Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

MENGENAL Bronkitis pada anak

Bronkitis pada anak sering terjadi ketika si anak tertular penyakit ini. Bronkitis sendiri berasal dari kata bronkus dan itis. Bronkus adalah saluran napas besar, sedangkan itis adalah istilah medis yang menunjukkan adanya reaksi peradangan. Radang atau peradangan adalah reaksi tubuh terhadap berbagai hal. Dan, infeksi virus merupakan penyebab tersering radang saluran napas.

Ketika ada reaksi peradangan di saluran napas, area tersebut akan tampak kemerahan, sembab/membengkak, serta memproduksi lendir yang agak banyak. Jadi, gejala bronkitis adalah batuk yang disertai produksi dahak yang banyak.

Penyebab dari bronkitis pada anak, umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Bila batuk berlangsung lama, biasanya ini karena alergi. Terkadang pada kasus-kasus tertentu, bronkitis pada anak tidak berbahaya dan sembuh dengan sendirinya.

Merokok seringkali menjadi penyebab bertambah parahnya bronkitis pada orang dewasa. Jika orangtua merokok, kemungkinan besar anak yang masih kecil, bayi, anak-anak yang sering menghirup asap rokok (terkena asap dari orang tuanya yang perokok) dan anak-anak yang sebelumnya sudah mempunyai masalah dengan paru-paru dan jantungnya berisiko terkena bronkitis akut.

Untuk mencegah bronkitis pada anak, orang tua ataupun pengasuhnya harus mengajari anak-anak bagaimana cara membasuh tangan secara benar untuk menjauhkan dari penyebaran bakteri dan virus penyebab bronkitis, membatasi agar tidak terlalu polusi udara, juga direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin flu.

Terkadang gejala bronkitis pada anak mirip dengan gejala penyakit lainnya. Yang perlu diperhatikan adalah perubahan suara menjadi serak (batuk jarang; dahak pasti tak banyak). Jika ini terjadi, sangat mungkin anak bukan menderita bronkitis. Mungkin saja, ada reaksi peradangan di pita suara.


Biasanya, hal ini terjadi karena infeksi virus, akan sembuh dengan sendirinya, serta kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Observasi saja terus. Begitu anak sesak napas (napas sulit, tersengal-sengal, bibir tampak biru), segera bawa ke dokter.

Jika Anda tetap ingin berkonsultasi dengan dokter anak, sebaiknya ke dokter anak spesialis paru. Lebih baik lagi, bila sebelum bertemu dengan dokter, Anda sudah browsing tentang bronchitis diberbagai situs tentang bronkitis pada anak. Dengan begitu, anda bisa menambah wawasan sebelum mengetahui jelas dari dokter spesialis.

Sumber : parenting.co.id
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails