Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

Tips Apabila Mr P Anak Tak Tumbuh Sempurna


Kondisi Mr P anak yang tidak tumbuh sempurna tentu mengkhawatirkan orangtua.
Yang ditakutkan tentunya saat anak sudah besar kelak.

Ada seorang bapak berusia 38 tahun yang ‘curhat’ pada saya. Ia memiliki dua orang anak. Anak pertamanya perempuan dan berusia 11 tahun, sedangkan yang kedua laki-laki (8). Yang menjadi masalah adalah anak lelakinya mempunyai Mr P yang agak pendek. Hanya sekitar 2 cm (dalam keadaan tidak ereksi). Namun, si anak juga tidak terlalu gemuk. Berat badannya pun sepadan dengan tinggi badan.

Sebenarnya tidak terlambat memperbaiki kondisi Mr P seorang anak lelaki berusia 8 tahun. Kondisi Mr P yang agak pendek yakni sekitar 2 cm mudah diperbaiki. Dengan memberikan kapsul yang diminum 3 kali sehari dan mengoleskan salep khusus di Mr P-nya, dalam tempo 4-5 hari Mr P sudah mulai tumbuh. Bila ingin ukurannya sampai maksimal pada usia 8 tahun, pengobatan selama 2 bulan akan memaksimalkan ukuran Mr P anak.

Apalagi, si anak sendiri tidak terlalu gemuk. Sebagian besar anak yang mengalami mikropenis mengalami kegemukan. Apabila semacam itu, idealnya kondisi si anak juga perlu diperiksa, antara lain memeriksa darah, gangguan yang dialami di dalam tubuh sehingga menyebabkan Mr P kurang tumbuh. Dari darah si anak, akan diketahui apakah ada gangguan hormonal yang menghambat pertumbuhan Mr P-nya.

Dengan pemeriksaan secara menyeluruh, pengobatan akan lebih lengkap selain pengobatan khusus Mr P yang sedikit saya uraikan di atas. Jadi, yang terpenting ialah jangan sampai terlambat. Sesudah usia 12 tahun, yakni saat anak mulai mengalami fase pubertas, obat apa pun yang diberikan tidak akan dapat membantu.

Karenanya, anak-anak yang Mr P-nya kecil sebaiknya segera diobati, baik pada anak yang gemuk atau anak dengan berat badan normal. Saat anak sudah melewati fase pubertas, seumur hidup Mr P akan tetap kecil sekiranya pada fase pubertas ukurannya tetap kecil. Apabila semacam itu, ia menjadi tidak percaya diri. Dalam kehidupan pernikahannya kelak, ia juga akan mengalami gangguan seks. 
*dr. Naek L Tobing, SpKJ. Sexology foto : neta
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails