Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

APA SEBABNYA MENGAPA PASIEN DBD PERLU CUKUP CAIRAN?



Demam berdarah dengue bisa terkesan remeh, padahal jika tidak ditangani dengan tepat penyakit ini seringkali menyebabkan kematian. Salah satu yang menjadi ancaman dari penyakit ini adalah kebocoran plasma yang bisa menyebabkan shock dan berakibat fatal. 

Kebocoran plasma, menurut dr.Leonard Nainggolan, Sp.PD, ahli penyakit infeksi tropis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, terjadi akibat pecahnya pembuluh kapiler.

"Ketika terjadi gigitan nyamuk, tubuh akan memberikan reaksi imun yang menyebabkan pelepasan zat-zat sitokin. Mekanisme ini menyebabkan gejala demam, pegal, atau sakit kepala. Sitokin itu bermuara ke pembuluh darah kapiler yang sangat tipis sehingga terjadilah kebocoran plasma," paparnya dalam acara seminar Pocar Sweat Conference 2012 di Jakarta (11/2/12).

Lebih lanjut ia menjelaskan, kebocoran plasma yang biasanya terjadi di hari ke-2 hingga ke-4 itu menyebabkan cairan plasma darah keluar dari pembuluh darah ke jaringan di luar pembuluh darah. 

"Kobocoran plasma ini menyebabkan darah menjadi kental. Karena itu penting untuk mengetahui nilai hematokrit (Ht) dari hasil pemeriksaan laboratorium. Malah nilai hematokrit ini lebih penting dari kadar trombosit," imbuhnya.

Lantaran keluarnya cairan plasma darah itu, terjadi turunnya tekanan dalam pembuluh darah dan berakibat fatal shock. Bila tidak cepat ditangani ini bisa menyebabkan kematian.

"Saat terjadi kebocoran, yang keluar adalah cairan tubuh, sel darah putih, hingga sel darah merah. Ini antara lain bisa dilihat dari munculnya bintik kemerahan pada kulit, bahkan perdarahan. Karena itu pasien harus segera dibawa ke rumah sakit jika mengalami mimisan atau muntah darah," paparnya.

Karena DBD pada dasarnya adalah penyakit yang akan sembuh sendiri, biasanya di hari ketujuh, maka penyakit ini tidak ada obatnya. "Penanganan pada pasien disesuaikan dengan gejala dan keluhan. Misalnya pemberian parasetamol atau obat mual," katanya.

Untuk mencegah shock dan dehidrasi akibat kebocoran plasma, Leonard juga menyarankan pentingnya cairan yang cukup. "Lebih diwaspadai pada anak karena ambang hausnya belum sempurna sehingga sering kecolongan. Orangtua dan petugas kesehatan harus telaten memberikan minum pada pasien anak-anak," pungkasnya.
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails