Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

Seputar Kondisi ADHD (Attention Deficit Disorder)






Attention Deficit Disorder Atau setelah tahun 1994 diubah menjadi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (kelainan hiperaktifitas dan kurang kemampuan konsentrasi / ADHD) adalah kondisi medis yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk duduk tenang, fokus dan memperhatikan sesuatu. Seseorang yang menderita ADHD memiliki perbedaan pada bagian dari otak yang mengendalikan atensi dan aktifitas. “Mereka jadi sangat sukar berkonsentrasi, pembosan dan ada juga yang agresif”, menurut Dr. Karel Staa, seorang dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Pondok Indah. Hal ini dapat menyebabkan masalah dalam pendidikan atau pekerjaan si penderita dan bahkan dalam pergaulan sosialnya.

Biasanya penderita ADHD didiagnosa setelah masa balita, yaitu sekitar umur 5 sampai 12 tahun. Tapi ada juga yang baru didiagnosa setelah mereka beranjak dewasa dan telah mencapai masa produktifnya. Biasanya orang dewasa yang menderita ADHD sering berpindah-pindah kerja, perilakunya sangat impulsive dan sering melakukan hal-hal diluar norma sosial dan peraturan perusahaan, jelas Dr. Karel lagi.


Kadang-kadang kasus ADHD tidak terdiagnosa dengan tepat karena banyak orang tua yang beranggapan bahwa sangatlah wajar jika seorang anak terlihat agak nakal, tidak bisa diam dan sukar berkonsentrasi. “Anak nakal memang wajar, malah perlu jika nakalnya kreatif”. Ujar Dr. Karel. Tetapi jika kenakalan tersebut mempengaruhi kemampuan anak untuk menyerap pelajaran sehingga nilai-nilai selalu jelek, atau jika orang tua mendapat laporan dari orang-orang di sekitar lingkungan sekolah atau rumah bahwa sang anak melakukan tindakan yang merusak, anak tersebut perlu diperiksakan ke dokter anak.

Namun Dr. Karel juga berpendapat bahwa orang tua atau dokter sebaiknya tidak gegabah mencap anak-anak yang bermasalah tersebut sebagai pengidap ADHD. Menurutnya, diagnosa harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan sebuah tim terpadu yang terdiri dari para dokter dari berbagai bidang, seperti dokter ahli syaraf, psikolog dan lain-lain.

Terkadang gejala ADHD menjadi agak melunak ketika seseorang beranjak dewasa. Tetapi dipercaya para ahli bahwa bagian hiperaktifitas dari kelainan ini dapat menghilang ketika seseorang beranjak dewasa, sementara masalah dengan organisasi dan atensi tetap ada. Riset menunjukkan bahwa ADHD mungkin genetis.

PENYEBAB ADHD

Para dokter dan periset masih tidak yakin mengapa sebagian orang menderita ADHD. Riset menunjukkan bahwa ADHD mungkin genetis dan dapat diturunkan dari orang tua pada kasus-kasus tertentu. Belum ada teori yang bisa diterima seluruhnya di kalangan medis. Ada teori yang mengatakan bahwa penderita ADHD disebabkan oleh kebiasaan buruk sang ibu pada saat hamil seperti merokok atau mengkonsumsi obat-obatan, ada juga yang menduga anak-anak tersebut keracunan lead atau timah.



Para ilmuwan juga masih mempelajari hal-hal yang bisa dihubungkan dengan ADHD, sebagai contoh : ADHD kemungkinannya lebih tinggi pada anak-anak yang lahir secara premature, dan lebih umum terjadi pada anak lelaki dibandingkan perempuan.

Tetapi dokter telah mengetahui kalau ADHD, disebabkan oleh perubahan pada zat kimia otak yang disebut Neurotransmitter. Zat kimia ini menolong mengirimkan pesan antara sel syaraf pada otak, sehingga seseorang yang memiliki zat kimia dalam jumlah sedikit dapat menunjukan gejala ADHD.

Penderita ADHD dapat membaik dengan perawatan yang tepat, namun sayangnya belum ada obat yang dapat menyembuhkan kondisi ini.

MERAWAT ADHD

Ada 3 jenis perawatan untuk penderita ADHD yaitu :

1. OBAT, Ada beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk membantu penderita ADHD agar mereka dapat memusatkan perhatian lebih baik, belajar dan lebih tenang. Beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping seperti susah tidur atau rasa nyeri pada perut sehingga sebagian orang perlu mencoba beberapa jenis obat dulu sebelum menemukan yang paling cocok. Oleh karena itu sangat penting bagi orang tua dan dokter untuk mengamati kondisi anak ketika baru mengkonsumsi jenis obat untuk ADHD.

2. TERAPI, Beberapa jenis terapi, salah satunya behavioral therapy, dapat digunakan untuk membantu penderita mengontrol perilakunya sehingga mereka bisa lebih berhasil di sekolah dan di rumah.

3. KOMBINASI OBAT DAN TERAPI, Beberapa pasien ADHD menunjukkan hasil yang maksimal dengan kombinasi obat serta terapi.

BAGAIMANA JIKA ANAK DIDIAGNOSA?

Berikan anak Anda dukungan serta pengertian. Para spesialis biasanya dapat membantu untuk mengarahkan anak Anda memperbaiki kondisinya. Anda juga perlu mendiskusikan kondisi ini kepada para guru di sekolah dan pertimbangkan memberikan pendidikan khusus bagi anak Anda.

“Dengan perawatan yang tepat yang dipimpin oleh tim dokter terpadu, penderita ADHD sangat mungkin untuk membaik bahkan mendapatkan kesuksesan dalam pelajaran atau karir”, ungkap Dr. Karel positif. Contohnya Michael Phelps (perenang kelas Olimpiade-red) yang sebelumnya didiagnosa mengidap ADHD sekarang menjadi atlet kelas dunia yang sangat berprestasi.

Penderita ADHD sangat mungkin untuk membaik bahkan mendapatkan kesuksesan dalam pelajaran atau karir.

Kenali Gejala ADHD!

Jika Anda curiga anak Anda atau bahkan Anda sendiri mengidap ADHD, coba simak beberapa tanda-tanda di bawah ini :
  • Memiliki kesulitan berkonsentrasi atau fokus pada satu tugas atau aktifitas.
  • Memiliki masalah dalam menyelesaikan tugas di sekolah atau rumah
  • Sering berpindah-pindah dalam satu aktifitas ke aktifitas lain.
  • Memiliki masalah dalam focus pada instruksi dan merasa sulit melaksanakannya.
  • Sering menghayal dan melamun
  • Sering kehilangan barang atau lupa mengerjakan sesuatu seperti PR.
  • Mudah terpecah perhatian, bahkan ketika sedang melakukan sesuatu yang menyenangkan
  • Memiliki masalah berkonsentrasi pada hal-hal kecil dan detail atau sering membuat kesalahan karena tidak berhati-hati.
  • Memiliki kesulitan dalam mengorganisir tugas dan aktifitas.
  • Memiliki kesulitan dalam menunggu giliran
  • Sering memotong pembicaraan atau kegiatan orang lain atau mengutarakan hal-hal yang tidak pantas.
  • Sangat tidak sabaran
  • Sering terburu-buru menjawab walaupun pertanyaan belum selesai diucapkan
  • Tidak mau diam, dengan tangan atau kaki yang tidak mau berhenti bergerak ketika duduk
  • Merasa selalu gelisah
  • Memiliki kesulitan mengontrol emosi
loading...

Artikel Terkait

1 komentar:

  1. Terimakasih Infonya
    sangat bermanfaat..
    Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Kedokteran di UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Yogyakarta
    :)
    twitter : @profiluii :)

    BalasHapus

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails