kasus yang terjadi sebelum usia empat puluh tahun.

Sumber lain menyebutkan, penyakit ini lebih umum dijumpai pada mereka yang berusia di atas 50 tahun, meskipun terdapat pula penderita berusia muda dan anak-anak.

Neuralgia Trigeminal merupakan penyakit yang relatif jarang, tetapi sangat mengganggu kenyamanan hidup penderita, namun sebenarnya pemberian obat untuk mengatasi Trigeminal neuralgia biasanya cukup efektif. Obat ini akan memblokade sinyal nyeri yang dikirim ke otak, sehingga nyeri berkurang, hanya saja banyak orang yang tidak mengetahui dan menyalahartikan Neuralgia Trigeminal sebagai nyeri yang ditimbulkan karena kelainan pada gigi, sehingga pengobatan yang dilakukan tidaklah tuntas.


ANATOMI NERVUS TRIGEMINUS
Nervus Trigeminus merupakan nervus cranialis yang terbesar dan melayani arcus branchialis pertama. Nervus ini mengandung serat-serat branchiomotorik dan aferen somatik umum (yang terdiri atas komponen ekteroseptif dan komponen proprioseptif), dengan nuclei sebagai berikut :

a. Nucleus Motorius Nervi Trigemini

Dari Nucleus ini keluar serat-serat branchiomotorik yang berjalan langsung ke arah ventrolateral menyilang serat-serat pedunculus cerebellaris medius (fibrae pontocerebellares) dan pada akhirnya akan melayani m. Masticatores melalui rami motori nervi mandibularis dan m. Tensor Veli Palatini serta m. Mylohyoideus.

b. Nucleus Pontius, Nervi Trigemini dan Nucleus Spinalis Nervi Trigemini

Kedua Nucleus ini menerima impuls-impuls eksteroseptif dari daerah muka dan daerah calvaria bagian ventral sampai vertex.
Di antara kedua nucleus di atas terdapat perbedaan fungsional yang penting : di dalam nucleus Pontius berakhir serat-serat aferan N. V yang relatif kasar, yang mengantarkan impuls-impuls rasa raba, sedangkan nucleus spinalis N. V terdiri atas sel-sel neuron kecil dan menerima serat-serat N. V yang halus yang mengantarkan impuls-impuls eksteroseptif nyeri dan suhu.

FISIOLOGI NERVUS TRIGEMINUS

Fungsi nervus Trigeminus dapat dinilai melalui pemeriksaan rasa suhu, nyeri dan raba pada daerah inervasi N. V (daerah muka dan bagian ventral calvaria), pemeriksaan refleks kornea, dan pemeriksaan fungsi otot-otot pengunyah. Fungsi otot pengunyah dapat diperiksa, misalnya dengan menyuruh penderita menutup kedua rahangnya dengan rapat, sehingga gigi-gigi pada rahang bawah menekan pada gigi-gigi rahang atas, sementara m. Masseter dan m. Temporalis dapat dipalpasi dengan mudah.
Pada kerusakan unilateral neuron motor atas, mm. Masticatores tidak mngelami gangguan fungsi, oleh karena nucleus motorius N. V menerima fibrae corticonucleares dari kedua belah cortex cerebri.
Sebagai tambahan terhadap fungsi cutaneus, cabang maxillaris dan mandibularis penting pada kedokteran gigi. Nervus maxillaris memberikan inervasi sensorik ke gigi maxillaris, palatum, dan gingiva. Cabang mandibularis memberikan persarafan sensorik ke gigi mandibularis, lidah, dan gingiva. Variasi nervus yang memberikan persarafan ke gigi diteruskan ke alveolaris, ke soket di mana gigi tersebut berasal nervus alveolaris superior ke gigi maxillaris berasal dari cabang maxillaris nervus trigeminus. Nervus alveolaris inferior ke gigi mandibularis berasal dari cabang mandibularis nervus trigeminus.

DEFINISI NEURALGIA TRIGEMINAL

Secara harfiah, Neuralgia Trigeminal berarti nyeri pada nervus Trigeminus, yang menghantarkan rasa nyeri menuju ke wajah.
Neuralgia Trigeminal adalah suatu keadaan yang memengaruhi N. V, nervus kranialis terbesar. Dicirikan dengan suatu nyeri yang muncul mendadak, berat, seperti sengatan listrik, atau nyeri yang menusuk-nusuk, biasanya pada satu sisi rahang atau pipi. Pada beberapa penderita, mata, telinga atau langit-langit mulut dapat pula terserang. Pada kebanyakan penderita, nyeri berkurang saat malam hari, atau pada saat penderita berbaring.

Gambaran Klinis Neuralgia Trigeminal

Serangan Trigeminal neuralgia dapat berlangsung dalam beberapa detik sampai semenit. Beberapa orang merasakan sakit ringan, kadang terasa seperti ditusuk. Sementara yang lain merasakan nyeri yang cukup kerap, berat, seperti nyeri saat kena setrum listrik. Penderita Trigeminal neuralgia yang berat menggambarkan rasa sakitnya seperti ditembak, kena pukulan jab, atau ada kawat di sepanjang wajahnya. Serangan ini hilang timbul. Bisa jadi dalam sehari tidak ada rasa sakit. Namun, bisa juga sakit menyerang setiap hari atau sepanjang Minggu. Lalu, tidak sakit lagi selama beberapa waktu. Trigeminal neuralgia biasanya hanya terasa di satu sisi wajah, tetapi bisa juga menyebar dengan pola yang lebih luas. Jarang sekali terasa di kedua sisi wajah dlm waktu bersamaan.

KLASIFIKASI

Neuralgia Trigeminal (NT) dapat dibedakan menjadi:
1. NT Tipikal,
2. NT Atipikal,
3. NT karena Sklerosis Multipel,
4. NT Sekunder,
5. NT Paska Trauma, dan
6. Failed Neuralgia Trigeminal.
Bentuk-bentuk neuralgia ini harus dibedakan dari nyeri wajah idiopatik (atipikal) serta kelainan lain yang menyebabkan nyeri kranio-fasial.


ETIOLOGI (PENYEBAB) Neuralgia Trigeminal

Mekanisme patofisiologis yang mendasari NT belum begitu pasti, walau sudah sangat banyak penelitian dilakukan. Kesimpulan Wilkins, semua teori tentang mekanisme harus konsisten dengan:

1. Sifat nyeri yang paroksismal, dengan interval bebas nyeri yang
lama.
2. Umumnya ada stimulus ‘trigger’ yang dibawa melalui aferen
berdiameter besar (bukan serabut nyeri) dan sering melalui
divisi saraf kelima diluar divisi untuk nyeri.
3. Kenyataan bahwa suatu lesi kecil atau parsial pada ganglion
gasserian dan/ atau akar-akar saraf sering menghilangkan
nyeri.
4. Terjadinya NT pada pasien yang mempunyai kelainan
demielinasi sentral (terjadi pada 1% pasien dengan sklerosis
multipel)

Kenyataan ini tampaknya memastikan bahwa etiologinya adalah sentral dibanding saraf tepi. Paroksisme nyeri analog dengan bangkitan dan yang menarik adalah sering dapat dikontrol dengan obat-obatan anti kejang (karbamazepin dan fenitoin).

Tampaknya sangat mungkin bahwa serangan nyeri mungkin menunjukkan suatu cetusan ‘aberrant’ dari aktivitas neuronal yang mungkin dimulai dengan memasukkan input melalui saraf kelima, berasal dari sepanjang traktus sentral saraf kelima, atau pada tingkat sinaps sentralnya.

Berbagai keadaan patologis menunjukkan penyebab yang mungkin pada kelainan ini. Pada kebanyakan pasien yang dioperasi untuk NT ditemukan adanya kompresi atas ‘nerve root entry zone’ saraf kelima pada batang otak oleh pembuluh darah (45-95% pasien). Hal ini meningkat sesuai usia karena sekunder terhadap elongasi arteria karena penuaan dan arteriosklerosis dan mungkin sebagai penyebab pada kebanyakan pasien.

Otopsi menunjukkan banyak kasus dengan keadaan penekanan vaskuler serupa tidak menunjukkan gejala saat hidupnya. Kompresi nonvaskuler saraf kelima terjadi pada beberapa pasien. 1-8% pasien menunjukkan adanya tumor jinak sudut serebelopontin (meningioma, sista epidermoid, neuroma akustik, AVM) dan kompresi oleh tulang (misal sekunder terhadap penyakit Paget). Tidak seperti kebanyakan pasien dengan NT, pasien ini sering mempunyai gejala dan/atau tanda defisit saraf kranial.

Penyebab lain yang mungkin, termasuk cedera perifer saraf kelima (misal karena tindakan dental) atau sklerosis multipel, dan beberapa tanpa patologi yang jelas.

PATOFISIOLOGI

Neuralgia Trigeminal dapat terjadi akibat berbagai kondisi yang melibatkan sistem persarafan trigeminus ipsilateral. Pada kebanyakan kasus, tampaknya yang menjadi etiologi adalah adanya kompresi oleh salah satu arteri di dekatnya yang mengalami pemanjangan seiring dengan perjalanan usia, tepat pada pangkal tempat keluarnya saraf ini dari batang otak. Lima sampai delapan persen kasus disebabkan oleh adanya tumor benigna pada sudut serebelo-pontin seperti meningioma, tumor epidermoid, atau neurinoma akustik. Kira-kira 2-3% kasus karena sklerosis multipel. Ada sebagian kasus yang tidak diketahui sebabnya. Menurut Fromm, neuralgia Trigeminal bisa mempunyai penyebab perifer maupun sentral.

Sebagai contoh dikemukakan bahwa adanya iritasi kronis pada saraf ini, apapun penyebabnya, bisa menimbulkan kegagalan pada inhibisi segmental pada nukleus/ inti saraf ini yang menimbulkan produksi ectopic action potential pada saraf Trigeminal. Keadaan ini, yaitu discharge neuronal yang berlebihan dan pengurangan inhibisi, mengakibatkan jalur sensorik yang hiperaktif. Bila tidak terbendung akhirnya akan menimbulkan serangan nyeri. Aksi potensial antidromik ini dirasakan oleh pasien sebagai serangan nyeri trigerminal yang paroksismal. Stimulus yang sederhana pada daerah pencetus mengakibatkan terjadinya serangan nyeri.

Efek terapeutik yang efektif dari obat yang diketahui bekerja secara sentral membuktikan adanya mekanisme sentral dari neuralgi. Tentang bagaimana multipel sklerosis bisa disertai nyeri Trigeminal diingatkan akan adanya demyelinating plaques pada tempat masuknya saraf, atau pada nukleus sensorik utama nervus trigeminus.

Pada nyeri Trigeminal pasca infeksi virus, misalnya pasca herpes, dianggap bahwa lesi pada saraf akan mengaktifkan nociceptors yang berakibat terjadinya nyeri. Tentang mengapa nyeri pasca herpes masih bertahan sampai waktu cukup lama dikatakan karena setelah sembuh dan selama masa regenerasi masih tetap terbentuk zat pembawa nyeri hingga kurun waktu yang berbeda. Pada orang usia muda, waktu ini relatif singkat. Akan tetapi, pada usia lanjut nyeri bisa berlangsung sangat lama. Pemberian antiviral yang cepat dan dalam dosis yang adekuat akan sangat mempersingkat lamanya nyeri ini.

Peter Janetta menggolongkan neuralgia glossopharyngeal dan hemifacial spasm dalam kelompok “Syndromes of Cranial Nerve Hyperactivity“. Menurut dia, semua saraf yang digolongkan pada sindroma ini mempunyai satu kesamaan: mereka semuanya terletak pada pons atau medulla oblongata serta dikelilingi oleh banyak arteri dan vena. Pada genesis dari sindroma hiperaktif ini, terdapat dua proses yang sebenarnya merupakan proses penuaan yang wajar:

1. Memanjang serta melingkarnya arteri pada dasar otak.
2. Dengan peningkatan usia, karena terjadinya atrofi, maka otak akan bergeser atau jatuh ke arah caudal di dalam fossa posterior dengan akibat makin besarnya kontak neurovaskuler yang tentunya akan memperbesar kemungkinan terjadinya penekanan pada saraf yang terkait.

Ada kemungkinan terjadi kompresi vaskuler sebagai dasar penyebab umum dari sindroma saraf kranial ini. Kompresi pembuluh darah yang berdenyut, baik dari arteri maupun vena, adalah penyebab utamanya. Letak kompresi berhubungan dengan gejala klinis yang timbul. Misalnya, kompresi pada bagian rostral dari nervus trigeminus akan mengakibatkan neuralgia pada cabang oftalmicus dari nervus trigeminus, dan seterusnya. Menurut Calvin, sekitar 90% dari neuralgia Trigeminal penyebabnya adalah adanya arteri “salah tempat” yang melingkari serabut saraf ini pada usia lanjut. Mengapa terjadi perpanjangan dan pembelokan pembuluh darah, dikatakan bahwa mungkin sebabnya terletak pada predisposisi genetik yang ditambah dengan beberapa faktor pola hidup, yaitu merokok, pola diet, dan sebagainya. Pembuluh darah yang menekan tidak harus berdiameter besar. Walaupun hanya kecil, misalnya dengan diameter 50-100 um saja, sudah bisa menimbulkan neuralgia, hemifacial spasm, tinnitus, ataupun vertigo. Bila dilakukan microvascular decompression secara benar, keluhan akan hilang.

DIAGNOSIS

Kunci diagnosis adalah riwayat. Umumnya, pemeriksaan dan test neurologis (misalnya CT scan) tak begitu jelas. Faktor riwayat paling penting adalah distribusi nyeri dan terjadinya ’serangan’ nyeri dengan interval bebas nyeri relatif lama. Nyeri mulai pada distribusi divisi 2 atau 3 saraf kelima, akhirnya sering menyerang keduanya. Beberapa kasus mulai pada divisi 1.

Biasanya, serangan nyeri timbul mendadak, sangat hebat, durasinya pendek (kurang dari satu menit), dan dirasakan pada satu bagian dari saraf Trigeminal, misalnya bagian rahang atau sekitar pipi. Nyeri seringkali terpancing bila suatu daerah tertentu dirangsang (trigger area atau trigger zone).

Trigger zones sering dijumpai di sekitar cuping hidung atau sudut mulut. Yang unik dari trigger zone ini adalah rangsangannya harus berupa sentuhan atau tekanan pada kulit atau rambut di daerah tersebut. Rangsang dengan cara lain, misalnya dengan menggunakan panas, walaupun menyebabkan nyeri pada tempat itu, tidak dapat memancing terjadinya serangan neuralgi. Pemeriksaan neurologik pada neuralgi Trigeminal hampir selalu normal. Tidak terdapat gangguan sensorik pada neuralgi Trigeminal murni.

Dilaporkan adanya gangguan sensorik pada neuralgia Trigeminal yang menyertai multiple sclerosis. Sebaliknya, sekitar 1-2% pasien dengan MS juga menderita neuralgia Trigeminal yang dalam hal ini bisa bilateral.

Suatu varian neuralgia Trigeminal yang dinamakan tic convulsive ditandai dengan kontraksi sesisih dari otot muka yang disertai nyeri yang hebat. Keadaan ini perlu dibedakan dengan gerak otot muka yang bisa menyertai neuralgi biasa, yang dinamakan tic douloureux. Tic convulsive yang disertai nyeri hebat lebih sering dijumpai di daerah sekitar mata dan lebih sering dijumpai pada wanita.

Secara sistematis, anamnesis dan pemeriksaan fisik dilakukan sebagai berikut:

Anamnesis

· Lokalisasi nyeri, untuk menentukan cabang nervus trigeminus
yang terkena.
· Menentukan waktu dimulainya neuralgia Trigeminal dan
mekanisme pemicunya.
· Menentukan interval bebas nyeri.
· Menentukan lama, efek samping, dosis, dan respons terhadap
pengobatan.
· Menanyakan riwayat penyakit herpes.

Pemeriksaan Fisik

· Menilai sensasi pada ketiga cabang nervus trigeminus bilateral
(termasuk refleks kornea).
· Menilai fungsi mengunyah (masseter) dan fungsi pterygoideus
(membuka mulut, deviasi dagu).
· Menilai EOM.

Pemeriksaan penunjang diagnostik seperti CT-scan kepala atau MRI dilakukan untuk mencari etiologi primer di daerah posterior atau sudut serebelo-pontin.



PENATALAKSANAAN

Pengobatan pada dasarnya dibagi atas 3 bagian:
1. Penatalaksanaan pertama dengan menggunakan obat.
2. Pembedahan dipertimbangkan bila obat tidak berhasil secara memuaskan.
3. Penatalaksanaan dari segi kejiwaan.

Terapi Medis (obat)

Perlu diingatkan bahwa sebagian besar obat yang digunakan pada penyakit ini mempunyai cukup banyak efek samping. Penyakit ini juga terutama menyerang mereka yang sudah lanjut usia. Karena itu, pemilihan dan pemakaian obat harus memperhatikan secara cermat kemungkinan timbulnya efek samping. Dasar penggunaan obat pada terapi neuralgia Trigeminal dan neuralgi saraf lain adalah kemampuan obat untuk menghentikan hantaran impulse afferent yang menimbulkan serangan nyeri.

Carbamazepine

Obat yang hingga kini dianggap merupakan pilihan pertama adalah carbamazepine. Bila efektif maka obat ini sudah mulai tampak hasilnya setelah 4 hingga 24 jam pemberian, kadang-kadang bahkan secara cukup dramatis. Dosis awal adalah 3 x 100 hingga 200 mg. Bila toleransi pasien terhadap obat ini baik, terapi dilanjutkan hingga beberapa minggu atau bulan. Dosis hendaknya disesuaikan dengan respons pengurangan nyeri yang dapat dirasakan oleh pasien. Dosis maksimal adalah 1200 mg/hari. Karena diketahui bahwa pasien bisa mengalami remisi maka dosis dan lama pengobatan bisa disesuaikan dengan kemungkinan ini. Bila terapi berhasil dan pemantauan dari efek sampingnya negatif, maka obat ini sebaiknya diteruskan hingga sedikitnya 6 bulan sebelum dicoba untuk dikurangi. Pemantauan laboratorium biasanya meliputi pemeriksaan jumlah lekosit, faal hepar, dan reaksi alergi kulit.

Bila nyeri menetap maka sebaiknya diperiksa kadar obat dalam darah. Bila ternyata kadar sudah mencukupi sedangkan nyeri masih ada, maka bisa dipertimbangkan untuk menambahkan obat lain, misalnya baclofen. Dosis awal baclofen 10 mg/hari yang bertahap bisa dinaikkan hingga 60 hingga 80 mg/hari. Obat ketiga boleh ditambahkan bila kombinasi dua obat ini masih belum sepenuhnya mengendalikan nyerinya. Tersedia phenytoin, sodium valproate, gabapentin, dan sebagainya. Semua obat ini juga dikenal sebagai obat anti epileptik.

Gabapentin

Gabapentin adalah suatu antikonvulsan baru yang terbukti dari beberapa uji coba sebagai obat yang dapat dipertimbangkan untuk nyeri neuropatik. Obat ini mulai dipakai di Amerika pada 1994, sebagai obat anti epilepsi. Kemampuannya untuk mengurangi nyeri neuropatik yang membandel dilaporkan secara insidentil mulai 1995 hingga 1997 oleh Mellick, Rosner, dan Stacey.

Waldeman menganjurkan pemberian obat ini bila carbamazepin dan phenitoin gagal mengendalikan nyerinya. Dosis awal 300 mg, malam hari, selama 2 hari. Bila tidak terjadi efek samping yang mengganggu seperti pusing/dizzy, ngantuk, gatal, dan bingung, obat dinaikkan dosisnya setiap 2 hari dengan 300 mg hingga nyeri hilang atau hingga tercapai dosis 1800 mg/hari. Dosis maksimal yang diperbolehkan oleh pabrik obat ini adalah 2400 mg/hari. Waldeman menganjurkan 1800 mg sebagai dosis tertinggi. Rowbotham dkk. menemukan bahwa gabapentin dalam dosis mulai 900 hingga 3600 mg sehari berhasil mengurangi nyeri, memperbaiki gangguan tidur, dan secara umum memperbaiki quality of life dari para pasien mereka.

Untuk neuralgi yang menyertai pasien dengan multipel sklerosis ternyata gabapentin dalam dosis antara 900 hingga 2400 mg/hari juga efektif pada 6 dari 7 pasiennya.

Cara kerja gabapentin dalam menghilangkan nyeri masih belum jelas benar. Yang pasti dapat dikemukakan adalah bahwa obat ini meningkatkan sintesis GABA dan menghambat degradasi GABA. Karena itu, pemberian gabapentin akan meningkatkan kadar GABA di dalam otak. Karena obat ini lipophilic maka penetrasinya ke otak baik.

Terapi Non-medis (Bedah)

Pilihan terapi non-medis (bedah) dipikirkan bilamana kombinasi lebih dari dua obat belum membawa hasil seperti yang diharapkan. Dr. Stephen B. Tatter menyebutkan bahwa pembedahan disiapkan untuk mereka yang tidak dapat mentoleransi efek samping dari terapi medis atau ternyata terapi medis tidak efektif. Terdapat beraneka ragam cara pembedahan, dari yang paling kuno, yang dapat menimbulkan kecacatan (biasanya pendengaran dan gerak otot wajah) cukup besar, sampai cara yang lebih sophisticated, yang hanya sedikit atau hampir tidak pernah dijumpai efek samping.

J. Keith Campbell menulis dalam artikelnya “Are All of the Treatment Options Being Considered? bahwa penatalaksanaan medik sering gagal dalam menghilangkan nyeri dalam periode yang panjang. Hal ini sering didapati pada pasien usia lanjut. Untuk pasien-pasien muda, merujuk ke ahli bedah untuk dekompresi mikrovaskular perlu dipertimbangkan segera sesudah diagnosis ditegakkan.

Dua cara operasi kuno, yaitu ablatio total dari saraf perifer dan reseksi bagian sensorik dari saraf Trigeminal, kini tidak dikerjakan lagi karena ada metode yang lebih baik. Walaupun demikian, Waldeman masih menganjurkan Trigeminal nerve block dengan menggunakan anestesi lokal + methylprednisolone. Yang dipakai adalah bupivacaine tanpa pengawet yang diberi bersama dengan methylprednisolone. Suntikan dilakukan tiap hari sampai obat oral yang dimulai pada saat sama, mulai efektif.

Radiofrequency rhizotomy (Meglio and Cioni, 1989)

Hingga kini masih populer karena relatif aman dan murah. Sayang, cara ini mempunyai kemungkinan kekambuhan sebesar 25%. Efek samping lain yang kurang enak adalah terjadinya anestesi kornea, rasa kesemutan, dan kelemahan rahang yang kadang-kadang bisa mengganggu. Bahkan, ada pasien yang merasa menyesal karena rasa kesemutan yang terus-menerus ini lebih tidak nyaman daripada nyeri yang masih ada masa bebasnya.

Percutaneous retrogasserian rhizolisis dengan gliserol

Cara ini adalah cara yang dianjurkan oleh Jho dan Lunsforf (1997). Konon, hasilnya sangat baik dengan gangguan minimal pada kepekaan muka. Hipotesis yang dikemukakan adalah bahwa gliserol adalah neurotoksik dan bekerja pada serabut saraf yang sudah mengalami demielinisasi, menghilangkan compound action potential pada serabut Trigeminal yang terkait dengan rasa nyeri. Cara ini cepat dan pasien bisa cepat dipulangkan. Kerugiannya adalah masih tetap bisa terjadi gangguan sensorik yang mungkin mengganggu atau kumat lagi sakitnya.

Microvascular Decompression

Dasar dari prosedur ini adalah anggapan bahwa adanya penekanan vaskular merupakan penyebab semua keluhan ini. Neuralgi adalah suatu compressive cranial mononeuropathy. Para penganut cara pengobatan ini mengganggap bahwa penyembuhan yang terjadi adalah yang paling sempurna dan permanen. Kerugian cara ini adalah bahwa bagaimanapun juga ini suatu kraniotomi dan pasien perlu tinggal sekitar 4-10 hari di rumah sakit, dilanjutkan dengan masa rekonvalesensi yang juga perlu 1-2 minggu. Pertimbangan lain adalah bahwa walaupun jarang, mikrovaskular dekompression bisa menyebabkan kematian atau penyulit lain seperti stroke, kelemahan nervus facialis, dan tuli. Di tangan ahli bedah yang berpengalaman, komplikasi ini tentunya sangat kecil. Pada operasi yang berhasil, pengurangan atau bahkan hilangnya nyeri sudah dapat dirasakan setelah 5-7 hari pasca bedah. Dr. Fred Barker dan timnya melaporkan dalam suatu pertemuan ilmiah tentang pengalamannya dengan mikrovaskular dekompression pada 1430 pasien yang dilakukan di Universitas Pittsburgh. Sebagian besar dari pasien tersebut mendapatkan pengurangan nyeri secara lengkap atau bermakna. Dua tahun setelah operasi, insidens kekambuhan 1% per tahunnya. Kekambuhan ini secara umum dikarenakan adanya pembuluh darah baru yang muncul pada nervus trigeminus.

Stereotactic radiosurgery dengan gamma knife

Merupakan perkembangan yang masih relatif baru. Gamma Knife merupakan alat yang menggunakan stereotactic radiosurgery. Tekniknya dengan cara memfokuskan sinar Gamma sehingga berlaku seperti prosedur bedah, namun tanpa membuka kranium. Gamma Knife pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Lars Leksell dari Stockholm, Swedia pada 1950. Cara ini hanya memerlukan anestesi lokal dan hasilnya konon cukup baik. Sekitar 80-90% dari pasien dapat mengharapkan kesembuhan setelah 3-6 bulan setelah terapi.

Cara kerja terapi adalah lewat desentisisasi pada saraf Trigeminal setelah radiasi yang ditujukan pada saraf ini dengan bantuan komputer. Seorang ahli bedah saraf dari Seattle Dr. Ronald Young mengatakan bahwa dengan Gamma Knife hasilnya sangat memuaskan juga dengan komplikasi yang minimal.

Meglio dan Cioni melaporkan cara dekompresi baru dengan menggunakan suatu balon kecil yang dimasukkan secara perkutan lewat foramen ovale. Balon diisi sekitar 1 ml sehingga menekan ganglion selama 1 hingga 10 menit. Konon cara ini membawa hasil pada sekitar 90% dari kasus. Belum ada laporan mengenai berapa banyak yang mengalami residif.

Penatalaksanaan dari Segi Kejiwaan

Hal lain yang penting untuk diperhatikan selain pemberian obat dan pembedahan adalah segi mental serta emosi pasien. Selain obat-obat anti depresan yang dapat memberikan efek perubahan kimiawi otak dan mempengaruhi neurotransmitter baik pada depresi maupun sensasi nyeri, juga dapat dilakukan teknik konsultasi biofeedback (melatih otak untuk mengubah persepsinya akan rasa nyeri) dan teknik relaksasi.

SIMPULAN

Neuralgia Trigeminal merupakan suatu keluhan serangan nyeri wajah satu sisi yang berulang, disebut Trigeminal neuralgia, karena nyeri di wajah ini terjadi pada satu atau lebih saraf dari tiga cabang saraf Trigeminal. Rasa nyeri disebabkan oleh terganggunya fungsi saraf Trigeminal sesuai dengan daerah distribusi persarafan salah satu cabang saraf Trigeminal yang diakibatkan oleh berbagai penyebab. Pada kebanyakan kasus, tampaknya yang menjadi etiologi adalah adanya kompresi oleh salah satu arteri di dekatnya yang mengalami pemanjangan seiring dengan perjalanan usia, tepat pada pangkal tempat keluarnya saraf ini dari batang otak.

Kunci diagnosis adalah riwayat. Faktor riwayat paling penting adalah distribusi nyeri dan terjadinya ’serangan’ nyeri dengan interval bebas nyeri relatif lama. Nyeri mulai pada distribusi divisi 2 atau 3 saraf kelima, akhirnya sering menyerang keduanya. Beberapa kasus mulai pada divisi 1. Biasanya, serangan nyeri timbul mendadak, sangat hebat, durasinya pendek (kurang dari satu menit), dan dirasakan pada satu bagian dari saraf Trigeminal, misalnya bagian rahang atau sekitar pipi. Nyeri seringkali terpancing bila suatu daerah tertentu dirangsang (trigger area atau trigger zone). Trigger zones sering dijumpai di sekitar cuping hidung atau sudut mulut.

Obat untuk mengatasi Trigeminal neuralgia biasanya cukup efektif. Obat ini akan memblokade sinyal nyeri yang dikirim ke otak, sehingga nyeri berkurang. Bila ada efek samping, obat lain bisa digunakan sesuai petunjuk dokter tentunya.

Beberapa obat yang biasa diresepkan antara lain Carbamazepine (Tegretol, Carbatrol), Baclofen. Ada pula obat Phenytoin (Dilantin, Phenytek), atau Oxcarbazepine (Trileptal). Dokter mungkin akan memberi Lamotrignine (Lamictal) atau Gabapentin (Neurontin). Pasien Trigeminal neuralgia yang tidak cocok dengan obat-obatan bisa memilih tindakan operasi.



kompasiana/OPINI Dr.Dito Anurogo
READ MORE - Selengkapnya

MISTERI SEL BUNUH DIRI

Diam-diam, miliaran sel dalam tubuh kita melakukan aksi bunuh diri massal setiap harinya. Kalau itu betul terjadi, kok, kita tidak ikutan mati? Beruntung, aksi bunuh diri yang satu ini justru memberi manfaat bagi kita.

Ini bukan pasukan bunuh dirinya Presiden Irak Saddam Hussein yang dulu digempur habis-habisan oleh tentara Sekutu pimpinan AS dalam Perang Teluk “jilid” kedua. Namun, ini sel-sel sehat yang mati tanpa sebab yang jelas. Setiap hari ada saja sel dalam tubuh yang tewas bunuh diri. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, 70 miliar sel per hari.

Peristiwa yang dinamakan “Apoptosis” ini diamati untuk pertama kalinya oleh Andrew Wyllie pada tahun 1970-an. Apoptosis yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti “rontok” itu memang mirip dengan peristiwa daun berguguran dari pohonnya. Pertanyaannya, kemudian, jika miliaran sel tubuh mati setiap hari, mengapa kita tidak ikut mati? Pertanyaan lain yang tidak kalah menarik, mengapa sel-sel tubuh kita melakukan tindakan bunuh diri, dan apakah peristiwa itu bisa dicegah?

Sebagian pakar menyatakan, peristiwa itu mungkin sangat penting dalam menjaga keseimbangan populasi sel pada tubuh orang sehat. Kematian sel, yang kemudian digantikan oleh sel baru, dapat pula dikatakan sebagai peremajaan sel yang membuat kita tetap hidup sehat dan bugar. Akan tetapi, sampai pada usia tertentu kemampuan pergantian sel itu akan menurun. Lalu, terjadilah apa yang kemudian dikatakan sebagai permasalahan lanjut usia ( geriatrik ).

Tubuh kita memang bukan sesuatu yang bersifat statis. Secara dinamis, sel-sel tubuh kita akan terus berganti; sel-sel lama akan digantikan oleh yang baru. Akan tetapi, pergantian ini harus terus memerhatikan keseimbangan jumlah sel dalam suatu jaringan atau organ tubuh. Jika keseimbangan itu terganggu, misalnya jika jumlah sel yang terbentuk tidak dibatasi oleh fenomena bunuh diri, mungkin saja pada organ tubuh kita akan terbentuk jaringan kanker.

Jadi, kita patut bersyukur. Fenomena bunuh diri sel tetap memiliki tujuan sangat penting bagi kelangsungsn hidup kita. Tentu semua ini karena memang sudah diatur oleh Sang Maha Pencipta.
OPINI Ireysha Hasibuan/kompasiana
READ MORE - Selengkapnya

DILEMA SEORANG HOMOSEKS

Berikut adalah potongan dialog dari suatu peristiwa nyata yang mungkin tidak persis sama dengan aslinya, tetapi setidaknya inti dialognya adalah sama.

A: “Selamat siang , Dok. Bisa diganggu sebentar?”

B: “Oh, Mas! Apa kabar? Lama nggak kontak nih hehehehe. Tidak mengganggulah. Ayo ngobrol-ngobrol sini. Wah, tambah gagah saja hehehehe.

A: “Kabar baik. Iya, saya memang lagi sibuk dengan kerjaan.”

B: “Wah, makin diberkati ya? hehehehehe. Tapi sepertinya Anda agak kuatir. Ada yang bisa saya bantu?”

Beberapa saat setelah berdiskusi berbagai hal:

A: “Begini, sebenarnya saya nggak enak menceritakan hal ini. Tapi saya sudah percaya dengan Anda. Ada hal yang sangat pribadi yang ingin saya tanyakan dari dulu tapi nggak berani-berani.”

B: “Tanya aja, Mas. Koq kayaknya masih menganggap saya orang lain saja hehehehe. Tanya saja, saya akan berusaha sebisanya.”

A: “Tapi tolong jangan kasih tau siapa-siapa ya.”

B: “Tentu saja, Mas. Saya terikat dengan sumpah profesi untuk menjaga kerahasiaan pasien. Namun, jika belum percaya sama saya juga jangan dipaksakan.”

A: “Saya ini seorang homoseksual.”

B: “Iya, lalu?”

A: “Anda tidak terkejut?”

B: “Tidak, memangnya kenapa Mas?”

A: “Biasa orang pasti kaget dan menjauh setelah saya beritahu.”

B: “Hahahahaha, homoseks juga manusia toh Mas? Nggak ada yang perlu diherankan. Orang yang lebih jahat dari seorang homoseks malah lebih banyak. Lanjutkan, Mas.”

A: “Syukurlah. Saya hanya bingung apakah diri saya ini normal atau tidak. Namun, dari penelitian terbaru katanya hewan juga ada yang homoseks sehingga ada yang mengganggap homoseks itu normal.”

B: “Ehmmm, gini Mas. Terimalah diri Anda sebagai manusia yang homoseks, jangan dibandingkan dengan hewan homoseks. Kadang peneliti juga ada yang nyeleneh, apalagi jika dirinya berkepentingan dengan hasil penelitian tersebut. Atau bisa jadi dia peneliti netral, tapi hasil penelitiannya disalahtafsirkan pihak-pihak tertentu. Karena jika ingin meniru hewan seutuhnya, maka kita juga harus meniru hewan seutuhnya antara lain nggak pakai baju, saling membunuh, dll. Jadi jangan hanya homoseksnya aja yang diambil contoh. Logis nggak perkataan saya ini?

A: “Logis sih. Lalu apa yang harus saya lakukan? Dari gereja juga mengganggap saya ini pendosa. Padahal Tuhan itu Mahapengampun?”

B: “Benar kata Anda itu. Tanyakan saja kepada pendeta Anda apakah ada ayat yang menghakimi homoseks. Jangankan homoseks, penjahat kelas kakap saja diampuni di Alkitab. Yang ada hanyalah hukuman terhadap homoseks yang mengumbar hawa nafsu seperti di Sodom dan Gomora.”

A: “Nah, tentang itu juga diutarakan teman-teman yang lain. Jadi homoseks itu tidak masalah kan?”

B: ” Tergantung, Mas. Jika dari segi agama dan moral masyarakat tentu tidak benar jika Anda mengumbar hawa nafsu. Jika dari segi medis juga sama, karena jika Anda berhubungan bebas tentu akan menyebarkan penyakit seperti HIV. Masalah ini tentu juga berlaku untuk heteroseks, yaitu jangan mengumbar hawa nafsu. Dari segi medis mungkin ada tambahan lain, yaitu harus disingkirkan dulu faktor-faktor trauma psikis dan yang lainnya. Karena bisa jadi Anda itu heteroseks tapi karena ada trauma sehingga menjadi homoseks. Kalau sudah berusaha tapi hasilnya tetap sama ya apa boleh buat, terimalah diri Anda. Tentu dengan syarat tidak mengumbar hawa nafsu tadi, karena akan merugikan Anda dan orang lain. Anda juga harus ingat bahwa masih banyak orang lain yang mengalami cobaan yang lebih berat. Jadi kuatkanlah diri Anda dan lakukan hal yang positif. Pendeta dan dokter juga ada yang homoseks tapi mereka bisa tetap bersikap positif. Memang institusi agama dan masyarakat juga harus berubah. Karena yang paling disayangkan adalah jika ditolak mentah-mentah, orang-orang homoseks akan depresi dan akhirnya terjerumus juga.

A: “Gitu ya, lalu bagaimana dengan perkawinan sesama jenis? Mengadopsi anak?”

B: “Wah, saya masih tidak setuju Mas. Orang normal saja ada yang tidak menikah untuk kepentingan mulia, jadi seorang homoseks juga harus bisa. Lagipula kasihan dengan anak yang diadopsi yang mungkin akan kurang baik perkembangan jiwanya. Karena seorang anak hendaknya diasuh orang tua heteroseks yang baik. Saya katakan yang baik karena banyak juga orang tua heteroseks yang tidak baik. Anak-anak suka meniru, jadi besar kemungkinan mereka juga akan meniru orang tuanya yang homoseksual. Anda juga tidak ingin mereka menjadi homoseks bukan? Dari segi anatomis medis juga memang abnormal jika melakukan hubungan sesama kelamin.

A: “Baiklah, terima kasih atas pendapatnya. Saya hanya ingin menanyakan hal itu saja. Saya merasa sudah ada jalan tengahnya sekarang.”

B: “Saya yakin Anda akan melakukan yang terbaik.”

A: “Tentu, saya akan berusaha. Terima kasih atas pendapat berharganya.”

B: “Ya, jika sudah dianggap cukup membahas hal ini, kita lanjut ngobrol tentang hal lain hehehehehe.”

A: “Iya, tentu saja hahahahahaha.”

Perbincangan pun beralih ke topik yang lain :)
OPINI Erfen Gustiawan Suwangto/KOMPSIANA
READ MORE - Selengkapnya

CARA SALAH MENUTUPI BERSIN DENGAN TANGAN


Jangan sekali-kali meremehkan batuk atau bersin. karena batuk dan bersin bisa menyebarkan virus, dan menularkan penyakit tersebut ke orang lain. Batuk dan bersin yang tidak dilakukan dengan benar, bisa berbahaya bagi orang lain, dan kadang-kadang menjijikkan.

Dalam sebuah kajian, mahasiswa kedokteran diam-diam menyaksikan ratusan orang batuk atau bersin di stasiun kereta, pusat perbelanjaan dan sebuah rumah sakit di Selandia Baru. Apa yang mereka saksikan ternyata bukanlah pemandangan yang menyenangkan; kebanyakan dari orang-orang tersebut tidak berhasil mencegah kuman menular melalui udara.

Penelitian ini dilakukan di ibu kota negera tersebut Wellington, selama lebih dari dua minggu, Agustus tahun lalu, di ujung kekhawatiran akan berjangkitnya serangan flu babi yang yang lunak namun mengkhawatirkan itu, ketika itu. Pada saat, itu pandemi flu babi sedang menjadi berita internasional, dan kampanye kesehatan publik menganjurkan agar anak-anak dan orang dewasa harus berhati-hati menyebarkan virus.

Kabar baiknya adalah bahwa sekitar tiga dari setiap empat orang mencoba untuk menutupi mulut mereka ketika batuk atau bersin, sebuah isyarat yang baik untuk mencegah kuman berterbangan di udara.

Kabar buruknya adalah bahwa kebanyakan orang—sekitar dua dari tiga—menggunakan tangan mereka untuk menutupinya

“Ketika Anda batuk ke tangan Anda, Anda memenuhi tangan Anda dengan virus,” kata penulis studi Nick Wilson, profesor kesehatan masyarakat di kampus Universitas Otago di Wellington.

“Dan ketika Anda menyentuh gagang pintu, perabot dan lain-lain, Anda meninggal virus di sana. Orang lain menyentuh benda-benda tersebut akan tertular dengan cara yang sedemikian,” jelasnya.

Para pejabat kesehatan merekomendasikan agar orang menutup bersin dengan sikunya. Cara seperti ini kadang-kadang disebut “cara Drakula, karena mirip adegan Drakula menarik jubahnya, tapi hanya sekitar 1 dari 77 orang yang melakukannya.

Menggunakan tisu atau sapu tangan adalah pilihan lain yang lebih disukai, namun hanya sekitar 1 dari 30 orang melakukannya.

Berita buruk lainnya: Para peneliti tidak melaporkan angka ini, tetapi beberapa kali mereka melihat orang-orang meludah di lantai, termasuk di rumah sakit.

“Mereka agak menjijikan,” kata Wilson, menggambarkan reaksi dari timnya, yang mencatat sebanyak 384 bersin dan batuk.

Wilson menyebut temuan itu mengejutkan, mengingat bahwa hal itu terjadi hanya empat bulan setelah virus flu babi pertama kali diidentifikasi, yang ketika itu masih dianggap luar biasa berbahaya.

Penelitian ini dipresentasikan Senin dalam sebuah konferensi penyakit menular di Atlanta.

menutupi batuk dengan tangan mungkin baik jika jika orang langsung memberishkan tangannya dengan tuntas segera setelah itu, tapi tidak ada yang percaya orang akan melakukan itu.


Sebuah studi yang dilakukan dilakukan di toilet umum oleh Harris Interactive pada tahun 2007, menemukan bahwa sekitar satu dari empat orang bahkan tidak mencuci tangan mereka setelah pergi ke kamar kecil. Dan pria adalah yang terburuk, di mana satu dari tiga orang tidak melakukannya. (yahoo.com)
READ MORE - Selengkapnya

INILAH FOTO BUAH DADA ARTIS HOT



Buah Stroberry
Tahukah anda bahwa tanggal 1 juli kemarin diperingati sebagai hari buah sedunia? Ya, bagi anda yang tidak tahu, maka sudah saatnya anda mengetahui bahwa setiap tanggal 1 juli diperingati sebagai hari buah sedunia (HBS).

Peringatan Hari Buah Sedunia pertama kali dilakukan di Jerman pada tahun 2007. Kini, semakin bertambah tahun maka semakin bertambah banyak juga negara-negara yang ikut mensosialisasikan Hari Buah Sedunia dengan tujuan untuk semakin mencintai buah-buahan dan menjadikan makan buah-buahan sebagai gaya hidup sehari hari.


Seperti kita ketahui bersama bahwa Indonesia termasuk salah satu negara penghasil buah terbesar didunia. Berbagai varietas juga ditawarkan, namun pada kenyataannnya kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya buah cenderung masih kecil. Padahal, buah-buahan merupakan salah satu sumber antioksidan yang sangat baik untuk melindungi tubuh dari radikal bebas.


Dada Ayam

Lantas Apa hubungannya antara dada dengan buah? Dada dalam pemikiran saya kali ini adalah dada ayam. Ya, dada ayam. Daging ayam termasuk salah satu makanan yang disukai oleh banyak orang. Selain rasanya nikmat, tentunya sedap dan mempunyai nilai gizi yang diperlukan bagi tubuh.



Kita dianjurkan untuk memakan buah terlebih dahulu sebelum memakan daging ayam. Hal ini dilakukan dengan alasan untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh penghuni surga yang dijelaskan dalam dalam Al Qur’an Surah Al Waqi’ah ayat 20-21.



”Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”.



Ada hal yang salah yang dilakukan oleh orang Indonesia. Biasanya orang Indonesia makan buah-buahan sesudah makan nasi. Padahal yang sebenarnya harus dilakukan adalah makan buah-buahan sebelum makan nasi. Hal seperti ini sudah dilakukan oleh orang-orang yahudi dan mereka juga telah melaksanakan apa yang dianjurkan oleh nabi Muhammad SAW.



Buah-buahan dicerna lambung dan selesai hanya dalam waktu 15-20 menit, kecuali pisang, 45 menit. Zat gula di dalam buah ini langsung memberi kita energi instan yang kita perlukan untuk bekerja sejak pagi hari. Karbohidrat (nasi, jagung, mi, roti) kalau dimakan sendiri, tanpa sayur atau lauk, akan memakan waktu dua jam untuk dicerna lambung. Sedangkan protein hewani (ayam, daging, ikan, telur) kalau tidak dicampur yang lain, memakan waktu sekitar 3-4 jam untuk dicerna lambung. Kalau mencampur karbohidrat dengan protein hewani seperti kebiasaan kita di Indonesia, lambung memerlukan waktu lebih dari enam jam untuk mencernanya



Jangan makan buah setelah makan nasi, sebaliknya makanlah buah Terlebih dahulu, baru makan nasi. Tidur 1 jam setelah makan siang. Jangan sekali-kali makan malam, barang siapa yang makan malam dia akan dimakan usia dan kolesterol dalam badan akan berganda.



Mandi Pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan badan tidak gemuk.

Dalam acara peringatan hari buah sedunia tersebut juga dimeriahkan oleh para artis, salah satunya Elsa Mayori. Alasan Ersa Mayori mengikuti acara peringatan hari buah sedunia itu dikarenakan Ia menganut gaya hidup sehat dengan cara memakan buah-buahan. (lihat : Disini)



Jadi, memakan buah merupakan sebuah cara yang sangat “hot” bagi kita semua untuk bisa menggapai hidup sehat. Tentunya cara kita mengkonsumsi buah-buahan juga harus jelas. Jangan makan buah-buahan sesudah makan, tetapi makan buah-buahan sebelum makan. Mari kita kembali keajaran Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW karena disana berisikan semua ilmu tentang kebaikan didunia dan diakhirat.

Sebagai orang yang berpendidikan, mari kita hargai hasil karya orang lain dengan memberikan komentar ataupun dengan cara memberikan rating. Tujuannya sangat sederhana, dengan memberikan komentar ataupun rating maka kita telah memberikan semangat kepada orang tersebut agar bisa menghasilkan sebuah karya yang lebih baik lagi.



Mari budayakan saling menghargai dengan cara memberikan komentar ataupun rating.

Sumber Gambar :

Buah Srobery : Silahkan Lihat Disini
Dada Ayam : Silahkan Lihat Disini 
Ersa Mayori : Silahkan Lihat Disini 






Mari kita bantu anak-anak korban lumpur lapindo yang ingin sekolah. Anda bisa mendapatkan informasinya dengan cara melakukan klik mesra terhadap link ini
READ MORE - Selengkapnya

Arsip

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails