Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya

Bocah Hobi Cabuti Alis & Rambut Karena Gangguan Mental OCD

img
Kelainan obsesif kompulsif (OCD/Obsessive-Compulsive Disorder) adalah gangguan mental dan pikiran terhadap ketakutan yang tidak masuk akal sehingga membuat penderitanya melakukan perilaku yang berulang-ulang. Gara-gara OCD, rambut dan alis bocah 11 tahun ini habis karena dicabuti.


Max Sherwood, bocah laki-laki umur 11 tahun mengalami kebotakan akibat gangguan psikologis yang disebut trichotillomania. Gangguan yang termasuk salah satu bentuk obsessive compulsive disorder ini membuatnya hobi mencabuti rambutnya sendiri.



Dimulai sejak duduk di kelas 2 SD, bocah asal Riverdale, Iowa mulai hobi mencabuti alis matanya di kelas. Dalam beberapa bulan pertama, orangtua dan gurunya tidak menyadari kondisi Max sampai akhirnya pada suatu ketika alis matanya kedapatan sudah habis.



Makin hari kebiasaan Max bukan berkurang, malah belakangan tidak hanya mencabuti alis tetapi juga rambut di kepala. Akibatnya rambut Max lama-kelamaan menipis, persis seperti kebanyakan pria dewasa yang mulai menghadapi masalah kebotakan berpola.



Ibunya, Cancade akhirnya mendapat informasi tentang gangguan mental yang diderita anaknya ketika bergabung dengan Hair Club for Kids, organisasi yang membantu mengatasi masalah kebotakan pada anak. Sebagian anggotanya adalah pasien kanker yang menjalani kemoterapi.



Setelah berkonsultasi dengan organisasi tersebut, pada tahun 2009 Cancade mendapatkan rambut palsu yang didesain khusus untuk Max. Rambut palsu semi-permanen itu dibuat dari bahan serat sintetis yang sangat kuat dengan sedikit anyaman rambut asli.



"Berkat lem khusus dalam rambut palsu tersebut, Max tidak bisa lagi mencabuti rambutnya dan bisa mengalihkan perhatiannya agar bisa mengerjakan hal lain," ungkap Cancade seperti dikutip dari ABC News,.



Dr Martin Franklin, psikolog dari University of Pennsylvania mengatakan trichotillomania seperti yang dialami Max bisa dipicu oleh depresi dan kegelisahan. Beberapa orang juga mengalaminya karena merasa bosan saat melakukan aktivitas yang tidak disukainya.



Menurut Dr Franklin, anak-anak dengan gangguan ini umumnya juga mengalami kesulitan belajar. Pergaulan juga terhambat karena umumnya lingkungan akan memberikan stigma negatif pada anak-anak yang suka mencabuti rambut seperti sedang stres atau mungkin gila.



Karena digolongkan sebagai salah satu bentuk obsessive compulsive disorder, solusi paling manjur untuk masalah ini biasanya dilakukan dengan terapi perilaku (behavior therapy). Prinsip dalam terapi ini adalah mengalihkan perhatian anak agar mau melakukan hal lain.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails