Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

KONDISI TERSERANG HIPOTERMIA PADA MANUSIA



Hipotermia adalah kondisi di mana tubuh tidak mampu mengembalikan suhu panas tubuh karena suhunya terlalu cepat turun. Kondisi ini membuat suhu tubuh Anda mencapai suhu yang sangat rendah di bawah 35°C. Salah satu contohnya adalah ketika para pendaki terkena badai dan terjadi perubahan suhu yang drastis.

Hipotermia dapat menyebabkan kematian, kenapa? Karena ketika suhu tubuh turun terlalu rendah, jantung, sistem saraf, dan organ tubuh lain tidak dapat bekerja secara optimal. Jika tidak segera ditolong, hipotermia bisa menyebabkan kegagalan total pada fungsi jantung dan sistem pernapasan yang dapat menyebabkan kematian.

Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C. Tubuh manusia mampu mengatur suhu pada zona termonetral, yaitu antara 36,5-37,5 °C. Di luar suhu tersebut, respon tubuh untuk mengatur suhu akan aktif menyeimbangkan produksi panas dan kehilangan panas dalam tubuh.
Klasifikasi Hipotermia 

Hipotermi juga dapat diklasifikasikan berdasarkan sumber paparan yaitu :

1. Hipotermi Primer
Kondisi ini terjadi akibat paparan langsung individu yang sehat terhadap dingin.

2. Hipotermi sekunder
mortalitas banyak terjadi pada fase ini di mana terjadi kelainan secara sistemik.
Hipotermi juga dapat diklasifikasikan berdasarkan temperature tubuh, yaitu :

1. Ringan = 34-36 °C
Kebanyakan orang bila berada pada suhu ini akan menggigil secara hebat, terutama di seluruh ekstremitas. Bila suhu tubuh lebih turun lagi, pasien mungkin akan mengalami amnesia dan disartria. Peningkatan kecepatan nafas juga mungkin terjadi.

2. Sedang = 30–34 °C

Terjadi penurunan konsumsi oksigen oleh sistem saraf secara besar yang mengakibatkan terjadinya hiporefleks, hipoventilasi, dan penurunan aliran darah ke ginjal. Bila suhu tubuh semakin menurun, kesadaran pasien bisa menjadi stupor, tubuh kehilangan kemampuannya untuk menjaga suhu tubuh, dan adanya risiko timbul aritmia.

3. Berat = <30 div="">

Pasien rentan mengalami fibrilasi ventrikular, dan penurunan kontraksi miokardium, pasien juga rentan untuk menjadi koma, pulse sulit ditemukan, tidak ada reflex, apnea, dan oligouria.

Penyebab Hipotermia 

Penyebab utama hipotermia adalah cuaca atau air yang sangat dingin. Berada di tempat yang lebih dingin dari suhu tubuh juga merupakan salah satu penyebabnya. Untuk mencega terjadinya hipotermia pada daerah yang sangat dingin sebaiknya mempersiapkan pakaian yang bisa menghangatkan tubuh, atau ketika Anda tidak bisa mengatur suhu di ruangan tersebut.


Penyebab hipotermia:

  • Menggunakan pakaian yang kurang bisa menghangatkan tubuh pada saat kondisi cuaca dingin.
  • Terlalu lama berada di luar rumah padahal cuaca sangat dingin atau sedang hujan lebat.
  • Dalam kondisi kedinginan atau kebasahan tidak segera berpindah ke tempat yang hangat atau berganti baju.
  • Suhu dalam ruangan tidak cukup hangat, terutama bagi orang tua dan anak bayi.
  • AC terlalu dingin.

Gejala Hipotermia 

Berikut gejala hipotermia ringan

1. Penderita berbicara melantur
2. Kulit menjadi sedikit berwarna abu-abu
3. Detak jantung melemah
4. Tekanan darah menurun
5. Terjadi kontraksi otot sebagai usaha tubuh untuk menghasilkan panas.

Pada penderita hipotermia moderat, detak jantung dan respirasi melemah hingga mencapai hanya 3-4 kali bernapas dalam satu menit. Pada penderita hipotermia parah, pasien tidak sadar diri, badan menjadi sangat kaku, pupil mengalami dilatasi, terjadi hipotensi akut, dan pernapasan sangat lambat hingga tidak kentara (kelihatan).

Siapa saja yang rentan mengalami hipotermia?

1. Orang tua—yang berusia 65 tahun atau lebih lebih beresiko

2. Anak-anak—cenderung lebih kedinginan dibandingkan orang dewasa, karena memiliki proporsi kepala yang lebih besar sehingga rentan kehilangan suhu tubuh melalui kepala (bagian tubuh yang sering tidak dilindungi).

3. Penderita gangguan mental misalnya demensia, memengaruhi cara berpikir sehingga tidak mengenakan pakaian yang cocok untuk cuaca dingin.

4. Pecandu alkohol atau obat-obatan

Itulah penjelasan singkat mengenai hipotermia, untuk menghindari kondisi tersebut sebaiknya menggunakan pakaian yang dapat menghangatkan tubuh dari pengaruh cuaca yang sangat dingin.

loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails