Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya
loading...

PENYAKIT GONDONGAN PADA LEHER

http://mypotik.blogspot.com/

Gondong/parotitis (mumps) sangat menular terutama justru ketika gejala belum tampak. Gondong berbeda dengan gondok meskipun sama-sama mengalami pembesaran leher. Pada gondong, yang membesar adalah kelenjar air liur, sedangkan pada gondok, yang membesar adalah kelenjar gondok (penghasil hormon tiroid). Gondong memiliki masa inkubasi 7-18 hari, tapi rata-rata adalah sekitar 10 hari setelah paparan virus, kemudian leher menjadi bengkak, rasa sakit dan ketidaknyamanan karena pembengkakan, demam, sakit kepala, mulut kering, nyeri sendi dan nyeri otot seringkali dirasakan. Sakit telinga juga dapat dirasakan, terutama saat mengunyah. Rasa kecut atau pahit di mulut mungkin dialami dan dapat juga diikuti dengan sulit menelan.

Gondong dapat mengakibatkan komplikasi seperti meningitis (radang selaput otak) dan peradangan testis/buah pelir (orkitis) atau peradangan indung telur (oophoritis).

Pada anak-anak dan orang dewasa dengan gondongan akan sembuh tanpa ada komplikasi, sebagian lagi ada yang mendapatkan komplikasi. Dalam kasus yang jarang, pasien dapat mengalami kerusakan saraf, gangguan pendengaran, pankreatitis (radang organ pankreas) dan bahkan kematian dapat terjadi.

Gondong pada kehamilan bisa berbahaya, dengan peningkatan risiko keguguran pada 12-16 minggu pertama.

Penyakit gondong

Gondong adalah infeksi yang sangat menular disebarkan oleh paramyxovirus A. Virus dapat melakukan perjalanan di udara melalui batuk dan bersin, dan kemudian virus menempel di gagang pintu atau cangkir, sendok garpu, mangkuk atau piring.

Gejala yang paling umum dari penyakit gondong adalah kelenjar ludah (kelenjar parotis bengkak di leher, kadang-kadang disebut sebagai “wajah hamster”. Pembengkakan bisa terjadi pada satu atau kedua sisi leher.

Gondong dapat dicegah pada 95% kasus dengan mendapatkan vaksinasi MMR rutin ketika masa kanak-kanak. Kasus gondong telah meningkat. Ada 4.035 kasus gondong yang terkonfirmasi di Inggris dan Wales pada tahun 2013, meningkat jika dibandingkan kasus pada tahun 2012 sebanyak 2.564 orang. Selalu pergi kunjungi dokter jika Anda tekena gondong. Dokter perlu tahu tentang kasus gondong sehingga pihak pelayanan kesehatan masyarakat seperti puskesmas dapat membantu menghentikan penyebaran infeksi.

Diagnosis gondong

Dokter akan mendiagnosis gondongan dari gejala pasien, terutama kelenjar air liur yang meradang dan membengkak.

Tes Darah, urin atau cairan serebrospinal (CSF) dapat diambil untuk mengkonfirmasi diagnosis.

Pengobatan untuk penyakit gondong

Tidak ada pengobatan untuk penyakit gondong itu sendiri, mengingat penyebabnya dalah virus, maka yang melawan adalah kekebalan tubuh manusia sendiri, namun pemberian obat penghilang rasa sakit yang sesuai dengan usia, seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu meringankan beberapa gejala tersebut.

Kompres dingin dengan kain lembab dapat membantu meringankan rasa sakit dari kelenjar yang bengkak. Beristirahat dan minum banyak cairan juga disarankan, serta mengkonsumsi makanan seperti sup halus dan bubur yang tidak perlu dikunyah.

Mencegah gondong

Untuk membantu mencegah penyebaran virus, siapa pun pasien gondong perlu dijauhkan dari sekolah, universitas atau lingkungan kerjanya sampai 5 hari setelah gejala dimulai.

Tindakan pencegahan yang sama digunakan untuk pencegahan penyebaran flu: cuci tangan yang benar dan menggunakan tisu untuk menutup bersin, kemudian tisu langsung dibuang ke dalam tong sampah langsung setelah itu.

Jika seseorang telah memiliki gondong sejak dari masa kecilnya, maka biasanya orang tersebut akan memiliki kekebalan seumur hidup dan tidak akan mengalami gondong lagi di kemudian hari apabila terinfeksi virus yang sama.

Jumlah anak-anak yang divaksin MMR (campak, gondong dan rubella) jatuh untuk beberapa waktu setelah adanya desas-desus palsu tentang keamanan vaksin yang pada akhirnya tidak terbukti secara ilmiah. Jika pada masa kecil tidak mendapatkan vaksin MMR, maka seorang remaja atau dewasa berisiko untuk terkena gondong bila tidak melakuan vaksinasi pengejaran (catch up) untuk MMR ini.

Vaksinasi terhadap gondong juga disarankan untuk orang dewasa yang sebelumnya tidak pernah vaksinasi dan hendak berkunjung ke negara dengan prevalensi gondong yang tinggi.
loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:

Delivered by FeedBurner

Related Posts with Thumbnails